Menemukanmu

Menemukanmu
MIMPI APA INI??


__ADS_3

Sky berjalan melewati lorong lorong, ia berhenti ketika melewati ruang musik, ia mendengar alunan piano yg sangat indah, dari lagunya terdengar seperti kerinduan, sky akhirnyaa mengintip ke ruang musik, dan ternyata yg ia liat adalah anak laki laki yg pernah tabrakan dengan oleh sky..


Sky akhirnya memutuskan untuk hanya melihat dari luar ruangan, ia begitu menikmati musik tersebut, tak terasa air matanya menetes.


"Ngapain di sini" Ucap seseorang yg ternyata anak laki laki tadi yg main musik.


"Eh??." Sky kaget dan lalu melihat ke arah anak laki laki itu.


"Gomen" Ucap sky meminta maaf.


"Hmm." Hanya deheman saja jawabannya.


"Ngapain lo nangis" Tanya nya seraya menghapus air mata tadi.


"Eh??....gpp kok" Jawab sky, pipinya merah atau blushing ya.


"Napa lo merah??" Tanya anak laki laki itu.


"Eh??......mana ada gw gk merah kok" Jawab sky menbuang muka, jujur sekarang ia sangat malu.


"Hm, terus ngapain disini??" Tanyanya lagi.


"Eh....ta-di ada al-alunan musik, ma-kanya ak-aku di-sini" Jawab sky terbata bata.


Laki laki itu tersenyum lalu menarik sky ke ruangan musik.


"Eh??" Sky bingung dan menatap mata laki laki itu meminta penjelasan.


"Kan mau dengar musik, ngapain di luar, di sini aja" Jawab laki laki itu lalu berjalan ke arah piano dan memainkan nya.


Sky menikmati kembali lagu tersebut dengan tenang. Setelah selesai sky menatap laki laki tersebut lalu bertanya "siapa nama mu??" Tanyanya..


"Devan wirts" Jawabnya singat.


Tentu nama itu membuat sky shyok,bnama itu mirip nama dia ( dianya rahasia, aku gk bakal kasih tau dulu ya).


"Ada apa" Tanya devan membuat sky sadar dari lamunannya.


"Tidak, hanya saja namamu mengingatkan ku pada seseorang" Jawab sky.


"Siapa??" Tanya devan.


"Rahasia" Jawab sky singkat lalu berjalan keluar ruang musik. Sedangkan devan hanya menatapnya saja.


Sky berjalan menuju pakiran dan menaiki motornya lalu melajukannya ke mansion..


*SAMPAI MANSION*


sky mamasuki kamarnya dan merebahkan dirinya ke ranajngnya, lalu ia bangun dan berjala ke arah kamar mandi untuk mandi ( ya kalo bukan buat mandi terus buat apa??).


Setelah mandi ia keluar dan memakai gaun berwarna biru langit dengan hiasana rambut lalu berjalan mengambil mahkotanya,setelah selesai ia berjalan ke arah mobil miliknya, mobil itu khusus untuk mobil bangsawan cruel.


SAMPAI DI ISTANA CRUEL.


sky turun dari mobilnya dan memasuki Istananya itu, setiap pelayan yg melihatnya membungkuk hormat dan berkata" Hormat putri, selamat datang kembali di istana " Ucap semua pelayan.


Sampai di aula istana ia memasuki aula itu, dan prajurit yg melihat ia akan masuk pun meneriaki..


PUTRI SKY MEMASUKI AULA ISTANA**


ucap prajurit itu, tentu saja membuat tuan Alexander heaven's dan nyonya rein heaven's menatap pintu dengan membinar, lalu mereka melihat putri kecil mereka datang memasuki ruangan itu, mereka menatap sky dalam-dalam, mata mereka juga berkaca kaca..


