Menemukanmu

Menemukanmu
episode 62 kembali bertemu antonio


__ADS_3

Raisa keluar dari indopril dan mendapati Raihan yang menunggunya di mobil.


Raisa masuk ke mobil setelah Raihan membukakan pintu untuknya. Raihan menyodorkan tangannya untuk meminta barang bawaan Raisa untuk di simpan di jok belakang ,Raisa memberikan barang bawaannya pada Raihan,


Raihan membuka pintu belakang dan menaruh barang belanjaan Raisa ,setelah itu ia berjalan memutar menuju pintu kemudi.


tak ada satu patah kata yang keluar dari bibir mereka .mereka berdua sibuk dengan pikiran masing masing,Raisa semakin terlihat dingin setelah kejadian tadi.


tak terasa mereka sudah sampai di rumah seperti biasa Raihan segera turun dan membukakan pintu untuk Raisa


Raisa yang dingin kini hadir lagi ,ia keluar dari mobil berjalan menuju ke dalam setelah ia mengambil kunci rumah yang tersimpan di bawah pot


Raihan hanya memperhatikan Raisa ia melihat ada amarah yang coba Raisa tahan.


Raihan mengikuti Raisa yang berjalan di depannya, Raisa masuk ke dalam kamar yang sekarang juga menjadi miliknya


tanpa sadar Raisa membuka baju dan berganti dengan baju rumahan kaos oblong dan celana hotpants, saat ia berbalik betapa terkejutnya ia melihat Raihan berdiri di belakangnya dengan tangan bersedakep di depan dada.


" Lo dari tadi di sini?" ucap Raisa gugup


Raihan hanya menjawab dengan senyum yang manis.


Raisa menarik nafas, sekali lagi Raihan melihat bagian tubuhnya yang lain


Raihan tak menjawab ia berjalan mendekat ke arah Raisa.


raisa hanya melihat Raihan yang mendekat ke arahnya,mereka kini sudah saling berhadapan.


lama Raihan memandang wajah yang terlihat dingin milik Raisa,tangannya bergerak membenarkan rambut yang berantakan milik istrinya.


Raisa membiarkannya,hanya matanya yang mengawasi Raihan.


"jangan seperti itu lagi? Abang tidak menyukainya" tangannya bergerak turun mengelus lembut pipi raisa.


" jika kamu sudah siap dan menganggap Abang orang yang penting di kehidupan kamu,yang harus tahu tentang kamu,Abang siap mendengarkannya Abang akan menunggu saat saat itu"


"Abang ingin jadi satu satunya tempatmu berbagi baik susah maupun senang"matanya tak pernah lepas untuk memandang wajah milik raisa


"Abang pergi sebentar mau ke temu teman, pulangnya mau di bawain apa untuk makan siang?"


"terserah" jawabnya singkat


perlahan tubuh Raihan mendekat ia mencium pipi Raisa


" cup" bibir Raihan menyentuh pipi Raisa yang putih


" Abang pergi sebentar ,tidur dulu kalau masih mengantuk nanti pulangnya Abang sekalian bawa makanan untuk makan siang".tangan Raihan kembali menyentuh pipi Raisa


tanpa sadar bibir Raisa terbuka membuat Raihan tergoda untuk kembali mendekatkan bibirnya,kini bibir raihan memilih bibir yang sedikit terbuka untuk di cium


perlahan ke dua bibir itu sudah menyatu, tanpa tahu siapa Yang memulai.


bibir Raihan mulai menyesap bibir Raisa, dengan gerakan lembut Raihan mampu membuat Raisa terbang ke Awang Awang, Raisa memejamkan mata ada gelenyer geleyer aneh yang memenuhi perut raisa, jantungnya berdebar debar seolah Raihan bisa mendengarkannya.rasa aneh yang belum pernah Raisa rasakan.


walau tak membalas atau memang Raisa belum pernah melakukannya Raihan merasa bahagia karena Raisa tak menolak sentuhannya

__ADS_1


Raihan melepas ciumannya sebelum ia lepas kendali, ia memandang Raisa yang membuka matanya,Raihan tersenyum lembut


"terimakasih" ucap Raihan lirih,tangannya mengelap bibir Raisa yang basah karena perbuatannya


" Abang pergi dulu" Raihan beranjak pergi dari kamar Raisa ia buru buru keluar agar tak khilaf


Raisa menarik nafas ia kembali terjebak dengan sikap lembut Raihan.


Raisa kini sendiri didalam rumah,ia bingung harus melakukan apa,rasa kantuk yang tadi menyerang kini sudah menghilang.


tiba tiba ia menyambar jaket jeans yang ada di lemari ia ingin keluar ,ia menelpon Sam mengajaknya untuk ketemu di cafe langganan mereka.ada beberapa hal yang ia ingin diskusikan dengan sam


kali ini ia memilih mobil untuk menemaninya dalam perjalanan.


Raisa yang tak pernah mementingkan penampilannya tidak sadar jika dia sekarang adalah menantu seorang kiyai pemilik pondok pesantren.


kini ia sudah sampai di cafe ia turun sambil menelpon Sam apakah sudah sampai atau belum


saat ia masuk ia berpapasan dengan Antonio musuh bebuyutan dalam hal balapan


" cieh........"Antonia bersedekah di hadapan Raisa


Raisa yang merasa ada seseorang yang menghadangnya mendongakkan wajahnya


setelah tahu siapa yang menghadangnya Raisa hanya memutar bola matanya malas ,ia kesini ingin menghilangkan ke kepenatan yang melanda bukan menambah masalah.


