
Aisyah tidak bisa membendung lagi pertanyaan yang sudah lama ingin ia tanyakan langsung pada Raihan, ia memberanikan diri mengajak Raihan ketemu,ia mengajak adiknya Raihan untuk ikut bersamanya, ia ingin memastikan apa berita yang ia dengar benar apa tidak.ia juga ingin memastikan perasaan Raihan selama ini kepadanya, sikap dan perhatian Raihan selama ini kepadanya membuat dirinya terbawa perasaan.
ia bersama syanum nyamperin Raihan dan teman temannya yang ada di taman belakang kampus di sana jarang sekali anak anak nongkrong .di sana juga lebih tenang untuk berbicara hal yang serius.aisyah dan syanum juga sangat mengenal sahabat sahabat Raihan karena sahabat Raihan juga sahabat mereka.
kenyataan memang tak seindah impian itulah yang kini ia rasakan . bagai di sambar petir saat menerima kenyataan bahwa ternyata Raihan hanya menganggapnya sebagai sahabat ternyata ia tidak pernah ada dalam hati raihan.padahal selama ini ia selalu belajar menjadi lebih baik untuk Raihan.
" apa kekurangan saya han, kenapa kamu lebih memilih dia dari pada saya?, apa istimewanya dia , apakah saya harus menjadi dia agar kamu memilih saya" dengan air mata mengalir di pipi Aisyah berbicara lirih kepada Raihan. ia memberanikan diri bertanya,sudah ia buang jauh jauh rasa malunya demi mendapat kepastian.
Raihan hanya diam dia bingung harus menjelaskan apa kepada aisyah, tentang hubungannya selama ini, ia hanya menganggap Aisyah sebagai sahabatnya.perasaannya pada Aisyah tidak sama dengan perasaannya kepada Raisa. dengan Aisyah ia tidak merasakan debaran dalam hatinya, tapi jika dengan Raisa ia bisa merasakan debaran yang selama ini belum pernah ia rasakan,perasaan seperti permen nano nano.
"kamu tidak punya kekurangan apa apa Syah?". dengan suara lembut Raihan berucap..
" kenapa Abang melakukan ini kepada kak Aisyah, kak Aisyah perempuan sempurna untuk Abang, tapi Abang malah mengabaikannya. apa kelebihan perempuan itu di banding kak Aisyah,?" syanum terlihat begitu marah ia tak pernah berfikir abangnya akan melakukan ini kepada kak Aisyah, yang ia tahu abangnya hpsangat perhatian kepada kak Aisyah..tapi yang di lihatnya sekarang berbanding terbalik.
" jika Aisyah tidak punya kekurangan kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aisyah?" ucap Doni .
" Aisyah selalu berusaha memantaskan dirinya agar pantas untuk kamu.berharap jika kamu memilihnya kamu tidak akan pernah malu!? " Doni mengeluarkan unek unek yang selama ini ada di dalam hatinya.
Raihan menarik nafas " bukan begitu don?"
" lalu" potong Doni cepat
"jika kamu tidak punya perasaan pada Aisyah kenapa kamu harus memberi harapan palsu padanya!?" dengan suara yang sedikit meninggi Doni berbicara pada Raihan. ia kesal dan marah pada temannya karena memilih Raisa dari pada Aisyah gadis cantik dan Soleha.
__ADS_1
" kalian pasangan serasi dunia dan akhirat ,aku ingin melihat kalian bersama?" Doni yang semakin kesal menjambak kasar rambutnya sendiri meluapkan emasnya.
"Lo ninggalin berlian dan " Doni menjeda kalimatnya
" Lo milih perempuan yang gak punya akhlak "
"Don?" potong Raihan cepat ia tidak suka jika Raisa di hina oleh sahabatnya
" kenapa? kenyataan kan?, kenapa di tutupi?" Doni menatap tajam Raihan .
" don jaga bicaramu" kini giliran Diki yang memperingatkan.sebenarnya ia sangat sangat tidak suka Raisa, tapi melihat temannya yang baru pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta,Diki mengerti,ia mendukung keputusan temannya .ia tidak pernah melihat Raihan seserius ini terhadap perempuan,dengan Aisyah pun ia tidak seperti ini.
Raihan masih diam ia ingin menjelaskan kepada teman temannya ,ia ingin memilih kata kata yang pas agar temannya mengerti. ia seolah tersudutkan dengan pilihannya.apa salahnya dengan pilihan yang dia inginkan.seumur hidup ia selalu mementingkan orang lain di atas kepentingannya, tapi kali ini tak bolehkah ia memilih seseorang yang ia cinta,semua orang menilai Raisa begitu buruk tapi menurutnya Raisa seorang malaikat bersujut manusia. penampilan seseorang tidak menjamin akhlaknya.
