
Mohon sekali lagi untuk dukungannya ya para pembaca yang baik hati supaya saya lebih giat lagi untuk membuat novelnya. Tolong di like, vote atau di comment. Kalau mau memberi hadiah, author lebih bahagia lagiπ. Terima kasih banyak.
Seperti biasanya, Lana selalu bangun lebih awal untuk bersiap-siap kerja. Tapi kali ini ketika ia hendak bangun, badannya terasa berat. Lana hendak membalikkan badannya namun sebuah pelukan malah semakin erat memeluknya. Lana kaget sekali karena ternyata Hans-lah yang memeluknya erat. Lelaki itu masih tertidur pulas. Dengan perlahan Lana mengangkat tangan Hans dan beranjak dari tempat tidur.
Setelah terbebas dari Hans, Lana melihat ke arah jam. Jam setengah enam pagi. Berjalan perlahan-lahan, Lana segera menuju ke kamar mandi sambil membawa baju ganti dan handuknya. Kalau biasanya, ketika dia sendirian, Lana hanya akan membawa handuknya tapi kali ini beda karena Hans sedang tidur disana. Dia tidak ingin Hans melihat tubuhnya.
Hampir setengah jam Lana berada di kamar mandi dan akhirnya dia telah selesai. Lana memakai kemeja berwarna hitam, seperti menandakan hatinya yang sedikit kelam hari ini. Juga celana panjang berwarna putih, yang sedikit melekat di pahanya yang cukup indah. Lana juga membiarkan rambutnya tergerai begitu saja. Kali ini dia tidak mengeringkan rambutnya karena takut membangunkan Hans.
Lana melirik sekilas ke arah ranjang ketika keluar dari kamar mandi dan melihat bahwa Hans masih juga tertidur pulas. Lana tidak tahu kalau Hans baru tidur ketika sudah hampir subuh. Hans tidak bisa tidur karena gairahnya semakin memuncak karena memandangi Lana yang sudah tertidur pulas. Sedangkan Lana yang terbiasa tidur sendiri, memeluk Hans dengan erat karena berpikir Hans adalah guling. Setelah hampir subuh, barulah Hans merasa capek dan akhirnya tertidur dengan sendirinya.
Lana keluar dari kamar dan menyiapkan sarapan untuknya dan juga Hans. Hari ini ia ingin memakan sarapan dari Inggris. Lana dengan cekatan memasak telur orak arik, tomat panggang, bacon krispi, kacang merah dan roti panggang. Tidak lupa juga kopi hitam pekat yang panas. Sambil memasak, Lana memandang ke arah jendela dan melihat hujan rintik-rintik masih membasahi bumi.
Lana masih merutuki diri sendiri, bagaimana bodohnya ia karena tertidur terlebih dahulu. Berarti semalam, Hans-lah yang memindahkan dia, batin Lana. Apakah Hans melakukan hal lain padaku,pikirnya. Semakin Lana berpikir, semakin pula pusing dirinya. Lana memutuskan untuk memakan sarapannya dengan cepat dan menyiapkan juga untuk Hans sambil menulis sebuah catatan kecil di sana.
Setelah selesai makan dan mencuci piringnya, dia segera berangkat ke kantor. Diambilnya tas dan juga payung, dipakainya sepatu hak tinggi-nya, Lana langsung berjalan ke arah halte bus yang dekat dengan apartemennya.
__ADS_1
ββββββ
Beberapa jam kemudian, tangan Hans meraba-raba sampingnya tetapi tidak menemukan yang dicarinya sehingga membuat mata pria itu terbuka. Hans menyadari bahwa Lana sudah tidak ada di kasur lagi. Matanya melihat sekeliling mencari ke arah jam, sudah hampir jam sepuluh. Hans mengambil ponselnya dan melihat sudah banyak telpon atau pesan dari asistennya. Dengan segera Hans beranjak dari kamar mencari keberadaan Lana. Hans mencari ke arah dapur dan hanya menemukan makanan yang ada di atas meja dengan sebuah pesan.
"Kalau makananya sudah dingin, bisa kau masukkan ke arah microwave. Aku sudah mengatur pengaturan di microwave, jadi tinggal kau masukkan saja. Tidak usah kau cuci piringnya.
NB: Seharusnya kau pulang saja. Ranjangku kecil. Badanku sakit semua!!!
NB: Pintu apartemen ini akan otomatis terkunci setelah kau keluar dari sini. Jadi tidak perlu repot menghubungiku, mencari kuncinya. "
Setelah semua sudah siap, Hans menaruh piring dan kopi hangatnya di meja makan. Sungguh enak sekali. Lana sungguh gadis yang baik, beda sekali dengan Joy yang tidak pernah menyiapkan apapun. Joy hanya bisa memerintah pelayan atau memesan makanan. Joy pernah berkata padanya," Sayang, kau lihatkan kukuku yang cantik ini. Masak iya kau suruh aku memasak?". Hans tidak pernah repot-repot lagi meminta Joy untuk memasak sejak saat itu.
Hans sendiri tidak habis pikir kenapa dia malah bisa berakhir mengencani Joy. Ya, dia memang cantik. Tapi sayang hingga saat ini, dia tidak bisa membangkitkan hasrat lelakinya. Dulu Hans berpikir bahwa dia "impoten" hingga pada hari dimana dia bercumbu dengan Lana. Selama dua minggu lebih, Hans berpikir bagaimana bisa seorang gadis sederhana seperti Lana bisa membangkitkan gairahnya, sedangkan wanita secantik dan se-seksi Joy tidak bisa.
Hans memakan suap demi suap masakan Lana sambil membaca catatan gadis itu. Hans tertawa kecil ketika membaca di bagian bahwa gadis itu merasa tubuhnya sakit semua karena ranjangnya kecil. Hal itu membuat Hans membayangkan bagaimana nanti ketika ia akan bercinta dengan gadis itu seharian penuh. Senyum mengembang di bibir Hans. Difotonya catatan kecil itu di ponselnya. Hans masih merasa belum cukup, dilipatnya catatan itu dan dimasukkannya ke dalam dompetnya.
__ADS_1
Ketika makanan sudah habis, Hans tetap mencuci piringnya dan menatanya di tempat pengeringan piring. Kemudian Hans berbalik menuju ke ruang keluarga untuk mengambil jasnya. Setelah memakai Jas dan sepatunya, Hans berlalu begitu saja dari apartemen kecil yang telah membuatnya nyaman.
Di luar apartemen, supir Hans, Pak Ian sudah menunggu Tuannya. Semalam ketika Hans tidak kunjung keluar, Pak Ian memutuskan untuk kembali kerumahnya dan pagi jam enam, dia sudah berada kembali di apartemen itu. Pak Ian memang sudah mengetahui kebiasaan Hans. Kalau di kantor, sampai tengah malam Hans tidak keluar atau memberi pesan, itu berarti Pak Ian bisa kembali ke rumah tetapi pagi jam enam, Ia sudah harus kembali kesana kecuali Hans menelpon lebih awal dan memberitahu kapan Ia harus kembali.
Hans masuk ke dalam mobil dan memberi perintah, "Ke kantor, pak!"
"Siap Tuan." jawab pak Ian.
"Pak, siapkan juga baju ganti dan jas untuk saya. Saya akan mandi di kantor." tambah Hans.
"Semua sudah siap, Tuan. "
"Kita ke kantor Lana, pak!"
Tanpa menjawab lagi, Pak Ian sudah melajukan mobil ke tempat yang diminta oleh Hans. Hans sendiri mengecek semua email dan pesan selama perjalanan.
__ADS_1