
Raihan mengajak Raisa ke pesantren,Raihan memakaikan jaket jeans di tubuh raisa supaya Raisa tidak kedinginan,
" mau langsung ke pesantren apa mau pergi kemana dulu" tanya Raihan saat di dalam mobil
" langsung ke pesantren saja?" Raisa ingin segera berada di pesantren ia ingin istirahat di sana ,ia ingin melihat para santri yang saling bercengkrama satu dengan lainnya,
ada bahagia tersendiri melihat mereka yang begitu akrab satu dengan yang lainnya,di sana seperti tak ada setatus sosial.
"ok....langsung ke pesantren seperti kata tuan putri" sambil mengerlingkan matanya ke arah Raisa
Raisa hanya tersenyum tipis,ia tersipu malu malu mendengar gombalan Raihan walau cuma kata kata yang sederhana
Raihan meraih tangan Raisa,di genggamnya tangan Raisa dengan tangan kirinya sedang tangan satunya ia gunakan untuk menyetir.
" jangan pernah lepaskan genggaman ini"sambil memperlihatkan tangan yang di genggamnya ke pada Raisa
Raisa selalu mengingat setiap tangannya di genggam raihan ia selalu mengucapkan kata kata itu,seakan Raihan benar benar menginginkannya
Raisa hanya melirik saja ia tidak pernah menjawab kata kata raihan
sesekali Raihan memalingkan wajahnya ke arah Raisa ia selalu memperlihatkan senyuman yang lembut dan tatapan yang meneduhkan,demikian pula Raisa sesekali ia melirik Raihan saat tanpa sengaja mereka saling bersitatap, raihan tersenyum lembut ke Raisa ,senyum tipis selalu terukir di bibir raihan selama perjalanan,
"sebentar lagi kita sampai " kata Raihan sambil melihatnya
Raisa hanya mengangguk.
" mau makan apa? biar nanti Abang bilang sama umi kalau menantu kesayangannya mau makan masakan mertuanya"sambil fokus ke jalan karena di depan ramai sekali karena ada pasar yang berada di pinggir jalan.
Raisa hanya menggeleng,nafsu makannya belum membaik jadi ia tidak ingin makan apapun.
" yang ada aja..gak usah repot?" kata Raisa akhirnya
" sama menantunya ini" ucap raihan menimpali kata kata Raisa
" gak" jawab Raisa akhirnya ia sulit sekali kalau harus berdebat dengan Raihan
tanpa terasa mobil Raihan memasuki pintu gerbang pesantren di bukanya pintu mobil sehingga ia bisa melihat anak anak santri sedang melakukan kegiatan
para santri yang melihatnya memberi hormat dengan menganggukkan kepalanya
Raihan melajukan mobilnya menuju ke rumah abinya ia memilih parkir di depan rumah Abi,ia tidak ingin Raisa merasa malu atau minder karena penampilannya.
jika perempuan di sini selalu memakai hijab sedang Raisa berpenampilan yang mungkin menurut para santri Wati tidak sopan.
Raihan tahu sebagai seorang anak kiyai seharusnya ia bisa memberi contoh pada para santri Wati maupun santriwan.
tapi rasa cinta yang sulit ia hilangkan membuatnya melupakan harga diri yang selama ini Raihan junjung.
ia tahu ia salah ia yang seharusnya menjadi panutan sebagai anak dari pemilik pesantren dan juga sebagai penerusnya kelak memilih istri yang jauh dari kata sempurna,
tapi untuk menentukan pilihannya ia telah melakukan apa yang agama ajarkan.
"apa kita akan di mobil terus" Raisa yang melihat Raihan melamun mencoba bertanya
" eh.....maaf" raihan tersentak kaget
" kita turun" sambil membuka pintu mobil dan turun,ia berjalan ke samping untuk membukakan pintu mobil untuk Raisa
" ayo sayang?" Raihan mengajak Raisa untuk keluar dari dalam mobil
" apa masih sakit?"
" Abang gendong y?" Raihan ingin menggendong Raisa tapi Raisa segera menggelengkan kepalanya
" bisa sendiri?" Raisa langsung berjalan meninggalkan raihan.
