
“Baiklah, kita akan mulai dari mana.”
Aku duduk dengan tenang di kursi panjang di samping kiri Mei.
Ruangan kami saat ini adalah ruangan kasual yang sederhana, tetapi juga memiliki nuansa elegan dan modern dengan beberapa dekorasi dan hologram di beberapa tempat. Dinding ruangan yang memisahkan ruangan ini dan ruangan utama juga transparan dari dalam sehingga kita bisa melihat ruangan utama dari dalam ruangan.
Ada kursi panjang yang disusun membentuk huruf L, tetapi tidak ada meja di depan kursi itu. Nah, disitulah sebenarnya aku duduk seiza beberapa waktu yang lalu.
“Sebenarnya ini tidak terlalu rumit seperti yang kamu bayangkan dan sebenarnya juga bukan hal buruk, setidaknya dalam pandangan umum."
Aku memperbaiki posisi dudukku kemudian melanjutkan perkataanku.
"Kondisiku… bagaimana aku mengatakannya, aku memiliki terlalu banyak energi di dalam tubuhku.”
Aku menjelaskan inti permasalahanku.
Agar lebih mudah untuk memahaminya, mari kita membahas tentang energiku dulu.
Energiku disebut Energi Chaos (aku sendiri yang menamainya). Bisa dibilang energi Chaos merupakan energi ketidakkonsistenan, ketidakteraturan, atau kekacauan.
Energi chaos bisa berubah menjadi tipe energi unik lain setelah memenuhi kondisi tertentu, seperti energi cahaya yang aku tiru dari Maya di mana kondisi untuk mendapatkan energi cahaya dari Maya adalah dengan mendapatkan kasih sayangnya. Yah, walaupun aku pikir, itu masih belum selesai karena aku hanya merasakannya samar-samar energi cahaya tanpa bisa menggunakannya.
Atau energi gelap Yami yang aku dapatkan darinya setelah membuatnya kesal dan marah beberapa kali. Memukul atau bertarung juga kurasa.
Energi Chaos memerlukan interaksi, karakteristik atau kode tertentu untuk meniru energi lain. Karena dia sudah mendapatkan datanya mudah baginya untuk mengubah karakteristik energinya seperti energi unik lainnya.
Mungkin itulah yang membuatku bisa meniru energi yang dimiliki orang lain.
Lalu apa masalahnya? Tenang.
“Seperti yang kamu katakan, bukankah itu hal yang baik?”
Mei bertanya padaku.
Memang memiliki “banyak” energi, seperti energi Chaos adalah hal yang baik. Itu membuatku memiliki potensi tak terbatas.
Hanya saja selalu ada harga untuk sesuatu yang baik.
Dan kata yang sama bahwa baik yang terlalu baik adalah masalah. Makan itu baik, tetapi jika anda terlalu banyak makan, Anda tahu apa yang akan terjadikan?
“Memang itu hal yang baik. Yah, tidak ada hal buruk yang akan terjadi setidaknya untuk saat ini.”
“Untuk saat ini?”
"Ya, di masa depan tubuhku tidak akan tahan dengan energi sebesar itu. Jadi, aku mungkin akan booom, meledak."
Mei mengedipkan matanya dua kali.
Dia diam untuk beberapa saat, mungkin karena dia terkejut dengan efek samping energiku? atau karena candaanku?
Yah, aku mungkin salah karena bercanda tentang kondisiku.
Dari tatapan tajam Mei, aku bisa tahu isi hartinya.
__ADS_1
Dia mungkin berkata. 'Serius? kenapa kamu memberitahuku tentang ledakanmu seperti bermain kembang api.'
"Jangan menatapku seperti itu. Pada dasarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kita akan masuk ke topik utama. Tentang solusi untuk kondisiku."
Aku berkata.
Seolah sudah mengetahui apa solusinya, Mei menghela nafas lalu berkata, “Mengapa solusinya harus dengan, memiliki banyak istri?”
“Itu karena ibuku.”
Aku berkata dengan ketidakberdayaan.
Benar, ini ada hubungannya dengan ibuku lagi. Ini sebenarnya tidak mengejutkan karena aku dalam keadaan berbahaya.
Ibuku bukanlah seseorang yang akan membiarkan bom waktu terus berdetak apalagi bom itu ada di tubuhku. Karena itu, dia melakukan penelitian tentang kondisiku tanpa penundaan.
Bagaimana dengan ayahku? Dia sebenarnya juga jenius sama seperti ibuku, hanya saja yang sering mengambil keputusan adalah ibuku, terutama jika itu tentangku.
Oke kembali ke topik.
Awalnya, ibuku memasang segel untuk menyegel sebagian besar energiku. Namun, itu bukan solusi permanen, segel hanya bertahan sampai saya berusia 25 tahun.
Selain itu, menyegel energi terlalu lama akan buruk dan menyia-nyiakan banyak energi yang ada di tubuhku..
