
pov raihan
Sudah beberapa hari ini setiap pagi
__ADS_1
aku menjemput raisa, hal yang tak pernah aku lakukan seumur hidupku ,terhadap lawan jenis.aku juga heran dengan diriku ,kenapa antara hati dan fikiran berbanding terbalik.fikiranku mengatakan aku harus menjauhinya, berdekatan dengannya akan menimbulkan banyak masalah dan akupun berusaha menjauhinya.tapi entah kebetulan atau memang takdir, kami selalu di pertemukan dalam berbagai situasi. dia wanita yang jauh dari kata sempurna sebagai seorang muslimah. pakaian yang ia kenakan selalu terbuka,padahal ia seorang muslim,prilakunya juga jauh dari kodratnya sebagai perempuan, ia senang berkelahi, ia senang balapan liar, ia juga senang bergaul dengan para preman .tapi hatiku mengatakan lain,hati ini ingin selalu melihatnya, memandangnya secara diam diam agar tidak ada yang melihatku saat memandangnya.hati ini juga selalu ingin bersamanya, berdekatan dengannya walaupun ia selalu memandang dengan tatapan tak suka.hati ini juga ingin selalu menjaganya walaupun ia bisa menjaga dirinya sendiri.hati ini ingin memilikinya walaupun perbedaan kami sangat jauh.perasaan yang tak pernah aku rasakan seumur hidupku ...apakah ini yang namanya jatuh cinta...aku yang terbiasa menjaga pandanganku dari lawan jenis , kini tak mampu melawan pesonanya...apa istimewanya dirimu hingga bisa menggetarkan hatiku dan untuk pertama kalinya hatiku bergetar saat tanpa sengaja mata kami bertatapan.apakah aku harus menolak perasaan asing ini atau aku membiarkannya tetap tumbuh di sini. apakah aku salah dengan perasaan ini perasaan yang hadir tanpa aku sadari .ada hal baik yang di miliki olehnya yang tak di miliki oleh orang lain, sekalipun itu diriku .walau sedari kecil aku sudah di didik ilmu agama , bahkan saat aku masih di dalam kandungan, tapi rasa simpati dan sosial yang ku miliki atau bahkan orang lain terhadap anak anak jalanan atau anak yatim piatu tak setinggi dirinya, ia punya kepedulian yang patut di acungi bukan cuma dua tapi empat jompol.hal itu yang mampu menggugah hatiku untuk kagum padanya., setiap pagi saat berangkat ke kampus ia akan membagikan uangnya kepada para pengamen yang berada di perempatan lampu merah ,ia juga memberikan tempat tinggal bagi anak anak yatim yang terlantar.hidupnya ia gunakan untuk membantu orang lain , penampilannya sederhana , yah...walau memakai pakaian terbuka , ia juga tak pernah memakai barang mewah .wanita yang unik , terkesan dingin dan cuek tapi di balik itu semua menyimpan kelembutan.... aku masih belum mengenal dirinya lebih dalam , bahkan keluarganya. yang aku tau ia hanya tinggal dengan mang juju dan bik imah. sedang ayah dan ibunya aku tak pernah melihatnya di rumah raisa.
jika ke dua orang tuaku tahu anaknya mencintai wanita seperti itu apakah mereka setuju.....apakah teman temanku bisa menghargai pilihanku. hal yang bertentangan dengan hatiku antara memilih atau melepaskan perasaan yang baru pertama aku rasa......
__ADS_1
sudah beberapa hari ini setiap pergi ke kampus aku selalu di jemput raihan...ya.....raihan , nama yang baru aku tahu setelah beberapa kali bertemu, entah janji apa yang ia ucapkan dengan dokter dimas, ia bilang janji adalah hutang dan saya harus menepatinya.aku sudah menolak mentah mentah.segal cara aku lakukan agar tak berangkat bersamanya , tapi anehnya semua gagal, apalagi mamang sama bibik mendukungnya. mereka setiap hari menceramahiku agar berangkat dengan dia.. kata bibik sama mamang " dia orang baik ," selalu itu yang mereka ucapkan, kata mereka raihan adalah laki laki sempurna yang pantas untuk di jadikan suami,dalam hatiku berkata" baik dari mana, siapa juga yang mau menikah, aku tak akan pernah menikah" aku hanya diam bila bibik sedang membicarakan raihan. perasaan tak nyaman masih melingkupi hatiku, hal hal baru yang masuk dalam kehidupannku kadang membuat aku tak nyaman..entah rasa trauma yang begitu membekas membuatku sulit menerima orang asing, sikap cuek yang ku perlihatkan terbangun dengan sendirinya, karna rasa trauma yang kumiliki. aku yang selalu cuwek padanya, dan aku yang selalu bersikap dingin... itu ku lakukan agar ia menjauh dariku...aku benar benar sulit menerima orang asing....walaupun ia berusaha mengakrabkan diri dengan diriku, tapi diri ini tetap tak mampu menerimanya. semakin dekat kenapa aku semakin membencinya ,setelah kepulanganku dari semarang ia tetap standby di rumah menjemputku... rasanya begitu malas tuk berangkat ke kampus.jika waktu pulang kadang kadang aku berbohong padanya agar aku tidak pulang bersamanya , kadang aku meninggalkannya diam diam.sebenarnya ada perasaan bersalah kepadanya , apalagi waktu dia sudah menungguku begitu lama tapi aku tidak pulang bersamanya, tapi entah di buat apa hatinya , sudah ku perlakukan seperti itu ia tetap menjemputku untuk pergi ke kampus.mau tak mau akhirnya aku berangkat bersamanya....
*************
__ADS_1
saat ini raisa duduk sendirian di sebuah kafe... ia menikmati sore di sebuah kafe yang memperlihatkan langit yang menyemburatkan warna kemerahan , kafe yang di disain terbuka dengan pemandangan langit langit kemerahan efek dari terbenamnya matahari.ia menikmati sebatang rokok favoritnya yang di temani dengan sebotol air mineral. matanya fokus pada benda pipih yang ada ditangan kanannya.kadang ia mengerutkan dahinya seolah sedang berfikir, kadang ia melihat sekeliling untuk mengusir kejenuhan lalu kembali fokus pada benda di tangannya.semua itu takluput dari perhatian seseorang ,orang itu berdiri dari tempat duduknya ia berjalan menuju ke tempat raisa,meninggalkan teman temannya yang sedang berkumpul."kamu mau kemana?" salah satu temannya yang memperhatikan dirinya bertanya" ia hanya menjawab dengan menunjuk raisa, temannya hanya mengangguk sambil tersenyum dan mengangkat tangannya membentuk tanda ok. ia langsung duduk di depan raisa" lo di sini juga? " raisa hanya melihat sekilas orang yang duduk di depannya saat ia tahu orang yang duduk di depannya adalah angga, ia kembali fokus dengan hapenya. angga yang untuk ke dua kali di cuekin raisa merasa marah, baru kali ini ia benar benar tidak di anggap". apa sikap lo selalu seperti itu ke semua orang , gak punya akhlak atau sopan santun". raisa menatap tajam ke arah angga " setidaknya lo menghargai orang yang mengajak lo bicara" raisa menghela nafas" gue emang gak punya akhlak ....puas".ia masih memandang tajam ke arah angga " o....oooo...."angga tersenyum mengejek "cantik cantik kok bangga gak punya akhlak".raisa kembali menyibukkan dirinya dengan benda di tangannya.angga benar benar marah , ia merasa malu pada teman temannya, apa yang mereka fikirkan tentang dirinya, seorang most wanted yang selalu di kejar para cewek kini sedang di cuekin oleh seorang cewek. tanpa permisi ia merebut hape raisa dari tangan raisa, raisa yang tak menyangka orang yang berada di depannya akan merebut hapenya merasa terkejut. diki tersenyum mengejek sambil menggoyang goyangkan hape raisa," apa sih yang lo lihat sampai gue yang ganteng ini lo cuekin.ia mulai melihat hape raisa, tapi belum sempat ia melihat raisa sudah bergerak untuk merebutnya , sialnya raisa tak berhasil merebutnya , angga sudah lebih dulu menghindar." balikin gak?" raisa berdiri dari tempat duduknya terlihat kekesalan di wajahnya. "gue akan balikin asal lo mau jadi pacar gue" raisa mendengus" lo balikin atau lo bakalan malu " raisa semakin tak dapat menahan kekesalannya........masih dengan senyum yang menggoda sekaligus mengejek angga memainkan hape raisa di tangannya. raisa berjalan memutar menuju angga , ia membuat jarak yang begitu dekat" lo yang memilih ini" sambil tanganya melayangkan tinju ke arah wajah tampan angga, angga yang tak siap jika raisa akan melakukan itu merasa terkejut ,tubuhnya terhuyung ke samping .rasa sakit yang tersarang di wajah tampannya terasa begitu hebat matanya sampai berkunang kunang . ia tak menyangka pukulan raisa begitu kuat.belum sempat ia menghindar raisa kembali memukulnya di bagian perut , ia sempai mundur ke belakang ia berteriak "akhhh......h"sampai hape raisa terjatuh ke tanah.teriakan kesakitan angga menarik perhatian semua orang termasuk teman teman angga.mereka berlari menuju angga .mereka terbengong melihat angga memegangi perutnya.mereka bergantian melihat angga dan raisa. angga yang ke sakitan dan raisa yang terlihat begitu marah.