Menaklukan Cintamu

Menaklukan Cintamu
EP 56


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu saja setelah makan siang. Sasha sedang menemani Lana untuk mengemas barang-barang pribadinya sedangkan Hans sudah dari tadi menghabiskan waktunya di ruang kerjanya. Hans terlihat sibuk dan serius saat sedang bekerja, membuat Lana mengurungkan niatnya untuk menghabiskan sisa hari itu bersamanya.


Bi Mia juga baru saja selesai mengemas barang-barangnya dan memberikannya pada penjaga yang bertugas di depan. Kemudian Bi Mia menghampiri Lana dan Sasha yang masih berada di dalam kamarnya Hans karena selama ini Lana selalu tidur di kamar Hans.


"Nak, bolehkah Bibi masuk?" tanya Bi Mia sambil mengetuk pintu kamar yang tertutup setengah saja.


"Masuk aja,Bi!" sahut Lana memperbolehkan Bibi untuk masuk.


"Apakah kalian sudah selesai berkemas-kemas? Jika sudah selesai, Bibi akan memanggil beberapa orang untuk membawanya ke dalam mobil."


"Sudah kok, Bi. Semua barang Lana dan Hans sudah kumasukkan ke koper kecil ini." jawab Lana sambil menepuk-nepuk sebuah koper kecil berwarna hitam dan memiliki roda.


"Ya sudah kalau begitu, Bibi akan memanggil seseorang untuk membawanya. Kalau barang Nak Sasha?"


"Tadi barang Sasha sudah dibawa oleh salah satu penjaga. Kan barang Sasha berada di kamar bawah, Bi." jelas Sasha dengan lembut pada wanita tua yang juga telah mengasuhnya sejak kehilangan kedua orangtuanya.


Baru saja Bi Mia mau membalikkan badannya untuk keluar dan memanggil seseorang, Hans sudah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Kita semua harus segera ke bawah dan masuk ke dalam mobil dalam waktu sepuluh menit!" perintah Hans dengan tergesa-gesa. Hans masuk ke dalam ruang ganti dan mengganti pakaiannya menjadi lebih formal.


Lana, Sasha dan Bi Mia sedikit kebingungan dengan tingkah laku Hans, hanya berdiri dan bengong. Kemudian Hans keluar dari ruang ganti dan mendapati tiga wanita yang penting dalam hidupnya masih tetap berdiri dan sepertinya menunggu dirinya.


Hans yang tidak ingin menghabiskan waktu lagi, langsung menyuruh ketiga wanita itu untuk bergegas turun ke bawah.


"Ayo, kalian harus cepat turun! Kita benar-benar tidak memiliki waktu banyak " ucap Hans sambil menarik koper di depan Lana dan tangan yang satunya menarik tubuh gadis itu.


Hans dan Lana sudah berjalan ke luar kamar dengan Bi Mia dan Sasha yang mengikutinya. Sesampainya di bawah, Ketiga wanita itu bingung dengan banyaknya pasukan yang memakai seragam serba hitam dan penutup muka dan dilengkapi dengan senjata lengkap. Di depan pintu juga sudah terdapat beberapa mobil Lexus berwarna hitam yang sudah dimodifikasi. Mobilnya tidak hanya satu tapi ada sepuluh dan semuanya terlihat sama.


Hans dengan segera memberikan pengaturan untuk Bi Mia menaiki mobil nomor tiga dari depan, lalu diikuti dengan Sasha dan Lana di mobil urutan ke empat dan Hans sendiri memasuki mobil di urutan ke enam.


Hanya dalam beberapa waktu dari pagi sampai siang, Hans sudah menyelesaikan beberapa hal yang dirasanya perlu. Bahkan surat wasiat juga telah dibuatnya!


