Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
Ep 54


__ADS_3

"Kalian beristirahatlah dulu. Aku akan berada di ruang kerja. Ada beberapa hal yang harus kubereskan sekarang!" kata Hans kepada Lana dan Sasha. "Kemungkinan hari ini kita akan pergi ke tempat yang telah kusiapkan. Jadi siapkanlah beberapa hal yang benar-benar kalian perlukan disana." tambah Hans.


Sasha masih dengan raut muka yang tidak bahagia, bertanya pada kakaknya. " Memangnya berapa lama kita akan berada disana?"


"Entahlah. Kakak juga tidak mempunyai jawaban yang pasti. Bisa seminggu, sebulan, bahkan setahun sampai kasus ini benar-benar selesai!" ujar Hans yang mengangkat bahunya, memberi gesture tubuh sebagai penekanan bahwa dia memang tidak tahu kapan mereka bisa kembali ke ibukota.


"Kak... Kakakku yang paling baik dan tampan... Bisakah aku berada di perkebunan saja? Toh mereka juga tidak mengetahui tentang aku!" rayu Sasha pada Hans.


"Tidak bisa, Sha! Mereka sudah tahu kalau kamu itu adikku satu-satunya! Kakak tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi padamu. Patuhi kakak!" ucap Hans dengan nada tegas.


Mendengar jawaban Hans yang bernada tegas, Lana yang dari tadi hanya diam dan menyimak kedua kakak beradik itu, langsung menyimpulkan bahwa kasus ini memang benar-benar berbahaya. Walaupun sebelumnya Lana hanya mengetahui beberapa hal yang terjadi di kantor, tapi photo-photo yang telah ditunjukkan oleh Hans sebelumnya, sudah membuktikan bahwa ini adalah kasus yang berbahaya.


"Sudahlah Sha. Lebih baik kita menuruti kakakmu! Ini juga demi kebaikan kita sendiri." sahut Lana berusaha membuat suasana menjadi tidak tegang.


"Ayo, lebih baik kita menyiapkan baju-baju." ajak Lana pada Sasha untuk beranjak dari ruang utama ke kamar.


"Baju-baju kalian sudah ada disana, sayang. Andre sudah kuperintahkan untuk menyiapkan kebutuhan kita disana. Jadi nanti kita tinggal berangkat saja. Kecuali kalau ada barang-barang pribadi yang ingin kau bawa!" sela Hans.


Lana yang tadinya hendak mengajak Sasha ke kamar, mengurungkan niatnya setelah diberitahu oleh Hans.

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu kita ngobrol santai aja yuk? Sekalian kau bisa menemaniku membuat makan siang!" kata Lana menggandeng lengan Sasha untuk menuju ke dapur.


Sasha yang sudah tidak bersemangat lagi, hanya mengikuti sahabatnya yang juga akan menjadi kakak iparnya itu. Di pikiran Sasha saat ini, dia hanya memikirkan bagaimana dia bisa bekerja dan bagaimana karyanya bisa dikenal oleh orang banyak.


Ketika Sasha mendengar kabar bahwa kakaknya akan menikahi Lana. Sasha sudah berusaha berlapang dada dan merelakan kenyataan bahwa dia tidak akan bisa dibantu oleh Joy lagi. Sekarang, masalahnya malah bertambah, karena dia tidak tahu dimana tempat persembunyiannya. Tapi ia yakin sekali kalau tempat persembunyiannya akan berada jauh sekali, bahkan tidak akan bisa dijangkau oleh orang lain.


Maka dari itu, muka Sasha menjadi lebih masam dan bibirnya sudah cemberut seperti bibir bebek.


Sudah lama Lana berteman dengan Sasha, jadi tanpa diberitahu, Lana sudah tahu kalau saat ini Sasha sedang badmood. Lana tidak ingin merusak mood Sasha lebih jauh, dia bergegas ke arah pantry dan membuatkan Sasha segelas es coklat kesukaan Sasha.


Beberapa menit Lana masih saja berkutat dengan es coklat. Dia menyiapkan coklat batang, coklat bubuk, susu dan gula. Lana tahu kalau Sasha tidak suka dengan es coklat instan, maka dia membuatkan es coklat yang asli.


Es coklat itu dengan segera menyegarkan tenggorokan dan rasanya membuatnya kangen dengan masakan-masakan Lana.


"Makasih, Na. Kau memang sahabat terbaikku. Maafkan aku ya, yang selalu menyusahkanmu bahkan menyakitimu!" kata Sasha dengan tulus sambil menyeruput es coklatnya lagi.


"Iya. Lupakanlah yang sudah berlalu! Tunggu disini sebentar ya, aku akan mengantar es coklat ini ke ruang kerja kakakmu!" jawab Lana yang sedang membawa nampan yang berisi segelas es coklat dan beberapa camilan di piring kecil.


Lana langsung mengetuk pintu ruang kerja Hans sebelum memasukinya.

__ADS_1


"Masuk!" jawab Hans mendengar ketukan di pintunya.


Merasa sudah diperbolehkan masuk, Lana langsung membuka pintu dan menaruh nampannya di samping meja kerja Hans. Menata gelas dan piring di pinggir meja supaya tidak menganggu pekerjaan Hans.


"Hans, diminum ya es coklatnya dan juga dimakan camilannya!" perintah Lana.


Hans langsung berdiri dari mejanya dan memeluk Lana dengan erat. "Terima kasih, sayang!"


"Iya...iya... sudah kamu balik kerja sana! Aku juga mau masak makan siang. Nanti kalau makanannya sudah siap, aku akan panggil kamu!" ujar Lana sambil berusaha melepaskan pelukan dari Hans.


"Kok pakai aku kamu lagi sih, sayang? Kan sudah aku bilang, panggil aku sayang!" protes Hans.


"Atau panggil aku, suamiku!" goda Hans pada Lana.


" Iya... iya... Sayang, sudah ya. Aku juga harus menemani Sasha. Kasihan dia!" ucap Lana yang sudah berhasil melepaskan diri dari Hans dan pergi ke luar.


Hans hanya mengamati kepergian Lana, lalu melihat es coklat dan camilan yang sudah diantar calon istrinya itu. Tidak menunggu lama, Hans langsung mencoba camilan dan es coklat itu. Sambil menikmati makanan dan minumannya, di dalam hati Hans, dia merasa bahagia dan beruntung sekali bisa memiliki wanita seperti Lana. Sudah cantik, baik pula!


Selesai menikmati makanan dan minumannya, Hans langsung melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2