"Salam ayah, salam bunda, saya kembali, semoga istana bangsawan cruel selalu berjaya" Ucap sky membungkuk hormat, pelayan yg melihat apa yg di lakukan sky kaget, tidak seperti putri bangsawan lainnya** batin mereka


"Sayang kau kembali, sini nak" Ucap rein ( bunda sky) dengan mata berkaca kaca, sky menuruti perkataan bundanya lalu berjalan ke arah rein.


"Kau sayang, kita sangat merindukanmu" Ucap rein lirih.


"Ayolah bunda aku hanya pergi beberapa hari" Jawab sky pusing.


"Baiklah baiklah anak bunda yg paling benar" Ucap rein pasrah..


"Oh ya sayang ada yg ayah inggin bicarakan" Ucap alexander ( kita panggilnya alex aja.


"Apa??" Jawab sky.


"Beberapa minggu lagi akan ada acara ulang tahun raja tioka di Jepang, kamu tau kan kita harus ikut, jadi 1 minggu lagi kita ke Jepang" Ucap alexander.


"Hmm, hai" Jawab sky (* hai itu artinya iya atau baik, kalo iiee itu artinya tidak)*


"Yaudah kamu ke kamar sana" Ucap rein di angguki oleh sky.


DI KAMAR


Ia merebahkan diri di kasurnya dan memejamkan matanya.


*alam mimpi nya/ingatannya.*


Ia terbangun, tapi yg di lihatnya bukan kamarnya melainkan hamparan taman yang luas, ia ingat itu adalah taman belakang kerajaanya, dan ia juga melihat bajunya yg berbeda ' siapa yg membawaku kesini dan siapa yg mengantikan bajuku?" Batinya bertanya tanya, tidak lama terdengar suara anak laki laki.

__ADS_1


"Sky, lihat, aku bawa kue vanila kesukaan mu" Ucapnya belarian ke arah sky, sky hanya Menyeritkan dahi, ia tak tau dia siapa, tapi terasa famaliar, lalu ia baru sadar jika wujudnya bukan wujudnya yg sebenarnya.


"I-ini, kapan??" Batinya heran, anak laki laki itu terus tersenyum, rasa yg di rasakan sky kini hangat, ia merasakan nyaman di dekat anak itu, lalu anak laki laki itu duduk di sebelah sky dan ia memberikan kue vanila.


"Va-vanila, ini kan kue kesukaan ku" Batin sky terkejut.


Anak laki laki itu tersenyum lalu berkata " Sky ini kue mu, kau suka vanila kan, waktu itu kau yang bilang " Ucapnya, sky tertegun, ia tidak kenal anak laki laki itu, tapi rasanya famaliar, lalu terdengar suara orang.


"Pangeran dev, putri sky, maaf saya tidak tau bahwa ada anda disini" Suara itu terdengar Di telinga sky, ia merasa tak nyaman dengan suara itu akhirnya memutuskan melihat ke arah suara itu.


Ia melihat wajah anak laki laki yg di panggil tadi menunjukan raut wajah dingin kepada anak perempuan itu, dan tiba tiba anak laki laki itu mengatakan " Kau harus jaga sopan mu" Dengan dingin ia berkata seperti itu.


"Maaf, hormat pada yg mulia putri sky dan yang mulia pangeran dave" Ucapnya sambil menunduk, aku pun merasa tak enak dan malu lalu aku berkata.


"Tidak apa apa, jangan terlalu formal" Ucap sky.


"Putri Xyila anda boleh pergi sebentar??" Tanya dave, ternyata anak laki laki itu namanya dave dan anak perempuan itu namanya Xyila, aku hanya pernah mendengar nama Xyila, ia adalah bagian dari bangsawa fire dari duke carol, dan ducces silly.


Ayah ku duke alex dan ibu ku Duchess rein, lalu gadis bernama Xyila pergi meninggalkan kami, setahuku dia adalah keponakan dari bangsawa fire, dan sekarang hanya kami tinggal berdua.


