Menemukanmu

Menemukanmu
episode 59 Raisa tak lagi bisa membendung tangisnya


__ADS_3

Raisa menelpon Sam, ia meminta sam untuk membelikannya beberapa bungkus rokok dan juga beberapa minuman beralkohol dengan kadar rendah ,ia butuh menenangkan diri. ia menyuruh Sam dengan alasan mengantar baju untuk Raisa buat besok pergi ke kampus.


ia tidak mungkin pergi sendiri keluar pesantren apalagi menyuruh Raihan.


Sam menyuruh anak buahnya ke pesantren,ia tidak bisa mengantar sendiri karena pekerjaan yang menumpuk.


ia harus menyelesaikan laporan laporan yang harus ia kirim ke raisa agar di periksa lagi oleh Raisa.


Raihan masuk ke dalam kamar membawa makanan dan sebuah tas.


ia melihat Raisa sudah berada di dalam kamar menyandarkan tubuhnya di kursi ,matanya yang terpejam membuat wajahnya terlihat cantik menurut Raihan


" makan dulu" sambil duduk di sebelah Raisa.


Raisa membuka matanya ia melihat laki laki tampan dengan baju Koko dan sarung yang masih melekat terlihat tenang.


Raihan mendudukkan dirinya di kursi di sebelah Raisa ia membawa makanan dan sebuah tas. ia meletakkan piring yang berisi nasi di meja dekat mereka duduk.


" tadi Sam telpon" ia juga meletakkan tas yang ia bawa di lantai.


Raisa yang mendengar raihan menyebut nama Sam hanya melirik Raihan


"dia menyuruh anak buahnya mengantar ini" tangannya menyodorkan tas ke Raisa


Raisa hanya melihat sekilas " letakkan di situ " sambil menggerakkan dagunya .


"kenapa gak bilang Abang kalau butuh sesuatu, kita kan bisa pergi ke toserba depan pesantren?" sambil matanya memperhatikan Raisa,


" mulai sekarang jika butuh sesuatu bilang sama abang, biar Abang yang melakukannya" tangan raihan bergerak menyingkirkan anak rambut yang ada di dahi Raisa,kemudian tangan itu bergerak turun ke bawah dengan lembut ia mengelus pipi Raisa.


Raisa yang mendapat sentuhan lembut dari Raihan mencoba menghindar dengan menggerakkan kepalanya menjauh ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Raihan tersenyum lembut,ia tahu Raisa tak nyaman dengan sentuhannya.


" kita makan dulu?" Raihan mengambil piring yang ia letakkan di meja


" pegang dulu Abang ambil minum" Raihan beranjak dari duduknya ia kembali keluar kamar untuk mengambil minum.


"makan sendiri apa di suapi?" tanya raihan yang tiba tiba sudah kembali ada di dekatnya


" sendiri?"


" kita makan sepiring berdua," Raihan mengulurkan sendok ke pada Raisa


Raisa menerima sendok yang di beri Raihan, ia sebenarnya masih kenyang tapi mau apa lagi ia tetap memakannya ,ia tidak mau mengecewakan Raihan yang telah mengambil makanan untuk mereka.


"Abang cuma ambil ini,kamu suka gak? kalau gak biar Abang ambil yang lain?"Raihan hanya membawa nasi sama sayur asem asem daging,hanya itu yang ada di fikirkan Raihan ia tahu Raisa tidak suka dengan masakan yang berbau ayam atau ikan


" tidak perlu" Raisa mulai menyendok makanan yang di bawa Raihan,akhirnya mereka makan sepiring berdua,


" pakai kerupuk mau" Raihan menawarkannya pada Raisa


Raisa hanya menggeleng

__ADS_1


saat mereka menikmati makanan Raisa sesekali melirik Raihan, saat mata mereka tak sengaja bertemu Raihan tersenyum


" ada apa hmmm...?"


Raisa langsung memalingkan wajahnya.


"mau nambah lagi?" tawar Raihan pada Raisa


Raisa menggeleng


" ini minum dulu" sambil menyodorkan satu botol minuman dingin kepada Raisa , tanpa menjawab Raisa langsung menerima minum yang di sodorkan Raihan


" ya sudah Abang taruh ke bawah dulu" sambil merapikan bekas makanan yang tercecer di lantai


"di lap dulu mulutnya" sambil tangannya bergerak mengambil tisu di meja dan mengelap mulut Raisa pelan


Raisa yang tak tahu Raihan akan melakukan ini hanya bisa terpaku diam beberapa saat


" dah....,"sambil membuang bekas tisu ke dalam piring.


"aku taruh ini ke bawah" Raihan mengambil piring di meja, ia kembali berdiri dari duduknya dan melangkah menuju pintu .


saat ia membuka pintu tanpa sengaja ia menengok ke belakang, di lihatnya Raisa membuka tas dan mengambil rokok serta sebotol minuman


Raihan langsung berigstifar dalam hati


" astagfirullah......ya Allah apakah ini ujian bagi hamba yang harus hamba terima.berikanlah ridhomu agar hamba lulus dengan baik .


Raihan berjalan keluar dari kamar, tak lupa ia menutup kembali agar tak ada yang melihat Raisa begitu.


Raisa mulai menghisap rokok dalam dalam,di usapnya wajahnya dengan kasar,ia mendongakkan wajahnya ke atas di lihatnya langit tak ada satu pun bintang di sana,ia kemudian membuka botol minum dengan satu gigitan , ia mulai menikmati kebiasaanya merokok ditemani minuman kesukaannya dan sibuk dengan hape miliknya.