Raisa memilih berjalan menghindari Antonio tapi Antonio tak membiarkannya,Antonio kembali menghalangi langkah Raisa.


Raisa memandang tajam Antonio, bukti jika ia tidak ingin ribut.


Raisa masih memandang tajam ke arah antonio


"apa benar yang gue denger, kalau Lo udah nikah?" tanya Antonio seolah ingin membuat Raisa malu.ia memandang Raisa dari kaki sampai kepala


" bukan urusan Lo?" Raisa kembali melangkah ke samping untuk menghindari Antonio yang ada di depannya,dan kembali Antonio menghalangi jalannya.


" gue cuma mau bilang,ternyata masih ada ya laki laki yang menyukai Lo, dan pasti laki laki itu sedikit gila karena mau sama Lo"


"lihat aja tubuh Lo yang penuh luka itu," sambil tangannya menunjuk ke tubuh Raisa dari atas sampai bawah.


"kalau laki laki normal pasti bakalan milih cewek yang mulus kulitnya bukan tubuh yang penuh dengan bekas jahitan"


Raisa mulai tersulut emosi dengan kata kata Antonio,ia terdiam memikirkan kata kata Antonio,benar kata Antonio,laki laki akan memilih perempuan yang cantik dan juga berkulit mulus tidak seperti dirinya.


"tak...." Antonio menjentikkan jarinya saat melihat Raisa melamun


" lo berfikir benarkan ucapan gue?" dengan senyum miring yang membuat sudut bibirnya berkedut


"terserah Lo mau ngomong apa gue gak perduli" mencoba bersikap tenang walau hati gelisah


"minggir atau gue hajar" bentak Raisa akhirnya yang mampu membuat Antonio merinding,ia kemudian beringsut memberi jalan untuk Raisa berjalan.


tanpa berucap Raisa berjalan meninggalkan Antonio yang melihatnya berjalan sampai ia memutar badannya.


Raisa berjalan menghampiri Sam yang sedang menunggunya.,

__ADS_1


" mereka ganggu Lo, apa perlu gue tindak lanjuti"Sam melihat Raisa yang di ganggu Antonio


" tidak perlu,mereka terlalu remeh untuk gue?".sambil meletakkan pantatnya di kursi yang berhadapan dengan Sam


" Mamang telpon suruh ngawasin Lo, " Sam bilang pada Raisa jika Mamang ingin Sam mengawasinya.


" cieh" Raisa berdecak....


"memang gue anak kecil"tangannya melambai memanggil seorang pelayan untuk memesan minuman


Raisa menyandarkan tubuhnya di bahu kursi ,ia mulai mencari bungkus rokok yang ia taruh di dalam tas,, perlahan ia mulai menyalakan rokok yang sempat ia cari


seorang pelayan yang ia panggil kini berada di dekatnya


"mbak Raisa mau pesen apa?"pelayan ini sudah hafal dengan Raisa karena seringnya ia nongkrong di cafe ini.


" jus jeruk aja"


" ha ..ha...ha..."tumben.....Lo udah insyaf"Sam tertawa ia tak menyangka Raisa memesan jus jeruk


" memang kenapa kalau gue pesen jus jeruk" sambil matanya menatap tajam ke arah Sam


"ok....ok" sambil kedua tangannya ia naikkan ke atas tanda menyerah


" ini gak Lo banget" sam menggelenggelengan kepalanya


Raisa yang melihat Sam masih tertawa kembali membuat ancaman untuk Sam


"pilih gue tendang atau gue pukul"kini ia menatap tajam Sam


"ok ok gue diem..." Sam menahan tawa


"tapi tetep gue pesenin satu" tanpa menunggu jawaban Raisa ,Sam melihat pelayan yang masih ada di situ


"tambah bir ****** satu ya"


" gue mau bilang panen kita yang di kampung bibik dan mamang melimpah ,untuk memasok beberapa bulan ke depan aman ,tapi panen kita yang di daerah Purwodadi gagal panen, tanaman kita di serang tikus


Raisa menyesap minumannya yang sudah ada di depannya. ia mendengarkan penjelasan Sam


" kita harus cari cara bagai mana kebutuhan barang kita tercukupi"


" kita sebagai pemasok harus bisa memenuhi kebutuhan para supplayer kita agar tidak komplain "


Raisa tak mendengarkan penjelasan Sam pikirannya melayang pada kata kata Antonio,ia memang benar seharusnya Raihan tidak menikahinya,tubuhnya yang penuh dengan bekas luka tak pantas bersanding dengan Raihan yang sempurna dalam segala hal,sekali lagi hati kecil Raisa merasa minder.


" sa kamu dengerin gue gak sih" sam terlihat kesal karena penjelasannya di abaikan raisa.


" Lo kenapa?" Sam bertanya pada Raisa, Raisa terlihat sedih,Sam tahu walau Raisa mencoba menutupi.


" gue gak papa, gue pergi dulu?" Raisa beranjak dari duduknya ia berjalan meninggalkan Sam yang kebingungan


" sa...sa....."Sam mencoba memanggil Raisa agar kembali.,tapi Raisa tidak mengindahkan panggilannya


" kenapa lagi sih ....anak ini.." Sam menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


Raisa yang ke luar dari kafe memilih menyendiri ia selalu terngiang kata kata Antonio.


__ADS_2