
Setelah beberapa jam, Hans akhirnya berpamitan pada Lana, Sasha dan Bi Mia. Hans berkata dia harus segera menghadiri rapat penting di ibukota. Hans juga meminta pada mereka suami supaya tetap berada di dalam rumah saja karena situasi malah menjadi tidak terkendali.
Hans pergi dengan beberapa mobil dengan model dan warna yang sama seperti di awal kedatangan mereka disini untuk mengecoh musuh yang mungkin saja menantinya. Para pengawal juga sudah bersiap dan menunggu di depan mobil. Mereka bersenjata lengkap seolah ada perang yang akan mereka hadapi.
Lana, Sasha dan Bi Mia melepas Hans di depan rumah. Wajah mereka tegang dan khawatir pada Hans. Tapi Hans masih saja berusaha untuk menenangkan mereka dan berjanji bahwa ia akan kembali secepat mungkin. Hans lalu mencium bibir Lana dengan cepat.
Hans akhirnya masuk ke dalam mobil dan hal itu diikuti oleh pengawal-pengawal. Mobil-mobil melaju beriringan dengan cepat meninggalkan rumah.
Setelah beberapa saat, akhirnya Hans sudah sampai di bandara dimana pesawat pribadinya sudah menunggu mereka. Perjalanan mereka ke bandara terbilang cepat dan aman.
*****
Sekarang disinilah Hans berada. Hans berada di pertemuan pasukan antinarkoba yang terdiri atas agen khusus dari kantor FBI, detektif polisi yang khusus menangani geng lokal, Ranger dari company A, agen dari bea cukai dan wakil sherif yang mengepalai unit pemberantasan narkoba di departemennya.
Mereka duduk di ruang rapat di markas polisi terdekat untuk membahas berbagai informasi rahasia. Hans juga berada disana karena Hans lah yang telah menyewa beberapa tenaga ahli khusus untuk membantu mereka.
"Kita punya petunjuk bagus tentang kepala divisi baru dari kartel Culebra." Hans mengumumkan ketika tiba gilirannya berbicara.
"Kita tahu bahwa dia punya anak buah yang bekerja di perusahaanku dan bahwa dia memindahkan narkoba itu melalui salah satu gudangku, kemudian disimpan sebelum semua itu diangkut dengan kapal ke seluruh wilayah barat daya. Karena area parkir gudang itu dikunci dengan menggunakan kode, kepala divisi itu pasti punya orang dalam."
"Apa kita tahu bagaimana cara barang itu dipindahkan dan kapan?" tanya sang agen FBI.
Hans memiliki beberapa kecurigaan, meski belum ada bukti nyata. "Aku masih sedang menunggu informasi terakhir tentang waktunya. Tapi kami punya seorang informan, seorang pemuda yang ketakutan dan datang ke Bea Cukai dengan informasi tentang penyelundupan narkoba. Aku mewawancarai pemuda ini, dengan bantuan pihak Bea Cukai." tambahnya, lalu mengangguk seraya tersenyum ke arah petugas Bea Cukai berambut cokelat dan bertubuh kecil yang hadir di antara mereka.
__ADS_1
"Itu pasti aku," ujar wanita itu sambil menyeringai.
"Si Informan bilang bahwa ada kiriman kokain siap pakai sedang dalam perjalanan ke sini, salah satu pengiriman terbesar dalam beberapa tahun belakangan ini. Barang itu dikirim lewat jalur laut sampai bagian tengah dan kemudian diangkut lagi dengan pesawat ke tempat pendaratan terpencil di pinggiran negara M. Dari sana barang itu diangkut ke gudang di kota lain yang dimiliki anak perusahaan Hans. Kemudian barang itu akan dikemas ulang dan disembunyikan di dalam kaleng minyak. Barang itu dikirim secara legal ke kantor distrik perusahaan Hans. Karena Hans adalah orang terpandang dalam bisnis, maka hal itu akan mudah dan tidak akan menimbulkan kecurigaan melewati bea cukai. Barang itu sebelumnya hanya diperiksa sekilas. Sampai Hans sendiri yang melaporkan hal mencurigakan dari hasil audit perusahaannya..."
"Anak perusahaan Hans yang bergerak dalam perminyakan, merupakan salah satu perusahaan yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan ilegal apa pun." ujar wakil Bea Cukai itu dengan muram, "jadi agennya tidak mencari barang selundupan."
"Selanjutnya," sambung Hans, "barang itu akan dikirim ke gudang di kota H sebagai inventori domestik."
"Yang berarti tidak ada lagi pemeriksaan bea cukai." timpal sang Ranger.
"Tepat sekali." sahut Hans membenarkan.
