
Tak lama setelah pingsan, Sasha bangun sendiri dari pingsannya karena ia sendiri penasaran bagaimana kakaknya dan sahabatnya bisa memberikan pengumuman yang mengejutkan seperti itu di pagi hari pula.
Setelah bangun, Sasha tidak menjawab Hans atau Lana yang memanggil-manggil namanya. Sasha hanya bengong dan duduk di lantai yang dingin. Di kepala gadis itu, hanya pikiran tentang karya desainnya dan Joy.
Lalu bagaimana dengan kelanjutan nasib karya-karyaku? Aku masih membutuhkan Joy supaya bisa memasukkan karyaku di perusahaanya, batin Sasha.
"Sha, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Lana dengan lembut. Mendengar suara Lana, Sasha mengambil ponselnya kembali dan mengarahkan ke mukanya. Sasha menatap lumayan lama wajah sahabatnya itu. Wajah Lana yang cantik dan lembut itu, menyadarkan dirinya supaya tidak boleh bersikap egois. Sasha bertekad akan berbicara dengan kakaknya, supaya Hans bisa membantu karirnya.
"Eh iyaaa, Na... Aku baik-baik saja. Aku hanya kaget dan juga bahagia di saat yang bersamaan!" terang Sasha.
Di seberang sana, Lana menunjukkan kelegaan dan rasa khawatir yang tulus pada Sasha. Hal itu juga membuat Sasha merasa lega karena Lana-lah yang akan menjadi kakak iparnya. Dia tidak bisa membayangkan kalau Joy-lah yang akan menjadi kakak iparnya. Sasha tidak pernah menyukai Joy dan lebih tepatnya, ia hanya membutuhkan Joy untuk membantu karya-karyanya untuk menjadi salah satu brand yang terkenal di seluruh dunia.
__ADS_1
"Dan kalian... kalian sangat berutang penjelasan kepadaku! Sejak kapan kalian bersama? Apakah selama ini kalian sudah bersama dan aku tidak mengetahuinya?" kata Sasha yang merasa kesal karena tidak ada seorangpun yang memberitahu hal sebesar ini. Dia merasa bodoh dan tidak diikut sertakan dalam hubungan mereka.
"Tenanglah dulu, adikku! Kami akan memberikan penjelasan ketika kau datang kemari! Datanglah kemari dan bawa juga alat untuk mendesain gaun pengantin kakak iparmu! Sudah dulu ya, sampai ketemu nanti!" perintah Hans sambil menyudahi pembicaraan mereka.
Ponsel sudah dimatikan oleh pihak Hans. Lalu Sasha yang masih tidak percaya dengan kelakuan Hans, masih menatap ponselnya. Ketika ia sudah tersadar kembali, dengan segera ia berlari ke arah kamarnya dan langsung memasukkan beberapa baju dan keperluannya dengan asal ke dalam koper. Biasanya Sasha sangat tidak menyukai untuk pergi ke ibukota kecuali jika ada meeting penting dengan klien atau membeli keperluan untuk rancangan bajunya. Tapi kali ini, dia sungguh tidak ada pilihan lagi. Sambil mengumpat kepada kakaknya, akhirnya koper Sasha sudah selesai di packing. Sasha menyeret kopernya dengan cepat dan memasukkannya ke dalam bagasi dan kemudian langsung mengemudi mobilnya ke arah jalan raya.
Di rumah Hans, Hans malah tertawa terpingkal-pingkal karena ia sudah berhasil mengerjai adik satu-satunya itu. Lana menatap ke arah lelaki yang telah mencuri cintanya itu dengan tatapan bingung.
"Apakah ada yang lucu?" tanya Lana.
"Tentu saja. Aku yakin seribu persen kalau sekarang Sasha pasti sudah berada di mobil. Dia pasti sedang menyupir dan mengumpat kepadaku!" jelas Hans yang sudah meneteskan sedikit air mata.
__ADS_1
"Itu bisa berbahaya bagi Sasha, Hans!" ucap Lana sedikit memprotes dan mengkhawatirkan sahabat satu-satunya itu. " Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya?" tanya Lana.
"Aku yakin tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi. Tenang saja, sayang. Sasha bisa mengemudi seperti pembalap profesional!"
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada Sasha, awas saja kamu!" ancam Lana yang kesal dengan kelakuan Hans.
Raut wajah Lana yang serius dengan ancamannya, membuat Hans menelan ludahnya dan berhenti tertawa. Hans lalu beranjak ke arah Lana dan memeluknya dengan pelan.
"Sayang, kau tidak perlu khawatir. Lebih baik kita menunggu dia disini. Aku juga akan menyuruh Bi Mia untuk menyiapkan kamar untuknya." jelas Hans yang sekarang sedang menciumi wajah Lana.
Ciuman Hans yang semula hanya di wajah, kemudian menjadi ke arah leher. Tangannya juga sudah bergerilya kemana-mana, membuat Lana merasa geli. Lana yang sudah merasa kegelian, melepaskan diri dari pelukan Hans. Sekarang Lana hanya fokus untuk menunggu sahabatnya itu. Jika ia tidak menghentikan Hans, mereka akan berakhir di atas ranjang.
__ADS_1
"Aku yang akan memberitahu Bi Mia. Aku juga akan membantunya!" ujar Lana, melepaskan diri dari Hans dan berlalu ke arah rumah bagian belakang dimana kamar Bi Mia berada.
Halo para pembaca, maafkan Mak Thor yang jarang update ya. Mak baru balik ke desa sama suamik. Mak janji kalau urusan Mak selesai, Mak bakal update tiap hari. Terima kasih banyak dan jangan lupa dukungannya ya. Like, komentar, beri hadiah dan vote ya. Love you all❤