Menemukanmu

Menemukanmu
episode 10


__ADS_3

Sudah 3 hari raisa tak masuk kuliah ia duduk di ruang keluarga , matanya fokus pada benda pipih kesayangannya.ia tak sadar jika sam sudah berdiri di dekatnya, ia memperhatikan raisa yang sesekali menarik nafas panjang , sesekali memejamkan mata dan sesekali mengkerutkan dahinya...sam merasa heran apa yang sedang di fikirkan raisa hingga sefokus itu sampai tidak memperhatikan kedatangannya" bagaimana lukamu?" tanpa mengalihkan matanya dari benda pipih itu raisa menjawab " belum kering," sam bedecak sebel" aku tau kamu hebat ,aku tau kamu jago bela diri, tapi kadang orang punya apes ,kayak kamu saat ini" raisa menarik nafas ,dalam otaknya ia membenarkan apa kata sam, kadang orang punya apes, seperti dirinya saat ini" sepertinya aku ijin kuliah lebih lama sampai sembuh?" sam mengernyitkan dahinya " apakah ini alasanmu supaya kamu bisa terbebas dari kuliahmu"raisa hanya mengedikkan bahunya."kamu kuliah belum ada satu bulan, tapi kamu sudah gak semangat"sambil meninju bahu raisa dengan pelan..raisa hanya berdecak" aku tidak nyaman di sana"sam duduk di sebelah raisa" kapan kamu nyamannya kalau sèperti itu terus...buka hati kamu untuk menerima orang baru, cari teman sebanyak banyaknya?"raisa memutar badannya menghadap ke arah sam , matanya memandang tajam ke arah sam" kamu tahu aku sam , sulit sekali menerima orang baru.." sam tahu apa yang di rasakan raisa ,kepercayaan terhadap seseorang tidak mudah ia lakukan. sam memegang bahu raisa memandang manik mata coklat yang terlihat sendu.."aku tau ini sulit, cobalah bertahan sedikit lagi..buka sedikit saja hatimu untuk menerima hal baru yang mungkin asing bagimu..aku yakin kamu pasti bisa...kamu harus bisa keluar dari situasi yang membelenggumu..." raisa hanya menarik nafas memandang sam "aku sudah mencoba sam.. dan ....aku nyaman sendiri, aku tak butuh siapapun, aku bisa menjaga diriku sendiri".raisa menyandarkan tubuhnya di kursi.. " tapi kamu tetap harus kuliah titik tidak pakai koma.sam menegaskan kembali ucapannya" tapi jika aku tidak mampu bertahan aku boleh keluar" memandang sam penuh harap , sam hanya mengangguk ." oh ya...temanmu yang menolongmu siapa namanya? aku harus mengucapkan terima kasih karna menolong adikku ini"kembali raisa memandang sam" tak usah berterimakasih itu imbal balik karna dia buat aku kalah taruhan !".kini giliran sam yang menghela nafas" tapi setidaknya dia telah menyelamatkan kamu "sambil mengacak acak rambut raisa "sammm..." sambil melotot kearah sam....sedangkan sam hanya terbahak karna berhasil membuat raisa marah.bibik yang berada di meja makan mendengar obrolan sam dan raisa hanya bisa memandang raisa dengan iba"bibik tau kamu tertekan ,tapi demi bibik pula kamu bertahan , terima kasih ndok...ini juga demi kebahagiaanmu..agar kamu bisa membuka hati untuk dunia luar yang tidak selamanya buruk"hanya bisa ia ucapkan dalam hati.

