
[ Waktu : Tidak Diketahui, Tempat : Tidak Diketahui ]
"Apakah kamu yakin ingin melakukannya?"
"Maaf Kako, Kukyo, aku sudah memutuskannya."
Kukyo, pria tampan dengan rambut pirang.
Tubuhnya cukup kecil dari rata-rata, tetapi dia memiliki ekspresi yang sangat bertolak belakang dari tubuhnya. Dia memiliki ekspresi serius dan dewasa, seolah-olah dia telah melihat melalui banyak pengalaman pahit.
Adapun Kako, dia adalah gadis cantik. Nuansa yang muncul darinya adalah masa lalu, seolah-olah dia tidak akan berubah bahkan jika waktu terus berjalan.
(Kukyo (Jepang) \= Kehampaan)
(Kako (Jepang) \= Masa Lalu)
"Kamu tidak harus meminta maaf kepada kami. Tapi sebaiknya kamu meminta maaf kepada Fate."
Kukyo berbicara dengan serius.
Tapi itu hanya dijawab dalam diam oleh pria itu.
Bukannya pria itu tidak ingin meminta maaf atau karena dia tidak merasa bersalah. Hanya saja, dia tidak ingin menggoyahkan tekadnya. Jika dia bertemu dengan wanita itu, dia mungkin akan memikirkan kembali keputusannya.
Selain itu, pria itu tidak ingin memberikan kenangan lagi. Dia akan pergi, dan mungkin tidak akan melihat wanita itu lagi. Jadi yang terbaik adalah tidak menambah rasa sakit lagi. Itulah yang dia pikirkan.
Kukyo hanya bisa menghela napas, melihat reaksi pria itu. Dia mengerti permasalahannya, jadi dia tidak memaksanya.
"Baiklah, kami akan melakukannya. Kako bersiaplah."
Tanpa disadari banyak orang, gadis cantik itu mencengkram telapak tangannya dengan erat, seolah dia tidak ingin melakukan semua itu.
"Kak...."
Kukyo memanggil kakak perempuannya sekali lagi.
Jujur saja, Kukyo benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan gadis-gadis itu.
Dia tahu bahwa gadis-gadis itu tidak ingin pria itu meninggalkan mereka, tetapi itu tidak mungkin. Pria itu harus pergi saat orang yang mereka sebut ??? dilahirkan kembali.
Karena dengan begitu, dia memiliki kesempatan untuk menyelamatkan masa depan.
Dia berpikir dalam hatinya, apakah perasaan gadis-gadis itu telah membuat mereka menjadi gila? Bukankah keberadaan mereka seharusnya tidak memiliki perasaan seperti itu?
Kemudian dia teringat sesuatu.
'Yah dia memang layak disebut ???'
"......"
Kako tetap diam, tetapi dalam diamnya, dia mulai bergerak untuk mempersiapkan segalanya.
Melihat apa yang dilakukan kakaknya, Kukyo hanya bisa tersenyum pahit. Dia menoleh ke arah pria itu.
"Sebaiknya kamu bertahan di sana. Kamu mungkin kehilangan dirimu atau bahkan keberadaanmu sendiri. Jujur saja, itu bukan tempat yang bagus bahkan untukku sendiri."
"Oke, terima kasih."
……
[ Setelah Pria Itu Menghilang ]
"Aku tahu kamu pasti akan melakukannya. Apalagi setelah mengetahui bahwa dia dalam bahaya. Kamu tahu, aku tidak menentang keputusanmu karena itu yang kamu inginkan, dan mungkin saja kamu bisa menyelamatkannya. Tapi aku tidak mengatakan bahwa...... aku tidak akan mengejarmu."
"Semoga berhasil, sayang."
……
……
……
POV Riyu
__ADS_1
[ Waktu : Saat ini, Kamar tidur ]
“Ugh, Hah… hah… hah…”
Aku terbangun dari tempat tidurku, bernapas dengan cepat.
Kondisiku sama seperti orang yang telah mengalami mimpi buruk.
“Apa itu? Mimpi?”
Aku berbicara pada diriku sendiri.
Dan seperti yang diharapkan, tidak ada jawaban sama sekali. Hanya ada keheningan di pagi hari.
“Ugh, aku tidak bisa mengingatnya.”
Aku mencoba untuk mengingat kembali mimpiku, tetapi tidak bisa. Aku beberapa kali mencobanya, tetapi benar-benar tidak mungkin, seolah-olah ada tembok besar yang menghalangi.
(menghela napas)
Aku menyerah untuk mengingat kembali setelah mencoba beberapa kali lagi.
……
[ Dapur ]
Saat ini aku sedang membuat sarapan, mencoba mengalihkan perhatianku dari kejadian sebelumnya.
Apa aku bisa memasak? Tentu saja bisa. Kau pikir aku ini siapa.
Bajingan? Jangan memfitnahku seperti itu.
Yah, mudah bagiku untuk belajar memasak dengan perasaanku. Aku tidak berbohong, aku hanya jarang melakukannya karena kesibukanku.
