Menemukanmu

Menemukanmu
episode 31 aku akan selalu ada untukmu 2


__ADS_3

raisa terpaku menatap cowok di depannya...ia tidak memahami sebenarnya apa yang cowok di depannya ini mau....ia tak berharap ada seseorang yang perduli padanya. ia tidak mau terbebani, oleh kebaikan seseorang


" sebenarnya apa mau kamu?" lirik raisa pada cowok yang berdiri tegak di di depannya


" pergi gak dari sini?! mau gue hajar!?bentak antonio pada raihan , ia sudah hilang kesabaran karena cowok ini pertandingan tertunda.ia turun dari motornya dan menghampiri raihan .


" mau lo sebenarnya apa?" bentak antonio lagi sambil memelototkan matanya


"eh lo apaan" diki menghalangi antonio agar tak mendekat raihan


" saya yang akan gantikan raisa bertanding" dengan sikap yang tenang tanpa ada rasa takut


antonio kembali bergerak mendekat raihan diki yang mencoba menghalangi di beri kode oleh raihan dengan mengangkat satu tangannya agar diki berhenti.


"tapi saya maunya raisa...bukan orang lain" masih mencengkeram kerah jaket raihan.


"raisa tidak akan bertanding jika bukan saya yang menggantikannya.


raisa yang melihat raihan kekeh ingin menggantikannya bertanding membuat raisa hilang kesabaran.ia mendekat raihan dan diki.ia berjalan tertatih karena menahan sakit.


"lepas" perintah raisa


antonio tak mau melepas cengkramannya..dengan sekali gerak tangan raisa menarik tangan antonio dari jaket raihan.raisa menajamkan tatapannya pada antonio..antonio mendengus kesal.


" gue masih mampu hajar lo" hardik raisa


" apa yang lo bisa janjikan jika lo gantiin gue?" dengan wajah sinisnya yang ia perlihatkan pada raihan.


" kalau saya kalah saya akan mengganti kerugian kamu?" masih dengan suara yang tenang.


" ok...lo gantiin gue...kalau lo kalah..lo harus ganti rugi semuanya" raisa memandang antonio


" gue gak mau...yang ingin gue kalahkan lo bukan dia"

__ADS_1


raisa tersenyum mengejek pada antonio..." bukannya lo lebih tertarik sama uangnya?"


antonio membuang nafas kasar.." huff..." ia menatap raisa dan raihan bergantian


"ok"... kali ini gue ngalah...... dan gue pastikan lo bakalan kalah" sambil tangannya menunjuk ke muka raihan. kini raihan dan raisa saling bertatapan


" jika saya menang kamu harus memenuhi satu permintaan saya itu janji kamu dulu, " sambil tersenyum penuh arti...


"permintaan apa?" raisa menjawab dengan ketus


" kamu akan tahu jika saya menang nanti"kini gantian raisa yang membuang nafas kasar


"ok...gue akan kabulkan permintaan lo...." dengan tatapan tajam ke arah raihan.


"terimakasih "sambil mengedikan bahunya


" beneran lo mau balapan?" tanya diki pada raihan


raihan tak menjawab ia hanya memandang diki sekilas, diki kembali berdecak sambil menepuk tangan raihan ia mengucapkan " hati hati" raihan haya menanggapi dengan anggukan. ia hanya bisa memberi dukungan kepada temannya ini..


"gue sih gak papa terserah antonio dianya mau gak?"jawab anto


kini gantian raisa menatap antonio seolah tatapannya meminta jawaban antonio


"terserah sama lo gue ngikut...yang penting taruhannya gak berubah..." sambil berjalan menaiki motornya


raihan tersenyum lembut pada raisa, sosok yang kalem tapi penuh wibawa, tatapan mata yang meneduhkan hati bagi siapa yang melihatnya. dada raisa berdegup sedikit lebih kencang saat mata teduh itu memandangnya , ia segera memalingkan wajahnya agar tak memandang wajah di depannya.


kini raihan sudah menaiki motor sport milik raisa .ia tampak sangat gagah ketampanannya sedikit bertambah..walaupun sebenarnya ia sudah tampan.ia mulai menyalakan mesin motornya.. ia mencoba beradaptasi dengan motor yang sekarang ia naiki. ia mulai membleyer gas motor hingga terdengar suara mesin yang menggelegar ia ulang ulang beberapa kali .setelah yakin ia mengangguk pada anto agar segera di mulai pertandingan ini. di sisi lain raihan antoni pun melakukan hal yang sama.kini dua orang itu sudah bersiap siap untuk mulai mereka mulai fokus menatap ke depan


anto mulai memberi aba aba ia ikut berdebar debar...ia belum tahu tentang raihan di dunia balap liar


"satu...." sambil mengibar ngibarkan bendera yang sering ia pakai untuk pertandingan seperti ini.