__ADS_1


Raisa malas keluar dari mobilnya ,sebenarnya ia masih ingin bermalas malasan di rumah bersama bibik dan juga mamang. tapi mata pelajaran kali ini mengharuskannya masuk.ia kini berada di parkiran kampus dimana jarak antara parkiran dan ruangan tempat belajar raisa sangat jauh. ia keluar mobil dan berjalan dengan gontai berkali kali ia menarik nafas , seolah berat sekali kakinya untuk melangkah ,ada segerombolan anak anak cowok paling keren di kampus ini sedang bergerombol di parkiran mereka saling bercanda dan melempar ejekan.tanpa raisa sadari ada orang yang memperhatikannya, ia mencuri curi pandang seolah olah takut ketahuan teman temannya." wajah tanpa make up dan pandangan dingin dari sorot matanya itu sungguh cantik, kenapa aku mengaguminya....oh hh....ya allah maafkan hambamu ini karna mengagumi makhlukmu yang namanya perempuan...tapi apakah aku salah...karna mengaguminya ? raihan berbicara pada dirinya sendiri..matanya masih fokus melihat raisa , tanpa sengaja dari arah belakang seseorang menabrak raisa, ia melihat raisa mengumpat memandang tajam laki laki yang tanpa sengaja menyenggolnya, laki laki itu berkali kali membungkukkan badannya sambil mengucap maaf, ia berlalu dari hadapan raisa dengan sedikit berlari. raisa meringis menahan sakit..ia merasa lukanya sedikit terluka lagi , sambil memejamkan matanya raisa menarik nafas..mencoba meredakan sedikit sakit yang terasa.raihan yang masih memperhatikan raisa ingin sekali memdekat tapi ia tidak ingin temannya curiga, ia hanya bisa menahan keinginannya.tapi sialnya doni sudah melihat ia memperhatikan raisa " kamu memperhatikan siapa?" sambil memperhatikan arah pandangan raihan , sedang reihan buru buru memutus kontak mata ,ia hanya mengedikkan bahunya ."" gue tau lo sedang memperhatikan siapa?sorot mata doni ada kebencian dan gue gak suka lo memperhatikan dia ..dia gak setingkat dengan kamu dan gak cocok .!! kamu lebih cocok sama aisyah titik gak pakai koma.lelaki soleh jodohnya wanita soleha" doni tersenyum miring. sedang raihan hanya menarik nafas..

__ADS_1


Di kantin kampus raisa duduk seorang diri di temani sebungkus rokok yang salah satunya sudah di jepit ke dua jarinya .sesekali ia hisap dengan dalam dan ia keluarkan secara perlahan.....matanya fokus pada benda pipih di tangannya..ia tak pernah menghiraukan orang orang yang memandangnya , baginya ini adalah dunianya walaupun sebagian orang mencibirnya.bukan ingin terlihat keren tapi ini tentang kenyamanan.tiba tiba segerombolan cowok cowok keren menghampirinya.." boleh duduk sini "diki ? yang berada di dekat raisa berinisiatif memulai percakapan , sedangkan di belakang diki ada raihan, doni , dan davit...mereka perlahan menjajarkan tubuh mereka dengan diki...raisa mendongak melihat diki" tempatnya penuh hanya tinggal meja ini yang kosong" doni ikut bicara,tanpa sepatah katapun raisa menggeser barang barangnya yang berada di atas meja. kemudian keempat cowok itu duduk...mereka mulai memakan makanannya" gimana luka kamu sudah sembuh?" raihan sudah tak sanggup untuk tak bicara kepada raisa, sedangkan raisa yang di tanya hanya melirik ke arah raihan ia kembali fokus dengan hapenya." eh.....sebenarnya kamu bisa bicara gak sih" doni yang kesal karna pertanyaannya selalu di abaikan raisa apalagi tadi ia melihat raihan juga di abaikan..berkali kali ia mengumpat" atau jangan jangan lo budek sampai gak dengar kita ngomong"raisa kembali mendongakkan wajahnya melihat diki yang berbicara kasar padanya ,ia kembali menghisap rokoknya tak menggubris omongan mereka ia kembali memfokuskan matanya pada layar hape yang masih menyala, ia berkali kali gagal fokus akibat mereka yang berisik.ia sudah bersabar untuk tidak menghiraukan keberadaan mereka tapi sekali lagi konsentrasinya pecah "bisa di matiin gak rokonya sepertinya ini mengganggu" davit yang tadi diam ikut bicara ia , raisa kembali mendongakkan kepalanya mematikan sisa rokok yang habis di hisapnya keasbak , ia menarik nafas dan mengeluarkannya dengan kasar"yang mengganggu itu anda anda sekalian" sambil menunjuk satu persatu cowok cowok keren.kemudian raisa beranjak dari tempat duduknya " dasar belaguk...sok kecantikan,"doni berbicara sedikit keras supaya anak anak yang sedang ada di kafe tahu,?al hasil semua orang memandang ke arah raisa.

__ADS_1


__ADS_2