Menemukanmu

Menemukanmu
episode 68 kamu beruntung memilikinya


__ADS_3

Raihan mendudukkan Raisa di tempat tidur,badan Raisa ia sandarkan di bahu ranjang ,Raihan menaruh bantal di balik punggung Raisa dan kepala Raisa agar tidak sakit


"pakai ini biar tidak sakit" dengan telaten Raihan membenarkan duduk Raisa agar nyaman.


" makan dulu" ia kembali mengambil bubur yang ia taruh di nakas


" makan ya" Raihan memandang Raisa


" sedikit saja untuk minum obat" bujuk Raihan


akhirnya Raisa mengangguk,Raihan kemudian menyuapi raisa.baru dua suapan Raisa sudah menggeleng


" pait"bubur yang Raisa makan terasa pahit di lidah Raisa


" sekali lagi ya...." bujuk Raihan


akhirnya Raisa membuka mulutnya.


Raisa kembali menggeleng ia malah ingin muntah


" sudah...mau muntah" suaranya terdengar lirih


Raihan tidak memaksa kembali Raisa makan,ia kemudian mengambil obat dan menyodorkannya pada Raisa.


"minum dulu obatnya, nanti kalau belum sembuh Abang telpon dokter dimas"


Raisa menerima obat yang di sodorkan Raihan ia segera meminumnya.


" sekarang tidur ya..." Raihan membantu Raisa untuk berbaring


saat Raihan ingin beranjak dari duduknya sekali lagi Raisa menahannya


" jangan pergi"


" aku tidak mau sendiri" tatapan sayu penuh permohonan yang di perlihatkan Raisa mengurungkan niatnya untuk menyimpan bubur ke dapur.


" iya Abang akan di sini" Raihan kembali duduk di dekat Raisa,tangannya di genggam erat oleh Raisa,seolah benar benar takut di tinggalkan.raihan memandang Raisa yang sangat lemah.


" tidur dulu biar cepet sembuh" Raihan kembali menyelimuti tubuh raisa. ia kemudian ikut berbaring kembali,tangan kirinya ia gunakan mengelus kepala raisa.sedangkan tangan kanannya di pegang Raisa erat.


karena efek obat atau karena sentuhan lembut Raihan akhirnya membuat Raisa tertidur.


di pandanginya wajah raisa yang cantik dan terlihat pucat .


"Abang tidak suka melihatmu menjadi lemah seperti ini" Raihan berbicara pada dirinya sendiri.


pelan pelan Raihan melepas pegangan Raisa ,ia kemudian mengambil hape ia ingin menghubungi umi memberi tahu jika dirinya sudah berada di rumah istrinya.


saat melihat layar hape secara kebetulan bibik menelponnya,


" assalamuallaikum..."


" iya bik?"


Raihan berjalan menuju balkon ia membuka pintu balkon dan duduk di sana sambil menerima telpon dari bibik. ia tidak ingin mengganggu Raisa yang baru saja tertidur.


" Raisa sedang sakit bik"


Raihan memberitahu bibik jika Raisa sedang sakit


" iya bik"


"iya "


"iya"


"iya"


" waalaikumsallam"


raihan menutup telponnya setelah bibik mengakhiri panggilannya


ia kembali berjalan mendekati Raisa, kini ia duduk di dekat Raisa


di pandanginya wajah istrinya kembali,ada perasaan sedih melihatnya .


Raihan mendesah...ia mengusap wajahnya kasar, bibik memberitahu jika sedang sakit Raisa tidak mau di tinggalkan.


" jika sakit kamu takut sendirian" Raihan berbicara pada dirinya sendiri."entah apa yang pernah terjadi denganmu,tapi.....sebagai bagian dari hidupmu aku juga ingin tahu,......andai kau mau membagi kisahmu?"


sebenarnya Raihan sudah sangat lapar,tapi ia takut jika Raisa bangun ia akan ketakutan.


akhirnya Raihan memutuskan untuk ke bawah mengambil makanan lalu di bawa ke atas.


saat turun Raihan melihat bibik sedang memasak


" bibik sudah datang?" sapa Raihan saat tahu bibik sudah datang


" eh nak Raihan...iya...bibik datang lebih awal karena nanti mau ijin pulang cepat ,ada keluarga bibik yang punya hajat"

__ADS_1


" iya bik gak papa"


" bibik masak apa?" tanya Raihan yang melihat beberapa masakan di meja makan


" ayam goreng sama sayur sop" jawab bibik


" saya makan dulu ya bik"


" iya nak Raihan gak papa?"


