
Hans menarik tangan Lana untuk masuk ke salah satu kamar, yang diyakini akan menjadi kamarnya dan Hans. Namun Lana mencoba untuk melepaskan tarikan Hans. Hans menoleh ke arahnya, bertanya-tanya kenapa Lana mencoba menghentikannya membawa gadis itu ke dalam kamar.
"Kenapa?!" tanya Hans sambil mendekat ke arah Lana.
"Malu, Hans!!! Kita seharusnya berkumpul dulu dengan Sasha dan Bi Mia. Masak kita meninggalkan mereka begitu saja?" tanya Lana sambil menoleh ke kanan kiri mencari keberadaan Sasha dan Bi Mia.
"Memangnya kamu melihat keberadaan mereka?" balas Hans bertanya pada Lana. Hingga Lana menyadari bahwa tidak ada siapapun di ruang keluarga. Ruangan besar itu tampak sepi dan dingin.
"Mereka telah pergi beristirahat di kamar mereka masing-masing, sayang! Jangan hiraukan mereka! Mereka juga pasti merasa lelah!" jelas Hans sambil menarik kembali tangan Lana untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar.
Sudah tidak ada alasan lagi baginya untuk menolak Hans. Walaupun Ia masih merasa malu dan canggung, tapi rasa cintanya yang besar pada Hans membuatnya patuh.
__ADS_1
Akhirnya Hans mendudukkan Lana di tepi ranjang yang besar dan ikut duduk di sampingnya. Tangan Hans yang besar membelai wajah Lana. Wajah Lana yang semula terasa dingin karena udara dingin di luar, mendadak menjadi panas dan merona. Tak lama kemudian Hans mendaratkan bibirnya di bibir Lana, menyes*ap bibir itu dan mengigitnya pelan. Lama kelamaan, yang awal mulanya hanya ciuman pelan, menjadi ciuman panas penuh gairah.
Tangan Hans yang semula di wajah, sekarang sudah tidak bisa dikondisikan sama sekali. Tangan Hans sudah berada di balik baju yang Lana kenakan, bermain di sekitar gunung kembar yang tidak terlalu besar itu. Permainan tangan Hans membuat Lana mendesah nikmat.
"Ya, sayang. Keluarkan desahanmu lebih keras lagi." ucap Hans yang sudah sangat bergairah. Hans sebenarnya sudah menahan hasratnya sejak beberapa hari, tapi karena permasalahan yang ada dan juga tidak ingin membuat Lana takut atau trauma padanya, membuat Hans menahan hasratnya.
Setiap hari Hans sungguh tersiksa karena berdekatan dengan wanita yang dicintainya tetapi berusaha untuk tidak menyentuhnya.
Tangan Lana dengan sigap membantu Hans untuk membuka celananya dan tiba-tiba menyentuh senjata Hans dengan pelan. Hans terkesiap dengan sentuhan tiba-tiba itu dan akhirnya menyadari bahwa wajah Lana sudah berada di depan senjatanya.
Tangan Lana memegang senjata yang sudah menjadi keras dan kokoh itu. Ia mengelus pelan dan akhirnya memegang dengan erat. Memainkan senjata itu sambil memperhatikan wajah Hans.
__ADS_1
Hans menatap Lana sambil berkata,"Jangan kau lakukan itu, sayang! Aku sungguh tidak tahan..."
Lana bukannya berhenti, malah dia tidak hanya bermain dengan tangannya. Senjata itu dih*sapnya dengan mulutnya dengan pelan, lidah Lana bermain-main seolah senjata itu adalah permen kesukaannya. Hal itu membuat Hans menjadi merem melek karena keenakan. Sudah hampir sepuluh menit Lana melakukan hal itu tanpa berhenti, membuat Hans sungguh tidak bisa menunggu lagi. Hans menarik tubuh Lana supaya berdiri dan kemudian diangkatnya tubuh Lana dan dibaringkannya di atas ranjang. Dengan pelan-pelan Hans akhirnya menyatukan tubuh mereka.
Awalnya Hans melakukan dengan perlahan tapi kemudian ritme gerakan Hans semakin cepat dan menyentak-nyentak. Lana sendiri sudah tidak tahan dengan sentakan bertubi-tubi itu.
"Hans, aku sudah tidak tahan..... akuu... aku mau keluar!" desah Lana.
"Kita bersama, sayangku!" balas Hans.
Akhirnya setelah hampir satu jam, mereka berdua mendapat kepuasan bersama. Hans kemudian mencium kening dan bibir Lana setelah mendapat kepuasan, tapi Lana hanya diam saja karena merasa remuk dan lelah. Kemudian, Hans menyelimuti tubuh gadis itu sebelum beranjak untuk mandi. Setelah menyelimuti tubuh Lana, Hans berjalan ke arah kamar mandi sambil tersenyum. Sedangkan Lana memutuskan untuk tidur sebentar. Walaupun hal ini bukanlah yang pertama baginya, tapi bagian intinya masih terasa sakit.
__ADS_1
Halo guys, Jangan lupa beri dukungan buat Mak ya. Komen, like, vote ataupun beri Mak hadiah. Terima kasih banyak❤