Air mata Aisyah masih membasahi pipinya yang halus,ia tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.ia sangat sedih impian yang selama ini ia bangun kandas sebelum di mulai.perlakuan Raihan selama ini terhadapnya ia salah artikan, ia merasa jika Raihan juga punya perasaan terhadapnya, tapi kenyataannya itu hanya perlakuan yang sama yang ia lakukan kepada dirinya dan sahabat sahabatnya.
mereka semua diam larut dengan pikiran masing masing
"apa Lo buta, ibarat hape perempuan itu kesingnya udah rusak gimana dalamnya,udah pasti bobrok dan gak bisa Lo perbaiki. Aisyah yang luar dan dalamnya bagus malah Lo abaikan .Lo malah milih yang bobrok..barang yang udah bobrok di perbaiki pun tetap keliatan bobroknya kalau reparasinya gak pinter.barang yang udah bobrok sebaiknya di buang bukan lo simpen.di simpen pun jatuhnya tetap barang bobrok" .Doni kembali berbicara dengan emosi ia benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Raihan. ia sangat sayang dengan sahabatnya ini,baginya Raihan adalah idola.ia ingin Raihan mendapatkan yang terbaik
" don ??dengan suara yang pelan namun tegas Raihan berucap"nanti kita bicara berdua " Raihan ingin menyalesaikan masalah ini dengan Doni. ia memang terkenal punya kesabaran yang tinggi sehingga ia tidak mudah terpancing emosi.
"maafkan saya Syah? jika sikap dan perilaku saya membuat dirimu salah paham .kita sahabat sejak dulu,dan sekali lagi maaf atas sikap saya, saya tidak bermaksud menyakiti kamu" Raihan menundukkan wajahnya, ia berfikir kenapa jadi serumit ini.
__ADS_1
"Abang mudah ya ngomong kayak gitu, tapi bagaimana dengan kak Aisyah?"syanum menarik nafas kasar ia berjalan mendekati abangnya lalu ia memegang dada abangnya
" tanya pada hati kakak siapa yang lebih pantas untuk Abang,minta petunjuk sama Allah biar mata Abang terbuka, siapa yang pantas untuk di pilih atau di campakkan"
Raihan memandang adiknya dengan tatapan sedih,ternyata adiknya sendiri tak mau mendukungnya.
Diki yang melihat Raihan semakin terpojok merasa kasian , ia melihat di mata Raihan menyiratkan kesedihan,ia sangat mengerti dengan sahabatnya ini.
sedari tadi davit hanya diam saja ia lebih suka menikmati minuman teh dingin dalam botol yang ia beli di kantin saat akan ke sini.ia memperhatikan semua orang yang sedang berdebat. ia sangat kasian terhadap Aisyah karena yang ia tahu Aisyah sudah lama mencintai Raihan. tapi Raihan juga tidak bisa memilih hatinya akan tertambat pada siapa, cinta memang unik ia tidak tahu pada siapa ia akan berlabuh.
" apa tidak ada kesempatan untuk saya" suaranya lirih hampir tak terdengar, ia mencoba memberanikan diri menatap Raihan.
"bukan Syah, tapi ini lebih ke hati"ia ingin menjelaskan pada Aisyah agar sikap dan perhatiannya selama ini tidak di salah artikan olehnya.
" gue temen lo gue gak mau Lo tersakiti, pikirkan lagi keputusanmu apa sudah benar atau salah sebelum semuanya terlambat. perempuan itu tidak pantas untukmu, banyak orang yang akan kecewa nantinya." kini giliran Doni yang berucap panjang lebar.
" hormati keputusan Raihan Don, kita hanya bisa mendukungnya sebagai seorang sahabat" davit mencoba menengahi
"gue akan mendukung Raihan seratus persen jika yang dia pilih benar adanya,,nah ini dia membuat keputusan yang salah dan gue sebagai sahabat wajib memperingatkan"
syanum hanya diam ia tak ingin lagi berdebat dengan abangnya,ia sangat kecewa pada abangnya.
"perempuan gak punya akhlak Lo pilih" pakaiannya aja tidak mencerminkan kalau dia punya akhlak
__ADS_1
" prak.....pyar....seseorang sengaja memecahkan sebuah pot di depannya,mereka semua yang ada di sana menoleh melihat apa yang terjadi.betapa kagetnya mereka melihat seorang sedang berkacak pinggang