" kok ninggal sih?" ia sedikit berlari mensjajari raisa
" assalamuallaikum" Raihan mengucapkan salam sambil tangannya meraih hendel pintu untuk membuka pintu
" ceklek" pintu rumah terbuka ia langsung masuk ke dalam sambil menggandeng Raisa
ia dan Raisa menuju teras samping ia hafal betul kebiasaan Abi sama umi jika siang hari mereka berdua akan duduk duduk atau tiduran di taman kecil yang di buat Abi khusus untuk umi yang suka bunga
__ADS_1
" assalamualaikum mik.....bi....?" Raihan berjala mendekati mereka tanpa melepas genggaman tangannya dari Raisa .
Raisa mengikuti Raihan ia membiarkannya Raihan memegang tangannya
"kalian ke sini? " tanya umi yang melihat mereka berdua ,ia tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya
" kenapa gak bilang " kembali umi bertanya saat Raihan memeluk umi dan mencium pipinya.
" Raisa mik....ingin tidur di sini ?" sambil melirik ke arah Raisa ,Raihan kemudian ganti memeluk abinya.
Raisa kemudian mendekat dan memeluk umi ada kehangatan yang ia rasakan.
" apa kabar mik?" saat ia melepaskan pelukannya
" baik sayang...kamu sakit?" tanya umi saat melihat wajah Raisa pucat
Raisa hanya tersenyum
" tadi malam panas mik......sama kepalanya pusing?" Raihan yang memilih duduk dengan Abi menjelaskan.
" udah periksa ke dokter?" umik seketika menjadi kuwatir
" udah mik" Raisa kemudian duduk di sebelah umi ,umi memegang keningnya mengecek apa masih panas apa tidak
" udah gak panas mik...."Raisa merasa sangat di perhatikan oleh umik
"mau umik masakin apa untuk makan malam biar cepet pulih?"umi begitu menyayangi Raisa seperti anaknya sendiri.
" terserah umik saja?'raisa menjawab di iringi dengan senyum yang lembut
" benar tidak ingin makan sesuatu? " kembali umi mengulang kata katanya,meyakinkan menantunya jika ia ingin makan sesuatu pasti ia akan memasaknya
umi memeluk Raisa dari samping sambil tangannya mengelus rambut Raisa.
Raisa kembali menggeleng,ia melihat ke sekeliling di lihatnya tanaman hias yang sama seperti punya bibik
" umik penggemar tanaman bonsai?" tanya Raisa antusias ia bahkan sempat membulatkan matanya ketika melihat berjajar tanaman bonsai
tanaman bonsai umi tak kalah banyak dari bibik
" curhat nih ceritanya Abi?" goda Raihan
sedang umi hanya tersenyum ,suaminya ini senang sekali bercanda
" bibik juga suka bonsai mik" kata Raisa
"iya umi tahu pas kalian nikah...umi lihat tanaman bonsai bibik bagus bagus....e.....belum sempat cerita bibiknya udah pergi ke kampung dulu"
" udah berapa lama bibik di kampung" tanya Abi pada Raisa
"hampir tiga Minggu,sekalian di kampung musim panen padi jadi bibik sama Mamang mengurus panen dulu?
"o...." Abi manggut manggut
"nanti kapan kapan kita ke sana bersama bi...biar tahu kampung bibik yang masih original" dengan sedikit tertawa kecil
Raihan yang melihat Raisa berbicara sopan pada abinya perasaannya merasa terharu,
" Abang tahu sebenarnya kamu orang baik" Raihan berbicara dalam hati
.
angin sore yang berhembus membu upat Raisa merapatkan jaketnya semua itu di lihat umi
" sayang kamu kedinginan?.....abang.... ajak istri kamu istirahat di kamar" perintah umi sama Raihan saat melihat Raisa merapatkan jaketnya.Raihan yang sedang berbicara pada Abi mengenai pesantren memalingkan wajahnya memandang Raisa dan umi bergantian
" dingin ya...."Raihan memandang raisa
Raisa hanya mengangguk
" ya udah kita ke kamar ya" Raihan beranjak dari duduknya menuju Raisa ,Raihan mengulurkan tangannya agar Raisa berdiri
dengan ragu ragu Raisa meraih tangan Raihan ia kemudian bangkit dari duduknya
__ADS_1
" Bi.....mik ...Raihan ke kamar dulu?" pamit Raihan pada umi dan Abi
" ke kamar dulu ya mik...." Raisa juga berpamitan sama umi,
" istirahat dulu ya..." sambil mengangguk
Raisa menganggukkan kepala pada Abi sebagai tanda ia pamit ke dalam dulu
Abi membalas anggukan Raisa dengan anggukan juga.
