Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan

Melawan Takdir Yang Tak Terelakkan
Bab 84 - Pertemuan yang Mengejutkan


__ADS_3

Riyu mengenakan topeng dan jubah hitamnya sambil memeriksa peralatan yang akan dia bawa.


Sejak pengawal Yami meminta bantuannya, Riyu tidak bisa tenang karena dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi jika dia mengabaikan permintaannya.


Ini bukan pertama kalinya dia merasakan hal itu sehingga dia bergegas meminta seseorang untuk mencari tempat kerabat pengawal Yami itu disekap. Dan yang mengejutkan informasi datang dalam sekejap.


Dan ketika dia ingin mengajak Yami untuk pergi, tiba-tiba, pintu ruangan Riyu terbuka dan Mei, kekasihnya, masuk ke dalam ruangan.


Mei menatap Riyu kemudian berkata, "Kemana kamu akan pergi, Riyu?" tanya Mei dengan suara dingin.


Awalnya Riyu ingin memberi alasan, tetapi setelah melihat matanya dan tahu bahwa dia tidak bisa membohonginya dia akhirnya menjelaskannya dengan jujur.


"Aku mendapat informasi bahwa seseorang telah menyekap kerabar Yami yang dan  aku akan pergi menyelamatkannya."


Mei terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk.


“Un, bolehkan aku ikut?”


Riyu tersenyum kemudian berkata.


“Tentu.”


.


.


Tiga orang yang terlihat mencurigakan sedang mengintip sebuah bangunan yang tampak sepi di malam hari. Mereka memakai topeng rubah yang menutupi wajah mereka dan sepertinya bersiap untuk memasuki gedung.


Mereka tidak lain adalah Riyu, Mei dan Yami.


Riyu memakai topeng hitam dengan garis biru dan jubah hitam yang menutupi tubuhnya sedangkan Mei memakai topeng kitsune dengan warna putih-orange. Lalu Yami memakai topeng hitam dengan garis merah.


Setelah Riyu mengajak Mei pergi bersamanya, dia pun mengajak Yami karena Riyu tahu bahwa Yami juga berusaha menyelamatkan keluarga bawahannya, Eiji, apalagi dia adalah pewaris keluarganya.


Dan disinilah mereka berakhir, di sebuah tempat yang diduga merupakan tempat pengkhianat keluarga Kuro menyekap Ibu dan Adik Eiji.

__ADS_1


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”


“Tunggu sebentar.”


Riyu ingin memetakan ruang di sekitar tempat itu terlebih dahulu agar rencananya berjalan lancar.


‘ Seres ‘


[ Dipahami ]


Pupil mata Riyu berubah menjadi lebih bercahaya, terutama ketika itu di malam hari perubahannya terlihat sangat jelas.


[ Memetakan Lingkungan ]


[ Selesai ]


Di balik topengnya Riyu melihat peta hologram yang menampilkan peta tempat itu. Meskipun beberapa masih belum terlihat, tetapi sekitar tempat itu berhasil dipetakan dengan baik.


Dan ketika Riyu mengamati hal itu, di balik topengnya, dia tampaknya terkejut dengan keberadaan seseorang yang seharusnya tidak punya alasan untuk berada di tempat itu.


“Mereka…”


Mei memperhatikan bahwa Riyu tampaknya menemukan sesuatu sehingga dia bertanya padanya.


“Uh, Ikut aku. Lebih baik, kalian melihatnya sendiri, aku pikir kalian akan terkejut ketika bertemu dengan mereka.”


Mei dan Yami tidak memahami apa yang dikatakan Riyu, tetapi mereka juga tidak diam dan mengikuti Riyu di belakang.


.


.


Dari pengamatan Riyu kita bisa melihat bahwa seseorang tampaknya memang sedang mengamati tempat yang juga sedang Riyu amati saat ini. Dan itu anehnya adalah Shio dan Shiori, yang kebetulan juga memiliki tujuan yang sama dengan Riyu, yaitu menyelamatkan seseorang.


“Bagaimana kak?”

__ADS_1


Shiori bertanya pada saudaranya tentang tempat yang ingin mereka temukan. Dengan kemampuan Saudaranya kemungkinan dia bisa menemukan seseorang yang sedang mereka cari di tempat itu.


Namun, menanggapi jawabannya, Shio hanya menggelengkan kepala, “Aku tidak bisa mengamatinya. Tampaknya beberapa area di tempat ini terlindungi oleh segala bentuk pengamatan.”


“Begitu…”


Shiori terkulai lemas saat mendengar suara saudaranya. Shio yang melihat itu menepuk kepala saudarinya untuk menghiburnya.


“Tenang saja kita akan menyelamatkan mereka.”


“Oh. Kalian juga datang ke sini untuk menyelamatkan seseorang?”


Tiba-tiba suara seseorang terdengar di belakang mereka dan secara reflek mereka berbalik, waspada pada siapapun yang datang.


“Siapa?!”


Shiori berkata kepada orang yang datang di balik kegelapan.


Dia mengerutkan kening dan memegang senjatanya semakin erat karena melihat bahwa orang muncul adalah 3 orang, 2 laki - laki, 1 perempuan dengan memakai topeng kitsune,


“Tenang, Shiori mereka bukan musuh.”


Shio yang sedari tadi mengamati mereka, dan menyiapkan busurnya karena waspada, sedikit mengendurkan tangannya karena tahu siapa mereka sebenarnya. Itu dia pastikan setelah mengamati jiwa ketiga orang itu yang tampaknya akrab.


“Um?”


Tentu saja Shiori tidak memahami mengapa Saudaranya mengatakan hal seperti itu, tetapi saat dia mendengar suara, “Apa kamu tidak mengenali suaraku Shiori?”, Shiori paham.


“Suara itu… Riyu!!”


Shiori berkata dengan penuh semangat.


“Yah, ini kami. Apa kamu melupakan suaraku? Padahal kita sudah ber- ehem, bertemu di sekolah lagi. Aku tidak berharap kamu akan melupakanku.”


Riyu berkata setelah hampir keceplosan.

__ADS_1


Mei dan Yami juga melakukan yang sama yang membuat Shiori semakin terkejut sedangkan Shio hanya menatap Yami.


“Tidak tidak tidak, aku hanya terkejut. Tapi yang lebih penting, apa yang sedang kalian lakukan di sini?”


__ADS_2