
Halo para pembaca yang Mak thor sayangi. Semoga kalian semua tetap sehat dan bahagia. Mak ucapkan banyak terima kasih atas dukungannya. Semoga kalian tetap mengikuti dan menyukai cerita novel ini. Tetap beri Mak Thor dukungan ya, berupa like, komentar, vote atau beri hadiah. Terima kasih banyak sekali lagi Mak ucapkan.❤
Akhirnya setelah beberapa jam berada di dalam pesawat, mereka berhasil mendarat di sebuah negara kecil. Pramugari yang melayani mereka sebelumnya, langsung datang untuk memberikan jaket tebal untuk mereka sebelum mempersilahkan mereka keluar dari pesawat.
Lana menerima jaket dari wanita tersebut dengan dahi kepala yang berkernyit. Dia bertanya-tanya kenapa wanita tersebut memberikan sebuah jaket berwarna putih yang sangat tebal untuknya. Tapi Lana enggan bertanya karena dia melihat setiap orang mendapat satu. Para wanita mendapatkan warna cerah dan sesuai ukuran mereka, sedangkan para lelaki mendapatkan warna gelap.
Lana langsung mengenakan jaket itu dan berjalan ke arah sebuah kamar kecil dimana Sasha beristirahat dari awal mereka mengudara. Lana mengetuk pelan pintu itu dan menunggu jawaban dari Sasha.
__ADS_1
Tak berapa lama, Sasha langsung membuka pintu tanpa menjawabnya dulu. Raut muka Sasha yang cemberut membuat Lana tahu bahwa mood gadis itu sedang tidak baik-baik saja, maka dari itu Lana berusaha menenangkan dan menghiburnya.
"Ayo, Sha. Kita harus turun! Hans dan Bi Mia sudah menunggu kita di luar!" ajak Lana sambil meraih tangan gadis itu. Memang tadi Hans dan Bi Mia beserta dokter pribadi sudah turun dari pesawat. Hans sudah mengajak Lana untuk turun bersamanya, tapi Lana menolak halus Hans karena dia ingin bersama dengan sahabatnya.
Awalnya Hans ingin menolak permintaan Lana karena tidak ingin berjauhan dengannya tapi Lana mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu muka memelas yang sangat imut. Akhirnya dia sungguh terperdaya dan takluk pada gadis yang dicintainya itu.
"Sudahlah Sha! Anggap saja kita sedang berlibur bersama. Toh kita sudah lama tidak berlibur bersama, kan?" tanya Lana berusaha menghibur mood sahabatnya yang akan menjadi adik iparnya itu. "Juga ini semua demi kebaikan dan keselamatan kita semua! Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padamu maupun pada Hans." lanjut Lana dengan raut muka yang sedih.
__ADS_1
Sasha menoleh dan menatap wajah cantik Lana. Sasha bisa melihat bahwa Lana berkata dengan tulus bahwa dia sangat mencemaskan dirinya dan kakaknya. Sasha langsung menyadari bahwa dia sudah bersikap kekanak-kanakan dan membuat situasi menjadi tidak menyenangkan.
Dengan segera dia langsung memeluk Lana dengan erat dan berbisik di telinganya, "Maafkan aku! Maafkan semua sikapku yang kekanak-kanakan. Aku tahu aku sangat egois..."
Lana langsung membalas pelukan Sasha, "Sudah...sudah... yang penting sekarang kita keluar dan kita mulai liburan kita! ajak Lana dengan nada ceria.
Sasha melepas pelukannya dan menggandeng tangan Lana untuk keluar dari pesawat. Ketika mereka berdua turun, mereka melihat Hans yang sedang jalan bolak-balik di dekat mobilnya dengan grogi. Hans langsung menoleh dan menatap kedua wanita yang sangat dicintainya, dan merasa sedikit tenang karena raut wajah adiknya dan Lana yang senang dan tersenyum. Dia langsung berjalan ke arah mereka berdua dan dengan cepat membukakan pintu mobil.
__ADS_1
Akhirnya mobil besar yang mereka tumpangi langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Tadi ketika Lana turun dari pesawat, hembusan angin dingin dan kering langsung berhembus di wajahnya. Tapi karena Hans dengan segera menarik dirinya dan Sasha, dia tidak menyadari keadaan sekitarnya. Sekarang, Lana sangat terkejut ketika melihat dari balik jendela mobil bahwa dia sedang berada di suatu tempat yang sangat dingin dan salju ada dimana-mana.