Raisa dan raihan beranjak pergi ke dalam rumah,tapi di depan pintu mereka berpapasan dengan syanum
"assalamuallaikum....."teriak syanum saat sampai di pintu
"waallaikumsalam" jawab Raihan yang sudah ada di depan pintu masuk
" aduh adik Abang kenapa teriak teriak sih...anak cewek yang sopan dong" ucap Raihan saat mereka sudah berhadapan
" Abang...." teriak syanum ke girangan
" kapan Abang datang?" sambil memeluk abangnya
" baru saja datang ...." Raihan melepaskan pelukannya
" salam sama kakak kamu" sambil kepalanya bergerak ke arah Raisa
syanum melihat ke arah di mana Raihan menunjukkan Raisa
syanum memutar matanya malas ia sebenarnya enggan berbicara pada Raisa,tapi kakaknya memaksanya
syanum mengulurkan tangannya untuk bersalaman sama Raisa ,
Raisa menyambut uluran tangan syanum,dengan buru buru syanum melepas tangannya
"Abang ke kamar dulu....? " Raihan yang tahu suasana yang tidak baik antara Raisa dan syanum memilih untuk segera mengajak Raisa ke kamar
tanpa menunggu jawaban syanum Raihan menarik tangan Raisa agar mengikutinya
syanum yang melihat kakaknya terlalu bucin dengan Raisa merasa semakin membenci Raisa .
Raihan menuntun Raisa pergi ke kamarnya,saat sampai di atas,Raihan membuka pintu kamar mempersilahkan Raisa masuk.
" istirahat dulu" sambil berjalan membuka jendela
Raihan yang masih melihat Raisa diam saja di tempatnya berjalan mendekatinya
" kenapa?" tanya Raihan yang melihat Raisa diam saja tangannya mengelus lembut pipi Raisa.
Raisa hanya menggeleng ia berjalan menuju tempat tidur kemudian duduk .Raihan berjalan mengikutinya, ia memilih duduk di depan raisa. Raisa memperhatikan sekeliling ruangan kamar,ada yang berbeda yang dulu waktu pertama masuk ke ruangan ini belum ada,ia melihat di dinding terpampang sebuah foto berukuran besar foto dirinya dan suaminya
Raihan yang sadar Raisa memperhatikan foto yang ia pasang di dinding di depan tempat tidur tersenyum lembut
" kamu terlihat sangat cantik " puji Raihan,sedang Raisa yang mendapat pujian dari Raihan tersenyum tipis rona merah terpancar dari wajahnya ,ia segera memalingkan wajahnya menghindari tatapan Raihan.
"Raihan meraih tangan raisa dan di genggamnya ,raisa hanya melihat tangannya yang di genggam Raihan.
Raihan memandang Raisa, wajah yang begitu dekat serta hembusan nafas yang tercium oleh Raisa membuat Raisa tak kuasa memejamkan matanya.
jiwanya mendadak menjadi lemah,ia seakan menjadi luluh dengan manusia yang namanya Raihan
wajah yang begitu dekat serta mata yang tertutup membuat Raisa terlihat cantik di mata Raihan. bibir yang sedikit terbuka membuat Raihan menginginkan lebih.
perlahan ia melepaskan genggaman tangannya pada Raisa ,tangannya bergerak menyusup di balik kepala Raisa bersama dengan bibirnya yang bergerak mendekat ke arah tujuannya
tanpa menunggu lama akhirnya bibir Raihan sampai pada tujuannya.
Raihan mulai ******* bibir Raisa dengan lembut,membawa raisa terbang ke awan awan hal yang tak pernah Raisa rasakan sebelumnya .
tangan Raisa reflek memegang pinggang Raihan,rasa nikmat yang ia rasakan membuatnya meremas kaos yang di pakai Raihan.
Raihan merasakan jika Raisa kini mulai menikmati ciumannya ,ia merasakan jika tubuh Raisa tidak sekaku dulu,dan itu membuatnya semakin menginginkan....
Raisa sadar jika dia juga menikmati ciuman Raihan sensasi yang belum pernah ia rasakan,tubuhnya seperti di aliri aliran listrik... ia juga menginginkan lebih
__ADS_1
tanpa ia sadari ia mulai melakukan apa yang Raihan lakukan.dengan ragu ragu ia menyesap bibir Raihan yang tidak terlalu tebal. ia yang baru pertama kali melakukannya merasakan sesuatu yang nikmat yang belum pernah ia bayangkan.
Raihan yang menyadari Raisa membalas ciumannya hatinya seketika bahagia, ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi ............