
semua pesanan sudah ada di meja, semua terlihat begitu nikmat, tapi tidak untuk raisa ia tak bisa makan dengan nikmat jika tidak di suapi oleh bibik .apa lagi jika makannya harus pakai tangan ia benar benar tidak bisa.
"kita makan dulu" suara Raihan memecah keheningan di antara mereka.
" makan dulu " perintah Raisa pada laki laki yang ada di depannya,sedang ia hanya mencari kesibukan dengan mengutak Atik hapenya.
laki laki yang ada di depannya masih diam dia masih ketakutan melihat Raisa, karena yang ia dengar Raisa bisa berbuat apa saja. ia punya kenalan ketua preman di kota ini.
dengan di iringi lagu dari Judika yang berjudul sampai kau jadi milikku membuat suasana antara Raisa dan raihan menjadi canggung.
agar tidak terlihat salah tingkah Raisa memasang wajah dingin
" cepat habisin! nanti kita buat perhitungan" ucap Raisa akhirnya.
laki laki itu akhirnya pasrah menerima nasib kalau harus di hajar atau di masukin ke penjara. ia akhirnya mengambil makanan yang sudah ada di meja . ia mulai memasukkan nasi ke mulutnya, rasanya seperti susah untuk menelannya .ia berfikir setidaknya nanti ia punya tenaga saat Raisa menghajarnya.Raihan memperhatikan laki laki di depannya ini, ia merasa sebenarnya laki laki ini orang baik mungkin hanya nasib yang tidak berpihak padanya.
" kok kamu gak makan?" tanya Raihan kepada Raisa
Raisa memandang Raihan sekilas ia enggan menjawab
"makanan yang sudah di pesan harus di makan dosa Lo kalau menyianyiakan makanan," terang Raihan
tak ingin berdebat akhirnya Raisa memakan makanannya ia hanya makan nasi dan sambalnya,ia tidak bisa makan menggunakan tangannya, ia merasa jijik dengan makanan yang makannya harus pakai tangan, misalnya ayam bakar ini,untuk memakan ayamnya ia harus menggunakan tangannya dan itu akan membuat tangannya kena bumbu masakan dan minyaknya.itulah yang membuatnya jijik.maka dari itu ia selalu minta bibi selalu menyuapinya.
" Raihan memakan makanannya dengan lahap ternyata kehilangan laptop menguras pikirannya, ia yang tadi belum sempat sarapan karena sudah telat memutuskan untuk sarapan di kampus tapi insiden laptop kecopetan membuatnya tidak lapar,dan saat laptopnya sudah ke temu baru ia merasakan perutnya yang lapar.
" kok ayamnya gak di makan? " tanya Raihan kepada Raisa.
" gak suka ayam" jawab Raisa berbohong, padahal ia sangat suka ayam bakar.
Raihan tersenyum, ia ingat kata kata bibi jika Raisa malas makan kalau pakai tangan, padahal ia sangat suka ayam tapi kalau harus menggunakan tangan untuk makan ia merasa jijik.jika tidak ada yang menyuapi ia akan memilih memakan pakai sayur saja.
Raihan mengambil ayam yang ada di piring Raisa, tanpa perintah Raisa ia kemudian menyuir nyuwir ayam bakar di atas piring Raisa.
Raisa terkejut ia diam terpaku melihat Raihan mengambil ayam dalam piringnya dan menyuir nyuwirnya.
" dah selesai,..... makan dulu, saya tahu kamu gak suka makan yang harus pakai tangan langsung? nanti jika kita sudah menikah kamu gak boleh di suapi sama bibi lagi, biar nanti suamimu ini yang menyuapi kamu. sekarangkan kita belum Muhrim jadi belum boleh" ucap Raihan lembut .
Raisa yang belum sadar dari rasa terkejutnya kini kembali terpaku mendengar kata kata Raihan,ia masih diam sibuk dengan pemikirannya.
mendengar kata menikah Raisa Semakin tidak bersemangat makan.ia menaruh sendok yang ada di tangannya kembali ke piring.
"kok gak di makan?" tanya Raihan lagi
" kenyang" jawab Raisa singkat,padahal moodnya sudah menghilang entah kemana.
tanpa minta ijin dari Raisa Raihan mengambil piringnya, tanpa canggung ia memakan makanan Raisa yang tidak ia makan.
" jangan di makan, itu bekas ku" berusaha mengambil makanannya.
tapi Raihan keburu menghindar dan memakannya.
Raisa terbengong bengong ia tak percaya Raihan memakan makanan bekasnya.
__ADS_1
" alhamdulillah....duh kenyang banget" sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.
" kalau makan itu harus di habisin,kalau gak nasinya bakalan nangis.."memandang Raisa penuh cinta dengan senyum semanis mungkin.
Raisa hanya mencibir apa yang di bilang Raihan .
"nambah"tanya Raisa pada laki laki di depannya.
"sudah terimakasih" sambil mengangguk ke pada Raisa.
"kenapa Lo belum pergi?" matanya sambil melirik Raihan.
