Menemukanmu

Menemukanmu
episode 53 biarkan aku yang berjuang


__ADS_3

Raihan yang berjalan mendekat menatap lekat mata Raisa yang terlihat panik.


Raihan meraih handuk yang terjatuh dengan memejamkan matanya ,ia bisa saja melihat tubuh Raisa tanpa memakai pakaian,tapi ia tidak melakukannya ia menghormati Raisa,ia tidak akan melakukan apapun walau hatinya menginginkan. bau wangi sabun menyeruak ke hidung Raihan saat tubuh mereka saling berdekatan,semua itu menguji keimanan Raihan. ada hal yang tidak bisa di tahan untuk tidak berdiri.


raihan memakaikan handuk di tubuh Raisa,tangan yang bersentuhan dengan kulit tubuh Raisa menimbulkan getaran di dada keduanya. dalam hati ia selalu berigstifar menyebut nama Allah.


" cepetan pakai baju,aku tunggu di bawah" matanya menatap Raisa lembut


Raihan keluar dari kamar sambil menutup pintu ia tak ingin lama lama berada di dekat Raisa saat seperti ini.


Raisa menarik nafas dalam dalam ia seperti baru saja terlepas dari bahaya,kakinya terasa lemas tak bertenaga ia merasa malu karena Raihan melihat tubuhnya tanpa sehelai benang.


setelah berhasil mengendalikan perasaannya raisa kemudian memakai pakaiannya.


raisa menguncir rambutnya asal ,ia tak perlu bercermin untuk melihat penampilannya karena ia tak perduli dengan penampilannya ia benar benar cuek


Raisa memakai sepatu senaiker yang berwana biru ia asal mengambil karena waktu sudah sangat mepet.


ia berlari menuruni tangga ,Raihan Mamang dan bibik melihatnya dari bawah


saat sampai di meja makan Raisa langsung menghampiri bibik


" bik aku langsung berangkat udah telat nanti sarapan di kampus"


ia sengaja tidak memandang Raihan kecanggungan menyelimuti hatinya ia yang biasa cuek dan tak perduli entah mengapa kali ini hatinya bergetar dengan kejadian yang tidak di sengaja


" makan dulu ? sedikit saja" Raihan berucap sambil menyodorkan sendok yang berisi nasi goreng


Raisa terkejut, sekali lagi ia melupakan jika ia sudah punya suami


" nanti" sambil menghindari suapan dari Raihan


"sekali saja" Raihan tetap kekeh untuk menyuapinya


" makan ndok" perintah Mamang


Raisa menarik nafas kasar ia merasa seperti boneka yang menurut pada tuannya


Raisa membuka mulutnya untuk menerima suapan dari raihan.


"sekali lagi" Raihan kembali menyodorkan sendok yang berisi nasi ke mulut Raisa.


tak ingin berdebat Raisa membuka mulutnya


" bik berangkat dulu" ia mencium tangan bibik dan Mamang bergantian

__ADS_1


" kita berangkat bersama" Raihan meminta Raisa untuk berangkat bersama


"aku sendiri"


" tidak boleh"


" jangan mengaturku"


"aku tidak mengaturmu"


" tanpa kau sadari kau mulai mengaturku, "


Raihan terperanjat mendengar kata kata Raisa apakah bentuk perhatiannya adalah sebuah kekangan untuk Raisa.


"sa...." Mamang mencoba memperingatkan Raisa


Raisa menarik nafas,ia benar benar muak dengan ini semua, tapi ada perasaan yang harus ia jaga ,perasaan bibik dan Mamang


"aku tunggu di depan " ia berjalan tanpa memperdulikan Raihan dan juga Mamang serta bibik


" bik ,mang saya pamit dulu" sambil mencium tangan bibik dan mamang,ia tidak mau Raisa menunggu lebih lama


" yang sabar ya nak" Mamang mencoba menguatkan Raihan dengan menepuk pundaknya beberapa kali.


Raihan hanya mengangguk ,ia kemudian mengambil tas yang ada di kursi, ia berjalan ke luar untuk mengambil mobil di garasi.


