
Halo para pembaca, maafkan Mak yang sudah tidak update sebulan lebih karena Mak habis kena long covid, eh begitu sembuh, ada kabar kalau kakak Mak kena serangan jantung dan komplikasi. Jadi Mak gak bisa nulis apa2, otak kosong, mata berair tiap hari😅. Maafin Mak yak...
Happy reading!!!❤️
Lana yang telah masuk ke dalam mobil begitu saja, masih khawatir dengan para pengawal yang mengejarnya dari belakang. Hingga Lana sendiri tidak menyadari siapa lelaki di sampingnya. Kepala Lana masih saja menoleh ke arah belakang dan ke arah samping jendela mobil.
Setelah beberapa saat lamanya, Lana baru sadar dia belum memberitahu lelaki di sampingnya kemana Ia akan pergi. Tetapi anehnya, mobil itu tetap melaju seolah lelaki itu tahu kemana dia harus pergi.
"Maaf, Tuan. Saya menyusahkan dan terima kasih atas pertolongannya." ucap Lana sambil menoleh untuk melihat ke arah wajah pria itu. Namun Lana tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu karena kurangnya cahaya di dalam mobil ketika malam.
Lana sedikit merasa aneh karena tidak mendapatkan respon apapun dari lelaki itu. Bahkan lelaki itu tidak menanyakan kemana dia harus mengantarnya. Tiba-tiba hati Lana dilanda ketakutan.
"Tuan, bisakah berhenti disini saja? Saya sangat berterima kasih." kata Lana mencoba untuk menutupi ketakutannya.
__ADS_1
Hening.
Lelaki itu tetap tidak menjawabnya dan juga tidak menghentikan mobilnya. Hal itu sungguh membuat Lana menjadi ketakutan.
"Please,Tuan. Saya mohon, tolong hentikan mobil ini atau saya akan keluar sekarang juga." ancam Lana.
Lelaki itu akhirnya menoleh ke arah Lana dan berkata, "Nona Lana, saya harap Anda tidak melakukan hal tersebut. Karena jika ada lecet sedikit saja pada Anda, Tuan Hans akan marah sekali.
Lana sungguh kaget ketika mendengar nama Hans disebut. Dia merasa sudah berhasil membebaskan diri dari para pengawal, tapi ternyata dia malah tertangkap oleh orang suruhan Hans juga.
"Si...siapa kamu?" tanya Lana.
"Nama saya Sandro, nyonya. Saya pengawal khusus Tuan Hans." ucap Sandro memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Maafkan saya, Nona. Tapi saya harus membawa Anda kembali, saat ini Tuan Hans juga sedang di dalam pesawat, perjalanan kemari." lanjut Sandro dengan nada tenang.
Lana tercengang mengetahui bahwa Hans juga telah memberikan pengawal rahasia untuknya menjaga dan mengikutinya. Sungguh Lana sudah merasa tidak memiliki kebebasan lagi. Dia sungguh merasa marah pada Hans.
Beberapa menit di dalam mobil, kedua orang itu hanya diam sehingga menciptakan suasana yang hening. Akhirnya mereka telah sampai di rumah. Lana yang merasa sangat marah, hanya melewati beberapa orang yang berada di dalam rumah dan langsung berjalan ke kamarnya.
Lana juga membanting pintu kamarnya dengan keras. Dia sungguh merasa lelah dengan fisik dan juga hatinya. Setelah selesai mandi dan mengganti baju, Lana merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia berpikir, apakah Hans memang betul-betul mencintainya? Lalu kenapa Joy bisa berada disana? Bukankah Hans pernah berkata jika ia tidak pernah memperbolehkan orang sembarangan untuk masuk ke dalam rumahnya?
Apakah Hans telah kembali bersama Joy? Apakah dia kembali kesini hanya untuk mencampakkanku? Seolah aku ini hanya barang usang yang sudah saatnya untuk dibuang? pikir Lana sambil menangis.
Hatinya sungguh sakit sekali. Lana yang sudah merasa lelah, akhirnya tertidur dengan mata yang sembab dan bahkan masih menangis di dalam tidurnya. Sebelum tertidur, Lana sudah mencoba menguatkan hatinya, jika memang Hans ingin mencampakkannya. Dia sudah memutuskan akan pergi ke negara yang sangat jauh sehingga dia tidak akan bertemu dengan cinta pertama dan mungkin terakhirnya.
__ADS_1