Menemukanmu

Menemukanmu
episode 63 melihatmu semakin membuatku menderita


__ADS_3

Raisa pulang ke rumah sekitar magrib, saat ia membuka pintu di lihatnya suaminya sedang sholat magrib ,Raisa menarik nafas kasar ,ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah mengambil baju ganti.


ada perasaan bersalah yang tiba tiba muncul di hatinya saat melihat suaminya ,berkali kali ia mendesah seolah ingin mengeluarkan bebannya.


lama Raisa berada di kamar mandi waktu terlama yang pernah ia lakukan di kamar


mandi saat sedang mandi.


akhirnya Raisa keluar dari kamar mandi setelah ia berkali kali menarik nafas, ia sendiri bingung kenapa ia seperti ini,ia yang selalu berani menghadapi segala hal tanpa rasa takut sedikitpun kenapa dengan laki laki ini ia seolah minder dalam segala hal,


kini ia sudah duduk di tepi ranjang memperhatikan bahu kokoh milik suaminya dari belakang, ada rasa kagum yang coba ia tepis,


setelah selesai sholat magrib Raihan melanjutkan dengan membaca alqur'an ,ia tahu Raisa baru saja pulang,


setelah membaca beberapa ayat akhirnya Raihan menyudahinya.ia melihat kebelakang di lihatnya Raisa sedang memandangnya ia tersenyum lembut, ia beranjak dari duduknya menaruh Alqur'an di atas meja kemudian ia melipat sajadah yang ia sampirkan di sandaran kursi.


ia berjalan ke arah Raisa di lihatnya perempuan yang ia cintai terlihat sedih


" sudah makan" tanya Raihan lembut


Raisa hanya menggelengkan kepalanya


" kita makan dulu" sambil tangannya menarik tangan Raisa agar berdiri


" tadi Abang beli makanan buat makan siang belum sempat di makan" ia menarik Raisa berjalan keluar kamar menuruni tangga, Raihan masih menggandeng Raisa.


sedangkan Raisa diam saja,ia membiarkan tangannya di gandeng oleh Raihan.ia mengikuti kemana Raihan menuntunnya


"duduk dulu" Raihan menarik kursi agar Raisa duduk


"Abang panasin dulu, tadi Abang taruh di kulkas"


Raisa melihat Raihan yang berada di depannya sedang memanasi makanan yang di bawa tadi siang.ia terlihat sudah terbiasa melakukannya,sedangkan dirinya menyalakan kompor saja ia tidak tahu caranya.


dalam hati Raisa merasa bersalah,pasti suaminya juga melewatkan makan siang.


" sudah siap...!??.." Raihan sudah duduk di depan Raisa dengan sepiring makanan yang banyak,senyumnya yang mengembang di bibir menambah ketampanannya


" ini tadi dua porsi Abang jadikan satu" sambil menunjukkan dengan dagunya .


Raisa hanya memperhatikan tanpa bicara.ia semakin menderita melihat ini, suaminya yang sangat baik,ia seharusnya tak mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini.


" gue makan sendiri?" Raisa berdiri dari duduknya untuk mengambil piring.


" duduk.....k"dengan lembut Raihan memerintah Raisa untuk duduk. tangan Raihan menahan tangan Raisa untuk berdiri sentuhan hangat yang terjadi antara tangan Raihan dan Raisa menimbulkan gelenyer gelenyer aneh di tubuh keduanya.


tanpa berkata Raisa mengikuti keinginan Raihan untuk duduk kembali


"kita makan berdua, biar Abang yang suapin?" Raihan berdiri dari duduknya ia mengambil minuman dalam kulkas lalu kembali ke tempat semula.


Raisa tidak membantah atau mengiyakan ia tahu berdebat dengan Raihan ia yang akan kalah.


" buka dong mulutnya" tangan Raihan menyodorkan makanan ke mulut Raisa.


Raisa dengan malas akhirnya membuka mulutnya.


