Menemukanmu

Menemukanmu
episode 20


__ADS_3

Hari ini hari minggu...hari di mana raisa ingin bangun siang , tapi nyatanya tidak bisa...ia masih sangat mengantuk ketika bibik membangunkannya, ia baru pulang sekitar jam satu dini hari.ia menguap beberapa kali pertanda ia masih sangat mengantuk, ia di minta bibik untuk memgambil pesanan kue yang akan di berikan kepada beberapa panti asuhan , mang juju lagi gak enak badan sedangkan supirnya lagi pulang kampung.ia tak sempat mandi karna bibik menyuruhnya cepat cepat , pesanan harus di antar sekitar pukul 10 untuk acara anak anak yang sedang merayakan hari maulid nabi .ia tak sempat mandi, hanya mencuci muka dan gosok gigi, rambutnya ia gulung asal lalu di jepit pakai pencepit rambut.baju yang ia kenakan masih sama dengan yang ia pakai waktu tudur, celana hotpant dan kaos oblong ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.


ia kini sudah berada di sebuah toko roti yang sangat terkenal di jakarta. ia menuju ke tempat kasir dan menyerahkan bukti pemesanan kue yang akan di ambil hari ini jam delapan pagi"permisi mau ambil kue" kasir yang sedang sibuk dengan hapenya mendongakkan wajahnya ketika mendengar suara raisa , kasir itu memperhatikan raisa dari atas sampai bawah.ia terbengong melihat penampilan raisa yang cuek tanpa riasan makeup dan memakai sandal jepit.ia juga melihat beberapa bekas luka di tubuh raisa yang terbuka.kasir itu mengambil kertas yang raisa sodorkan dan membacanya" sebentar ya mbak saya telfon dulu ke bagian pengepakan apa rotinya sudah di kemas apa belum" kasir itu menghubungi bagian pengepakan" hallo "terdengar suara dari seberang telpon" apa roti dengan pemesan bu imah sudah siap" " tinggal kita kemas sepuluh menit lagi" kasir mematikan sambungan telfon" maaf mbak tinggal di kemas, bisa tunggu sebentar , silahkan duduk di sana" kasir itu menunjuk tempat untuk menunggu dimana ada kursi yang tertata rapi di depannya terdapat meja yang di lengkapi dengan bunga di tengahnya, ia menghela nafas tanpa menjawab tubuhnya berputar melangkah menuju tempat yang di tunjukkan oleh kasir tersebut


karna lama ia akhirnya memutuskan keluar dari toko dan menunggu di luar yang dimana juga di sediakan tempat untuk menunggu, ia mengambil duduk di tempat yang paling pojok , tempat favoritnya.ia mengambil sebatang rokok dari bungkusnya ia nyalakan dan mulai menghisap dan menikmatinya, sambil merokok sambil melihat lihat benda pipih kesayangannya, ia mulai membuka akun media sosial hal yang jarang ia lakukan tapi entah mengapa kali ini ia ingin sekali membukanya.


saat ia sedang menscroll layar ponselnya , meniikmati berita yang ada di medsos, tanpa sengaja matanya melihat foto dirinya yang berada di salah satu club malam di jakarta, dengan caption " wanita penghibur jika butuh japri aja ya? "walaupun wajahnya di buat blur tapi ia yakin bahwa itu dirinya, jaket yang ia kenakan dan minuman yang sedang ia minum, sama persis dengan yang ia pakai kemarin, dan yang lebih meyakinkan lagi gelang yang ada di tangan foto itu sama dengan gelang yang ia pakai. " siapa yang berani main main denganku ku pastikan kalian akan hancur" sambil tangannya meremas batang rokok yang masih separuh dan masih menyala.


Raisa kemudian menghubungi sam, di dering pertama tidak di angkat, ia kembali menghungi sam...di dering ke dua terdengar suara dari seberang" ya sa....ada yang penting"sam sudah hafal..jika raisa menghubunginya pasti ada hal yang sangat penting bahkan mungkin darurat.raisa yang mendengar suara sam hanya mendengus," cari akun dengan nama xxxxx.....beritahu secepatnya..." tanpa menunggu jawaban sam raisa sudah mematikan sambungan telponnya. ia mengetuk ngetukkan telunjuknya di atas meja..ia berfikir siapa yang ingin menjelekkan dirinya.musuhnya manalagi yang berani mengusiknya...selama ini ia selalu menutup diri dari hal hal yang membuat dirinya tersorot.apakah antonio....musuh bebuyutannya dalam balapan , karna dia sangat terobsesi mengalahkannya, tapi apa dengan cara yang licik seperti ini?