Jadi ada dua solusi permanen yang dia temukan.
Pertama dengan meningkatkan tubuhku sehingga aku bisa mengendalikan energiku. Hanya saja hal itu memerlukan waktu lama jadi solusi itu ditolak.
Kedua adalah dengan mentransfer energiku pada orang lain sampai tubuhku cukup kuat untuk menampung semua energi besar itu.
“Bibi?”
“Ya, ibuku. Dia menemukan solusi untuk kondisiku. Hanya saja, solusinya adalah dengan membagikan energiku dengan… dengan memiliki hubungan intim. Jumlah energiku sangat banyak jadi tidak cukup hanya dengan satu atau dua orang. Yah, pelukan atau ciuman akan baik-baik saja meskipun itu tidak cukup efektif, tetapi apakah kamu pikir aku akan melakukan itu pada orang lain selain kekasihku?”
Aku menjelaskan. Di beberapa kata aku sedikit ragu untuk mengatakannya lagi pula itu memalukan untuk mengatakannya.
Mengapa harus hal intim, seperti pelukan dan ciuman? tanyakan pada ibuku.
Aku tidak tahu apakah dia punya solusi lain atau tidak, tapi dengan kepribadiannya tidak aneh jika dia menyarankan solusi itu.
Kalau tidak salah dia adalah yang paling bersemangat untuk mencarikanku harem.
Saat itu aku tidak memperdulikannya karena perasaanku belum bangkit, tetapi setelah mengingat kembali percakapanku dengannya itu membuatku sakit kepala.
Kalau tidak salah, dia juga selalu membisikanku untuk mengambil semua wanita cantik di dunia ini. Mungkin karena ini juga, aku secara tidak sadar menggoda gadis cantik, seperti Maya dan Scarlet. Yah, untuk Shio dia sudah jatuh jadi jangan dihitung.
……
Oke mungkin ada yang bertanya-tanya.
Bukankah sebaiknya menggunakan armor yang sedang diteliti untuk membuang sebagian energi yang berlebihan itu? Jawabannya tidak mungkin.
Armor memiliki masalah pada energinya yang seperti bahan bakar baginya.
__ADS_1
Untuk dapat bekerja, armor memerlukan energi murni seperti energi eternite atau energi kehidupan yang bisa berubah menjadi energi lain termasuk energi yang ada di bumi seperti energi gerak, panas, dll.
Sedangkan energiku tidak bisa diubah menjadi bahan bakar seperti itu.
Jika aku memaksanya, itu seperti aku mendorong mobil mogok sendirian yang pada akhirnya mungkin akan mati kelelahan.
……
Tambahan juga
Hanya karena aku memiliki banyak energi, bukan berarti aku sangat kuat melampaui Maya. Faktanya aku mungkin akan berada di peringkat A dalam hal kekuatan. Adapun mengapa? Itu karena energi hanyalah energi.
Pada akhirnya tubuhku sendiri yang menjadi penentu kekuatanku.
Oke, aku mungkin bisa membuat energi cahaya yang bisa melenyapkan kota, tetapi pertanyaan, apa tubuhku mampu melakukannya? Jawaban jelas tidak.
……
……
Percakapanku terus berlanjut. Aku juga mulai menjelaskan lebih jelas terkait dengan kondisiku dan bagaimana itu berhubungan dengan situasi saat ini.
“Aku mengerti.”
Dan yah, seperti yang diharapkan dari Mei-ku, dia mengerti dengan mudah.
“Itulah kenapa kamu… ugh sangat melekat padaku. Selain itu, aku juga merasa semakin kuat setelah kamu menciumku? Apa itu untuk membagikan energimu?”
Yah, itu benar dan juga salah.
Aku hanya ingin bersamanya saja, sedangkan membagikan energiku padanya hanyalah bonus dari kondisiku. Tapi mari kita ambil umpannya.
“Benar, seperti yang diharapkan dari kekasihku. Jika kamu sudah tahu, bagaimana jika- argh.”
Yah, seperti yang diharapkan tidak mudah menggoda Mei. Kekuatannya untuk menonaktifkan energi orang lain dan betapa tirannya energi petir Purple Lightning Sword membuatnya menjadi tiran sejati.
……
……
……
[ POV orang ketiga ]
Beberapa menit kemudian setelah Riyu dan Mei selesai mengobrol.
“Baiklah, kalian bisa berbicara, aku akan pergi mengecek sesuatu. Lagi pula, kamu belum membalas pernyataannya sebelumnya.”
Mei berkata dengan lembut sambil bergerak dengan halus meninggalkan ruangan.
Maya dan Riyu menatap Mei hingga dia meninggalkan ruangan itu dan setelah itu mereka berdua menatap satu sama lain.
‘Jadi, apa yang harus kami lakukan saat ini?’
__ADS_1
Pikir Riyu