" kan nemenin kamu di sini" sambil menarik nafas Raihan berucap
"Lo boleh pergi" ucap Raisa lagi
"saya akan pergi dari sini jika kamu juga pergi dari sini,kita ke sini bersama pergi dari sini juga bersama" kata kata Raihan yang lembut.
"gue ada urusan sama dia " sambil kepalanya menggeleng ke arah laki laki di depannya
" Lo pergi dulu" suara Raisa yang ketus tak menyurutkan niat Raihan untuk tak pergi?
" kamu mau ngapain dia?,jangan di apa apain kasian" kata Raihan
" bukan urusan kamu"jawabnya singkat dan ketus
"saya hanya tidak mau kamu berbuat yang aneh aneh?" terang raihan
"siapa yang aneh aneh" menatap Raihan tajam
" Lo yang pergi! laptop Lo dah balik itu kan yang Lo mau..?! ya udah ....dah ketemukan....!? Lo bisa balik?! Lo gak ada urusan sama dia? dia urusan gue!? dengan tatapan tajam serta kemarahan karena Raihan masih ingin di sini
sikap Raihan yang kalem dan tenang tak terpancing dengan kemarahan Raisa.
dengan senyum yang masih mengembang Raihan berucap" setelah kamu berbicara sama bapak ini nanti giliran kita harus berbicara ada hal yang harus kita selesaikan" Raisa memalingkan muka di Sertai hembusan nafas yang sangat dalam.
akhirnya Raisa mengalah ia membiarkan Raihan tetap di sini.
"nama" tanya Raisa sambil melihatnya
" Mamat"jawabnya sambil menunduk
" udah berapa lama nyopet?" tanya Raisa lagi
" baru kali ini" jawabnya lagi masih dengan menunduk
" bohong" sentak Raisa
" sa...." Raihan memperingatkan Raisa dengan suara pelan.
" bener mbak " dengan gugup ia menjawab.
"kemarin kerja apa?"sambil menyalakan rokoknya kembali.
__ADS_1
" dagang gorengan di perempatan Pengkol mbak?," mulai berani menatap raisa.
Raisa hanya diam ,sesekali menghirup rokoknya,sedang Raihan hanya memperhatikan saja.
"buat apa Lo nyopet !! " dengan sinis Raisa berucap
"anak saya butuh biaya di rumah sakit" dengan mata berkaca kaca membayangkan anaknya yang berada di rumah sakit.
" berapa biayanya? ,"
"sekitar empat juta" dengan ragu ragu ia menjawab
"siapa yang nungguin?"dengan wajah yang masih terkesan dingin ia terus mencecar Mamat dengan pertanyaan
"istri saya" sambil menunduk ia menjawab ,perasaannya sedih pasti istrinya sangat kecewa padanya.
"anaknya sakit apa pak?" kini giliran Raihan yang bertanya
"emmm.......tipus"
" o....." sambil manggut manggut.
Raisa beranjak dari duduknya,
" mau ke mana?" tanya Raihan yang melihatnya berdiri
Raisa tak menjawab ia berjalan ke arah pintu,pandangan Raihan mengikuti ke mana Raisa pergi. Raihan menarik nafas" mungkin harus lebih bersabar lagi menghadapi sikap dingin kamu"ia berkata dalam hati.Raihan masih menunggu apakah Raisa akan kembali atau tidak, ia tetap memandang ke pintu di mana Raisa keluar.
" jualannya lancar pak " ia mencoba memulai percakapan sambil menunggu Raisa.
" sebenarnya lancar tapi modalnya habis untuk berobat anak saya,itupun masih kurang." matanya yang berkaca kaca seolah menyiratkan kesedihan yang dalam
Raihan merasa kasian kepada laki laki di depannya ini.ia merasa harus membantu laki laki ini, ia melakukannya karena terpaksa.
mereka berdua masih mengobrol ketika tiba tiba Raisa datang dan langsung mendudukkan diri di kursi yang tadi ia duduki.
"ini sepuluh juta untuk biaya rumah sakit sama modal jualan"sambil tangannya memberikan uang kepada Mamat.
Raihan dan Mamat terkejut ,Mamat sampai membuka mulutnya hingga air liurnya mau keluar saking tak percayanya.
" Lo mau terima gak" dengan suara sedikit keras, hingga membuat Mamat tersadar dari keterkejutannya.
"tapi mbak..." dengan suara gugup dan takut ia memandang Raisa
"ambil aja pak...namanya rejeki, datangnya bisa dari mana aja" Raihan yang sudah tersadar dari keterkejutannya akhirnya menyarankan Mamat untuk menerimanya.
Mamat memandang Raihan mencoba meminta saran lewat mata ,Raihan menganggukkan kepalanya agar Mamat mau menerimanya.
dengan ragu ragu Mamat mengulurkan tangannya untuk mengambil uang yang di sodorkan raisa.air matanya jatuh dengan sendirinya tanpa bisa di cegah,rasa haru bercampur bahagia karena ada seseorang yang mau membantunya .
ia lalu bersujut sukur saking bahagianya..akhirnya anaknya bisa keluar dari rumah sakit.
Raihan yang melihat kejadian di depannya semakin yakin dengan pilihannya
__ADS_1
" aku ingin segera menjadikanmu milikku" dalam hati berkata.