
Hai teman-teman. Sekali lagi, saya minta dukungan dong supaya lebih bersemangat lagi dalam menulis. Caranya gampang kok. Vote, like, comment atau beri hadiah. Mohon bantuannya dan dukungannya ya.
Mereka semua sudah sampai di restaurant. Lana hanya diam saja sepanjang perjalanan. Dalam hatinya, Lana mengagumi mobil yang dimiliki Hans. Mobilnya berbeda dengan yang dipakai Hans ketika menjemputnya di terminal bus waktu itu. Lana hanya mengetahui bahwa Hans kaya tapi tidak tahu seberapa kayanya lelaki itu. Mengetahui bahwa Hans kaya bukan membuatnya senang, tetapi malah membuatnya lebih sedih. Dia menjadi tersadar bahwa ucapan Hans pada adiknya waktu itu memang benar. Dunia mereka sungguh sangat berbeda. Lana seharusnya lebih tahu diri tentang statusnya. Lana mencengkeram erat jari-jarinya hingga dirinya merasa sedikit sakit agar dia tidak menangis di mobil.
Hans dan Andre sedang membahas sedikit tentang pekerjaan dan Andre memberikan laporan tentang data-data yang diterima tadi pagi. Hans melirik sedikit ke arah Lana yang hanya berdiam diri. Alisnya terangkat sedikit, bingung dengan perubahan sikap Lana yang berubah-ubah. Hans mengakui bahwa dia merasa nyaman ketika berdekatan dengan gadis ini. Ketika Lana datang di perkebunan, rumahnya terasa lebih hangat dan ramai.
Kalau prediksi Hans benar tentang perasaannya sendiri, ia akan memutuskan Joy dan menyatakan cintanya pada Lana. Semoga saja semua rencana yang telah dibuatnya selama dua minggu terakhir dapat berjalan lancar.
Mereka semua masuk ke dalam restaurant dalam keheningan. Seorang pramusaji telah menyambut mereka dan mengantarkan ke dalam ruang VIP yang sudah dipesan. Makanan juga baru saja disajikan oleh para pelayan karena Hans selalu memesan makanan yang sama disana. Hans dan Lana sudah masuk ke dalam, sedangkan Andre baru saja akan menutup pintu dan beranjak ke mejanya sendiri di luar. Tetapi Lana menghampirinya dan memegang lengan lelaki itu dengan jarinya. Lana memberi tatapan memohon supaya ia tidak ditinggalkan di dalam ruangan berdua saja bersama dengan Hans.
Andre menatap Lana dengan senyum yang merekah di bibirnya. Baru kali ini, ada seorang gadis menolak berduaan dengan bosnya, batin Andre.
Hans melihat interaksi antara Lana dan Andre, membuat sesuatu berdesir di dalam hatinya. Yang pasti dia merasa marah!
"Masuklah dan duduklah bersama kami, Ndre!" perintah Hans.
"Baik bos. Mari Nona..." ucap Andre pada Lana sambil menarik kursi untuk gadis itu.
Lana mengikuti langkah Andre ke dalam tapi ketika Andre menarik kursi di sebelah Hans, Lana tidak bergeming dan malah memilih kursi di samping pria itu. Lana duduk dan menunduk ke arah meja makan. Hatinya sangat sedih semenjak dia tersadar perbedaan status antara dirinya dan Hans. Rasa lapar yang dialaminya sebelum makan siang tadi, tiba-tiba menguap begitu saja.
Hans benar-benar merasa marah dan ditolak oleh Lana. Lelaki itu menggenggam erat peralatan makannya dan enggan untuk berbicara. Andre yang merasa situasi menjadi aneh dan dingin, berupaya untuk menetralkan keadaan. Andre mengambilkan beberapa makanan untuk Lana.
"Makanlah." ucap Andre lirih. Dia merasa heran dengan sikap gadis itu dan juga kasihan karena Andre melihat bahwa gadis itu sedang bersedih.
__ADS_1
Tiba-tiba Hans berkata pada Andre, "Nanti pergilah ke apartemen Lana dan pindahkanlah barang-barang dia ke rumahku!"
