Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
Ep 62


__ADS_3

Hans dan Lana masih berada di tempat tidur mereka. Hans sudah bangun dari tidurnya dan sekarang sedang menatap wanita yang sudah mengisi relung hatinya. Ditatapnya wajah Lana yang sedang tidur dan Hans membatin satu kata "cantik". Ia merasa bahagia karena akhirnya ia bisa memiliki gadis yang dulunya telah dihina bahkan tidak dianggap olehnya.


Tatapan mata Hans sangat intens seolah Hans ingin mengisi otaknya dengan setiap inci wajah Lana. Wajah mungil gadis itu yang sangat pas ketika tidur di pelukannya, lalu matanya yang indah dengan kelopak mata yang besar, lalu bibirnya... Oh Ya Tuhan, Hans mengingat bagaimana Lana membalas setiap ******* maupun ciuman darinya.


Hanya dengan mengingat hal itu, sesuatu yang tenang di bawah sana, menjadi memberontak dengan tegang.


"Oh, ****!" geram Hans.



Hans bergerak-gerak pelan dengan gelisah di bawah selimut. Dia sedang dilema saat ini, dia ingin pergi ke kamar mandi dan menuntaskan hasratnya sendiri tapi di lain sisi, dia sungguh tidak ingin berhenti menatap wajah wanitanya.


Akhirnya dia malah tersenyum dan terkekeh kecil, menyadari bahwa dirinya bisa menjadi bodoh jika berdekatan dengan Lana. Hans sungguh tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya terhadap wanita-wanita lain.


"Apakah aku benar-benar sudah menjadi bucin padanya?" batin Hans di dalam hatinya.


Goncangan kecil dari tubuh Hans, membangunkan Lana dari tidurnya. Lana mencoba untuk membuka matanya dengan perlahan karena rasa kantuk yang masih melandanya. Maklum saja, setelah perjalanan jauh dan Hans yang membuatnya lelah sepanjang malam, tubuh Lana terasa remuk redam.


Sekarang, matanya sudah terbuka dengan sempurna, memandang wajah lelaki yang sedang tersenyum di hadapannya.


"Kau sudah bangun, sayang?" tanya Hans.


"Emmm... iy....iya... Apakah kamu juga baru bangun?" balas Lana.


"Tidak! Aku sudah bangun dari tadi dan memandangi wajahmu yang cantiknya kebangetan!" gombal Hans.


Wajah Lana langsung merona dalam hitungan detik. Ia tidak percaya lelaki yang selalu dingin padanya selama ini, ternyata sangat jago ngegombal. Lana mengambil bantal kecil di dekatnya dan berusaha untuk menutupi wajahnya.


Tetapi Hans dengan cepat merebut bantal itu dan membuangnya ke sembarang arah.

__ADS_1


"Ayo, kita mandi sekarang!" kata Hans dengan cepat. Wajah lelaki itu tiba-tiba tersenyum dengan jahil. Tatapan matanya sungguh intens dan dalam.


"Hah? Mandi?!" tanya Lana terkejut.


Belum juga Hans menjawab, tiba-tiba Hans sudah bangkit dari posisinya dan sekarang seolah ingin merengkuh tubuh Lana.


"Haaansss... kau pergilah mandi dulu... Aku akan mandi setelah kau selesai!" tolak Lana dengan malu-malu.


"Lihatlah ini... Kita mandi bersama saja!" paksa Hans sambil menunjukkan batang di bawah sana yang sudah mengeras.


Hans sungguh tidak menerima penolakan Lana, direngkuhnya tubuh gadis itu dan dibopongnya dengan gampang. Lana yang masih kaget hanya bisa berteriak dan memohon pada Hans untuk melepasnya. Tapi usaha Lana sia-sia saja, karena mereka sekarang sudah berada di kamar mandi.


Sungguh Hans sangat kuat dalam menyalurkan hasratnya, tubuh Lana sudah lemas karena berkali-kali mendapatkan org*sme namun Hans tak kunjung selesai.


"Pleasee Hans, selesaikan dengan cepat! Aku sudah sangat lelah..." Lana memohon dengan pelan.


Tak berapa lama kemudian, akhirnya Hans juga mendapatkan pencapaiannya. Lalu direbahkannya tubuh Lana di dalam bathtub dan ia sendiri ikut masuk ke dalam bathtub yang besar itu.