Suasana yg cangung sekali, lalu tiba tiba dia membuka suara," Putri, kenapa kamu diam saja??, apa ada sesuatu yg mengganjal di hati mu??" Tanya nya, aku menatap matanya, sektika aku terpesonah dengan matanya itu, mata itu berwarna emas cerah, sangat indah lalu aku melihat senyumnya yg sangat indah itu, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yg hilang, entah apa itu.....


"Putri kenapa kamu melamun??" Tanya nya yg membuat lamunan ku buyar, aku memalingkan wajah ku karna malu, bagaimana tidak??....dia sadar aku Memandanginya, wajah ku sudah memerah karna malu, lalu aku mendengar suara tawa, ternyata dia tertawa, tapi karna apa, aku sejenak kagum dengan tawanya, tawa lepasnya itu, entah kenapa hati terasa sakit,sesak...


"Anda sangat lucu putri, haha" Ucapnya dengan senyum ke arah ku, aku inggin berbicara namun tiba tiba aku kembali ke kamar ku...


Aku membuka mata dan melihat kamar ku, aku lasung bangun, aku masih sangat shyok dengan apa yg barusan aku mimpikan, rasanya sekarang perasaanku gk enak, rasanya akan terjadi seuatu baik dan buruk, rasanya aku merasa ada yg hilang, lalu aku bangkit dari ranjang empukku ke kamar mandi.


Selesai mandi aku melihat jam, ternyata sudah jam 18.30, aku pun beranjak dari kamar ku dan pergi menuju taman, aku melewati benerapa lorong istana ku ini, melewati perpustakaan, saat itu aku lagi kurang fokus karna masih memikirkan mimpi tadi, aku berjalan dengan langkah cepat..


BRUKKKK..


"aww, siapa sih??" Aku meringis kesakitan, aku pun bangun dari jatuhku dan lasung melihat orang yg aku tabrak.


"Ck..minggir gw gk mau berdebat" Ucap ku pada orang itu, aku melihat wajahnya mulai merasa dia familiar, dan terlintaslah wajah pangeran dalam mimpi ku, rambut putih yg sama, mata emas berkilau yg menganggumkan, wajah tampan yg sempurna,siapa pun yg melihat nya pasti akan lasung jatuh cinta, tapi tidak untuk ku, hal itu tidak berlaku untuk diri ku.


"Siapa kau, bagaimana kau bisa ada disini??" Tanya ku pada orang itu dengan nada dingin dan cuek, tapi orang itu bukannya menjawab malah diam menatap ku dengan tajam dan dingin.


"Jawan woi, gw nanya ****" Ucap ku lagi dengan nada ngegas, dan dia hanya diam, aku mulai kesal karna tidak di jawan jawab, perasaan pangeran yg ada di mimpi ku tadi sangat murah senyum, tapi dia tidak, huh hanya wajah saja.


"Ck" Aku berdecak kesal lalu berjalan meninggalkan dia, aku belari menuju taman...


*sampai taman*


Sampai taman aku lasung duduk di kursi taman itu, ayah pernah bercerita sebuah cerita kepada ku saat umurku 8 tahun.


FLASHBACK ON.


Ayah hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan mulai bercerita sesuatu pada ku, ayah bercerita cerita tentang leluhurku.


*cerita..


Cerita yg ayah ceritakan menceritakan leluhurku bernama sky Flagtown heaven's, ia berkata bahwa dia adalah nenek moyangku


*AWAL MULA KISAH BLUE SKY.*-


sky Flagtown heaven's, ya itu namanya, saat itu...malam itu....semua menjadi lautan darah, semua mati di tangan orang itu. Ya orang itu sangat kejam. Saat itu aku hanya bisa menangis. Menangis dalam diam. Mencoba menahan suara ku..


Aku melihatnya. Aku melihat wajah nya. Iblis!!....iblis itu penuh dengan darah. Ia telah membuat lautan darah.


" Ternyata kau disini " Suara orang membuat ku gemeteran. Aku melihat ke arah belakang. Ib-iblis itu ada di depan ku sekarang bersama ksatria miliknya!!....ia menaruh pedangnya di lehernya. Aku gemeteran!!....sebenarnya apa salah ku??..


