
"Tentu saja, sayang. Aku sebenarnya tidak ingin pesta pernikahan yang besar!" ucap Lana. Lana memang tidak ingin memiliki pesta pernikahan yang besar yang akan membuatnya merasa minder dengan status sosialnya.
"Tapi... kita juga harus merahasiakan pernikahan kita untuk sementara waktu! Karena aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu!" tambah Hans.
Kata-kata merahasiakan pernikahan sedikit terdengar aneh di telinga Lana. Juga membuat Lana sedikit berpikiran negatif.
Tanpa Lana sadari raut wajahnya sedikit berubah menjadi sedih dan kecewa. Dia termenung dengan berbagai pikiran yang telah berkecamuk di kepalanya. Dadanya sedikit bergemuruh, menahan rasa sakit hati dan kekecewaannya.
Sasha yang memang telah lama menjadi sahabat Lana, menyadari perubahan wajah gadis itu. Kemudian memutuskan bertanya kepada kakaknya dengan nada sedikit memprotes, supaya kakaknya bisa memperjelas pernyataannya.
"Maksud kakak apa?" tanya Sasha dengan nada agak tinggi yang sedikit menyadarkan Lana dari pikiran-pikirannya sendiri.
Hans juga menyadari kalau perkataannya telah membuat Lana menjadi kecewa, tapi dia merasa ragu untuk jujur. Niat awal Hans adalah menyembunyikan fakta bahwa ada beberapa orang telah menyerang mobil yang biasa mengantarkannya bekerja. Tapi pagi ini, Hans yang masih berada di rumah memang memerintahkan Pak Ian untuk pergi mengambil berkas yang berada di kantor cabang lain. Kaca mobil Hans yang memang dibuat lebih gelap dari mobil biasanya, membuat orang lain tidak bisa melihat siapa yang sedang berada di dalam.
Ketika mobilnya dihadang, Pak Ian yang ditodong dengan senjata api, mau tak mau membuka pintu mobilnya. Beberapa orang tersebut bahwa Pak Ian hanya sendirian dan tidak menemukan Hans di dalan, menjadi marah. Sehingga mereka memukuli Pak Ian lumayan parah untuk menyampaikan pesan pada Hans bahwa mereka sedang tidak bermain-main. Mereka juga bilang pada Pak Ian untuk berhenti menyelidiki kasus peredaran narkotika itu.
Sekarang Pak Ian sedang dirawat secara intensif di rumah sakit, ditemani oleh Andre dan para pihak polisi yang sedang mencoba menanyai kronologi kejadian itu. Andre juga baru memberikan kabar setelah Hans dan Lana selesai makan pagi tadi.
Melihat kondisi menjadi lebih serius, Hans sekarang berpikir untuk tidak hanya menikah secara sembunyi-sembunyi tapi juga ingin menaruh Lana dan Sasha di tempat rahasia yang akan dijaga oleh beberapa orang pilihan. Semua itu Hans akan lakukan demi melindungi wanita-wanita yang dicintainya.
__ADS_1
Sebelum mengucapkan sesuatu yang sebenarnya ingin dirahasiakan, Hans menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan.
"Sebenarnya tadi pagi Pak Ian dihadang oleh beberapa orang dan dipukuli. Keadaannya tidak terlalu parah tapi sekarang Ia masih berada di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut." kata Hans.
Lana dan Sasha langsung menoleh ke arah Hans karena mendengar berita yang mengagetkan mereka.
"Lalu kak?" tanya Sasha tidak sabaran sementara Lana hanya mengeratkan kedua tangannya hingga menjadi merah.
"Mereka berfikir bahwa aku akan pergi bersamanya ke kantor hari ini. Tapi ketika mereka tidak menemukan kakak, mereka menjadi marah dan memukulinya. Itu peringatan mereka padaku supaya tidak menindaklanjuti penyelidikan narkotika di perusahaan!" ucap Hans sedikit gusar.
Lana mengangkat tangannya ke arah mulutnya dan berkata, " Ya Tuhan! Apakah Pak Ian akan baik-baik saja?"
"Maka dari itu, sayang, aku tidak punya pilihan lain untuk sementara ini. Bisakah kita menikah secara diam-diam terlebih dahulu?" tanya Hans pada Lana.
"Tentu saja, sayang!" kata Lana yang merasa lega dengan alasan yang diucapkan oleh Hans. "Maafkan aku juga ya?" tambah Lana.
"Memaafkanmu? Kenapa?" tanya Hans sedikit bingung dengan ucapan Lana.
Wajah Lana sedikit merona karena merasa malu. "Karena... karena aku sudah berpikir yang tidak-tidak! Aku...aku pikir kau ingin menyembunyikan pernikahan kita karena kamu.... malu denganku!" ucap Lana dengan terbata-bata.
__ADS_1
Hans berjalan ke arah dimana Lana duduk dan berlutut di depan gadis itu. "Ya Tuhan sayang, mana mungkin aku malu menikahimu! Maafkan aku sekali lagi karena perkataan yang sudah aku ucapkan ketika aku marah dulu di pesta! Aku tidak pernah dan tidak akan malu untuk bersamamu! Kau adalah satu-satunya gadis yang bisa membuatku mencintai!"
Perkataan Hans membuat Lana merasa haru sekali. Gadis itu memajukan tubuhnya dan memeluk tubuh kekar Hans yang sedang berlutut di depannya. "Maafkan aku, sayang! Aku mencintaimu! Aku juga takut kalau kau menyesali keputusanmu untuk menikahiku!" bisik Lana.
"Aku tidak pernah menyesalinya, aku malah bahagia sekali!" balas Hans yang juga sudah merengkuh dan memeluk tubuh Lana lebih erat.
"Ehem... Halo.... Kalian masih sadar tidak kalau aku juga berada disini!" protes Sasha.
Hans dan Lana tersadar bahwa Sasha juga berada disana, melepaskan pelukan mereka. Lalu Hans kembali ke tempat duduknya lagi.
"Aku juga ingin memberitahu kalian sesuatu..."kata Hans.
"Aku akan membawa kalian berdua ke tempat rahasia yang sudah aku siapkan. Di tempat itu kalian akan aman! Hanya sampai kasus ini selesai! Aku mohon supaya kalian tidak memprotesku! Aku tidak bisa kehilangan kalian berdua!" tambah Hans dengan nada tegas.
Lana dan Sasha saling menatap satu sama lain dengan keputusan Hans yang mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki pilihan lagi. Lana hanya menganggukkan kepalanya, tanda bahwa dia menyetujui Hans sedangkan Sasha tampak tidak bahagia dengan keputusan kakaknya itu.
Halo para pembaca, maafkan Mak Thor yang tidak update lama. Mak sungguh sedih karena di bulan ini, Mak kehilangan nenek dan juga sepupu dekat Mak. Nenek meninggal karena memang sudah tua, tapi sepupu Mak dan juga istrinya meninggal karena korona. Sepupu Mak meninggalkan anak berusia 10 tahun sendirian. Mak sedih sekali dan hancur. Maafkan Mak sekali lagi ya. Mak harap kalian semua juga sehat-sehat dan bahagia dimanapun kalian berada. Pesan Mak, supaya berhati-hati dan tetap sehat.
Terima kasih juga atas dukungan kalian. Jangan lupa untuk terus memberi dukungan ya!
__ADS_1