
Raihan telah keluar dari kamar mandi membawa dua ember kecil yang di isi air satu air yang sudah di campur sabun cair yang satunya air untuk membilas, tidak lupa ia membawa waslap serta handuk.
ia berjalan ke arah Raisa ,sedang Raisa yang ada di ranjang merasa tidak karuan ,ia salah tingkah hatinya menjadi tak karu karuan dadanya berdebar debar,ia bingung antara menolak atau mengijinkan.
Raihan duduk di pinggir ranjang ia menaruh air dalam ember yang sudah di beri sabun cair di atas nakas dan ember yang berisi air bersih ia taruh di sebelahnya.
ia beranjak berdiri untuk mengambil pakaian ganti untuk Raisa
" pakai baju yang mana?" tanya Raihan saat membuka lemari baju Raisa
" celana pendek sama kaos" Raisa memandang ke arah Raihan
Raihan mencari cari letak celana pendek yang sering di pakai Raisa,ia menemukan celana pendek dari bahan kain katun
" pakai celana pendek ini" Raihan memperlihatkan celana yang di ambilnya pada Raisa, Risa yang melihat celana yang di perlihatkan Raihan mengangguk
" kaosnya pakai ini ya" Raihan juga menunjukan kaos yang di ambil dari almari Raisa, Raisa kembali mengangguk.
"emmm....."Raihan ragu untuk bertanya
" dalemannya di taruh mana?"akhirnya raihan memberanikan bertanya
"emmm...." Raisa juga ragu untuk menjawab ia malu karena Raihan akan tahu ukurannya
" di lemari sebelah kiri"
Raihan kemudian membuka lemari milik Raisa yang berada di sebelah kiri,benar saja semua Daleman Raisa tersimpan di sini.
Raihan kemudian mengambil satu ****** ***** dan satu bra warna yang senada
" kecil sekali apa muat"sambil berjalan ke arah raisa raihan bergumam sendiri yang masih di dengar oleh raisa,Raihan melirik Raisa di lihatnya istrinya merasa malu sampai memalingkan wajahnya
Raihan duduk di samping Raisa is menaruh baju ganti Raisa di sebelah duduk Raisa.
Raihan menggeser duduknya mendekat ke arah Raisa ,ia memandang Raisa dengan tersenyum. sedang Raisa wajahnya merona kemerahan,ia tidak bisa menutupi ke gugupannya.
"di lap dengan duduk apa tidur," tanya raihan
" duduk saja" dengan ragu ragu Raisa menjawab.
" masih sakit kepalanya" sekali lagi Raihan memastikan apakah kepala raisa masih sakit atau sudah mendingan.
"sudah mendingan"
"Abang buka ya....?" Raihan meminta persetujuan Raisa untuk membuka baju raisa.
Raisa hanya menganggukkan kepalanya pelan
Raihan mulai membuka kancing baju Raisa satu persatu,sentuhan tangan Raihan di kulit tubuh Raisa membuat Raisa merasakan gelenyer gelenyer aneh di perutnya.
dengan telaten Raihan melepaskan baju Raisa dari badannya setelah ia membuka semua kancingnya
" pelan pelan" Raihan memperingatkan Raisa agar tidak tergesa gesa saat ia membantunya membuka baju.
kini tinggal bra yang melekat di bagian atas tubuh Raisa.
Raihan yang berada di depan Raisa menggerakkan tangannya ke belakang punggung Raisa untuk melepas pengait bra
wajah Raisa dan raihan saling bersentuhan membuat Raisa semakin tak berkutik.
akhirnya pengaitnya terlepas, Raihan kembali melepas bra milik Raisa dari badannya
kini tubuh Raisa setengah telanjang,terlihat dua bukit yang masih berdiri tegak tanpa ada penyangganya.
ada beberapa bekas luka yang bersarang di badan Raisa yang setengah telanjang
sentuhan kulit Raisa di tangan Raihan membuat jiwa kelaki lakiannya muncul, ada sesuatu yang tidak bisa ia tahan tapi ia mencoba untuk tenang
di pandanginya tubuh Raisa yang putih,ia tahu dengan melakukan ini ia akan sekuat tenaga menahan sesuatu .
Raihan mulai mengelap tubuh Raisa ,ia memulai dengan mengelap bagian wajah.
"tutup mata sa...biar gak kena air" Raihan meminta Raisa menutup mata,dengan perlahan Raisa menutup mata
di pandanginya wajah Raisa yang cantik, saat menutup mata,ia tanpa sengaja melihat ke bawah di lihatnya bukit bukit yang terlihat tegak tanpa penyangga membuatnya menelan ludah.
ia segera membuang pikiran pikiran kotor dan mulai berigstifar dalam hati
"sudah sa....boleh buka mata"Raihan tersenyum melihat Raisa membuka mata
__ADS_1
Raisa yang mendapat senyuman manis saat membuka mata ikut tersenyum tipis .