Sejak itu ak tidak bisa tidur nyeyak. Iblis itu membebaskanku. Saat itu aku sedang Tertidur. Lalu mendengar teriakan " Bawa putri pergi" Suara itu terdengar sangat menyakitkan. Itu suara kak nina. Dia pelayan ku. Dia sangat baik kepada ku. Aku sudah menganggapnya kakak ku sendiri. Tapi ia di bunuh oleh iblis itu...


Iblis itu adalah ayah ku. Entah mengapa ia sangat membenci ku. Ia tak pernah memberi tatapan lembut kepada ku. Senyumnya hanya untuk dia. Ya dia adalah sepupuku. Namanya Xyila. Ayahku sangat Menyayanginya. Kakakku juga. Aku punya kakak bernama rain. Aku selalu sendiri sejak kecil. Bahkan sampai sekarang. Ayah tak pernah tersenyum kepada ku. Ia hanya tersenyum pada xylia.


Saat itu aku sudah menyerah. Semua orang yg aku sayangi di bunuh oleh iblis kejam itu. Iblis itu berkata bahwa aku tak boleh bahagia. Entah mengapa tapi sejak itu aku mengurung diri. Aku tak inggin membuat korban lagi. Dengan mengurung diri aku sudah bahagia. Aku mengabiskan waktu ku bermain gitar dan membuat lagu. Tapi....


Saat iblis itu tau bahwa aku mengurung diri dan selalu terlihat murung. Wajahnya puas. Ya.....aku senang tidak ada korban. Tapi!!......ia tahu aku suka bermain gitar dan selalu terlihat bahagia ketika bermain gitar. Ya aku suka bermain gitar karena dari benda itu aku bisa Mengeskpresikan eksprsi ku yg tak bisa ku ungkapan dari bahagia, bersyukur dan sedih...


Sore itu aku seperti biasa sedang mengurung diri dengan membuat lagu dan bermain gitar. Aku bernyanyi lalu menyatat nada dan lirik. Sampai terdengar suara pintu kamarku yg di buka secara paksa. Aku pun rekles lasung melihat ke arah belakang..


A-aku melihat wajah iblis itu. Dia untuk apa kesini??, lalu tiba tiba dia berjalan ke arah ku dengan surut mata yg tajam. Tentu aku merasa takut. Tubuh ku gemeteran. Sebenarnya ada apa??. Lalu ia tiba tiba merebut gitar ku. Aku kaget dan berusaha untuk merebutnya kembali tapi ia malah mendorong ku sampai aku Terbanting ke dinding. Sakit sekali rasanya. Aku mulai meneteskan air bening dari mata ku.


BRAKKK.


"A-apa??" Aku kaget saat dia membanting gitar itu.itu gitar peninggalan mama. Aku melihat wajahnya yg tersenyum puas.


"Kenapa??....hiks....hiks...i-itu gitar peninggalan mama untuk ku....hiks...hiks" Aku menangis. Itu adalah barang ku yg paling berharga. Aku melihat dia berjalan ke arah ku dengan sorotan mata tajam. Aku gemeteran.saat ia berada di depan ku.


"Awww.....sakit hiks.....hiks" Ia manjambak rambut ku lalu berkata.


"Kenapa kau tidak pernah memberitau ku kalau kau mendapat itu dari miao ku??" Dia membentak ku.


"Apa tidak puas kau buat saya begini yg mulia, mama sendiri yg meminta ku untuk merahasiakannya dari anda" Aku membentak dia. Sekarang aku benar tak kuat. Iblis itu telah merebut semua milikku.


"Kau beraninya" Dia berteriak dengan sorotan mata tajam, tanganya mengangkat seperti inggin menampar ku. Aku pasrah. Sudahlah jika begini terus juga lebih baik aku mati..


PLAKKKKK..