Oke, cukup tentang itu.
Aku membuat 3 porsi makanan saat ini. Pertama untukku, kedua untuk Mei, dan ketiga untuk Maya.
Tentang Mei, dia tinggal di Lab MV bersamaku dan Maya. Shio terkadang juga menginap. Hal itu dilakukan untuk mempermudah segalanya, seperti berangkat sekolah dan berlatih.
Mei datang dari kamarnya, melihat sarapan yang aku buat.
Dia mungkin bertanya-tanya siapa yang membuat sarapan itu karena dia tidak melihat Maya, yang biasanya melakukannya.
Dia terkadang membantu Maya jadi dia mungkin berpikir itu agak aneh melihat sarapan sudah siap.
Ketika dia berjalan lebih jauh ke dapur, dia melihatku yang sedang menyiapkan makanan penutup.
“Yu? Apa kamu yang memasak ini?”
Mei bertanya padaku.
“Ya, cobalah.”
Aku tersenyum dan menjawabnya.
“Ini pasti akan enak.”
Mei tersenyum manis.
Senyumnya adalah sarapan yang bagus di pagi hari.
Aku harus lebih sering melakukan ini.
Sebenarnya, Mei sudah tahu kalau aku bisa memasak jadi tidak terlalu mengejutkan bahwa dia mengatakan itu. Aku tidak ingin sombong, tetapi aku yakin masakanku sangat enak.
{ A : Anda bilang anda tidak ingin sombong }
…..
[ 30 menit kemudian ]
Setelah aku dan Mei menyiapkan semuanya, Maya pura - pura datang ke arah kami, meminta maaf karena tidak menyiapkan sarapan.
__ADS_1
Mengapa aku menyebutnya pura-pura? Karena dia sebenarnya sudah bangun saat aku sedang menyiapkan makanan.
Dia mungkin tidak tahu bahwa aku merasakan kehadirannya berkat perasaanku. Jadi dia bersembunyi.
Jangan bertanya padaku. Aku tidak tahu alasan dia melakukan itu.
“Ini enak, lebih enak dari sebelumnya. Aku ingin merasakan ini lebih sering.”
Mei menatapku.
Dari tatapannya aku tahu apa yang dia inginkan.
"Baik baik, aku akan melakukan apa pun untukmu tuan putri."
Aku berkata.
Mei membalasku dengan senyuman. Adapun Maya, dia hanya menghela napas. Aku ingin bertanya padanya, tetapi tidak jadi.
……
……
……
[ Satu Minggu Kemudian ]
Aku sebenarnya ingin mengatakan bahwa satu minggu ini sama seperti biasanya. Tapi, sayangnya tidak.
Ada beberapa kejadian yang membuatku khawatir.
Pertama, tentang laporan bahwa Eternite telah muncul baru-baru ini.
Yah, sebenarnya tidak ada yang mengejutkan dari itu mengingat kejadian itu telah terjadi beberapa kali. Namun, masalahnya adalah frekuensinya.
Telah terjadi 2 kali Retakan Ruang selama 1 minggu terakhir. Tidak ada yang berbahaya dari retakan kecil itu, paling-paling hanya muncul Eternite peringkat C berjumlah 10 paling banyak.
Meskipun skalanya cukup kecil, dan ETER Union dapat menanganinya dengan mudah, aku tetap meningkatkan kewaspadaanku.
Masalah kedua adalah Maya.
Dia agak linglung akhir-akhir ini, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Saat aku ingin bertanya padanya, dia selalu menghela napas kemudian melarikan dari.
Untungnya, kemarin dia sudah kembali normal. Dia sepertinya telah menemukan jawaban atas pertanyaannya.
Meskipun aku senang, tetapi aku merasa bahwa dia akan melakukan sesuatu yang berbahaya. Dan aku agak bisa menebak apa itu.
Yah, cukup tentang dua masalah itu.
……
……
Saat ini aku sedang duduk dengan tenang sambil memegang tehku.
Aku terus mengamati pemandangan indah, di mana dua wanita cantik sedang mengobrol sambil terus tersenyum dan tertawa. Ini mungkin impian para pria.
Mei juga menjadi lebih akrab dengan Maya.
Dan setelah dia tahu bahwa Maya adalah murid orangtuaku dia kadang-kadang menyebut ‘Maya senpai’.
Yah, meskipun Mei bukan murid ibuku, dia pernah mendapatkan pengarahan dari ibuku jadi tidak ada masalah dengan itu.
……
“Mei, ada yang ingin aku katakan.”
Suasana hangat berubah menjadi serius ketika Maya ingin mengatakan sesuatu yang penting.
Sambil terus menyeruput teh, aku memperhatikan Maya dengan tenang karena aku juga penasaran dengan apa yang ingin dia katakan.
“Aku mencintai, Riyu.”
“Butttt….. Uhuk uhuk uhuk. Apa?”
__ADS_1
Untuk kedua kalinya, aku memuntahkan kembali tehku.