Lana berpikir gairah Hans akan timbul lagi dan dia sudah tidak memiliki tenaga sama sekali. Dia sangat lapar dan lelah.


"Sayang, aku bisa sendiri!" ucap Lana ketika Hans memulai menggosok punggung Lana dengan sebuah sponge yang lembut.


"Diamlah! Aku tidak akan macam-macam! Aku hanya membantumu, jadi nikmati saja!" ujar Hans.


Lana yang memang sudah tidak memiliki tenaga, hanya menuruti perkataan Hans. Hans menyabuni seluruh tubuh Lana dengan pelan dan teliti sedangkan Lana akhirnya sangat menikmati sentuhan-sentuhan ringan dari Hans.


"Walaupun aku sangat ingin memakanmu lagi, tapi aku tahan, sayang!" bisik Hans di telinga Lana. "Tapi nanti malam, aku akan memakanmu berkali-kali." lanjutnya yang membuat tubuh Lana meremang. Lana memilih untuk diam saja. Sungguh ia tidak tahu untuk menjawab lelaki itu.


Hans terkenal sebagai pebisnis yang sukses dan dingin. Walaupun para wartawan selalu mengincarnya untuk mendapatkan berita-berita darinya, namun Hans sungguh tidak suka berganti-ganti pasangan. Makanya, Ia terkenal sebagai lelaki dingin namun setia.

__ADS_1


Tetapi sekarang Lana baru tahu, ternyata Hans sungguh sangat buas di ranjang. Di satu sisi, dia sangat menikmatinya tapi di satu sisi dia sungguh kewalahan dalam mengimbangi Hans.


Hans sudah selesai memandikan Lana, dipakaikanlah bathrobe di tubuh gadis itu. Lalu Hans menyuruh Lana untuk keluar dan berpakaian sehingga ia sendiri bisa mandi dengan cepat.


Lana sekarang sudah berpakaian dan sedang membantu Hans untuk memilihkan pakaian lelaki itu di walk-in closet. Lana menata pakaian yang sudah dipilihnya dan menaruhnya di sofa di dalam ruangan itu.


Tak lama kemudian, Hans keluar hanya dengan handuk kecil menempel menutupi area jantannya. Lana melihat tubuh Hans lalu menelan salivanya sendiri. Lalu dengan malu, Lana beranjak keluar dari kamar dengan cepat.


Hans hanya terkekeh melihat tingkah laku gadis itu.


"Bukannya dia sudah melihat seluruh tubuhku... bahkan sangat menikmati tubuhku! Tapi dia masih aja malu-malu... membuatku ingin menerkamnya lagi dan lagi... Hahaha!" Hans tertawa lantang sendirian di dalam ruangan itu.


Setelah selesai, ia segera menyusul Lana di ruang makan. Dia juga sudah sangat lapar sekali, apalagi setelah aktifitas pagi yang telah dilaluinya.


Di ruang makan sudah ada Sasha, Bi Mia dan Lana. Sasha sedang duduk dan melihat ipadnya sambil menyesap kopi susunya. Sedangkan Lana sedang membantu Bi Mia untuk menyiapkan makanan di dapur bersih di dekat meja makan.


Hans lalu juga duduk di salah satu kursi dan menyapa mereka semua.


"Pagi semua!" ucapnya. Lalu menatap adiknya yang terkesan cuek dengan kehadirannya dan bertanya, "Apakah tidurmu nyenyak, Sha?"


Sasha yang masih memeriksa pesan masuk atau email, enggan menjawab Hans. Gadis itu hanya berkata, "Hmmm"


Tak lama kemudian, Lana yang diikuti oleh Bi Mia datang dan membawakan makanan untuk mereka semua. Lana kemudian mengambil piring Hans sambil berdiri dan menaruh beberapa macam makanan di piring itu. Hans menatap Lana dan berkata," Terima kasih, sayang!"



Lana hanya membalas Hans dengan senyuman, kemudian juga melakukan hal yang sama untuk Sasha. Lalu Lana mulai duduk dan memakan makanannya dalam diam. Ruang makan itu hanya terdengar dentingan sendok dan garpu di piring mereka masing-masing.


Jangan lupa Like, komentar, Vote ataupun beri Mak hadiahnya. Setiap dukungan kalian, sungguh sangat berarti bagi Mak❤

__ADS_1


__ADS_2