Menemukanmu

Menemukanmu
episode 61 bertemu seseorang dari masa lalu


__ADS_3

kini Raisa sudah ada di meja makan ,ia duduk di sebelah Raihan, suasana di meja makan terasa mencekam,bude yang masih bersikap tidak perduli dengan Raisa serta syanum yang cuek pada Raisa seolah menganggap Raisa tak pernah ada.


umi mengambil nasi untuk Abi,di lihatnya bude Hanna juga melakukan .Raisa berfikir apa ia juga harus melakukannya


raisa masih diam ia bingung haruskah ia melakukannya, sedangkan selama ini ia saja jika makan tinggal membuka mulut karena bibik selalu menyuapinya seperti anak kecil.bahkan kemarin ia di paksa bibik untuk mengambilkan makanan untuk Raihan.


" mau makan apa?" Raihan memandang Raisa bertanya apa yang Raisa ingin makan


"gue ambil sendiri" dengan sedikit berbisik Raisa bilang pada Raihan


" jadi ini istri yang kamu bangga banggakan,melayani suami saja tidak pecus masak Seorang suami malah melayani istrinya"


Raihan menggenggam tangan Raisa ,mencoba memberi kekuatan.raisa mencoba menahan diri ia sebenarnya kesal.


"mbak kita makan dulu,jangan memancing keributan" Abi mencoba memberi peringatan pada bude agar diam


akhirnya bude diam ia mengurungkan niatnya untuk tidak banyak bicara


"sayang ayo makan" umi berbicara pada Raisa ia sangat menyayangi menantunya ini


" iya mik" akhirnya Raisa mengambil makanan yang mudah untuk ia makan


" ambil lauknya dong" kata umi yang melihatnya hanya memakan nasi sedikit dan sayur SOP


" pakai ayam mau" tawar Raihan


" gak" jawabnya berbisik


syanum yang menyaksikan semua orang begitu menyukai Raisa bahkan abinya juga itu membuat dirinya semakin benci Raisa


"kapan kalian pindah ke sini" pertanyaan yang membuat Raisa terkejut.ia memandang Raihan mencoba meminta jawaban lewat matanya


" nanti bi.....biarkan kami menikmati kebersamaan kami yang seperti ini"Raihan tau Raisa pasti terkejut,ia belum membicarakan ini pada raisa


" iya..Abi tahu ...jika Abang sudah mengajak istri tinggal di sini Abi kan bisa menyerahkan kepengurusan pesantren sama Abang"


" iya Bi" jawab Raihan kalem


"dhek ..." sekali lagi Raisa kaget ia belum membicarakan ini dengan Raihan,ia melirik ke arah Raihan yang duduk di sampingnya terlihat laki laki di sampingnya ini sangat tenang


"nak Raisa.... kamu harus belajar mempersiapkan diri menjadi istri dari pengurus pondok pesantren ini"


"dhek....." kembali Raisa terkejut, air mukanya tiba tiba saja menjadi tidak bersahabat.ia tidak siap dengan ini semua


Raihan yang melihat perubahan sikap Raisa hanya menarik nafas,ia tahu ia belum pernah membicarakan ini semua dengan Raisa, ia harap Raisa akan mengerti posisinya dan mendukungnya.


"Abi sama umi Raisa pamit pulang dulu, bibik sama Mamang mau pulang kampung,adik Mamang sedang kritis,jadi Raisa dan......" Raisa sempat bingung harus menyebut apa suaminya ini didepan keluarganya" Abang" akhirnya kata itu terucap" pulang dulu?"Raisa mencari alasan agar bisa terbebas dari tempat ini.


"oh..." umi manggut manggut" maaf ya sayang Abi sama umi gak bisa jenguk" ucap umi dengan nada sedih " besok Abi sama umi harus ke Bandung?"


" gak papa mik"


Raihan tersenyum tipis ia senang Raisa menghargai dirinya karena memanggilnya Abang di depan keluarganya.


setelah selesai sarapan Raihan dan Raisa berpamitan pada umi dan Abi


" sering sering ke sini ya sayang"umi memeluknya dengan penuh kasih sayang,


" jangan kapok main ke sini, jangan di masukin ke hati kata kata bude Hanna" umi terus memberi nasehat Raisa .

__ADS_1


Raisa hanya mengangguk ia membalas pelukan umi ,pelukan itu terasa hangat bagi Raisa.


"maaf ya mik Raisa membuat suasana menjadi tidak nyaman"


"jangan berbicara seperti itu?" umi mencoba menenangkan Raisa.


raisa menghormati Abi sama umi, ia juga berpamitan pada bude Hanna ,tapi bude Hanna hanya memalingkan wajahnya


Raisa tak perduli dengan sikap mereka toh ia sudah terbiasa dengan semuanya,ia terbiasa sendiri.


Raisa menuju ke syanum yang masih cuek dengan dirinya ,di sini ia hanya menghormati umi serta Abi


"gue pulang dulu " dengan basa basi Raisa memeluk syanum


"pulang sana dan jangan pernah kembali?" syanum berkata lirih dengan penekanan .


" Lo cantik...tapi hati Lo busuk?" kini giliran Raisa yang berbicara lirih dan juga penuh penekanan.


rajsa melepas pelukannya pada syanum, ia kembali berjalan mendekati Raihan


syanum Abang pulang dulu ya?" dengan sedikit berteriak Raihan berbicara


syanum hanya mengangguk ada bulir air mata yang jatuh ke pipinya yang segera ia seka, ia tidak ingin kedua orang tuanya mengetahui, ia begitu sedih melihat kakaknya yang tampan, berwibawa dan juga punya sikap yang baik,penyabar merupakan paket komplet seorang laki laki, ia begitu sedih dan tak bisa menerima kakaknya yang baik harus mendapatkan istri yang baik pula,tapi kenyataannya kakaknya yang baik harus mendapatkan wanita yang buruk dalam segala hal.


kini Raisa sudah berada dalam perjalanan pulang, berkali kali ia memijit kepalanya yang sedikit pusing akibat efek tadi malam


" kamus sakit?" tanya Raihan


"kita pergi ke dokter dulu?


