
Raisa pergi meninggalkan mereka ,ia tidak suka di remehkan ,ia akan melakukan apa saja agar orang tidak merendahkannya.
ia kini menjadi sosok yang tegar kuat dan tak pernah menyerah,ia akan melibas siapapun yang menjadi penghalang.
" sa...tunggu,?!" Raihan mengejar Raisa ia harus bicara berdua dengan Raisa ada hal yang harus di luruskan,
Raisa yang merasa di panggil seseorang menghentikan langkahnya,ia hafal suara seseorang yang memanggilnya.
Raisa berbalik ke belakang di depannya sudah berdiri laki laki tampan yang menyebalkan buatnya.
"apa?!"bentak Raisa
" kita bicara dulu" Raihan dengan suaranya yang khas mengajak Raisa untuk berbicara
"bicara apa?!" Raisa masih meninggikan suaranya
"kita?!"jawab Raihan
" maksud Lo?!"
" maafkan teman temanku,mereka hanya sangat menyayangiku" Raihan mencoba memberi pengertian kepada Raisa.
"apa yang Lo mau?!" raisa sambil berkacak pinggang
" Lo tau..Lo memaksakan kehendak," matanya menatap Raihan sinis.
"dunia kita berbeda"
" lo baik"
" gue buruk"
" Lo putih"
" gue hitam"
" Lo beriman"
__ADS_1
" gue munafik"
" Lo berada di langit"
" gue di bumi"
" dunia kita berbeda,kenapa Lo memaksakan sesuatu yang sudah berbeda untuk di satukan"
"apa yang ingin kau buktikan?!" suara Raisa yang terdengar dingin dan penuh penekanan saat mengucapkannya.ia ingin mengeluarkan sesuatu yang ada di dadanya entah apa itu.
"apa Lo ingin membuat gue terlihat semakin rendah?!"kini tatapan Raisa mengandung kebencian untuk raihan
"kenapa kamu berfikir seperti itu?!" Raihan langsung memotong kata kata raisa
" apakah saya terlihat begitu munafik, apa yang saya rasakan ke kamu ini benar benar tulus, tak pernah ada niat dalam hati untuk merendahkanmu, ijinkan saya untuk membuktikannya" Raihan menatap Raisa penuh harap ia ingin Raisa melihat ke dalam matanya ia ingin Raisa melihat ke sungguhan di dalamnya.
Raihan menarik nafas dalam dalam ternyata menyakinkan Raisa sangat sulit,ia akan membuktikan kata katanya agar Raisa tidak meragukannya.
Raisa memalingkan wajahnya ia tidak suka tatapan Raihan kepadanya.entahlah tatapan itu membuatnya tidak nyaman.
"saya akan buktikan kesungguhanku?!" Raihan masih memandang wajah cantik di depannya yang terlihat kesal .
Raihan hanya bisa menarik nafas melihat Raisa yang pergi meninggalkannya, sekali lagi ia merasa begitu berat menaklukkan hati perempuan ini
" Apa saya terlalu memaksakan kehendak" Raihan berkata dalam hati, ia mengusap wajahnya kasar.
ia berharap suatu saat Raisa akan menerima keberadaannya tak pernah memaksa Raisa untuk mencintai dirinya.cukup menerima keberadaannya itu sudah cukup.
Raihan masuk ke kelasnya ia bergabung dengan teman teman yang lainnya untuk mengikuti pelajaran.
POV Raisa
hari ini aku mencari tempat yang nyaman untuk menyendiri ,aku menemukan sebuah tempat yang nyaman yang berada di belakang kampus ,tempat yang sering aku kunjungi saat aku bosan di kampus. di tempat ini aku tidak perlu bertemu orang orang yang sangat sangat menyebalkan,orang orang yang membuat diriku naik darah.
aku mulai sibuk mengecel Imel yang Sam kirim, tanpa ku sadari ternyata ada banyak orang yang ada di sebelah tempat diriku duduk ,mereka tidak menyadari keberadaanku karena diriku ada di balik pohon yang besar,aku duduk di bawah dengan menyenderkan tubuhku di pohon.
aku tak memperdulikan keberadaan mereka selama mereka tidak mengusikku, aku mendengar suara laki laki yang sekarang entah kebetulan atau apa sering bersamaku.
__ADS_1
aku masih sibuk dengan pekerjaanku,saat aku mendengar namaku di sebut sebut.aku masih diam ,mereka memang benar kalau diriku memang bejat,mungkin dengan ini Raihan akan membatalkan perjanjian ini.aku bersyukur jika dengan hinaan mereka terhadap diriku bisa membuat Raihan membatalkan pernikahan ini.
tapi lama kelamaan mereka semakin merendahkan diriku, kupingku terasa semakin panas mendengar hinaan mereka.
aku mulai tersulut emosi aku masukkan semua barang barangku ke dalam tas kecuali hape.
mereka tidak melihatku ada di sini, saking asiknya menghinaku.
aku menendang sesuatu agar mereka melihat keberadaanku,benar saja ,mereka semua terkejut termasuk Raihan. aku melihat ke kawatiran di matanya saat aku mendekati Doni.
ingin sekali aku menghajarnya, sekali pukul langsung jatuh.tapi melihat mata itu yang begitu kuwatir membuat emosiku yang sudah di ubun ubun ingin meledak tiba tiba saja langsung turun.
"hai..,....kenapa dengan diriku kenapa harus luluh dengan tatapan mata yang terlihat sayu itu.di mana Raisa yang tak perduli dengan orang lain,di mana Raisa yang garang....kenapa jadi selemah ini.mata itu seolah bisa mengendalikan diriku.
aku melihat di sini juga ada seorang wanita cantik dan anggun, aku melihat ada kesedihan di wajahnya, dia begitu sempurna sebagai perempuan, wajahnya yang cantik dan sosoknya yang terlihat anggun ,sebagai sesama perempuan aku iri dengan kecantikannya.
aku sempat mendengar wanita cantik ini begitu mencintai raihan.tapi kenapa Raihan meninggalkan perempuan yang begitu sempurna hanya demi seorang manusia bejat seperti diriku.
apa yang dia inginkan ,apa yang dia rencanakan,apakah dia ingin aku terlihat begitu rendah .perbedaan yang begitu jauh bagai langit dan bumi, mungkinkah akan bisa bersatu.
bagi teman temannya Raihan sosok laki laki yang sempurna dari fisik maupun dari segi akhlak.mereka memang teman yang sangat sangat baik, mereka tidak menginginkan teman yang sudah di anggap saudara salah memilih pasangan hidup, aku salut dengan persahabatan mereka.mereka memang benar Raihan yang mereka anggap sempurna harus mendapatkan perempuan yang sempurna juga.
rasanya begitu miris melihat mereka menilai diriku, aku memang manusia bejat mungkin memang tak layak untuk bahagia.rasanya kebahagiaan sangat jauh dariku, seburuk itulah aku hingga tak ada yang ingin mendekat.aku sudah tidak memperdulikan semua ini ,mungkin memang takdir sudah di haruskan seperti ini untuk diriku.
aku pergi meninggalkan mereka setelah puas mengeluarkan kata kata yang ada dalam hati
aku mendengar seseorang memanggiku saat aku pergi meninggalkan mereka dan aku sudah tau siapa pemilik suara itu ,saat aku berbalik aku melihat sosok Raihan sudah berdiri menjulang di depanku, sekilas memandangnya dia memang terlihat begitu tampan.
aku ingin sekali marah dengan dirinya, kenapa dia harus memaksakan kehendak yang sulit sekali untuk di satukan. banyak perbedaan di antara kita yang seolah dia paksa untuk bersama.aku marah padanya,aku merasa ia seolah sedang mengejekku. semakin dia memperjuangkan diriku aku semakin membencinya.
aku seperti ini dan aku tidak ingin di rubah,apa dia berencana ingin merubahku?! apa dia hanya ingin mempermainkan diriku.apakah ini jebakan
pertanyaan pertanyaan seolah muncul memenuhi pikiranku, aku terjebak dengan permainan ini,tak memikirkan apa yang terjadi setelah ini.
saat menatap matanya aku tidak melihat kebohongan di sana ,aku melihat mata itu seolah ingin meyakinkan diriku .
haruskah aku mengikuti kemana takdir akan bawaku.apa memang dia di takdirkan untukku.
__ADS_1
aku pergi meninggalkannya sendiri, semakin dekat dengannya aku semakin terlihat bodoh di matanya. kepercayaan diriku seolah menghilang itu menurutku.