" oh ya bik nanti kalau pulang bibik langsung pulang aja,istri saya sedang sakit di atas saya mau makan di atas saja sekalian nungguin istri saya?" Raihan memberitahu bibik


" nak Raisa sakit "


"iya bik tapi sudah minum obat insyaallah cepat sembuh"


bibik manggut manggut.


"iya nak Raihan"


Raihan pergi ke atas setelah ia membawa nasi di piring dan lauk serta sayurnya.


di buka pintu dengan hati hati ia tidak mau Raisa terganggu.


Raihan menarik nafas lega ternyata Raisa masih tidur,ia duduk di samping Raisa di pandanginya wajah istrinya yang terlihat damai sesekali ia mengusap dahi istrinya yang di penuhi keringat


ia mulai makan makanan yang di bawa, setelah selesai ia menaruhnya di atas nakas.


Raihan mengambil laptop miliknya ia berfikir untuk mengerjakan tugas kuliahnya di rumah saja sambil menunggu Raisa.


Raihan menelpon Diki untuk mengiriminya catatan materi materi kuliah hari ini.


saat Raihan sedang sibuk dengan laptopnya Raisa terbangun.ia melihat suaminya duduk di sampingnya sambil berselonjor,ia sibuk mengutak Atik laptop di pangkuannya.


Raisa melihat Raihan yang duduk di sampingnya ,Raihan terlalu serius hingga tak melihatnya sudah bangun.


Raisa mencoba untuk duduk ,kasur yang bergerak gerak membuat Raihan menoleh ke samping di mana Raisa tidur.


" sudah bangun...?" Raihan menaruh laptopnya di nakas samping tempat tidur ia kemudian membantu Raisa duduk


" kalau masih sakit tiduran saja?" saran Raihan yang masih melihat wajah Raisa yang pucat


Raisa menggeleng" pegel tidur terus?" suaranya masih terdengar lirih


Raihan menaruh bantal di belakang punggung Raisa dan juga di belakang kepala Raisa.


"masih sakit" tanya Raihan.... Raihan memegang dahi Raisa mengeceknya apa badannya masih panas apa tidak


" tinggal kepalanya yang sakit" Raisa memejamkan matanya untuk mengurangi sakit kepalanya


" Abang telpon dokter Dimas agar kemari" Raihan mencari hapenya dan menghubungi dokter Dimas


" hallo..dok....bisa ke rumah, Raisa sedang sakit?"


" ya ..."


" sudah tidak panas" Raihan memegang dahi istrinya


" tinggal kepalanya yang pusing"


"ya..."


"ya dok" Raihan kemudian mematikan telponnya


ia yang duduk di samping Raisa ikut menyandarkan punggungnya di bahu ranjang.


" dokter Dimas akan operasi satu jam lagi jadi dia tidak bisa datang,tapi dia akan menyuruh suster ke sini untuk membawa obat dan juga menginfus kamu jika kondisi kamu semakin lemah" Raihan mengelus kepala istrinya merapikan rambut yang berantakan ia selipkan anak rambut yang menutupi dahi Raisa di telinga Raisa.


" cepat sembuh" ia mengelus pipi Raisa lembut di pandanginya wajah istrinya yang masih sayu


" Abang tidak suka melihatmu seperti ini" ia kemudian melingkarkan tangan kirinya di pundak Raisa, sedangkan tangannya kanannya memegang tangan Raisa ,tangan Raisa terasa dingin,raihan mulai mempermainkan tangan Raisa yang ia genggam


Raisa hanya diam saja dengan apa yang di lakukan Raihan,dalam hati ia juga menikmati perlakuan lembut Raihan , ia merasa begitu di sayangi


sesekali raihan mencium kepala Raisa ,di taruhnya kepala Raisa agar bersandar di pundaknya


" Abang lebih suka melihatmu yang jutek,bukan lemah seperti ini" Raihan melirik ke arah Nabila dan tersenyum manis.


"tok...tok..." seseorang mengetuk pintu kamar


"masuk" perintah Raihan


"colek" suara pintu yang di buka dari luar


seorang perempuan dengan memakai baju putih putih berada di depan pintu


" saya suster Dewi saya ke sini atas perintah dokter Dimas" ucap suster Dewe sopan


" masuk aja sus" Raihan menyuruh suster Dewi untuk masuk

__ADS_1


" ini obat sakit kepala yang di beri dokter Dimas untuk mbak Raisa" suster Dewi memberikan sebuah bungkusan kepada Raihan


suster Dewi memperhatikan Raihan dan Raisa, ia melihat begitu cintanya suaminya terhadap istrinya.


tanpa melepas rangkulannya dari Raisa Raihan menerima obat yang di sodorkan suster Dewi


"apa perlu istri saya di infus sus?" tanya Raihan


" sebentar ya mas saya mau cek tekanan darahnya?"


suster Dewi kemudian berjalan ke samping ia mengambil duduk di depan Raisa ,ia mengeluarkan alat pengukur tekanan darah dari dalam tas


suster Dewi meraih tangan Raisa ia mulai menempelkan kain perekat ,suster Dewi kemudian mulai memompa alat pengukur tekanan dengan pelan.