" kamu tahu,Abang ingin makan seperti ini terus,makan sepiring berdua dengan orang yang di cintai terasa lebih nikmat he...he...he" Raihan tertawa kecil


" Abang tidak bohong?" Raihan langsung menyela saat Raisa meliriknya tajam.


makan kali ini benar benar makanan ternikmat yang Raihan makan, karena ia makan bersama Raisa.


"bibik tadi telpon"

__ADS_1


Raisa mengernyitkan dahinya saat Raihan memberi tahu jika bibik menelponnya


" kenapa tidak meneleponku?"ia bergumam sendiri,tapi gumaman ya masih terdengar Raihan.


" sudah lihat hape? tadi bibik telpon kamu, cuma nada sambung saja yang terdengar?" Raihan menjelaskan kenapa bibik memilih menelponnya dari pada Raisa.


" bibik bilang kalau masih lama di kampung sambil nunggu adiknya sembuh sekalian di sana juga masa panen jadi banyak yang di urus mumpung di sana"


"oh..." Raisa hanya ber oh kecil


" makan dulu....." sambil kembali menyuapi Raisa


hari ini Raisa lebih banyak melamun,kata kata Antonio masih membekas dalam ingatannya.


Raihan menyodorkan segelas air putih pada Raisa setelah selesai makan.


" kenapa?" tanya Raihan saat melihat Raisa diam ,tersirat kesedihan lewat sorot matanya.


Raisa menerima segelas air putih yang di beri Raihan.


Raisa memandang Raihan ia tatap lekat lekat laki laki tampan di depannya, ia menggeleng pelan.


"mau cerita ke Abang?" tatapan penuh cinta yang di tujukan Raihan ke raisa membuat Raisa berdebar debar


Raihan mengulurkan tangannya menyentuh pipi putih milik Raisa di usapnya pipi Raisa dengan lembut, hal yang sangat ia suka dan sering ia lakukan bila bersama Raisa.


" tidak ada yang perlu di ceritakan" dengan mencoba menghindari sentuhan lembut Raihan ,dengan sedikit memalingkan wajahnya.


Raisa beranjak dari duduknya ia ingin mengambil rokok yang ada di kamar yang tertinggal karena Raihan ke buru menariknya keluar kamar.


" mau ke mana" Raihan memegang tangan Raisa mencegahnya pergi


"ambil rokok" dengan tarikan nafas yang berat.


Raihan melihat kepergian orang yang di cintai nya dengan perasaan sedih,ternyata Raisa masih menganggapnya orang lain. Bahkan ia tidak mau berbagi masalahnya dengan dirinya.


Raihan kemudian membereskan bekas makanan dan mencuci piring yang baru di pakai.


saat ia berbalik di lihatnya Raisa sudah duduk di meja makan ,ia melihat Raisa mulai menyalakan rokoknya,


"mau di buatin kopi atau teh" tawar Raihan ia berusaha menghidupkan suasana


"nanti gue buat sendiri" tanpa melihat Raihan Raisa mulai membuka layar hape dan mendiel satu nama


" bik kapan pulang" saat telpon di seberang sudah di angkat


" kenapa lama?"


" iya"


"iya"


"iya"


entah apa yang bibik bicarakan sehingga Raisa hanya menjawab iya iya saja


Raihan mendengarkan pembicaraan Raisa dengan bibik,ia memilih duduk di depan televisi dan menyalakan tivi.


di lihatnya wajah Raisa saat telpon dengan bibik, saat Raisa cemberut sambil mengerucutkan bibirnya, terlihat cantik di mata Raihan.


Raihan masih memperhatikan Raisa walau sudah selesai telpon dengan bibik


Raisa berjalan ke arah kompor ia celingukan mencari sesuatu, di bukanya satu persatu kitchen set untuk mencari benda yang di carinya.

__ADS_1


" pakai ini aja" ia berbicara kepada diri sendiri saat menemukan apa yang di carinya,ia mengambil panci untuk merebus air, ia ingin membuat kopi rasa kantuk yang mulai menyerang biasanya akan hilang saat ia minum kopi,karena pekerjaan yang di kirim Sam masih menumpuk belum ia sentuh sama sekali.


ia mengisi panci dengan air dari kulkas ia bingung cara melakukannya selama ini ia tak pernah berada di dapur.


ia melihat sekeliling di lihatnya Raihan yang sedang duduk menonton televisi yang juga sedang melihatnya ,


" apa"...tanya Raihan tanpa suara selah mengerti kebingungan raisa.


Raisa menggeleng pelan


Raisa sebenarnya ingin bertanya tapi malu.berkali kali ia berdecak,antara kesal dengan diri sendiri karena baru kali ini sifat ketergantungannya dengan bibik menjadi bumerang untuknya.


"gimana cara nyalainnya" ia memperhatikan kompor di depannya menekan nekan tombol mana yang harus di pejet


" apa gue telpon bibik ya "


" aduh......" ia berdecak kembali


"pencet yang mana sih" berkali kali jari Raisa mengetuk ngetuk kompor karena kebingungan


sesekali ia menggigit jarinya.


ia berfikir dengan keras" apa gue cari di google bagai mana cara nyalain compor ya"


saat Raisa ingin berbalik untuk mengambil hape di belakangnya sudah berdiri suaminya,tubuh Raihan menempel di tubuhnya ,Raisa merasakan sesuatu yang menonjol yang menyentuh tubuh bagian belakangnya,


Raisa memejamkan matanya saat tubuh Raihan merapat ke tubuhnya,


tangan Raihan bergerak pelan memegang tangannya,menuntunnya ke arah tombol kompor


" jika tidak bisa bilang sama Abang," suara Raihan yang serak tepat terdengar di telinga Raisa ,bibir seksi milik Raihan sedikit menyentuh cuping telinganya membuat tubuh Raisa meremang,


" tekan" Raihan menjeda kalimatnya" lalu putar," Raisa diam terpaku dengan perlakuan Raihan .


" coklek" kompor pun menyala


"taruh pancinya" Raihan meminta Raisa menaruh panci yang sudah di isi air,tapi Raisa masih terbengong ia seolah susuh bergerak.


" taruh pancinya sayang.....g" kembali Raihan mengulang kata katanya.


"eh....." Raisa tersadar ia kemudian menaruh panci di atas kompor dengan tangan yang masih di pegang raihan.


" ambil cangkirnya" tangan Raisa di tuntun Raihan mengambil cangkir kemudian tangan itu di tuntun mengambil gula dan juga kopi


" ini takaran yang pas buat bikin kopi"


" besok besok Abang di bikinin seperti ini"


Raihan tak melepas tangannya dari Raisa tubuhnya juga masih menempel di belakang Raisa,


tubuh Raisa bergetar merasakan hembusan nafas Raihan yang berada tepat di telinganya.


Raisa berusaha bergerak melepaskan pelukan Raihan


" jangan bergerak....nanti yang di bawah semakin gak kuat nahan" suara Raihan semakin lirih menahan gejolak di dada


Raisa hanya bisa diam tubuhnya terasa lemas,entah dorongan dari mana Raihan mulai berani,mungkin karena Raisa tak memberi perlawanan.


bibir Raihan mulai bergerak mempermainkan cuping telinga Raisa ,Raisa yang tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya dengan reflek memejamkan matanya ,tubuhnya seolah tersengat aliran listrik,merasakan sesuatu yang membuatnya terbang ke suatu tempat yang indah,tangannya mencengkeram kuat kuat tangan Raihan yang memegangnya,perutnya seperti di aduk aduk sesuatu antara geli dan sebuah sensasi yang belum pernah ia rasakan.


tubuh Raihan semakin merapat memeluknya erat, bibirnya bergerak turun menyusuri leher jenjang yang terlihat bebas karena sang pemilik menggulung rambutnya ke atas.


Raihan mulai menyesap leher putih milik Raisa. tanpa sadar Raisa mendesah kecil. ******* Raisa yang terdengar Raihan membuat Raihan semakin ingin lebih.tangan yang semula diam kini mulai bergerak menyusup di balik kaos milik Raisa,

__ADS_1


belum sempat tangan itu menyentuh sesuatu yang di inginkan tercium bau hangus dari atas kompor.


__ADS_2