Lana yang diam saja akhirnya menyahut. "Aku tidak mau dan tidak akan pindah!" tolaknya.
"Ini demi kepentinganmu juga. Rencana kita bisa menjadi berbahaya."
"Tidak. Aku tidak mau pindah. Kalau kau memaksa, aku tidak mau membantumu." debat Lana, tidak mau menuruti Hans.
"Kalau begitu aku yang akan pindah..." kata Hans enteng.
"Di apartemenku, tidak ada ruangan lain. Jadi ya tidak bisa." Lana tetap kekeh menolak Hans.
"Ndre, carikan apartemen kosong untuk dibeli di dekat tempat tinggal Lana!" perintah Hans.
"Baik, bos. Ada lagi?" tanya Andre.
"Tapi..." ujar Lana.
"Tidak ada penolakan, atau aku akan membeli seluruh gedung itu dan akan menaikkan sewa berkali-kali lipat." ancam Hans
Hans yang lagi-lagi menggunakan kekuasaannya untuk bertindak sesuka hatinya, tidak menyadari bahwa kelakuannya itu membuat jurang bagi Lana dan dirinya sendiri. Sekarang Lana makin menyadari statusnya dan semakin bertekad untuk menjauh dari lelaki itu Lana merasa tidak pantas, seorang buruh sepertinya, bermimpi mendapatkan lelaki kaya raya. Mustahil.
"Apa kau sudah menyiapkan kado untuk ulang tahunku minggu depan?" tanya Hans pada Lana.
__ADS_1
Ulang tahun. Ya, ulang tahun Hans. Lana menundukkan kepalanya ke arah makanannya. Dia tidak ingin Hans mengetahui bahwa sedikit lagi dia akan menangis karena teringat perkataan Hans pada adiknya. Bagaimana lelaki itu dengan mudah menanyakan kado darinya ketika dia berkata bahwa Sasha tidak boleh berteman dengan buruh rendahan sepertinya. Ketika Hans berkata bahwa dia tidak cocok untuk berada di pesta yang mereka adakan!
Lana memaksakan senyumannya walaupun matanya tampak sedih. Dia menatap Hans dengan nanar dan hanya berkata "Belum. Aku lupa."
"Kalau begitu kau harus memikirkannya sejak sekarang." ucap Hans dengan senang.
"Baik." Lana mencoba untuk makan makanannya. Walaupun restaurant itu untuk kalangan atas, makanannya mahal dan enak, tapi Lana terlihat kesusahan untuk menelan makanannya. Setiap menelan makanannya, maka ia akan mengambil dan menyesap minumannya.
Andre menyadari tingkah laku Lana dan merasa kasihan.
"Apa makanannya tidak cocok untukmu?" tanya Andre perhatian pada Lana.
"Eh... ini..ini enak kok." jawab Lana sedikit salah tingkah.
Andre mengambilkan makanan lain supaya Lana bisa mencobanya. Andre tidak menyadari bahwa rasa kasihan pada gadis itu, membuat rasa panas di hati Hans berkobar-kobar.
"Kalau Lana mau makan, dia bisa mengambilnya sendiri. Makanlah makananmu sendiri!" ucap Hans dengan dingin.
Merasa perbuatannya salah dan tidak disukai oleh bosnya, Andre dengan segera memakan makanannya sendiri. Dia sekarang menyadari bahwa bosnya menyukai dan mungkin sudah jatuh cinta pada gadis yang duduk di sebelahnya.
Mereka melanjutkan makan dalam keheningan sampai selesai. Sesudahnya, Andre pamit pada Hans untuk membayar ke kasir yang berada di depan dan akan menunggu mereka di mobil.
Hans yang merasa pengganggu sudah pergi, dengan segera menghampiri Lana. Jarinya menyentuh dagu Lana dan menarik wajah gadis itu supaya Lana menatap matanya.
__ADS_1
"Sudah selesai kau bermain-main dengan Andre?" tanya Hans.
Lana bingung karena tidak merasa telah bermain-main. Dia mencoba memberontak dan membebaskan wajahnya dari jari Hans. Tetapi Hans malah menarik tengkuknya dan ******* bibirnya dengan kasar.