__ADS_1


sakit sekali. Rasanya pipi terasa panas. Bibir ku sudah mengeluarkan darah dan pipi ku sudah merah berkat Tamparan itu. Semua pelayan di rumah hanya melihat ku dengan tatapan iba. Dan aku melihat di ujung pintu ada kakak ku. Ia menatap ku dengan dingin. Dan di sebelahnya Xyila menatap ku dengan tatapan puas dan senang atas Penderitaan ku.


"Ya tak apa" Batin ku. Aku hanya tersenyum menahan tangisan ku. Lalu iblis itu berteriak.


"CK...aku tak suka senyummu" Ucapnya dengan dingin tapi aku sama sekali tak mendengarkan nya. Mama bilang aku harus terus tersenyum.


"Sialan kenapa kau selalu tersenyum??" Tanya iblis itu.


"Aku sudah berjanji dengan mama. Bahwa aku akan selalu tersenyum" Ucap ku. Aku melihat wajahnya yg marah dan sepertinya dia sangat marah dengan perkataan ku.


"Sialan" Dia lasung pergi meninggalkan ku sendiri. Aku juga menutup pintu dan Menguncinya. Aku belari menuju kasur ku.sebelum itu aku mengambil gitar itu dan menaruhnya di meja agar nanti bisa ku perbaiki. Yah aku menangis di balik selimut.


Saat itu terjadi umurku 7 tahun. Sekarang aku sudah 15 tahun. Ya tepat 1 minggu lagi adalah hari ulang tahunku. Lagi pula hari apapun itu memangnya akan berubah??. Malam itu aku berada di kamarku seperti biasa aku menulis lagu. Gitar dulu yang di rusak sudah aku benarkan. Sekarang iblis itu sudah cuek. Aku tertawa dengan siapa atau bahagia dia tidak pernah Membunuh mereka lagi. Sekarang aku memiliki pelayan bernama siska. Siska adalah pelayan yg menyerahkan dirinya untuk mengabdi pada ku. Aku tak tau kenapa tapi melihat dirinya yg tulus pada ku. Aku akhirnya Memperbolehkannya. Dan sejak itu aku selalu bersama siska. Dia adalah gadis baik. Ceria dan lembut. Tidak seperti ku yg pemurung dan pendiam.


Malam itu aku sedang bersama siska membuat lagu. Ia selalu memberikanku semangat hingga aku sudah menganggapnya adalah kakak ku seperti kakak nina dulu. Jika di ingat waktu sangat menyakitkan.


*3 hari sebelum hari ulang tahun*


"Buggg....beraninya kau meracuni putri xyila dasar pembawa sial" Suaranya sangat dingin, aku sudah bilang bukan aku...


"Sakit...hiks hiks...aku sudah bilang beberapa kali kalo aku tak tau itu. Aku selalu di kamar membuat lagu....hiks...hiks" Aku menangis. Sakit sekali.dia menatap ku dengan tatapan tajam. Arggg aku membencinya.


" Kau pikir aku akan percaya " Suaranya begitu menusuk. Kenapa??...padahal aku tak pernah membuat kesalahan!!..hiks...hiks..


"Pengawal cepat bawa dia ke penjara bawah tanah" Dia mengurung ku atas kesalahan yg sama sekali tidak ku perbuat??..


Dan 3 hari itu aku menghabiskan waktu ku di penjara seperti biasa pasti akan membuat lagu. Lagu yang kumainkan selalu menjadi hiburan bagi mereka yang bersama ku di penjata. Bahkan para pengawal selalu datang saat aku bermain gitar dan bernyanyi. Aku tau mereka merasa aneh dengan ku yang selalu tersenyum padahal banyak orang yang sangat menderita jika di dalam penjara.


* hari ulang tahun*.