"tidak gue butuh tidur?" jawab Raisa singkat


Raihan memberitahu Raisa jika ia akan pergi sebentar untuk ke temu temannya.


"gue gak mau tinggal di pesantren,jangan tanya alasannya karena Lo sudah tahu" Raisa melirik Raihan bertepatan dengan Raihan yang memandang Raisa.


"kita bicarakan nanti?" Raihan menarik nafas dalam dalam,ia tahu pasti akan sangat sulit meluluhkan hati Raisa.


Raisa tak menjawab ia hanya memandang lurus ke depan melihat mobil mobil yang berjalan di depannya.


dalam perjalanan pulang mereka berdua hanya diam saja, Raihan tahu Raisa orang yang tertutup.


saat berhenti di lampu merah ada hal yang sekarang Raihan tahu,Raisa selalu memberi uang pada anak anak pengamen.


Saat berhenti di lampu merah dengan cepat pasti Raisa akan turun dan memberi mereka uang


hal yang sederhana yang Raihan sukai dari Raisa ,salah satu hal yang membuatnya jatuh cinta pada Raisa adalah kepeduliannya terhadap sesama.


saat masuk mobil Raisa melihat Raihan tersenyum lembut padanya,saat Raihan melihat Raisa masuk ke dalam mobil yang bertepatan dengan lampu menyala warna hijau


tanpa Raisa sadari tiba tiba Raihan meraih tangannya dan menggenggamnya.raisa yang tidak tahu jika Raihan akan memegang tangannya hanya diam saja,


Raihan memegang tangan Raisa dan meremasnya lembut


" Abang ingin seperti ini selamanya?" sambil menunjukkan tangan Raisa yang di genggamnya pada Raisa,"


Raisa membiarkan tangannya di genggam Raihan,tangan Raihan terasa hangat menyentuh tangannya.


" mau mampir ke mana dulu?" tanya Raihan

__ADS_1


" ke indopril?"jawab singkat Raisa


" ok"


Raihan membelokkan mobilnya ke indopril ia memarkirkan mobilnya tepat di depan indopril


" biar Abang yang turun,mau beli apa ?"


"pembalut?"


" oh....." sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


raihan tidak pengalaman dalam hal membeli yang satu ini,maka itu ia langsung turun dan bergegas membuka pintu mobil untuk Raisa.


Raisa turun dari mobil sebelumnya ia mengambil dompet yang ada dalam tas


"Abang tunggu di mobil ya ?"


Raisa tak menjawab ia bergegas masuk ke dalam


saat akan masuk Raisa bertabrakan dengan seseorang, Raihan yang melihat Raisa hampir terjatuh langsung mendekat


" kamu gak papa sayang?" tanya Raihan sambil merangkul pundak Raisa,sekali lagi Raisa tak menjawab ia hanya melihat Raihan yang panik


" kamu .....kamu Raisa kan?"laki laki yang menabrak Raisa berbicara ia seperti kaget melihat Raisa


" Raisa dan raihan hanya memandang laki laki yang ada di depan mereka


" ini aku sa...ini aku" sambil tangannya menunjuk ke diri sendiri,laki laki itu terlihat bahagia melihat Raisa


tiba tiba saja laki laki itu memeluk raisa tak memperdulikan Raihan yang ada di dekat raisa


" ini aku sa...Andre...teman masa kecil kamu,aku cari kamu kemana mana,maafin gue sa?"


Raihan ingin memperingatkan laki laki yang memeluk istrinya,tapi Raisa sudah terlebih Dalu memperingatkan laki laki itu


" gue gak kenal?" sedikit berteriak dan melepas paksa pelukan Andre ,Raisa melangkah ingin masuk ke dalam, tapi sekali lagi Andre menarik tangannya.


"lihat aku sa ini aku Andre?"sekali lagi Andre meyakinkan Raisa


" gue gak kenal Lo, ?!" sekali lagi Raisa menjawab


"Lo minggir atau gue hajar" Raisa berkata dengan nada penuh penekanan.sikapnya yang dingin kini terlihat semakin dingin


" gue gak pernah lupa sama kamu sa,dan aku tahu kamu gak lupa sama aku?"


" maaf sa ...maafkan aku?" Andre berusaha meyakinkan Raisa ,tapi Raisa tetap bersikap cuek dan tak perduli


" sayang ayo cepat nanti aku ketinggalan pesawat" seseorang wanita cantik Titi tiba memanggil Andre dari dalam mobil.


"sa..." Andre manggil Raisa dengan wajah yang memelas


" sayang?!" sekali lagi wanita yang ada di dalam mobil memanggil Andre dengan manja sambil tangannya menunjuk ke jam yang ada di tangan satunya .


" ia sebentar sayang" ia meminta pada wanitanya untuk bersabar.


Raisa hanya melirik wanita yang ada di dalam mobil,


" sa...gue minta maaf" Andre menyatukan kedua tangannya memohon Raisa agar memaafkannya.

__ADS_1


tanpa menjawab Raisa akhirnya masuk ke indopril membiarkan Andre dan Raihan yang terbengong.


__ADS_2