Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
EP 26


__ADS_3

Mohon sekali lagi untuk dukungannya ya para pembaca yang baik hati supaya saya lebih giat lagi untuk membuat novelnya. Tolong di like, vote atau di comment. Kalau mau memberi hadiah, author lebih bahagia lagi😊. Terima kasih banyak.


Mobil Hans memasuki sebuah gedung yang tinggi walaupun tidak setinggi dan sebesar gedung dimana kantor utamanya berada. Seorang satpam yang berjaga disana, langsung berlari begitu mengenali mobil Hans. Satpam itu menunggu sesaat lalu membukakan pintu mobilnya sambil menyapa bosnya itu.


"Selamat siang, Tuan."


"Siang" sahut Hans singkat.


Hans langsung melangkahkan kakinya ke dalam gedung dengan elegan. Banyak pekerja wanita melihat bosnya itu dengan tatapan memuja. Mereka menyapa bosnya sambil menundukkan badannya, sedangkan Hans hanya menyahut dengan singkat dan memilih untuk berlalu ke arah lift khusus petinggi kantor.


Setelah sampai di lantai yang dituju, Hans melangkahkan keluar. Asistennya, Andre, sudah menunggu di depan kantor miliknya.


"Selamat siang Tuan. Semua baju ganti yang Anda butuhkan sudah berada di dalam, berikut dengan laporan-laporan yang butuh Anda tanda tangani." lapor Andre pada Hans.


Hans hanya mengangguk dan masuk ke dalam. Dia segera pergi ke kamar yang tersedia di balik pintu ruangan di dalam kantor itu. Sedangkan Andre melanjutkan pekerjaannya di depan laptop miliknya. Andre tidak mengetahui kenapa bosnya itu memilih untuk bekerja hari ini. Andre juga tidak mengetahui kalau ternyata bosnya sudah merencanakan semua dengan detail hanya buat seorang gadis dan gadis itu adalah Lana.

__ADS_1


Andre telah bekerja untuk Hans selama hampir empat tahun. Andre telah mengetahui semua hubungan bosnya dengan beberapa wanita. Semua tidak pernah bertahan lama. Yang paling lama hanya Joy Callista. Itupun bosnya tidak pernah membawa pulang wanita-wanita itu ke rumahnya. Setelah menghadiri pesta-pesta, biasanya Hans akan mengantarkan mereka pulang dan dia akan kembali ke rumahnya bersama Andre atau Pak Ian sendiri. Andre akan merangkap menjadi teman nongkrong Hans pada saat sepulang kerja. Makanya Andre betah bekerja disana karena Hans memang sudah baik dan menganggapnya seperti sahabat.


Hans yang telah selesai mandi dan mencukur bulu tipis di mukanya, memakai after shave dan gel untuk rambutnya. Kemudian memakai kemeja dan jasnya. Dia hendak memakai dasinya, hingga sebuah ide muncul di otaknya. Sebelum menjalankan rencananya, Hans menyemprotkan parfum di tubuhnya dengan bau yang maskulin dan enak. Tidak heran karena dia memakai parfum limited edition yang sangat mahal harganya.


Hans keluar dari kamar dan hanya mampir untuk mengambil ponselnya yang telah ditaruhnya di atas meja tadi. Hans keluar dengan buru-buru, yang membuat Andre kaget tapi tetap mengikuti bosnya itu. Mereka berdua masuk ke dalam lift.


"Kita mau kemana, bos?" tanya Andre.


"Kita turun empat lantai, Ndre!" perintah Hans.


Hans melangkah dengan cepat hingga mencapai bilik Lana. Lana masih tidak menyadari keberadaan Hans di biliknya, tetap sibuk mengetikkan sebuah laporan di laptopnya. Hingga akhirnya Hans bersuara


"Sayang, kenapa meninggalkanku pagi ini. Terima kasih ya untuk sarapannya." ucap Hans dengan suara yang lumayan keras hingga orang-orang yang menyadarinya kaget, termasuk Lana.


Lana mendongakkan kepalanya dan menatap lelaki yang sudah membuat kejutan untuknya. Lana yakin nanti akan banyak orang akan menanyainya tentang dirinya dan Hans. Lana langsung berpikir bahwa sandiwara sudah dimulai ketika Hans mengedipkan sebelah matanya ke arahnya. Tetapi lidah Lana kelu untuk menjawab Hans.

__ADS_1


"Sayang, tolong kau pasangkan dasi ini!" perintah Hans.


Lana yang masih kaget, berdiri dan mengambil dasi dari tangan Hans. Tubuhnya limbung. Tetapi dia tetap berusaha memasangkan dasi untuk Hans. Ketika dia mengalungkan dasinya di leher Hans dan memasang dengan perlahan, Lana dapat merasakan hembusan panas di lehernya sendiri.


Andre sendiri kaget seperti orang lain yang berada disana, karena selama ini dia tidak mengetahui bahwa Hans sudah memiliki pacar. Berdasarkan perkataan Hans juga, Hans telah menginap di tempat gadis manis yang berdiri di depan Hans kemarin malam. Andre menatap gadis yang sekarang pipinya sudah merona merah dan seperti orang bingung juga.


Lana telah selesai memasangkan dasinya, tapi sebelum Lana beranjak menjauh, Hans sudah mengecupkan sebuah ciuman ke bibir gadis itu. Orang-orang disana ingin menjerit atau bersorak, namun mereka tahan. Mereka sudah menduga-duga adanya hubungan antara Lana dan bos mereka semenjak kedatangan pertama Hans disana.


Lana melotot pada Hans. Ia ingin sekali protes.


"Kalau kau protes, akan kucium lagi!" ancam Hans.


Semula Ryan yang masuk ke ruangan dan melihat Lana memasangkan dasi untuk Hans, hendak menyapa dan menanyakan keperluan Hans datang kesana. Tetapi Ryan mengurungkan niatnya ketika melihat Hans mencium gadis yang telah menjadi dekat dengannya dalam dua minggu belakangan.


Hans tersenyum lebar pada saat Lana tidak berkutik untuk membalasnya. Sesuai rencana, batin Hans.

__ADS_1


__ADS_2