
[ Waktu : Masa Lalu, Tempat : ETER Union ]
Di sebuah kantor armada tertentu, seorang pria sedang duduk, mengurus berbagai berkas yang ada di depannya. Dia adalah pemimpin ETER Union sebelum Maya atau pemimpin ETER Union pada waktu ini. Di tempat duduknya, dia dengan tenang mengurus berbagai data yang harus dia selesaikan.
Namun, ketenangan itu terganggu ketika seorang petugas datang dengan tergesa-gesa dan mulai berbicara dengan panik.
“Maaf pemimpin, kami mendapatkan laporan bahwa telah terjadi invasi.”
Pemimpin ETER Union mengerutkan kening.
Berita itu memang mengejutkannya, tetapi dengan banyaknya pengalaman yang telah dilaluinya, pemimpin ETER Union tidak panik.
Dia dengan cepat bertindak, mengambil setelan formalnya dan bersiap untuk pergi.
“Baiklah, mari kita pergi ke ruang komando dan laporkan apa yang terjadi di perjalanan.”
Sebenarnya pemimpin ETER memiliki banyak pertanyaan, tetapi saat ini tidak ada waktu untuk disia-siakan. Invasi Eternite bukanlah masalah biasa, itu adalah masalah serius yang harus segera ditangani.
……
Pemimpin ETER berjalan dengan cepat menuju pusat komando armada ETER Union.
Adapun petugas ETER Union, itu ada di belakangnya. Dia sudah memberikan gambaran umum tentang apa yang terjadi. Informasinya tidak terlalu lengkap, tetapi itu sudah cukup untuk membuat pemimpin ETER Union mengetahui situasinya.
( Pintu Terbuka )
Pintu baja terbuka secara otomatis memperlihatkan situasi yang ada di dalam pusat komando.
Jika digambarkan itu adalah situasi yang cukup tegang, beberapa petugas berjalan dengan cepat ke sana kemari, beberapa petugas melaporkan apa yang terjadi, dan beberapa petugas lainnya melakukan pekerjaan mereka.
Selain itu, ada juga cahaya berwarna merah menandakan bahwa ada sesuatu yang besar telah terjadi.
Tidak berselang lama setelah pintu terbuka, seorang wanita cantik berkacamata menghampiri pemimpin ETER.
“Hasegawa, ceritakan apa yang terjadi. Mengapa kita tidak mendeteksi hal ini sebelumnya.”
Pemimpin ETER berkata.
Itu benar, itu adalah Hasegawa yang sama yang menjadi pemimpin ETER Union di masa depan.
Berbeda dengan di masa depan, dia memakai seragam petugas lengkap saat ini.
Untuk penampilannya, dia terlihat seperti wanita berusia awal dua puluhan, tapi sebenarnya usianya hampir mendekati usia ibu Riyu…. ups.
{ Hasegawa : Narator-san, Anda tampaknya memberikan informasi tabu }
{Narator : Maafkan hamba, Hasegawa-sama. Ini tidak akan terjadi lagi, mungkin}
Ehem, lupakan itu.
Hasegawa-sama memiliki penampilan bunga cantik yang masih segar saat ini.Adapun di masa depan dia tentunya telah mekar sepenuhnya, menjadi bunga yang tidak tertahankan untuk dipetik.
“Dalam laporan kami, ada kemungkinan bahwa hanya Ruler yang datang tanpa pasukan sehingga kami tidak bisa mendeteksi kedatangannya. Kemungkinan Ruler bisa menyembunyikan kedatangannya tanpa terdeteksi oleh kami. Kami menyadari situasinya setelah kami melihat salah satu pulau di kota Kingston dari satelit berubah menjadi pulau es.”
“Dimengerti, beri aku informasi lengkap tentang situasi saat ini. Berapa jumlah korbannya dan bagaimana dengan tindakan yang telah kita lakukan.”
__ADS_1
“Itu… Pulau itu adalah pulau pribadi milik Keluarga Akahasa dan saat ini pulau itu hanya ditempati oleh 3 orang. Itu adalah Dua Kamigami dan satu muridnya.”
Dua Kamigami, itu adalah julukan orang tua Riyu yang diberikan oleh ETER Union. Julukan itu memiliki arti dua dewa-dewi.
Memang, ETER Union mengakui kemampuan orang tua Riyu termasuk dalam pertempuran, yang tidak diketahui banyak orang.
“.....”
Pemimpin ETER sangat terkejut sehingga dia menghentikan langkahnya sebentar. Dia terkejut karena Dua Kamigami kemungkinan yang menjadi incaran Ruler.
Entah apa yang mereka lakukan untuk membuat Ruler harus sampai turun tangan, tetapi yang jelas itu akan menjadi kerugian besar jika terjadi sesuatu pada mereka.
“Bagaimana reaksi Keluarga Akahasa tentang hal ini?”
Sebelum pertanyaan Pemimpin Akahasa dijawab, suara alarm terdengar, membuat situasi saat ini menjadi lebih mencekam. Itu mungkin adalah peringatan tentang sesuatu yang telah terjadi.
“Pemimpin, kami menerima informasi bahwa terjadi retakan ruang dan lonjakan Energi yang sangat besar di sekitar pulau.”