Raihan kembali mengelap tubuh Raisa ,ia elap leher Raisa lalu turun ke bawah ,dua bukit kecil yang seolah menantangnya untuk di naiki tak lupa ia elap dengan gerakan halus seolah takut jika tubuh istrinya terluka.
sentuhan tangan Raihan yang mengenai puncak gunung Raisa membuat Raisa seperti di kelilingi kupu kupu
Raihan ingin sekali berlama lama memegang pucuk gunung milik Raisa,tapi di awal ia sudah berjanji tidak akan melakukan nya saat ini.
Raisa yang mendapat sentuhan lembut tanpa sengaja tangannya menjingkat tanpa sadar ia memegang salah satu tangan Raihan
Raihan memandang Raisa ia tersenyum lembut,tanpa menghentikan mengelapnya.
Raihan melanjutkan mengelap ketiak Raisa lalu ia lanjutkan dengan bagian punggung . tanpa sadar dada Raihan bersentuhan dengan dada Raisa walau terhalang baju tapi Raihan merasakan puncak gunung Raisa menempel di dadanya. Raisa yang puncak gunungnya terkena kaos Raihan memejamkan matanya.ada sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan
tanpa sengaja wajah Raihan menyusup di leher Raisa saat ia mengelap punggungnya dan tanpa sengaja bibir Raihan menyentuh leher Raisa,hembusan nafas Raihan yang berat di telinganya membuat Raisa semakin melayang ...
Raihan yang masih bisa mengontrol hasratnya cepat cepat membilas badan dan punggung Raisa dengan air bersih, ia juga tidak mau Raisa kedinginan. setelah dibilas dengan air bersih ia mengelap tubuh raisa dengan handuk. ia mulai memakaikan bra pada Raisa
"kebalik bukan begini" Raisa memandang Raihan ia sedikit cemberut
" ha...ha..."Raihan tertawa kecil
Raisa kemudian membalik kembali bra miliknya yang di pakaikan Raihan.
"pakai kaosnya sekalian" Raihan memasukkan kaos ke leher Raisa ,Raisa kemudian memasukkan tangannya kedalam kaos.
Raihan tersenyum lembut...." dah....."
Raisa hanya mengangguk
" sekarang yang bawah ya....." Raihan memandang Raisa minta persetujuan
kembali Raisa hanya mengangguk
pelan pelan Raihan menarik celana Pi......
y...ma Raisa hingga lepas dari kaki. Raisa reflek merapatkan kakinya
Raihan menarik kembali celana da.......l....m Raisa, tapi hanya sampai paha karena Raisa merapatkan kakinya
" di buka dong.....kalau begini gak bisa di lepas" sambil tangan Raihan membuka kaki Raisa
Raihan menggeleng" sudah terlambat....Abang yang akan lakukan" dengan tatapan sedikit tajam agar Raisa tidak menawar lagi
Raisa hanya bisa menarik nafas panjang ia benar benar tak berkutik dengan suaminya ini
" buka dong sayang kakinya" sekali lagi raihan memandang Raisa agar membuka kakinya kedua tangannya memegang kaki Raisa agar di buka
"Abang sudah pernah melihatnya kenapa malu...sama suami sendiri ini" sambil memicingkan matanya Raihan berbicara
Raisa yang gugup hanya bisa mempermainkan kedua tangannya yang menyatu,ia tidak pernah ada di situasi yang seperti ini,ini lebih sulit dari menghadapi sepuluh preman.
raisa membuka kakinya pelan pelan rona merah di wajahnya karena malu tidak bisa di sembunyikan dari Raihan
setelah Raisa membuka kakinya Raihan kembali menarik celana d......l.....m Raisa,pelan namun pasti celana Raisa terlepas dari tubuhnya
Raisa berusaha menutupi bagian sensitifnya dengan sedikit membukukkan badannya
Raihan mengambil waslap untuk mengelap bagian bawah tubuh Raisa.
" yang tegak sa......???!! gak kelihatan?" kembali Raihan sedikit memelototkan matanya
" biar aku....."Raisa berusaha mengambil waslap dari tangan Raihan
" sudah Abang bilang telat..." Raihan segera menghindar saat tangan Raisa ingin mengambil waslap di tangannya
"Abang tidak akan meminta lebih..... tapi biarkan Abang yang melakukannya?
Raisa kembali menarik nafas panjang,suaminya ini sulit sekali di lawan,ia hanya bisa menyandarkan punggungnya di bahu ranjang
akhirnya Raisa pasrah ia membiarkan Raihan membuka kakinya
dengan perlahan Raihan membuka kaki Raisa ,kini ia melihat kembali hutan yang begitu lebat milik Raisa hutan yang ingin ia jelajahi.
