Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
Ep 45


__ADS_3

Jangan lupa like, komentar, beri hadiah atau Vote buat Mak thor semangat ya. Terima kasih banyak dan selamat membaca!


Seminggu sudah Lana menunggu keberadaan Hans di rumah itu, namun Hans tak kunjung datang. Lana sekarang sudah terbiasa dengan rutinitas di rumah itu, seperti memasak, berlari di pagi hari, menonton drama, atau bahkan hanya berbincang dengan Bi Mia.


Dari Bi Mia, Lana bisa mengetahui bahwa dia adalah wanita pertama yang dibawa oleh Hans. Juga betapa kesepian dan kasihan seorang Hans Alexander. Lana mengira bahwa Hans sudah memiliki segalanya, kekayaan yang tak terkira, rumah dan mobil mewah, para wanita yang akan mengantri untuknya. Tapi semua itu terasa hampa, begitu penuturan Bi Mia.


Hans selalu meminta Bi Mia untuk memasakkan masakan rumahan. Bahkan ketika makan, Hans minta ditemani oleh wanita separuh baya itu.


Yang Lana tidak ketahui adalah, Hans memang sedang bekerja di luar negeri, tapi setiap waktu, Hans selalu memantau keadaan wanita itu dari CCTV yang terpasang di setiap sudut rumah. Hari ini Hans sudah kembali dari luar negeri, dia langsung menyuruh Andre untuk pulang ke rumahnya sendiri dan Pak Ian untuk mengantarkannya kembali ke rumah.


Hans memasuki kamarnya pukul dua dini hari, melihat punggung wanita yang dirindukannya seminggu ini sedang terlelap ke alam mimpi. Hans segera beranjak ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket dan juga menyikat giginya.


Selesai membersihkan badan, Hans bergabung dengan Lana di ranjang. Lelaki itu mencium kepala Lana dan memeluknya dengan pelan supaya Lana tidak terbangun dari tidurnya. Akhirnya dia menuju ke alam mimpi yang indah.


●●●●●


Pagi hari, Lana bangun dari tidurnya. Dia merasakan sesuatu yang berat sedang menindih perutnya. Lana membalikkan badannya dan menemukan Hans sedang tertidur pulas karena suara dari nafasnya yang pelan dan teratur. Lana menyingkirkan tangan Hans dan bangkit ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah mencuci muka dan menyikat gigi, Lana keluar dari kamar mandi. Lana kaget karena Hans sudah bangun dari tidurnya dan tangannya menyangga kepalanya, menatap ke arah Lana dengan tatapan mata yang membingungkan gadis itu.


"Kau sudah bangun?" tanya Lana sedikit gugup.


"Aku sudah bangun sejak kau menyingkirkan tanganku dari tubuhmu..." ucap Hans dengan sedikit menggoda.


Pipi Lana sedikit memerah karena godaan dari Hans. Dia membalikkan badannya seolah ingin mengambil pakaian untuk menutupi rasa malunya.


Hans bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Lana. Tangannya mendekap tubuh gadis itu dari belakang. Kepala Hans ditaruh di pundak Lana.


"Bukankah kau pergi dan tinggal bersama Joy! Untuk apa kau merindukanku?" tanya Lana dengan cuek.


"Aku pergi untuk menyelesaikan masalah perusahaan yang berada di Eropa. Siapa yang bilang aku bersama dengan Joy?" jelas Hans.


"Aku yang bilang.. Aku pikir kau bersama dengan Joy!"


"Apakah kau cemburu?" tanya Hans sedikit menggoda.

__ADS_1


"Siapa yang cemburu?! Pergi sana ke Joy. Aku tidak peduli. Kembalikan ponsel dan kartu identitasku."


"Tidak mau. Kau pasti akan pergi jika aku mengembalikan ponsel dan kartu identitasmu!" tolak Hans.


"Sampai kapan kau akan menahanku seperti ini?" tanya Lana memelas.


Hans membalikkan tubuh Lana supaya mata gadis itu bisa menatap matanya. Setelah pandangan mata mereka bertemu, Hans berkata, "Sampai kita menikah..Maukah kau menikah denganku?"


Hans mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya. Hans membuka dan memperlihatkan cincin berlian yang besar itu pada Lana.


"Lalu bagaimana dengan Joy?"


"Kenapa kau selalu memikirkan Joy? Aku sudah mengakhiri hubunganku dengannya ketika aku melemparkan figura foto yang berisi fotonya sendiri. Dia marah dan mengancam akan memutuskanku." kata Hans dengan jujur.


Lana kaget dan tidak mampu berkata apapun. Dia tidak percaya bahwa Hans dan Joy sudah putus. Sekarang Lana dihadapkan pada persoalan yang lain. Hans melamar tanpa menyatakan cinta padanya. Jadi Hans melamar dirinya karena berpikir bahwa kemungkinan Lana akan hamil. Bagaimana jika aku tidak hamil? Apakah Hans akan kecewa dan menceraikanku? batin Lana.


Hans menunggu jawaban dari Lana dan tidah henti-hentinya ia menatap gadis yang sudah mengambil hatinya itu. Seminggu berpisah dengan Lana, membuat betapa dia merindukan gadis itu. Lana sudah mengisi rongga hatinya yang kosong. Hans bahkan mencari cincin berlian di sela-sela kesibukannya. Hans memilihnya sendiri setelah mencari di beberapa toko terkenal.

__ADS_1


__ADS_2