Mendengar hal itu, pemimpin ETER mulai menjadi sangat serius. Dia tahu apa artinya jika terjadi retakan ruang bersama dengan lonjakan energi. Itu artinya….
Invasi Eternite Ketiga telah dimulai.
Pemimpin ETER berbalik badan dan melihat ke arah semua petugas.
“Kalian semua, mulai protokol darurat kita akan-”
“Tidak perlu melakukannya.”
Sebelum pemimpin ETER Union menyelesaikan perintahnya, itu dipotong oleh suara yang datang dari monitor besar yang ada di depan.
“Akahasa! Apa yang kamu maksud. Ini adalah situasi darurat. Jika terlambat bertindak kita akan mengalami bencana yang sangat besar.”
“Tenanglah, tidak perlu terburu-buru. Aku sudah berada di lokasi saat ini. Aku bisa menangani situasinya atau setidaknya bisa memberikan kalian waktu untuk bersiap-siap, tanpa harus menggunakan protokol darurat.”
“Jangan bermain-main di sini!”
“Hah… (menghela napas) keluargaku sedang dipertaruhkan, apa kau pikir aku akan mempunyai waktu untuk bermain-main dengan keselamatan mereka?”
“.....”
Pemimpin ETER hanya bisa terdiam mendengar apa yang dikatakan Tuan Akahasa. Seperti yang dia katakan, tuan Akahasa tidak mempunyai waktu untuk bermain-main dengan keselamatan keluarganya. Dan pemimpin ETER tahu bagaimana perlakuan Keluarga Akahasa pada keluarga mereka sendiri.
Lalu mengapa mereka berdua seolah-olah menolak menggunakan protokol darurat jika situasinya tidak terpaksa?
Itu karena ada protokol peluncuran nuklir dalam protokol darurat. Tentu dengan catatan bahwa situasinya tidak dapat ditangani lagi.
Namun bukan itu yang menjadi alasan Tuan Akahasa tidak ingin protokol darurat diluncurkan.
Dia tidak ingin petugas ETER Union yang berada pada jarak tertentu dari Invasi segera bergegas ke tempatnya.
Dalam protokolnya, itu akan menjadi misi bunuh diri karena mereka harus bergegas tanpa persiapan yang lengkap dan bertahan selama mungkin.
Tapi bagi tuan Akahasa bukan itu masalahnya.
Dia hanya tidan ingin mereka segera bergegas kemudian mengetahui bahwa Maya adalah seorang Ruler.
__ADS_1
Untuk saat ini, keadaan pulau memang bisa dilihat dari luar termasuk menggunakan satelit. Tapi sulit untuk melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang di dalamnya.
Saat ini identitas Maya masih tersembunyi karena adanya pelindung yang sulit merekam apa yang terjadi.
Hanya keluarga Akahasa akses keadaan pulau saat ini, itupun hanya pulau bukan laboratorium.
“Baiklah, tahan mereka sebentar. Kami akan menggunakan protokol lain dan datang dengan persiapan yang matang.”
“Terimakasih, Hiroto.”
Kakek Riyu memanggil nama pemimpin ETER dengan namanya. Itu kemungkinan karena mereka adalah kenalan yang cukup akrab atau mungkin teman baik.
……
“Aku sudah menyelesaikan masalah pertama, sekarang apa yang akan kita lakukan pada gadis itu.”
Tuan Akahasa melihat gadis yang berada jauh di depannya.
Berbagai Eternite juga mulai bermunculan, lagi dan lagi. Ada juga beberapa mayat Eternite dengan tombak, pedang, dan berbagai senjata cahaya lainnya menancap dengan kejam pada tubuh mereka.
“Bisakah kakek menangani monster itu, aku ingin berbicara dengan Maya.”
“Aku tidak bisa mengizinkannya. Setelah dia mengetahui identitasnya, kita masih belum tahu apa yang akan gadis itu lakukan. Akan sangat berbahaya jika mendekatinya tanpa tahu keadaannya.”
“Maya hanya marah, dia tidak berubah menjadi monster, aku yakin itu. Tolong kakek, hanya aku yang bisa berbicara dengannya.”
Kakek Riyu melihat cucunya yang memohon. Dan melihat matanya itu lebih bercahaya dari biasanya.
“Hah… baiklah bocah kecil. Aku akan menyerahkannya padamu.”
“Terimakasih, kakek”
“Itu baru.”
Tuan Akahasa menyadari ada perubahan yang terjadi pada Riyu.
Itu adalah emosinya dan bagaimana dia menangani situasi. Namun dia tidak terlalu memikirkan itu untuk saat ini, masih ada masalah serius yang harus diselesaikan.
'Berapa kali aku menghela napas dalam satu hari ini.'
Tuan Akahasa bergumam.
“Gen.”
“Ya, tuan.”
Orang berpenampilan misterius datang di belakang tuan Akahasa.
Tidak ada yang tahu dimana dia berada sebelumnya. Tapi itulah yang diharapkan dari pasukan khusus milik keluarga Akahasa.
“Kirim setengah pasukan untuk melindungi bocah itu dan setengah lainnya pergi untuk menangani Eternite. Mereka lebih sedikit dari yang kita duga jadi setengah pasukan kalian bisa menanganinya.”
“Siap, tuan.”
Kemudian pria itu menghilang, seperti bayangan, kemungkinan dia menuju pasukannya.
__ADS_1
……