Raihan mulai mengelap hutan itu dengan dada yang bergemuruh
Raihan membuka bagian yang tersembunyi dengan tangan yang lainnya di lihatnya bukit kecil yang tertutup hutan yang rimbun.
ia mengelap bagian sensitif Raisa dengan gerakan yang sangat halus
__ADS_1
Raisa yang kembali mendapat sentuhan lembut di bagian sensitifnya membuat tubuhnya meremang.tanpa sadar ia mendesah kecil
Raihan yang mendengar ******* Raisa yang samar samar sekuat tenaga menahan gejolak yang ingin meluap.
setelah di rasa bersih raiha kemudian mengelap kedua ************ Raisa ,tak lupa ia juga mengelap paha hingga kaki.
" belakangnya sayang"
" sayang......" Raihan mengulang kata katanya
dengan ragu Raisa memiringkan badannya,dengan telaten Raihan mengelap mulai dari pantat sampai kaki.
kemudian Raihan mengelap dengan handuk kering.
"sudah" kata Raihan
tanpa di minta Raisa membalikkan badannya.
tanpa berkata apapun Raihan langsung memakaikan celana d........l......m Raisa.
"apakah kau ingin meminta hakmu sekarang? tanya Raisa tiba tiba saat Raihan memakaikan celana d....l.....mnya
Raihan mendongakkan wajahnya memandang Raisa.
ada gejolak gairah yang tersirat di mata suaminya yang mencoba di tahan
Raihan menggeser duduknya lebih mendekat, di pegangnya kedua pipi Raisa dengan kedua tangannya ,tangan Raihan mengelus lembut pipi raisa
"Abang memang sangat menginginkanmu, sangat......." dengan tersenyum lembut
" walau Abang ingin dan sangat sangat menginginkannya Abang tidak akan meminta hak Abang saat ini" tatapan penuh gairah yang terpancar lewat sorot mata Raihan membuat Raisa merasa bersalah.
" Abang akan sekuat tenaga menahan hasrat yang sudah mencapai sini" sambil memegang ubun ubun kepalanya
"Abang akan jadi orang egois jika Abang melakukannya saat ini" tatapan penuh cinta yang selalu di tunjukkan Raihan kepada dirinya semakin membuat Raisa minder
" istri Abang sedang sakit, dan Abang tidak ingin membuatnya semakin sakit karena keegoisan Abang?"
Raisa mengangguk kecil,ternyata suaminya benar benar orang yang perduli dan sayang pada dirinya, tanpa sadar air matanya menetes...ia merasa bersalah karena telah memperlakukan suaminya dengan buruk
Raihan yang melihat Raisa menangis menjadi panik
" kenapa..,sakit lagi" tatapan Raihan yang sangat kuwatir membuat raisa menggeleng
" aku kangen bibik"Raihan bernafas lega ia dikit Raisa sakit lagi
Raisa berbohong pada Raihan ia merasa bersalah ....dengan semua perlakuannya selama ini pada suaminya yang begitu mencintainya.
"setelah sembuh kita nyusul bibik ke sana" ajak Raihan
Raisa kembali hanya mengangguk
" pakai celana dulu,"
Raihan beranjak dari duduknya dan mengambil celana untuk raisa yang ia taruh di kursi
Raihan kemudian memakaikan celana Raisa setelah terpasang Raihan duduk di samping Raisa mereka saling berpandangan wajah mereka sangat dekat
hingga tercium nafas Raihan di hidung Raisa
" Abang akan meminta hak Abang jika kamu sudah siap, dan kamu juga menginginkannya," Raihan meraih tangan Raisa untuk ia genggam,di remasnya tangan Raisa dengan lembut
"semuanya akan terasa lebih....... lebih.......dan lebih nikmat jika kita berdua sama sama menginginkannya" suara yang lembut milik Raihan terdengar indah di telinga Raisa.
Raihan sadar Raisa butuh waktu untuk menerimanya
"tidur dulu biar cepat sembuh"akhirnya raihan menyuruh Raisa tidur ia tidak ingin benar benar lepas kendali.
" bisakah kita ke rumah umi?"dengan ragu ragu Raisa berbicara
"aku ingin tidur di peluk bibik, tapi bibik tidak ada?"Raihan tersenyum mendengar alasan Raisa
" kan ada Abang...Abang kan bisa peluk kamu" sambil mengerlingkan matanya
Raisa memalingkan wajahnya mendengar candaan Raihan
"ok...ok...kita ke rumah umi tapi setelah Abang sholat dhuhur dulu y"
Raisa hanya mengangguk
__ADS_1
"abang sholat dulu" Raihan beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi