Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
EP 44


__ADS_3

Jangan lupa beri dukungan buat Mak ya. Komentar, like, hadiah atau vote sungguh Mak nantikan. Terima kasih dan Happy readingā¤


Selesai makan, Hans pergi meninggalkan Lana begitu saja. Lana hanya bisa melihat punggung Hans ketika lelaki itu pergi. Kemudian, Lana mulai beranjak untuk ke arah pintu gerbang. Dia memutuskan untuk pergi hari itu juga. Sesampainya di pintu gerbang, Lana sudah dihadang oleh beberapa penjaga.


"Maaf, Nona tidak bisa pergi!" kata salah satu penjaga disana.


"Siapa kau melarangku?!" teriak Lana. "Kalian bisa aku laporkan ke polisi atas penculikan!" tambah Lana menggertak.


Beberapa penjaga saling bertatapan, namun salah satu yang tadi menjawab Lana, memberanikan diri untuk menjawab wanita itu lagi.


"Maaf Nona, kami hanya menjalankan perintah dari Tuan Hans. Jadi jika Anda ingin melaporkan kami, kami sudah siap dengan segala resikonya. " ucap penjaga itu dengan suara tegas.


Lana yang merasa percuma saja untuk berargumentasi disana, membalikkan badan untuk kembali ke dalam rumah. Tiba-tiba Lana mendapatkan ide lain untuk mencari telepon. Dia berlari dengan semangat setelah mendapatkan ide tersebut. Lana mulai mencari di seluruh penjuru rumah bahkan di kamar Hans. Namun telepon disana hanya bisa menyambungkan ke kamar pelayan. Tidak ada jaringan untuk menelpon ke luar.


Lana duduk di sofa yang berada di dalam kamar Hans. Lana melihat ke arah kamar Hans yang luas dan bersih. Tv yang besar berada di depan ranjang yang luas. Sofa yang terletak di samping ruang baju dan kamar mandi yang besar berisi bathtub. Tapi Lana merasa ruangan sebesar itu terasa dingin. Hanya ada satu foto yang tersedia di meja di dekat ranjang. Foto itu berisi Hans, Sasha dan dirinya berada di perkebunan beberapa tahun lalu.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar diketuk oleh seseorang. Lana langsung bangkit dan membukakan pintu kamar. Lana terkejut dengan kehadiran Bi Mia beserta beberapa orang lainnya yang membawakan barang-barangnya.


"Maaf mengganggu istirahatmu, Nak. BiBi cuma mau mengantarkan dan menata barang-barangmu,Nak." ucap Bi Mia.


"Oh iya Bi..." jawab Lana.


Lana berjalan mengikuti Bi Mia ke ruang pakaian. Ketika beberapa asisten membuka koper-koper itu. Lana terkejut karena hampir seluruh barang-barangnya dipindah dari apartemen. Hampir dua jam Lana melihat para asisten menata barang-barangnya di dalam kamar. Bahkan beberapa foto yang ia miliki sudah dibersihkan dan ditaruh di salah satu sudut kamar.


"Setelah kalian selesai disini, selesaikan yang dibawah!" perintah Bi Mia pada para asisten.


"Tunggu, Bi. Apa maksud Bibi selesaikan yang dibawah? Apakah masih ada barang-barangku yang dipindah ke sini?" tanya Lana dengan kebingungan.


"Ya ampun, Nak. Tentu saja ada. Barang-barang Nak Lana tadi diantar sama truk besar." kata Bi Mia sambil tertawa.


"Hah? Serius Bi?"

__ADS_1


"Iya. Tadi Andre datang bersama satu truk besar. Tas Nak Lana berada di sofa bawah ya. Ayo turun, sudah waktunya makan siang juga." ajak Bi Mia.


Tas. Iya tas miliknya. Ponselnya berada di dalam tas. Dia bisa menghubungi Sasha untuk membantunya, batin Lana. Dengan seketika Lana langsung berjalan dengan cepat mendahului Bi Mia. Lana langsung menemukan tasnya di sofa, dengan cepat ia membuka dan mencari ponselnya. Namun setelah mengeluarkan semua benda di dalam tas, ia tidak juga menemukan ponselnya. Ia merasa geram dengan Hans yang bersikap seenaknya sendiri.


Lana memutuskan untuk berhadapan dengan Hans nanti ketika lelaki itu sudah pulang. Dengan berat hati, Lana menaruh kembali barang-barangnya ke dalam tas. Dompet adalah barang terakhir yang belum ia masukkan. Lana membuka dompetnya dan tidak menemukan kartu identitasnya.


"Sial! Bahkan kartu identitasku juga tidak ada!" umpat Lana.


Jika ia mampu keluar dari sini, ia tidak akan bisa keluar dari kota ini tanpa kartu identitas. Bagaimana ia bisa membeli tiket ataupun mencari tempat tinggal baru? batin Lana.


"Nak, mau membantu Bibi untuk memasak?" panggil Bi Mia.


"Iya Bi, Lana datang." jawab Lana.


Saat ini percuma juga untuk melakukan apapun, jadi Lana memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama Bi Mia. Lana juga berharap bisa mendapatkan informasi atau bahkan bantuan dari Bi Mia untuk segera keluar dari sini.

__ADS_1


__ADS_2