suara pintu yang di geser membuyarkan lamunannya, seorang wanita cantik mendekatinya" maaf mbak...apa anda yang akan mengambil pesanan kue atas nama bu imah? " raisa hanya menjawab dengan anggukan." kuenya sudah siap? langsung di taruh bagasi?" raisa beranjak dari duduknya ia mengambil dompet , hp , dan rokok yang ia taruh di atas meja, ia berjalan menuju mobil untuk membuka bagasi, ia meminta pelayan toko untuk memasukkan roti roti itu ke bagasi ia hanya melihat sesekali mengarahkan para pelayan toko itu agar menata kuenya dengan rapi agar nanti tidak berantakan saat ia melewati jalan yang berlubang"sudah semua mbak...ini tanda bukti jika mbak sudah mengambil roti pesanannya dan mbaknya harus tanda tangan di sini?"tanpa banyak kata raisa meminta polpen dan segera menandatangani." dah...boleh pergi kan!?" sambil memyerahkan polpen ke pelayan roti, ia menutup kembali bagasinya . pelayan itupun mengangguk,tanda semuanya sudah beres,


Raisa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia di suruh bik imah langsung menuju ke panti asuhan.ia tetap percaya diri walau belum mandi, entah wajahnya seperti apa sekarang ia belum sempat untuk melihat cermin. dalam perjalanan menuju panti asuhan ia mendapat telpon dari sam , ia langsung mengambil hape yang ia letakkan di dasbord mobil .ia lalu menggeser tanda hijau untuk menerima panggilan"sudah ketemu? kirim datanya " suara di seberang mendengus "iya" kembali raisa mematikan telpon sepihaknya. satu menit kemudian terdengar notivikasi masuk.ia membuka hapenya sambil menyetir ia membuka pesan dari sam , ia mengernyitkan dahinya mencoba berfikir sepertinya ia mengenali wajah laki laki yang ada di dalam foto yang baru saja sam kirim, ia menscroll ke bawah ia melebarkan matanya saat ia tahu bahwa laki laki ini satu kampus dengannya.ia menepikan mobilnya ketempat yang agak sepi, ia mulai mengingat siapa lelaki ini , ia pernah melihat laki laki ini bersama raihan dan teman temanya.apa motif laki laki ini ingin mempermalukan dirinya.bukankah mereka dan dirinya tidak saling kenal .apakah ia bekerja sendiri atau mereka bekerja sama untuk mempermalukannya.raisa kembali melajukan mobilnya , ia sudah hampir telat datang ke panti asuhan sebentar lagi acara akan di mulai, ia mulai melajukan kendaraannya sedikit mengebut.

__ADS_1


ia bernafas lega saat ia sampai di panti asuhan tepat waktu seperti janjinya pada bibik, ia menarik nafas menghembuskannya secara kasar sebelum membuka pintu mobil untuk keluar.ia melihat ke sekeliling mencari satpam panti untuk mengangkut roti rotinya.ia melihat satpam panti yang baru keluar dari dalam rumah yang juga sedang melihatnya,


ia memanggil satpam panti dengan isyarat tangannya, tanpa perintah dua kali satpam langsung mendekat , karena ia tahu siapa yang menyuruhnya. ia kemudian membuka bagasi mobil.ia meminta satpam untuk mengangkut roti roti yang ia bawa..ia berjalan menuju ke dalam ingin menemuai ibu panti sekaligus menanyakan bagaimana keadaan mereka. saat sampai di pintu ia sudah di sambut anak anak yang rindu padanya..." kakak raisa....." mereka berhamburan memeluk raisa, hingga membuat tubuh raisa yang tak seimbang sedikit oleng. raisa tertawa ia tak marah kepada mereka...ia tahu mereka hanya merindukannya,


" apa kabar kak" , semua kompak menanyakan kabar raisa


" kelihatannya?" sambil menampakkan senyum termanisnya untuk mereka


" kakak semakin cantik" kata salah satu di antara mereka


"apa kalian juga baik baik saja?" tanya balik raisa


" kami baik kak...." jawab mereka kompak?

__ADS_1


" sekarang kakak mau bertemu ibu panti, kalian bermain lagi yaa? besok akan kakak kirim es krim, siapa yang mau?"


"saya kak , saya kak, saya kak...." mereka bersaut sautan menjawab pertayaan raisa...


"ok".....masih dengan senyum yang lembut untuk mereka..


raisa berjalan ke ruangan ibu panti yang sedang mengadakan rapat dengan pengurus yang lainnya, ia mengetuk pintu dan membukanya, ia memberi kode kepada ibu panti untuk keluar , ia ingin berbicara sebentar untuk mengetahui perkembangan panti asuhan ini


" selamat datang nak raisa" sapa ibu pengurus panti kepadanya


" selamat pagi bu bagaimana keadaan panti ?"


"semuanya baik nak... usaha yang kita jalankan berjalan dengan setabil"

__ADS_1


"jika ada hal hal yang sekiranya sulit ibu bisa minta tolong kepada saya?"


__ADS_2