Agen bea cukai berambut cokelat itu menggeleng-geleng. "Beberapa barang kiriman lolos dari pemeriksaan kami, tapi tidak banyak. Kami juga punya koneksi dimana-mana, dan salah satunya memberi petunjuk tentang pemuda yang bersedia memberikan informasi tentang penjahat yang memasukkan kiriman kokain itu. Jadi kita mendapat hadiah." katanya pada yang lain.
"Kau sendiri punya koneksi yang namanya aku berikan padamu, jamgan lupa itu." ujar sang letnan detektif yang berambut pirang itu mengingatkan seraya tersenyum, sementara wanita itu memperbaiki letak kerah bajunya.
Hans mengangguk. "Aku punya orang dalam dan aku sedang menyelidiki tersangka potensial. Aku belum punya cukup banyak bukti untuk membuat tuntutan, tapi aku berharap akan mendapatkannya secepatnya. Orang suruhanku sedang menyamar jadi informasi ini harus dirahasiakan di luar ruangan ini. Aku juga sedang menyebarkan berita bahwa kalian sedang mengintai perusahaan lain untuk menutupi hal yang sebenarnya. Anda semua dilarang membahas hasil rapat ini, bahkan dengan Agen DEA lain-sampai pemberitahuan berikutnya. Ini sangat penting."
Si letnan polisi menatap Hans lekat-lekat. "Bolehkah aku bertanya kenapa?"
"Karena anak perusahaanku yang bergerak di bidang minyak itu bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki informan orang dalam dan hanya itu yang bisa kukatakan." sahut Hans datar.
"Kau bisa mempercayai kami. Kami takkan membongkar samaran orang-orang suruhanmu. Tentang orang yang sedang kau awasi itu, bisakah kau memberitahu kami kenapa kau sedang mengawasinya?" ujar Sang Ranger menenangkan Hans.
__ADS_1
"Supaya bisa menggunakan gedung itu sebagai tempat penyimpanan, gembong narkoba itu harus memiliki akses ke sana." Hans menjelaskan.
"Aku bertaruh dia memiliki semacam akses ke area berpagar terkunci itu dan menyuap penjaga malamnya agar berpura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi."
"Itu masuk akal. Orang-orang ini tahu betapa kecil gaji para penegak hukum. Mereka bisa dengan mudah menyediakan 'sumbangan' delapan digit bagi penjaga malam bergaji rendah untuk melihat ke arah lain pasa saat yang tepat." ujar sang agen bea cukai menyepakati dengan nada muram.
"Uang sebanyak itu bahkan bisa menggoda warga negara yang taat hukum sekalipun. " sahut Hans.
"Tapi lebih dari itu, sering kali ada kebutuhan yang bisa menggoyahkan integritas. Seorang Sherif di negara bagian lain memiliki seorang istri yang sekarat karena kanker dan tidak punya asuransi. Dia mendapatkan lima milyar untuk tidak mengawasi keberadaan kiriman narkoba ke wilayahnya."
"Mereka menangkapnya?" tanya sang polisi wanita.
"Ya. Dia tidak begitu pandai menjadi penjahat. Dia mengaku, bahkan sebelum dia dicurigai terlibat."
"Berapa banyak orang suruhan Anda yang tahu tentang ini?" tanya sang wakil sherif pada Hans.
"Saat ini, tidak ada. Harus tetap seperti itu sampai kalian melakukan penggerebekan. Saya bergantung pada kalian semua untuk membantu saya, supaya perusahaan yang telah saya dirikan dengan susah payah bisa terhindar dari masalah- masalah seperti ini di lain waktu."
" Para bajingan yang bekerja untuk gembong narkoba itu membawa senjata otomatis dan mereka sudah membunuh banyak orang. Mereka juga berusaha mencelakai saya dan keluarga saya. Mereka tidak ragu sama sekali menghabisi siapa saja yang menghalangi mereka." lanjut Hans menjelaskan.
"Mari kita berharap kita bisa menutup kasus ini sebelum ada korban-korban lainnya." sahut sang agen FBI dengan khidmat.
Setelah selesai dengan rapat itu, mereka berpisah masing-masing untuk mengerjakan bagian-bagian yang telah mereka dapat.
__ADS_1
Sedangkan Hans harus kembali ke kantor dengan pengawalan yang super ketat. Wajah Hans sangat terlihat lelah dan dia juga sangat merindukan ciuman dan pelukan dari Lana. Hans sungguh sangat ingin kembali ke tempat dimana Lana berada. Namun dia sungguh harus menahan rasa itu karena urusan yang tiada henti tetap datang padanya.
Jangan lupa beri dukungan ya. Hadiah, like, komentar dan vote❤💋