Menemukanmu

Menemukanmu
episode 32 aku akan selalu ada untukmu 3


__ADS_3

kini ia menatap laki laki yang berhenti tepat di depannya.laki laki itu membuka helm yang menutupi wajahnya ia tersenyum penuh arti pada dirinya. laki laki itu turun dari motornya berjalan mendekati raisa.kini mereka saling berhadapan jarak mereka hanya satu meter ia bisa melihat jelas wajah laki laki di depannya yang tak henti henti tersenyum sejak masih di atas motor.


ia yang terpaku masih bisa mendengarkan suara para penonton yang gembira


" hore gue menang"


" sial gue kalah"


" wah...ternyata dia hebat juga"


" wih keren...gue gak nyangka"


semua penonton bersorak sorai, ada yang menikmati kemenangannya ada pula yang sedih karna kalah taruhan.mereka yang baru saja merasakan ketegangan karena balapan yang mereka lihat sebelumnya seolah bernafas lega, mereka yang sebelumnya penasaran dengan hasil pertandingan kini terjawab sudah,


raisa yang masih terpaku tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang di kejutkan dengan suara lembut di depannya.laki laki yang ia harapkan untuk kalah .laki laki itu adalah raihan.


" saya menang" dengan senyum yang meneduhkan hati.


" kali ini kamu harus memenuhi janji kamu?"


diki berlari mendekati raihan ia tak percaya temannya mampu melewati permainan ini.


" lo gak papa?" tanya diki dengan nafas memburu ia yang sejak pertandingan mencemaskan raihan kini ia merasa lega karena temannya ternyata baik baik saja.


raihan hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari raisa.


raisa membalas menatap laki laki di depannya , ia merasa ada sesuatu yang entah apa yang lelaki ini inginkan, yang menyangkut dirinya.


"apa yang kamu inginkan?" tanya raisa


raihan menatap raisa lekat lekat...sebelum ia mengucapkan permintaannya pada raisa


"menikah denganku"


"dek...dek...dek...dek..." seolah dunia berhenti berputar..semua orang yang ada di sana seolah ikut terpaku .


" kamu gila" dengan sedikit berteriak raisa dan diki berucap bersamaan.

__ADS_1


" lo apaan sih...lo udah kelewatan, gue gak akan biarin lo kali ini" bentak diki


" kamu sudah janji"kembali raihan membalas ucapan raisa tanpa memperdulikan ucapan diki.


diki menarik nafas dan membuangnya kasar ia tak habis fikir jika temannya akan meminta ini dari raisa...." gila...benar benar gila" umpat diki lebih kepada dirinya sendiri tapi masih di dengar oleh raihan dan raisa .ia mengusap wajahnya kasar...ia benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran temannya ini


kini angga pun ada di dekat mereka , ia merasa tak terima dengan permintaan raihan. jika raisa harus menikah dengan raihan. ia mendekat ke arah raihan,


" lo ngejebak dia ya" tunjuknya pada raihan.ia langsung mencengkeram jaket raihan.


raihan, diki dan raisa menoleh ke asal suara, raisa melihat angga yang datang bak seorang pahlawan untuk membelanya.angga yang mencengkeram jaket raihanlangsung di tepis oleh diki


"lo apaan" diki langsung sigap ia tidak mau temanya terluka.


raisa yang melihat gelagat tidak menyenangkan membuatnya beranjak untuk pergi


"kamu mau kemana"


" lo mau keman "kata kata yang sama yang keluar dari bibir raihan dan angga .


raisa yang acuh tak menjawab pertanyaan kedua orang itu ia hanya ingin segera pergi dari tempat ini.


ia kembali menatap raihan terlihat jelas kemarah di matanya


" ok...gue akan penuhi janji gue " ia menjeda ucapannya"kasih gue waktu?!" ia lalu berjalan meninggalkan raihan menuju motornya.rasa sakit di kakinya tidak ia perdulikan lagi .ia ingin segera pulang ke rumah memeluk bibiknya.tiba tiba saja otaknya jadi sulit berfikir.


saat ia ingin menaiki motornya raihan mencegahnya


" saya antar pulang?" tawarnya pada raisa.


raisa tak mengindahkan ucapan raihan ia tetap berjalan menuju motornya walau dengan sedikit pincang.walau ia kesusahan menaiki motornya ia tetap tidak mau memohon bantuan pada raihan rasa gengsinya jauh lebih tinggi...