Raihan yang melihat Raisa dari balik pintu hanya menarik nafas dan berigstifar


ia memilih membaca al qur'an untuk menenangkan diri .


Raisa yang mendengar Raihan mengaji tersenyum kecut, kenapa Allah memilih sekenario seperti ini untuknya


tanpa Raisa sadari air matanya menetes keluar,perasaannya campur aduk tak karuan, kenapa menjadi serumit ini, andai tak ada bibik,Mamang, umi serta Abi yang begitu berharap dengan pernikahan ini,andai mereka tahu ia tersiksa dengan keadaan ini.


POV Raisa


saat air mataku tanpa aku sadari menetes keluar, aku baru sadar ada perasaan sedih yang tak bisa lagi aku bendung.


mendengarnya membaca Alqur'an membuatku tersenyum kecut,ini miris sekali


ini sangat lucu,sekaligus menjijikkan,di sisi lain suamiku berjalan di jalan yang lurus sedangkan aku istrinya berjalan di jalan kesesatan


ini begitu tak adil untuk Raihan,ia yang begitu sempurna bagi orang orang harus mendapatkan diriku yang hanya sebuah sampah.


apakah ini adil untuk Raihan yang begitu baik,pikiran itu selalu bersarang dalam otakku


andai aku tak melihat tatapan bahagia Mamang dan bibik atas pernikahanku mungkin saat ini aku sudah meninggalkan Raihan

__ADS_1


andai aku tak merasakan betapa sayangnya umi padaku bahkan telah menganggapku putrinya sendiri mungkin aku dengan mudah menyelesaikan pernikahan ini


tapi semua hanya keinginan yang berat untuk aku lakukan orang orang itu membuatku tertekan antara bertahan atau meninggalkan.


POV Raihan


aku tahu Raisa sangat tersiksa dengan keadaan ini, aku yang telah memaksanya,aku pikir tidak akan serumit ini,tapi kenyataanya banyak sekali yang menentang kami.


aku tahu mereka menyayangiku,menginginkan yang terbaik untukku.


tapi kenapa mereka tidak bisa menghargai pilihanku.


kasian Raisa ia yang selalu di salahkan dengan keadaan ini,padahal di sini akulah yang memaksanya, boleh di katakan akulah yang menjebaknya.


melihatnya minum membuatku berigstifar berkali kali, benarkah ini pilihanku, kenapa Allah memberikan jodohku seperti ini, benarkah ini ujian bagi keimananku,atau ini adalah ke egoisanku karena menuruti ***** setan.


jika ini hanya keegoisanku kenapa Allah menggerakkan hatiku kepadanya,


di dalam setiap doa ku aku selalu meminta jodoh yang terbaik untukku, jika Raisa memang jodohku aku memohon kepadaNya agar kami di dekatkan,tapi jika bukan aku memohon kepadaNya agar di jauhkan itu doaku di sepertiga malam ku setelah aku merasakan perasaan yang berbeda untuk Raisa.


jika aku memantapkan diriku menikahinya, itu karena petunjuk dari allah,untuk memilihnya aku telah melewati malam malam yang panjang setiap harinya.


Raihan selesai membaca Alqur'an, ia meletakkan Alqur'an di meja belajarnya.di lihatnya Raisa masih berada di sana.


ia berjalan menuju balkon mendekat ke Raisa di lihatnya Raisa istrinya ini terlihat sedih,raihan dengan pelan duduk di samping Raisa,


" sudah" sambil mengambil botol yang di pegang Raisa,


" sudah malam kita tidur"dengan menganggukkan kepala


Raisa melihat Raihan suaminya itu begitu sabar, membuat mata Raisa kembali berkaca kaca,ia berusaha menahannya agar tidak jatuh


"kita tidur ....."Raihan mengulangi kata katanya.


kini air mata Raisa sudah tidak dapat di tahan lagi,air mata itu kembali jatuh ke pipinya


dengan pelan Raihan mengusap air mata Raisa,ia begitu sedih melihat orang yang ia cintai menderita karenanya,di rengkuhnya tubuh Raisa ke dalam pelukannya,


"maaf" ucap Raihan dengan suara serak,ia mencium kepala Raisa,


Raisa yang sudah tidak bisa menahan lagi rasa yang menyesakkan dada meluapkannya di pelukan Raihan ,suara tangisnya membuat Raihan semakin sedih.


" maaf" kata itu yang mampu ia ucapkan sambil terus menciumi kepala Raisa.


saat Raisa sudah berhenti menangis dengan perlahan Raihan menuntun Raisa ke tempat tidur,ia membantu Raisa berbaring,ia kemudian menyusul Raisa naik ke atas ranjang.


kembali tubuh Raisa ia rengkuh ke dalam pelukannya.


" semoga mimpi indah" dengan perlahan mencium kening Raisa.


Raisa seolah merasa nyaman berada dalam dekapan Raihan, ia membiarkan Raihan memeluk dan menciumnya.


Raihan ingin Raisa nyaman bersamanya ,ia ingin bersamanya Raisa merasa terlindungi,ia juga ingin bersamanya Raisa bahagia.

__ADS_1


akhirnya mereka berdua sama sama menuju alam mimpi.


__ADS_2