Yah sampai hari ini ia sama sekali tak Menyelidiki dulu kasusnya. Memang aku seharunya tak pernah Mempercayainya. Yah hukuman ku adalah kematian. Aku di fitnah meracuni Xyila. Tapi aku tak pernah melakukan itu. Yasudahlah, jika memang hari kematian ku besok maka aku bisa apa. Aku hanya berharap di kehidupan Selanjutnya orang yg Aku sayang itu. Kak nana, kak vera, kak siska dan pelayan lainnya. Aku harap aku dapat bertemu mereka, di masa depan aku inggin bersama mereka. Menjadi teman...


*hari kematian*


Aku di bawa oleh pengawal. Aku meminta agar pengawal itu tak perlu menyeretku. Biarkan aku berjalan sendiri. Pengawal itu Awalnya tak setuju. Tapi aku berkata ' kalian boleh di sampingku saja ' baru pengawal itu setuju. Awalnya pengawal itu seperti kaget. Mungkin ia kaget karna kenapa aku tak lari dari hukuman ini. Berusaha untuk tidak melarikan diri hukuman ini??... Kenapa??. Karna mama bilang kalau tak salah jangan takut.


Saat itu aku melihat sebuah mangkok. Di dalamnya ada racun. Dan aku juga melihat ada ayahku, kakak ku, dan juga wanita jal@ng Xyila. Lalu aku melihat siska yg juga di pasung seperti inggin di beri hukuman. Ya aku tau. Jika tuannya mendapat hukuman maka pelayannya juga.


"Karna ini hari ulang tahunmu, aku menginjikan kau meminta sesuatu pada ku" Ucapnya. Aku mendongak ke atas. Dan aku melihat kak siska.ia seperti rela dengan kematianya.


"Aku inggin bebaskan kak siska dan biarkan dia tenang menjalani hidup yg seharusnya masih ia jalani, dan tolong ambilkan aku gitar peninggalan mama di penjara dan kertas lagu" Ucap ku, semuanya memandangku dengan tatapan kagum, tapi kak siska menatap ku dengan tatapan takut. Ia seperti tak rela jila aku mati.


"Putri, mengapa tidak diri anda??. Kenapa harus saya...hiks putri" Aku melihatnya menangis, sungguh sakit.


"Jangan menangis, kau adalah satu satunya keluarga ku, aku tak inggin ada yg mati lagi aku tak inggin orang yg kusayang mati.....hidup bahagia ya" Aku berucap dengan tersenyum padanya, ya aku tau sekarang semua rakyat memandangku dengan tatapan kagum, dan iba..


"Putri, gitar anda" Ucap pengawal membawa gitar ku. Aku lasung mengambilnya dan mulai memainkannya.


Ya aku memainkan lagu dengan makna lagu adalah tenang, kebahagiaan, dan kesedihan yg lewat lalu muncullah nada kematian yg membuat semua orang menangis melihat permainan gitar ku. Aku hanya memainkan gitar sambil tersenyum dan mulai bernyanyi.


Arti dari lagu yang ku mainkan adalah : jiak memang semua kata kebahagiaan itu palsu tak apa, aku tau takdir seperti memainkan ku. Aku tak mau Mempercayainya lagi. Aku harap aku bisa bahagia.sudahlah jika semuanya sia sia. Aku memang pantas mati. Lagi pula kematian tidak buruk. Asalkan bisa Menghentikan nya. Di kehidupan Selanjutnya aku harap tuhan ada di pihakku


Makasih buat mereka yang telah Menyayangi ku dengan tulus.


Aku memainkannya dengan tenang. Setelah selesai aku mulai melihat mangkok itu. Dan aku berjakan ke arah mangkok itu..


"Semoga di kehidupan Selanjutnya apa boleh aku menjadi teman mu kak, jika boleh aku inggin kau menjadi kakak ku" Aku bertanya padanya. Yah aku melihat dia menangis histeris lalu dia berkata.


"Jika boleh. Aku inggin seperti itu" Ucapnya. Aku mulai menangis dan akhirnya aku memegang mangkok itu dan meminum racun tersebut. Aku mendengar suara tangisan kak siska membuatku semakin enggan untuk mati. Tapi ini demi dia hidup. Aku selesai meminum itu dan merasakan jantung ku terasa sangat sakit.


