
kini raisa sudah duduk di meja yang sama dengan raihan dan juga diki, ternyata raihan menjemput raisa dengan mengajak diki, ia menunggu di cafe bandara saat raihan nyamperim raisa di pintu keluar penumpang.
sebenarnya diki malas sekali menemani raihan menjemput raisa. ia yang sedang malas malasan di kamarnya harus terganggu dengan bunyi telpon yang berulang ulang.ia sudah bilang pada raihan tak ingin ikut menjemput raisa.rasa tak sukanya pada perempuan itu masih ada dalam hatinya.
" temani aku jemput raisa"
" dia bukan mukhrimku"
" aku gak mungkin berdua dengannya satu mobil"
" aku gak enak menolak permintaan bibiknya"
kata kata yang raihan ucapkan membuatnya luluh...dia memang tak bisa menolak temannya yang satu ini.
"jemput gue sejam lagi" akhirnya ia mengucapkan kata itu
dan kini ia harus melihat perempuan yang tidak ingin ia lihat .perempuan yang selalu memasang wajah dingin kepada siapapun.....entah apa yang di sukai temannya terhadap perempuan ini .cantik sih cantik tapi jika meliat kelakuannya haduh.....ampun deh ...ia memggeleng gelengkan kepalanya sendiri .semua itu tak luput dari perhatian raihan.
"kenapa?" tanya raihan
ia hanya mengedikkan bahu tanda ia enggan menjawab.
" kamu dah pesen dik?" tanya raihan pada diki
" dah sekalian lo gue pesenin" ucap diki sambil memainkan hapenya .
" kamu sudah makan sa ?" mau di pesenin"
raisa hanya menjawab dengan gelengan,
"air mineral " kata raisa
raihan tersenyum,walau ia tahu mungkin hatinya kecewa terhadap raisa tapi apalah daya dia bukan siapa siapa raisa yang berhak melarangnya.ia beranjak dari duduknya menuju lemari pendingin yang ada di ujung ,ia mengambil satu botol air mineral dan memberikannya pada raisa.
" ini" raihan menaruh air mineral dari tangannya di depan raisa setelah membuka segelnya .
"hmm" raisa hanya menjawab dengan deheman tanpa mengalihkan pandangannya dari layar hape
raisa fokus pada ponselnya, ia memeriksa laporan yang dikirim sam beberapa hari yang lalu sebelum ke semarang yang belum sempat ia periksa.ia tidak perduli orang orang di sekitarnya termasuk diki dan raihan...dari pada ia bete melihat diki dan raihan makan lebih baik ia bekerja.
" tulalit ...tulalit.....tulalit..." di tengah tengah ia sedang memeriksa laporan hapenya berbunyi....ia berdecak kesal
" che...." akhirnya ia angkat juga
"aku dah sampai" tanpa menunggu sam berbicara ia mematikan hapenya , ia kembali menyibukkan diri.
raihan dan diki yang melihat raisa menerima telpon dengan singkat tanpa menunggu jawaban hanya saling pandang .
__ADS_1
dalam hati diki berkata" benar benar dingin dan cuek ni cewek"
sedang raihan hanya menarik nafas...ia sedikit tahu tentang raisa yang bersikap dingin kepada semua orang.
mereka berdua masih memperhatikan raisa dalam diam.sesekali raihan melirik raisa yang masih fokus pada layar hapenya" wajah polos tanpa make up ini kenapa mengusik hatiku...wajah yang dingin tanpa senyuman di bibir terkesan sombong...apa yang membuat hati ini begitu menginginkannya, walau aku tahu keburukannya...tapi kenapa tak mengurangi rasa ini"batin raihan
"barang yang masuk sama keluar banyak selisihnya cari tahu dikirim kemana?!"raisa membentak seseorang yang ada di seberang sana.
raihan dan diki melihat raisa menghubungi seseorang dan sekali lagi mereka melihat raisa yang mematikan telpon sepihaknya ...seolah harga mutlak yang harus di patuhi orang yang ada di seberang....
apakah memang seperti ini sikap dan kelakuannya....arogan batin diki lagi...
raihan dan diki sudah selesai makan , mereka melihat raisa yang masih fokus pada hapenya
" sa...." panggil raihan lembut
raisa mendongakkan wajahnya memandang raihan yang juga memandangnya
" saya mau minta maaf tentang ....emmm..." raihan mencoba mencari kata kata yang pas agar raisa tidak tersinggung...
raisa memandang raihan yang mempunyai tatapan teduh itu....
" tadi saya kerumah.....saya minta maaf atas nama teman saya" ia menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya
" mungkin dia tidak sengaja....tolong maafkan?"
" menyebarkan foto gue ke medsos itu lo bilang tidak di sengaja?" raisa tersenyum sinis
"itu memang gue..."
"gue gak butuh pembelaan apa lagi pencitraan.."
"suka atau gak suka orang sama gue....gue gak perduli...... "
"selama gak ngusik gue?! dan temen lo udah ngusik gue......
"gue gak akan cari masalah selama orang gak cari masalah sama gue...dan temen lo cari masalah sama gue......
"gue gak perduli urusan orang lain selama orang gak gurusin hidup gue dan temen lo udah ngurusin hidup gue....
"kenal enggak cari masalah iya........?"
" apa temen lo terlalu cemen ..sampai lo yang harus minta maaf" sambil menaruh tangannya di dada.
kini giliran raihan yang menarik nafas...ternyata sesulit ini melunakkan hatimu....bati raihan.
diki yang melihat raisa berbicara seperti itu kembali tersulut emosi...."nih cewek emang bikin emosi" batin diki
__ADS_1
"jaga ya omongan lo" bentak diki
" ngomong sama lo kayak ngomong sama orang yang gak berpendidikan " sambung diki lagi
"dan ka...." belum sempat ia melanjutkan kata katanya raihan memotong kalimatnya
" dik....." sambil melotot kearah diki.
diki hanya berdecak sebel....
" saya tahu teman saya salah.....mungkin penyebabnya secara tidak langsung di karenakan saya......teman saya mungkin ingin yang terbaik buat saya.... tapi belum tentu menurut teman saya baik menurut saya juga baik......" dengan tutur kata yang lembut raihan mencoba menjelaskan pada raisa.
raihan tersenyum ke arah raisa
" di maafkan atau tidak setidaknya saya sudah mencoba meminta maaf"
raisa membuang nafas kasar....
" suruh ia minta maaf di akun sosmed nya selam seminggu" ucap raisa tegas
kembali raihan memgeluarkan senyum termanisnya..
" nanti saya akan bicara sama dia"
" sekarang saya antar pulang....sudah malam" raihan mengambil hape yang ada di meja dan menaruhnya didalam saku celana...
" kamu ambil mobil...." sambil menyerahkan kunci mobil sama diki.
diki bangkit dari duduknya sambil mengambil kunci dari tangan raihan.
" saya bayar makan dulu"sambil berlalu meninggalkan raisa yang sendiri . diki meninggalkannya untuk mengambil mobil di parkiran.
raisa merapikan hape dan beberapa miliknya ke dalam tas punggunggya, ia berdiri dari duduknya , berjalan mengikuti raihan yang sudah ada di depannya.
ia seharusnya naik taxi saja...lebih nyaman sendiri....dan juga tidak merepotkan orang lain.
apalagi satu mobil dengan laki laki yang bernama diki, laki laki yang sudah memasang wajah permusuhan dengannya.
saat ia berjalan ia melihat seorang pengemis yang sudah sangat tua yang sedang duduk di bawah... ia ingat uangnya masih tersisa dua lembar warna merah,,....yang tiga entah ia gunakan untuk apa tadi.....ia menghampiri si nenek dan memberikan selembar warna merah yang masih ia punya.... tanpa bicara ia menyodorkannya dan mengangguk supaya nenek itu menerimanya....si nenek melihat raisa menganggukkan kepala tanda ia harus menerimanya , si nenek langsung mengambil uang yang ada di tangan raisa .setelah uang berpindah tangan raisa langsung memutar badan meninggalkan nenek yang belum sempat mengucapkan terimakasih.
tanpa raisa sadari seseorang di dalam mobil sedang memperhatikannya. " ternyata dia punya sisi baik...yang belum tentu gue punya...".....ucap diki seperti gumaman pada dirinya sendiri"
" lo merhatiin apa? "tepukan sedikit keras mengagetkannya dari lamunannya.
" nggak"....diki mencoba berkilah...
raihan mengikuti arah pandangan diki.....di sana ia melihat raisa berjalan menuju mobil yang ia tumpangi..
__ADS_1