Menemukanmu

Menemukanmu
episode 17


__ADS_3

Kini raisa sudah ada di ruangan dokter dimas ia , raihan dan diki, walau diki benci sama raisa tapi ia sahabat yang baik untuk raihan ,ia tahu raihan sangat membutuhkan dukungannya walaupun ia tak pernah mengungkapkan, ia sangat tahu perasaan sahabatnya itu melebihi teman temannya yang lain, raihan tak pernah melakukan hal ini terhadap seorang perempuan,seharusnya perempuan ini beruntung bisa mendapatkan hati raihan. laki laki dambaan semua wanita, tapi tidak dengan wanita ini....entah apa yang di inginkan hati wanita ini .wanita egois...suatu saat kau akan menyesal.apa yang di lihat sahabatnya dari wanita ini.

__ADS_1


Dokter dimas memeriksa luka raisa , ia memperhatikan tubuh yang penuh dengan bekas luka, dalam hati ia merasa sedih,ia tau betul apa yang di alami raisa hingga menjadi pribadi yang dingin.tak ingin mengenal atau dekat dengan siapapun, dokter dimas menarik nafas panjang" lukanya kenapa jadi seperti ini? kamu gimana sih sa.....kalau gak bisa ngrawat telpon , biar nanti aku ke sana untuk membersihkan luka kamu," raisa hanya berdecak mendengar omelan dokter" cerewet" "gimana gak cerewet bila lukanya jadi begini" dokter dimas mendengar raisa berbicara, ia kemudian membersihkan luka raisa dengan cairan infus ia tekan perlahan lahan agar nanah yang ada di dalam keluar, raisa meringis menaha sakit, lukanya sedikit membengkak di bagian samping terdapat nanah yang harus di keluarkan supaya lukanya cepat mengering, "harus di keluarkan biar cepat kering sa" dokter dimas yang melihat raisa meringis menahan sakit mencoba mengajak raisa berbicara, agar rasa sakitnya teralihkan.setelah di bersihkan kemudian dokter memberi salep entah salep apa yang ia oles terasa dingin di luka raisa.ia kemudin menutup luka raisa dengan perban." jangan ceroboh lagi" pesannya sambil membereskan peralatannya , mencucinya satu persatu di wastafel .setelah beres ia kemudin . berjalan ke arah raihan dan diki "lukanya yang sebelah dah kering tapi sebelahnya masih basah dan bernanah kamu harus sering obati sa setidaknya sekali sehari aku tahu kamu paling males kalau suruh merawat luka ". ia kemudian duduk di kursi kerjanya dimana diki dan raihan duduk di depannya.raisa kembali memakai jaket kulitnya ia masih duduk di ditempat tidur, ia enggan beranjak dari tempat itu , berkali kali ia menghembuskan nafas kasar untuk mengusir ketidak nyamanannya , tiba tiba ponsel yang ada di dalam tas berbunyi ia mau tidak mau beranjak dari duduknya , ia berjalan mendekat mencoba mengambil tas yang ada di hadapan raihan,sebelum raisa mengambil tasnya, raihan sudah mengulurkannya ...ia mengambil tanpa mengucapkan terima kasih , ia mencari cari benda itu, pertama ia buka bagian depan, ia masukkan tangannya ke dalam mencoba mencari cari benda yang berbunyi sedari tadi, ia tak menemukannya kemudian ia beralih ke bagian tengah ia masukkan lagi tangannya mencari benda kesayangannya itu, akhirnya ia menemukan benda yang ia cari.ia sempat mengernyitkan dahinya setelah ia tahu siapa yang menelponnya." ya......kapan......ok...berapa?.....gue pasti menang, pastikan semua aman" sambil melirik ke arah raihan dan diki..."jika ada kesalahan lagi kamu tahu akibatnya" ia kemudian menutup telpon sepihak .semua itu tak luput dari perhatian ke tiga cowok di dekatnya...

__ADS_1


Raisa kemudian menghubungi sam" sam..transfer uang ke rekening anto Lima ratus juta" tanpa meminta jawaban yang ada di seberang sekali lagi raisa mematikan telponnya dokter dimas langsung berdiri mendekati raisa " kamu mau balapan lagi" memandang raisa dengan penuh selidik, raisa tak menjawab ia tak mau bertengkar dengan dokter dimas.dokter dimas menghembuskan nafas kasar " please sa....kali ini jangan balapan lagi" sambil kedua tangannya memegang pundak raisa" kini raisa yang membuang nafas kasar" aku harus ikut...demi mereka? demi harga diriku "ia membuang muka menghindari tatapan dokter dimas." saya tahu itu demi mereka ...semua yang kamu lakukan demi mereka....tapi ingat keselamatanmu sa....mereka juga gak akan senang jika kamu mempertaruhkan nyawa kamu demi mereka...." dokter dimas mengusap wajahnya kasar, ia tahu tak akan bisa membujuk raisa bila sudah punya keinginan, ia memandang ruangannya, ia tahu semua yang ia miliki di ruangan ini, semua berkat raisa bahkan jas putih yang melekat di tubuhnya saat ini, semua berkat raisa.tanpa bantuannya ia tidak akan menjadi seperti ini, pencapaian yang tidak akan ia dapat tanpa raisa" .kemarin seseorang membuatku kalah"mata raisa sambil melirik raihan.raihan yang sadar ucapan itu di tujukan padanya hanya diam ,ia tahu karna dirinyalah saat itu raisa kalah."kali ini gue pastikan gue menang" sambil menatap tajam dokter dimas