" awas lo...ya!!! gue akan buat perhitungan dengan lo" ia lalu berjalan menuju raisa saat selesai mengancam raihan.


" gue antar lo pulang" tawar angga pada raisa


raisa pun tak merespon ucapan angga, ia tidak mau merasa di kasihani , "ia bisa harus bisa sendiri, ia kuat tidak perlu bantuan orang lain",dalam hati ia menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


pandangan semua orang yang melihat raisa sulit sekali di tebak..mereka tahu wanita ini adalah wanita yang tangguh itu terbukti dari sepak terjangnya dalam dunia balap liar .


angga mencoba menyentuh bahu raisa agar raisa melihatnya


" jangan menyentuh gue" ia menghardik angga


seketika angga langsung melepas tangannya dari bahu raisa


"ok...ok"sambil tangannya naik keatas seperti orang menyerah, ia melihat aura yang dimiliki raisa begitu kuat, raisa punya kemampuan untuk membuat lawannya takut hanya dengan tatapan tajamnya.


" gue masih mampu bikin lo babak belur" sambil menaiki motornya yang terparkir dengan gagah.


raihan berjalan mendekati raisa, sikap yang tenang dalam menghadapi sesuat hal adalah kelebihan raihan ,


"saya akan beri waktu kamu sampai kapanpun kamu siap, tapi jika kamu meminta saya untuk membatalkannya saya tidak akan pernah mau" raihan yang semula menatap raisa kini beralih menatap angga


" ini adalah janji raisa dulu kepada saya dan saat ini saya hanya menagih janjinya pada saya" dengan suara kalem ia menjelaskan pada angga


" intinya lo jadi ngejebak dia dengan janjinya kan" angga menjadi emosi dadanya naik turun menaha emosi.


"terserah dengan apa yang anda fikirkan" ucap raihan lagi


kini raisa dan raihan saling bertatapan, raihan tersenyum manis pada raisa , tapi raisa hanya melihatnya sekilas ia langsung mengalihkan pandangannya dari laki laki di sampingnya.ia memakai helm dan kemudian menyalakan mesin motornya.tanpa sepatah kata ia melesat meninggalkan orang orang yang masih membicarakannya.


" awas lo..ya?! sambil menunjuk ke arah muka raihan .angga merasa tidak terima, ia seperti kalah telak dari laki laki ini.ia kemudian bergegas pergi meninggalkan raihan dan diki yang berada di belakang raihan.


diki mendekat dan menepuk bahu raihan


" apa keputusan lo ini sudah lo pikirkan matang matang." raihan yang kaget karena tepukan di bahunya menoleh


" kamu tahu aku dari dulu , setiap keputusan yang aku ambil aku sudah memikirkannya bahkan sudah meminta petunjuk dari allah.


diki menarik nafas dalam dalam ia tahu temannya ini pasti sudah memikirkannya masak masak, apa lagi ini menyangkut hubungan seumur hidup.


" jika ini keinginan lo dan menurut lo ini yang bisa buat lo bahagia gue akan dukung lo"


kini raihan tersenyum lega ada temannya yang mau mendukungnya

__ADS_1


" kita pulang" ajaknya pada diki, diki hanya mengangguk sambil mengikutinya.


sementara itu antonio yang kalah bertanding langsung meninggalkan arena karena merasa malu, ia malu karena kalah dengan pemain amatir.


__ADS_2