" sa..." suara lembut Raihan menyadarkan Raisa dari lamunannya


Raihan membukakan pintu untuk Raisa ,tanpa berkata apa apa Raisa langsung masuk ke dalam mobil, ia tidak ingin berdebat lagi dengan Raihan perihal sesuatu yang sepele.


begitupun Raihan ia hanya diam,sebenarnya ia ingin mengobrol banyak hal dengan Raisa,tapi sikap Raisa yang acuh mengurungkannya,


Raihan berfikir kapan ia dan Raisa bisa bersikap layaknya suami istri, ia juga berharap raisa mau membuka hati untuknya


mereka berdua saling diam larut dengan pemikiran masing masing hanya lagu dari Judika yang berjudul cinta karena cinta yang menemani mereka dalam perjalanan.


tak terasa mereka sudah sampai di parkiran mobil ,Raisa langsung turun ,ia ingin segera pergi


" sa..tunggu" Raihan memanggil Raisa saat ia akan pergi meninggalkan Raihan


mendengar panggilan dari seseorang yang suaranya sudah ia hafal ,Raisa pun menghentikan langkahnya.


Raihan mendekat ke arah Raisa ,kini mereka berdua sudah saling berhadapan


" apa" dengan sedikit bentakan

__ADS_1


Raihan menarik nafas sebelum berbicara pada Raisa


" maaf"...dengan tatapan yang menyorotkan kesedihan


Raisa mengerutkan dahinya ,ia berfikir Raihan meminta maaf untuk hal apa.


"untuk"


" sikap aku?" ucap Raihan cepat


Raisa hanya diam ia masih berfikir tentang sikap Raihan yang mana


" maaf jika selama ini sikapku membuatmu merasa aku atur"


Raisa memalingkan wajahnya ia tidak suka tatapan mata milik Raihan


" itu karena aku sangat mencintaimu"


Raisa menatap Raihan ada sorot kebencian di matanya


" tapi aku tidak mencintaimu" ucap Raisa sinis


" aku tahu" Raihan meraih tangan Raisa ,Raisa yang tangannya di pegang Raihan hanya diam saja membiarkan tangannya di pegang Raihan


" aku tidak mengharap kamu mencintai aku, atau memaksamu membalas cinta ini.aku hanya berharap kamu menghargai perasaan cintaku , biarkan aku melakukan hal sebagai wujud cintaku terhadap orang yang aku cintai, jangan cegah perasaan yang ku miliki, biarkan tetap di sini " sambil tangan Raihan memegang dadanya sendiri.


" biarkan aku memperlakukan dirimu secara istimewa," masih menggenggam tangan Raisa


" jangan mencoba pergi dariku apapun yang terjadi ,tetap di sini bersamaku,aku ingin selamanya kita bersama" dengan sikapnya yang kalem serta suara yang lembut jika ada orang yang mendengarnya pasti berfikir jika Raihan begitu mencintai Raisa.


"jangan berharap banyak dengan pernikahan ini?!" dengan tatapan tajam ia berusaha agar tak terlihat lemah di depan Raihan


" kenapa ?aku memang terlalu berharap banyak dengan pernikahan ini,?" masih memandang Raisa dengan penuh cinta.


"kau akan kecewa" dengan sedikit memelototkan matanya pada Raihan


"biarkan aku berjuang agar aku tak kecewa" Raihan terus menatap mata milik Raisa yang mencoba menghindari setiap ia tatap.


Raisa menarik nafas ,ia bingung harus bicara apa lagi agar Raihan menghentikan kegilaan ini,tapi ternyata Raihan kekeh untuk mempertahankannya..


Raisa merasa lemah di hadapan Raihan ,jika dengan orang lain ia bisa menghajar siapapun yang mengganggunya,tapi tidak dengan Raihan,sosok laki laki kalem dan tutur katanya yang halus serta wajahnya yang tampan memancarkan karisma tersendiri.


"apa benar yang aku dengar jika kalian sudah menikah?" pertanyaan seseorang yang ada di sebelah mereka mengejutkan keduanya.


Raisa dan raihan memandang sosok laki laki yang ada di sebelah mereka.

__ADS_1


Raisa membuang nafas kasar masalah yang satunya belum selesai kini muncul lagi masalah yang lainnya. ia ingin secepatnya pergi dari tempat ini ,ia yang selalu sendiri kini harus di pusingkan dengan keadaan yang tidak ia harapkan.


__ADS_2