Di sisi lain, Lana hendak memprotes Hans karena menempatkannya bersama dengan Sasha tapi tidak dengan dirinya. Lana dan Sasha yang melihat keadaan seperti di sebuah medan perang, sekarang mereka diliputi dengan rasa cemas dan takut. Sehingga mereka hanya diam membisu tapi raut wajah mereka sudah terlihat pucat pasi.


Iring-iringan mobil yang sudah dikawal dengan beberapa tentara bayaran yang terlatih itu, segera berangkat dengan cepat. Dari awal keberangkatan hingga setengah jalan, keadaan mereka masih aman-aman saja. Tetapi ketika mereka hampir sampai, tiba-tiba sebuah ledakan mengenai mobil paling depan dan paling belakang.

__ADS_1


Tembakan yang datang silih berganti, menyerang iring-iringan mobil itu. Hans yang berada di dalam mobil merasa marah dan geram karena perbuatan gembong narkotika. Di mobil Lana dan Sasha, kedua gadis itu sangat takut sehingga terisak pelan. Tangan mereka saling bertautan seolah memberi kekuatan satu sama lain dan tangan satunya memegangi pintu mobil dengan harapan tidak akan ada orang yang membukanya dari luar.


Ratusan tembakan masih saja tetap menyerang mereka, tapi mobil mereka memang sudah canggih karena anti peluru. Tapi tetap saja dari sepuluh mobil, sekarang hanya tersisa enam mobil. Para pengawal Hans juga melakukan serangan balasan terhadap musuh. Beberapa musuh juga sudah bisa dihabisi, tapi itu tidak membuat mereka jengah. Akhirnya mereka sampai juga di bandara, musuh yang tadinya mengejar mereka, sekarang keadaannya berbalik. Sekarang merekalah yang sedang dikejar oleh para pengawal Hans.


Hans dengan segera turun dari mobil dan memeriksa mobil yang tersisa. Karena Hans juga tidak tahu, mobil mana saja yang selamat.


Hans membuka pintu mobil dengan tergesa-gesa dan mendapati Lana dan Sasha yang tengah berpelukan dan menangis. Nafas lega dihembuskan oleh Hans.


"Syukurlah kalian baik-baik saja!" ucap Hans sambil menarik tubuh Lana dan memeluknya. Hans kemudian menyuruh Lana untuk turun dari mobil dan kemudian menarik dan memeluk tubuh adiknya.


Lalu Hans juga mencari keberadaan Bi Mia di mobil lain. Satu persatu pintu itu dibuka, tapi keberadaan Bi Mia tidak ada. Hingga akhirnya hanya satu mobil yang belum dibuka olehnya. Hans berdoa dalam hati semoga saja Bi Mia berada di dalam mobil itu. Karena Hans memang menyayangi dan mengasihi Bi Mia seperti ibu kandungnya sendiri.


Pintu mobil terakhir telah terbuka, disanalah Bi Mia berada. Hans langsung memeluk tubuh wanita tua itu. Badan Bi Mia bergetar hebat karena baru sekali ini, ia mengalami hal seperti ini. Bi Mia juga baru mengetahui bahwa hidup Hans sungguh-sungguh dalam bahaya. Pelukan Hans membuat Bi Mia merasa sedikit lebih baik.


Hans menarik tubuh wanita tua itu dengan pelan supaya Bi Mia bisa keluar dari dalam mobil. Sesudah keluar dari mobil, Hans mendapati bahwa pelipis kanan Bi Mia sudah berdarah karena tadi kepalanya menabrak kaca di samping kanan ketika mobil itu menghindari serangan.


Dengan segera Hans mengutus salah satu dokter yang memang sudah disiapkannya sebelum berangkat untuk mengecek keadaan Bi Mia, Sasha dan Lana. Mereka akhirnya berada di dalam pesawat pribadi dengan seorang dokter dan beberapa pengawal.

__ADS_1


Tak menunggu lama, pesawat pribadi itu telah lepas landas dari bandara dan mengudara.


__ADS_2