__ADS_1


"dua...." anto masih melakukan gerakan yang sama...


semua orang yang melihat seperti jantungnya berhenti berdetak sesaat.mereka seperti was was..ada rasa takut melihat pertandingan yang tak biasa ini ...


"tiga..." antonio akhirnya mengucapkan kata itu setelah menjeda beberapa saat.


motor raihan dan antonio langsung melesat meninggalkan garis star.


raisa memilih menepi , ia duduk di sebuah bongkahan batu yang ada di sebelah kiri jalan ikut duduk bersama beberapa orang yang sudah ia kenal , ia duduk dengan pelan mencari posisi nyaman agar kakinya yang terluka bisa ia luruskan.mereka memberi anggukan pada raisa tapi sekali lagi raisa hanya menanggapinya dengan dingin . setelah mendapat posisi yang nyaman ,ia kembali menyalakan rokok menutupi rasa yang entah apa yang ada dalam hatinya....ia tidak yakin lelaki tampan yang menggantikannya balapan akan menang.antonio lawan yang cukup tangguh tidak mudah untuk dikalahkan.ia sudah sering bertanding dengan antonio jadi dia hafal karakter antonio, ia akan melakukan berbagai cara agar ia menang. ia menyodorkan rokoknya kepada beberapa orang di dekatnya , salah satu dari mereka mengambil bungkus rokok dari tangan raisa dan membaginya ke beberapa yang tidak punya rokok.


ia menghisap rokoknya dalam dalam lalu ia hembuskan perlahan , ia ingin tahu kemampuan apa yang dimiliki raihan, kenapa laki laki itu yakin jika ia akan menang . dari sorot mata yang begitu tenang saat ia menatapnya.ada kegelisahan dalam pikiran raisa.ia menarik nafas panjang ia ingin laki laki itu kalah dalam pertandingan kali ini.ia tidak berharap laki laki itu menang , walaupun jika laki laki itu kalah harga dirinya akan jatuh ia tak perduli yang terpenting ia bisa membuat laki laki itu jauh dari hidupnya dan itu akan membuatnya tidak berurusan lagi dengan dia.ia akan merasa malu dan menghindarinya.jika raihan kalah ini jadi kedua kalinya ia kalah , tapi itu tidak masalah walaupun nantinya ia anggap remeh oleh seseorang.setidaknya ia bisa terbebas dari laki laki yang menggantikannya dalam balapan.ada perasaan yang entah apa yang ia rasakan saat ada di dekat laki laki itu.yang ia sendiri sulit untuk menjelaskan.


putaran pertama antonio berada jauh di depan membuat raisa tersenyum tipis, ada harapan jika doanya akan terkabul....tapi suara suara di sekitarnya membuatnya tersenyum lebar


"wah..gue bakalan kalah deh...?


" yeee gue juga kalah ni?"


" aduh...gue kalah banyak nih"


" kalau tahu gini gue roling deh "


" harusnya tadi kita ganti milih antonio deh.


suara suara kesal para penonton silih berganti memenuhi telinganya.ia melihat jam di tangannya waktu menunjukkan dini hari, ternyata perdebatan tadi membuang banyak waktu.ia yang seharusnya sudah pulang dan bisa tidur harus menahan kantuk..


raisa melihat kakinya yang semakin membengkak, rasa nyeri yang datang dari tadi tak hilang hilang ia rasakan.ia semakin ingin cepat pulang agar bisa menselonjorkan kakinya.


" lihat lihat mereka sudah dekat"


" siapa yang menang"


" siapa yang menang"

__ADS_1


"hu...hu...hu...hu......plok ...plok...plok...." suara sorak sorai dan tepukan para penonton terdengar sangat riuh.


raisa melihat ke arah jalan,ia yang penasaran dengan nanti siapa yang menang , membuatnya bangkit dari duduknya. ia fokus menatap di mana suara mesin motor yang sangat kencang mulai mendekat.rasa sakit di lututnya tiba tiba sirna seperti tersihir saat dari arah kegelapan muncul motor yang sangat raisa kenal.tubuhnya mendadak lemas, badannya seperti tak mampu menopang tubuhnya.


__ADS_2