"Akhirnya. Aku bisa menjelaskan nya. Selama 15 tahun ini aku bahkan tak pernah keluar istana ku" Ucap ku membuat semua seisi istana ku terkejut. Jadi jika aku tak pernah keluar istana, berati siapa yang meracuni Xyila??...


Aku melihat raut wajah iblis itu yang kaget dan terlihat ia merasa bersalah.bagus!!. Aku juga inggin kau menderita karna telah membunuh semua kakak ku.


"Hehe....semoga kutukan tak terjadi pada anda yang mulia. Karna semuanya telah DI MULAI" Aku berucap dengan menekan kata terakhirku dan seketika aku mulai jatuh ambruk. Aku mendengar tangisan kak siska dan merasa aku di pangku oleh kak siska.


"Putri...hiks..hiks" Kak siska terus menangis. Seketika aku sedikit mencoba membuka mata dan berkata.


"Jangan menangis kak, dan jangan pernah panggil aku putri Karna aku bukan bagian dari keluarga iblis itu" Ucap ku padanya.


"Baiklah, jangan memaksakan diri. Pasti sangat sakit. Tenang saja kakak akan menjaga mu" Ucapnya lalu aku melihat pengawal di atasnya seperti inggin Memenggelanya. Aku inggin mengehentikan itu tapi....aku telat.


Kepala kakak sudah terpisah dari tubuhnya, " Kakakkkkkkk!!!" Aku berteriak frustasi. Siapa pun yg mendengar teriakan ku juga tau kalo bahwa teriakkan itu adalah teriak sakit, frustasi, sedih, dan marah. Yah aku sangat marah.


" APA TAK LELAH KALIAN MENGAMBIL MEREKA SEMUA DARI KU??" Aku berteriak, dan ya aku melampiasman amarah ku.


"DASAR KALIAN IBLIS, APA TAK CAPE HAH. KALIAN TAK PERNAH TAU APA YANG AKU RASAKAN. TIDAK CUKUP KALIAN MEMBUNUH KAK NANA DAN KAK VERA, DAN SEKARANG KAK SISKA BAGAIMANA JIKA KALIAN YANG BERADA DI POSISISKU. KALIAN TAK AKAN TENANG SELAMANYA. KALIAN TELAH MELAKUKAN DOSA BESAR. LANGIT AKAN MEHUKUM KALIAN" Aku berteriak. Ya tiba tiba awan yang taidinya cerah menjadi hitam. Petir petir besar bersuara sangat keras membuat mereka panik, dan angin kencang membuat mereka tambah panik, lalu aku melihat tubuhku yang bercahaya, mereka yang melihat aku yang mulai bercahaya dan perlahan menghilang mulai ketakutan, ya sekarang aku ingat siapa aku....


*malaikat*


Aku mengingat semuanya. Ternyata aku bukan manusia, ck....baiklah biarkan kutukan ini menemani kalian. Tapi aku tidak inggin mereka yang tak bersalah terkena ini. Aku hanya akan memberi kutukan kepada iblis itu. Kakak ku dan waniat jal@ng itu...


"HAHAHA...KALIAN TELAH MENYAKITI ORANG YANG SALAH, KUTUKAN ITU UNTUK KALIAN BERTIGA" Ucap ku lalu aku menghilang dari hadapan mereka, petir petir semakin kencang, angin semakin cepat, awan semakin hitam, semuanya semakin gelap, lalu turunlah hujan, hujan itu bukan hujan biasa. Itu hujan darah. Semua semakin panik dan takut termasuk ketiga orang itu..


Ckck...aku bahagia sekali rasanya..


*kisah putri sky flagtown heaven's selesai*


TBC.

__ADS_1


maaf ya kalo gk nyambung, terus banyak banget typonya ya.


Moga suka😊


__ADS_2