Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
EP 48


__ADS_3

"Kenapa kau bersikeras untuk bekerja?" tanya Hans sambil menatap lembut wanita yang telah membuatnya merasakan cinta. Tangan Hans mengelus rambut Lana dengan pelan.


"Kalau aku tidak bekerja, lalu apa yang akan aku lakukan?" tanya Lana balik. "Lagipula aku masih punya tanggung jawab pada Ryan. Beberapa pekerjaan yang seharusnya sudah aku selesaikan, malah terbengkalai karena kau mengurungku disini seminggu lebih." tambah Lana menjelaskan sambil memprotes.


"Pekerjaanmu sudah diambil alih. Aku sudah memberi perintah pada Andre supaya bisa mencarikan penggantimu. Jadi kau tidak usah memikirkannya lagi." ucap Hans.


"Tapi..."


"Atau kau hanya ingin bertemu dengan Ryan, hah? Jangan membuatku cemburu dan marah." ujar Hans.


Mendengar bahwa Hans merasa cemburu dan marah hanya karena dia berpikir bahwa Lana akan bertemu dengan Ryan, membuat Lana tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa cemburu? Bukankah kau sudah bertemu dengan pacarnya Ryan? Aku hanyalah remahan biskuit dibanding dia."


"Siapa bilang kalau kau hanya remahan biskuit? Kau biskuit termahal yang bisa didapatkan pria didunia. Omong-omong, bisakah kau membuatkan biskuit dengan bacon dan telur untuk sarapan?" lanjut Hans.


"Akan aku buatkan tapi izinkan aku bekerja... please?!" rengek Lana.

__ADS_1


"Jadi kau sudah berani untuk bernegoisasi denganku nih?" ucap Hans.


"Bukan bernegoisasi, Hans. Aku hanya memohon padamu."


"Baiklah kau boleh bekerja. Tapi kau akan bekerja di kantorku." jelas Hans.


"Kantormu? Lalu apa yang akan aku lakukan disana?" tanya Lana sedikit heran dengan jawaban Hans.


"Menjadi sekretarisku dong. Jadi kau bisa bersamaku selama aku mau." jawab Hans sambil mengedipkan mata.


Mereka sudah sampai di dapur, Hans duduk di meja makan dan Lana lanjut menuju ke area dapur. Dengan perlahan Lana mempersiapkan bahan-bahan makanan untuk diolah sedangkan Hans sudah menghidupkan Ipadnya untuk mengecek laporan.


"Kamu akan menjadi sekretaris kedua. Tidak akan ada masalah, lagipula aku kan bosnya." jawab Hans dengan enteng sambil memeriksa email-email.


"Biarkan aku menempati posisiku yang lama, Hans. Aku mohon padamu." pinta Lana dengan nada memohon.


Hans memalingkan mukanya dari ipad dan melihat raut muka Lana yang bertambah imut ketika dia memohon seperti itu, membuat Hans sedikit kasihan dan jahil.

__ADS_1


"Boleh saja, asalkan kamu memanggilku sayang mulai sekarang. Juga tidak boleh mengeluh kalau ada pengawal yang akan selalu mengikutimu kemana-mana!" tawar Hans pada Lana.


Memanggil Hans dengan sayang? pikir Lana. Hanya memikirkan itu membuat Lana sedikit bergidik. Dia tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, bahwa menjadi wanitanya Hans, ada beberapa hal yang akan berubah. Termasuk panggilan romantis terhadap pria itu. Namun, Lana memang harus membiasakan hal ini cepat atau lambat.


Tapi, pengawal? Apakah pengawal akan mengikuti aku bahkan ketika aku di kantor? Apa kata rekan kerjaku nanti? batin Lana.


"Saaa... sayaang." kata Lana terbata-bata karena gugup. "Apakah pengawalnya akan mengikuti aku sampai di dalam kantor?"


Walaupun Lana masih gugup, tapi ketika gadis itu memanggil Hans sayang, hati Hans tiba-tiba menjadi lebih hangat. Bahagia. Ya, kata bahagia. Akhirnya Hans bisa merasakan hangatnya dicintai.


" Tentu saja, sayangku. Dimanapun! Bahkan ketika kau pergi ke kamar mandi, dia akan tetap mengikutimu." jelas Hans.


"Ya Tuhan... memangnya di kantor bisa sebahaya apa sih?" protes Lana sambil menata makanan yang sudah jadi di atas piring dan membawakan ke meja makan. Kemudian dia kembali lagi ke dapur untuk membawakan segelas kopi hitam pekat tanpa gula kesukaan Hans.


Lana bergabung duduk dengan Hans dan Hans mematikan Ipadnya. Hans menatap mata Lana untuk menjelaskan bahwa situasi akhir-akhir ini menjadi agak berbahaya. Peredaran Narkotika di tempat kerja, malah merajalela seolah mereka menantang Hans. Tapi karena Lana seminggu lebih dikurung, jadi gadis itu tidak mengetahui apapun tentang berita di tempat kerja. Apalagi nanti ketika gadis itu kembali bekerja, nyawanya bisa sangat terancam karena orang-orang sudah mengetahui bahwa Lana adalah wanita yang dicintai Hans.


"Situasi semakin tidak terkontrol, sayang. Dua hari lalu, salah satu pegawai Over dosis di tempat kerja. Untungnya dia sempat dilarikan ke rumah sakit. Aku bukannya melarangmu bekerja atau mempersulitmu dengan menempatkan pengawal. Tapi hanya sampai keadaan sudah terkendali saja. Aku mohon padamu." kata Hans.

__ADS_1


Lana bisa merasakan bahwa Hans tidak berbohong. Lelaki yang sedang memegang tangannya saat ini begitu sayang dan khawatir padanya. Sehingga membuat Lana tidak ingin menambah beban pikiran Hans. Lana hanya mengangguk, tanda menyetujui permintaan Hans.


"Kalau begitu, ayo kita makan! Sebelum makanannya menjadi dingin." ajak Hans.


__ADS_2