__ADS_1


bujuk dia han...."? ia tau raihan punya karisma yang berbeda dari laki laki lain itu sebabnya ia kini disini bersama raisa, jika tidak ada sesuatu yang istimewa yang di milikinya ia tak akan mudah mendekat pada raisa mungkin raisa belum menyadari perasaannya .raihan menarik nafas panjang , masih duduk di tempat yang sama dan berada di sebelah diki ia mulai berbicara" saya akan gantikan kamu balapan", mereka bertiga yang ada di ruangan itu menoleh ke arah raihan"jangan ngacok deh lo" diki berdecak tak percaya ,sedang dokter dimas ia hanya bisa melongo, bukan itu yang ia harapkan,sedangkan raisa hanya menghembuskan nafas kasar sambil melipat tangannya di dada." denger dulu" sambil memandang diki untuk tidak berbicara dulu, kini ia memandang raisa dengan tatapan yang masih sama .saat mata mereka saling bertatapan ada perasaan aneh dalam hati raisa , seketika raisa memalingkan wajah untuk menghindari tatapan teduh cowok di depannya,"kenapa dadaku ini"sambil memegang dadanya, dan mengusapnya lembut ia tidak mau orang orang di depannya mengetahui dadanya yang berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, biasanya ia akan memandang tajam pada lawan bicaranya ,tapi tidak dengan cowok yang satu ini entah aura apa yang di milikinya." saya yang akan menggantikan kamu bertanding?" raihan mengulang kata katanya, ia menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kata katanya" kapan pertandingannya di lakukan?" raisa menghembuskan nafas kasar" gue gak mau kalah lagi ?!"tanpa melihat raihan ia berucap. sedang diki kini menatap tajam padanya" jangan bertindak konyol" raihan tersenyum " insyaallah saya akan menang"." kalau kamu kalah apa jaminannya?" kini raisa mencoba memberanikan menatap raihan"saya akan menggantinya"diki yang melihat kenekatan temannya hanya bisa berdecak,"dan jika saya menang saya ingin kamu berjanji satu hal" raihan menjeda ucapannya" penuhi satu pemintaan saya" raisa menarik nafas panjang" permintaan apa" raihan tersenyum " akan saya pikirkan jika saya menang nanti" raisa mengernyitkan dahi"lo mau ngejebak gue?"dokter dimas yang ada di dekat raisa kini mendekat ke arah raihan"jika tidak mampu jangan lakukan?, ini berbahaya?" sambil menepuk pundak raihan " insyaallah saya punya kemampuan untuk menang" diki yang melihat kenekatan temannya kini hanya bisa mengelus dadanya , raihan yang di lihatnya kini bukan raihan yang selalu berfikir dengan akalnya sebelum memutuskan sesuatu. tapi kini temannya ini sudah di butakan dengan yang namanya cinta , hingga membuatnya kehilangan akal dan bertindak di luar nalar. " lo mau minta apa dari gue?" kini raisa menatap tajam padanya" ia mencoba memberanikan diri menatap raihan, ia ingin tau apa debaran dalam dadanya sudah menghilang atau belum saat dirinya menatap raihan , tapi sialnya debaran itu masih ada kala menatap mata teduh itu." anjing"...ia mengumpat pelan, tapi masih di dengar dokter dimas..."kamu ngomong apa sa?" raisa hanya mengedikkan bahunya , dokter dimas menggeleng pelan tanda ia tak setuju dengan sikap raisa,"saya akan gantikan kamu dalam pertandingan besok , karna kemaren saya yang membuat kamu kalah, jika saya kalah saya akan ganti semuanya tapi jika saya menang kamu harus berjanji memenuhi satu permintaan saya" raisa kembali berdecak " permintaan apa? , gue bisa balapan sendiri tanpa bantuan lo" raihan menarik nafas dalam dalam sebelum menghembuskannya perlahan" luka kamu belum sembuh sa?takutnya nanti tambah parah" sepersekian detik raisa terpana dengan suara dan tatapan lembut raihan untuk dirinya, ia terdim terpaku sebelum akhirnya sadar dan memalingkan wajahnya" kenapa dengan gue ya" dalam hati raisa berkata sendiri.

__ADS_1


__ADS_2