" tensinya bagus normal bagi seumuran mbak Raisa" Suter Dewi menjelaskan tekanan darah Raisa


"seratus dua puluh per sembilan puluh" suster Dewi tersenyum lembut ke pada Raisa


" apa masih lemas" tanya Suter Dewi


" apa perlu di infus?' kembali suster Dewi bertanya Raisa hanya menggeleng


" sayang.......? di infus saja ya biar cepet sembuh?" Raihan menawarkan agar Raisa mau di infus


Raisa kembali hanya menggeleng.


"kalau tidak mau di infus harus banyak makan dan minum obat biar punya tenaga" suster Dewi menjelaskan pada Raisa .


"iya sus nanti saya akan makan "


"janji ya sayang harus makan" ucap Raihan


Raisa hanya mengangguk kecil


"Abang ambil makan ya ...sus tolong tungguin istri saya sebentar ya dia takut sendiri" Raihan meminta Suter menunggui Raisa ia tidak mau Raisa ketakutan


" iya mas?"


Raihan berdiri dari duduknya ia berjalan ke luar mengambil makanan untuk Raisa


saat Raihan sudah menghilang di balik pintu suster Dewi tersenyum pada Raisa


" suami mbak Raisa sangat sayang sama mbak Raisa ya.....saya mau dong satu yang kayak suami mbak raisa." suster Dewi tersenyum


" bikin iri saya saja mbak"


Raisa hanya tersenyum tipis, dalam hatinya berkata ia memang perempuan yang beruntung.


Raihan yang mengambil makanan dari bawah sudah datang ia membawa sepiring nasi dan lauknya serta segelas teh anget.


Raisa yang melihat Raihan datang memandang suaminya ,suaminya yang begitu baik dan penyabar dalam merawatnya.


" kalau begitu saya pulang dulu " pamit suster Dewi


" di klinik sedang banyak pasien ,sedang dokter Dimas ada operasi"dokter Dewi berpamitan pada Raihan dan raisa.ia mengangguk sopan sebelum berdiri .


" maaf ya sus tidak bisa mengantar, suster bisa ke bawah sendiri?" Raihan minta maaf karena ia tidak bisa mengantar suster Dewi ke depan


" tidak apa apa mas saya bisa sendiri"


"mas jaga mbak Raisa aja"


"terima kasih ya sus?" reihan tak lupa berterimakasih pada suster Dewi


suster Dewi berjalan menuju pintu ia berjalan menuruni tangga,sedang Raihan ia membujuk Raisa untuk kembali makan


" tadi udah janji mau makan, sekarang waktunya makan?" Raihan menyuapi raisa Raisa hanya bisa pasrah ia membuka mulutnya saat Raihan menyuapinya


"buka dong mulutnya sayang....."dengan sabar raihan membujuk Raisa untuk makan.


Raisa berusaha makan walau terasa pahit ia tidak mau mengecewakan Raihan.


"sudah......" dengan manja Raisa meminta Raihan berhenti menyuapinya.


"sekalian minum obat ya " Raihan menaruh makanannya lalu mengambil obat


Raisa kembali mengangguk,Raihan begitu perhatian pada Raisa ia tidak mau Raisa sakit.


" boleh mandi.. gerah....?" pinta Raisa pada Raihan saat ia meras tubuhnya terasa lengket akibat keringat


" di lap aja ya..." saran raihan


" udah gak panas tinggal kepalanya saja yang sakit" tawar raisa


" baru juga sembuh?" Raihan melarang Raisa untuk mandi


"sekalian ganti baju?" pinta raisa


" badannya di lap terus ganti baju gak ada penawaran"raihan memandang tajam ke arah raisa. ia sedikit berbicara keras pada Raisa ia tidak mau Raisa yang baru sembuh kembali sakit,

__ADS_1


"Abang yang akan melakukannya"


" aku bisa" belum sempat Raisa melanjutkan kalimatnya Raihan sudah berdiri menuju kamar mandi untuk mengambil air dan waslap.


__ADS_2