
Selamat Paskah untuk yang merayakannya.
Jangan lupa untuk memberi dukungan bagi Mak ya supaya Mak lebih semangat untuk merampungkan novel ini. Kalau ada masukkan, Mak akan terima dengan senang hati. Selamat membaca❤️
Hans membaringkan tubuhnya di samping tubuh Lana. Dia menatap dengan intens. Wajah cantik gadis yang telah merebut hatinya, tetap cantik walaupun matanya sembab. Bagi Hans, wajah Lana malah menjadi semakin imut dan menggemaskan. Hati Hans juga merasa tersentil karena merasa telah menyakiti wanitanya.
Tangan Hans menyingkiran rambut Lana yang menutupi sebagian wajahnya. Gara-gara sentuhan lembut itu, Lana mengerang dan hal itu membuat Hans menghentikan tindakannya. Walaupun erangan Lana pelan, hal itu membangunkan milik Hans. Sudah lama sejak dia menyentuh gadis itu, hal sekecil yang gadis lakukan, membuatnya terangsang. Apalagi di kepala Hans, ia membayangkan ketika Lana memakai lingerie untuk menggodanya.
Seperti yang Lana beritahukan ketika ia menelpon Hans dan akhirnya menimbulkan kesalahpahaman. Hans mengerang frustasi. Ia sangat menginginkan Lana sekarang juga. Sudah beberapa minggu mereka tidak bertemu. Sekarang ketika Lana sudah berada di hadapannya, ia semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.
Hans mendekatkan bibirnya untuk mengecup kening Lana. Lalu ia beralih ke pipi dan kemudian ke bibir gadis itu. Bibir berwarna pink tersebut merekah dan menyambut bibir Hans. Walaupun Lana belum bangun dari tidurnya, bibir gadis itu bergerak secara reflek karena Lana mengira dirinya bermimpi sedang dicium Hans.
__ADS_1
Ciuman Hans yang awalnya pelan, sekarang lebih menuntut dan dalam. Tangannya juga menyentuh bagian yang paling disukainya. Tangan Hans sangat pas di bagian tersebut, Hans bermain-main pada bagian tersebut hingga miliknya sudah sepenuhnya bereaksi. Tubuh Lana sudah menjadi candu baginya walaupun tidak seperti Joy ataupun model-model yang telah ia temui.
Kemudian Lana bergerak dan merubah posisi tubuhnya. Hans yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, sekarang sudah berada di atas gadis itu. Hans mencium Lana secara perlahan supaya tidak membangunkannya.
Ciuman Hans semakin dalam dan menuntut dan dengan cepat Hans mem bu ka pakaian bagian atas milik Lana. Mata Hans yang telah berminggu-minggu tidak melihat sesuatu yang dirindukannya, menjadi lapar. Hans menelan salivanya berulang kali. Entah kenapa, Hans merasa kedua a set Lana menjadi lebih besar dan berisi.
Sentuhan-sentuhan pelan Hans pada tubuh Lana, membuat tidur Lana menjadi sedikit terganggu. Lana men d*s*h dengan hebat ketika Hans mencium dan menyesap kedua asetnya.
Semula Lana hanya mengira dirinya telah bermimpi tapi ketika dia membuka matanya, dia telah sadar bahwa semua itu bukanlah mimpi. Lana kaget ketika mengetahui bahwa Hans sudah berada di atasnya.
Hans menghentikan perbuatannya dan menatap ke arah Lana.
__ADS_1
"Ssst... diamlah." perintah Hans. Mata Hans sudah berkabut dan dalam ketika menatap Lana. Menunjukkan bahwa dia sudah tidak bisa menghentikan apa yang telah ia mulai. Lana hendak memprotes tapi tubuh besar Hans menahannya. Hans kembali ke arah bibirnya dan menciumnya dengan hasrat yang menggebu-gebu. Tangan lelaki itu bergerilya ke arah bagian paling int *m milik Lana dan bermain dengan lihainya disana, membuat Lana semakin basah.
Setelah beberapa saat Hans bermain, dia sudah tidak bisa menunggu lagi. Dengan perlahan, Hans melakukan penyatuan dengan Lana. Rasa hangat dan sempit membuat Hans mengerang lebih hebat. Hans menggerakkan ping gulnya semakin cepat dan hal itu membuat Lana seolah melupakan semua kejadian yang terjadi sebelumnya.
Kuku Lana yang tidak begitu panjang, menancap di punggung Hans ketika rit me pergerakan Hans semakin cepat. Tak begitu lama setelah itu, Hans mengeluarkan cairan hangat yang sangat banyak ke dalam gua milik Lana begitu banyak setelah membuat Lana mencapai pun cak kenik matan terlebih dulu Hans terkulai lemas di atas tubuh Lana.
"Aku sangat merindukanmu, sayang. Jangan pernah pergi dariku karena aku tidak akan membiarkanmu lari dariku." bisik Hans di telinga Lana.
Lana yang terengah-engah, hendak membalas ucapan Hans. Tapi sebelum membalas Hans, Hans sudah memeluknya dengan erat dan berkata "Aku mohon, percayalah padaku. Aku tidak pernah sekalipun berniat untuk mengkhianatimu. Biarkan kita seperti ini sejenak. Aku akan menjelaskan semuanya padamu nanti."
"Aku sangat lelah." lanjut Hans sambil menghembuskan nafas lembut, menandakan bahwa lelaki itu sudah pergi ke alam mimpi. Lana melepas pelukan Hans dengan pelan, kemudian mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua dan bergabung untuk tidur bersama lelaki yang telah dicintainya itu.
__ADS_1
"Aku akan mendengar penjelasanmu nanti. Tapi tolong jangan hancurkan hati dan kepercayaanku." ucap Lana dengan lirih. Akan tetapi Hans tidak mendengar ucapan Lana karena dia sudag terlelap ke alam mimpi. Tak lama kemudian Lana juga tertidur dengan memeluk tubuh Hans. Dia merindukan bau badan Hans yang wangi maskulin, sehingga ketika dia menciumnya sekarang, bau maskulin Hans membuatnya merasa mengantuk dan nyaman.
Maaf para pembaca, Mak sudah berusaha update tapi berkali-kali ditolak editor😑😩