
Halo para pembaca yang Mak thor sayangi. Semoga kalian semua tetap sehat dan bahagia. Mak ucapkan banyak terima kasih atas dukungannya. Semoga kalian tetap mengikuti dan menyukai cerita novel ini. Tetap beri Mak Thor dukungan ya, berupa like, komentar, vote atau beri hadiah. Terima kasih banyak sekali lagi Mak ucapkan.❤
Pesawat pribadi sudah mengudara kurang lebih hampir satu jam, tapi sepertinya masih belum akan mendarat. Sasha yang masih sedikit shock dengan apa yang telah terjadi, memilih untuk menyendiri di dalam kamar yang ada di dalam pesawat. Sedangkan Lana, Hans, Bi Mia dan seorang dokter sedang duduk saling berhadap-hadapan di kursi mereka masing-masing.
Dokter lelaki itu dengan cekatan memeriksa dan mengobati luka di pelipis Bi Mia. Rasa perih kadang menghujam pelipis Bi Mia, membuat wanita tua itu merintih kesakitan. Lana tetap berada di samping wanita tua itu sambil menggenggam tangannya Bi Mia. Di kursi yang lain, Hans masih terlihat sibuk menelpon beberapa orang. Nada suara Hans sangat serius dan kadang raut wajahnya terlihat menakutkan.
Lana baru kali ini melihat sosok Hans yang sangat marah dan itu membuatnya takut. Lana benar-benar tidak ingin menganggu Hans, makanya dia hanya duduk diam di samping Bi Mia.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin Lana tanyakan pada Hans dan semuanya berkecamuk di kepalanya. Tapi dia mengurungkan niatnya karena merasa waktunya kurang pas.
Hans sesekali melirik ke arah Lana. Dia sungguh mengkhawatirkan gadisnya itu. Sebenarnya Hans mengurung Lana beberapa waktu lalu di rumah, bukanlah tanpa sebab. Keadaan yang semakin tidak kondusif dan berbahaya itulah, yang menyebabkannya mengurung Lana.
Lana sendiri terlihat seperti menatap ke arah Bi Mia, tapi sebenarnya dia setengah melamun. Lana memikirkan serangan tembakan dari berbagai arah dan juga ledakan mobil yang terjadi sejam yang lalu. Dia sungguh tidak menyangka bahwa hal yang dia bantu selidiki ternyata sebahaya itu.
__ADS_1
Lana menghela nafas ketika dia teringat bagaimana dia menyalahkan dan sempat membenci Hans karena telah mengurungnya di rumah lelaki itu. Namun sekarang setelah semuanya menjadi jelas, Lana baru menyadari bahwa Hans memang benar-benar mencintainya dan ingin melindunginya.
Kepala Hans menoleh ke arah Lana yang sedang menghela nafas beberapa kali. Dia lalu menginstrusikan seseorang di telepon untuk menelponnya lagi nanti ketika dia sudah sampai di tempat persembunyian.
"Apakah kau baik-baik saja, sayang?" tanya Hans sambil mengernyitkan dahinya.
Lana yang masih setengah melamun dan larut dalam pikirannya sendiri, tidak menjawab Hans.
Kemudian Hans memajukan tubuhnya untuk menyentuh tangan gadis itu. Tangan Hans yang besar dan hangat, menggenggam salah satu tangan Lana yang kecil dan terasa dingin saat ini. Genggaman itu membuat Lana tersentak dan menatap Hans.
"Apakah kau tidak mendengar pertanyaanku?" kata Hans.
Lana dengan cepat menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, "Maafkan aku, sayang! Aku sedang berpikir..."
__ADS_1
"Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah kau baik-baik saja, sayang?" tanya Hans lagi sambil mengelus-elus tangan Lana.
Genggaman tangan Hans, membuat Lana menjadi lebih tenang. Membuat gadis itu merasa tenang dan aman. Lana sangat menyukainya.
"Aku hanya...." kata Lana ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
"Hanya apa?" ucap Hans tidak sabar.
Setelah beberapa saat berlalu dan Lana telah memilih kata-kata," Aku hanya kaget ternyata kasus yang sedang kau selidiki, ternyata benar-benar berbahaya! Aku juga baru menyadari apa yang kau lakukan padaku selama ini, ternyata untuk melindungiku. Terima kasih, sayang..." ucap Lana sambil terisak.
Hati Hans menjadi lebih hangat karena gadis itu menyadari apa yang telah dilakukannya. Hans memang menyembunyikan kebenaran kenapa dia mengurung Lana, karena dia tidak ingin membuat Lana lebih takut dan juga Hans merasa bersalah karena telah menyeret Lana dalam masalah ini.
Seharusnya Hans tetap bersama dengan Joy saja, sehingga Lana tidak akan menjadi target juga. Tapi semua kejadian berlalu dengan cepat. Karena ucapannya dipesta telah didengar oleh gadis itu dan membuat gadis itu menjauhinya, membuat Hans takut sekali kehilangan Lana. Saat ini yang Hans bisa lakukan hanya melindungi Lana, Sasha dan Bi Mia.
__ADS_1
Hans menarik tangan Lana dan dengan cepat Lana bangun dari kursinya dan berpindah ke pangkuan Hans. Hans memeluk erat Lana seolah takut kehilangan gadis itu.
"Aku takut sekali untuk kehilanganmu...!" ucap Hans dengan lirih