
Raisa yang baru saja tertidur merasa terganggu dengan suara seseorang yang sedang mengaji suaranya begitu indah di telinga Raisa. ia mencoba membuka matanya ,tapi rasa kantuk yang sangat memaksanya untuk kembali ke alam mimpi.tapi ia sempat melihat laki laki dengan setelan baju Koko sedang duduk menghadap kiblat, laki laki yang sedang membaca alqur'an itu terlihat sangat tampan.
setelah selesai solat subuh di lanjutkan membaca Alqur'an Raihan beranjak dari duduknya ia menyimpan sarung dan kopiahnya di atas meja,karena ia belum membicarakan ini dengan Raisa di mana ia bisa meletakkan semua barangnya.ia melihat gadis cantik pujaan hatinya sedang tertidur.
Raihan mendekat membetulkan selimut yang di tendang Raisa hingga jatuh ke bawah.jiwa ke laki lakiannya sedang meronta melihat wanita cantik sedang tertidur dengan pakaian yang sangat terbuka
Raihan memandang wajah cantik yang sedang tertidur,ia mendudukkan pantatnya di pinggir ranjang agar ia bisa mengamati wajah yang selalu ia rindukan
"jika tidur seperti ini sikap jutek dan ketusmu tidak terlihat,yang terlihat hanya kedamaian " ucap raihan dalam hati.
" tidur yang nyenyak...aku tahu kamu baru saja tidur,..maaf jika kehadiranku membuatmu tidak nyaman" dengan lembut Raihan menyusuri wajah Raisa dengan ujung jarinya.
dengan pelan Raihan mendekatkan wajahnya ke wajah Raisa .ia menempelkan bibirnya di dahi raisa. lama ia melakukannya,seolah menikmati momen ini.tubuh Raisa yang bergerak menyadarkannya untuk segera mengakhiri.
Raihan tersenyum sendiri ia seolah seperti pencuri yang sedang kepergok mencuri.
Raihan masih memandang Raisa keinginannya terkabul,ia bisa melihat wanita yang ia cintai baik di pagi hari saat ia bangun atau malam hari saat ia akan tidur.
Raihan memutuskan turun ke bawah sekalian nanti lari pagi karena ia tidak ada kegiatan.tidak seperti saat ia ada di pesantren jika hari Minggu biasanya ia akan melakukan sesi tanya jawab setelah melakukan sholat subuh bersama,bahkan kadang berlanjut sampai siang hari.
saat sudah sampai di bawah ia melihat bibik ada di dapur mungkin ia mau membuat sarapan.sedang Mamang ia melihat sedang nonton tv sambil di temani kopi yang masih mengepul uapnya
" lho...pengantin baru kok sudah bangun, apa gak capek" goda Mamang yang melihatnya turun dari atas
Raihan hanya menanggapi dengan senyuman,ia mendekati Mamang dan duduk di sebelahnya.
" Raisa pasti belum bangun? kebiasaan dia,kalau malam begadang" sambil menggeleng gelengan kepalanya.
" mau kopi" tawar bibi
" boleh tapi agak pahit ya bik?" sambil kepalanya menoleh ke arah bibik ,
" bibik masak apa kayaknya enak di cium dari baunya" Raihan yang melihat bibik sibuk memasak di dapur bertanya.
"masak kesukaan Raisa ayam bakar sama sambal terasi, nak Raihan mau bibik masakin apa?" bibik yang ada di dapur menyahut
" yang ada aja bik raihan gak milih milih makanan" Raihan memang selalu memakan apa yang di masak uminya ia selalu merasa setiap masakan itu enak apalagi kalau dimasak dengan penuh cinta.
__ADS_1
" apa dia bikin masalah?" tanya Mamang pada Raihan
" siapa?" sambil mengernyitkan dahi seolah berfikir
" ya istri kamu?" tanya Mamang lagi
" oh....gak mang?" jawab Raihan
" alhamdulilah" Mamang mengucap syukur,setidaknya Raisa menghargai Raihan sebagai suaminya.
Raihan beranjak dari tempat duduknya ia ingin lari pagi di sekitar kompelek untuk mencari keringat.
" mang ...mau lari pagi keliling komplek" pamit Raihan pada Mamang.
Mamang hanya menjawab dengan anggukan
"eh..nak Raihan ini kopinya sudah jadi,mau kemana?" teriak bibik memanggil Raihan yang ingin pergi, saat ia mau memberi kopi yang sudah jadi ia bikin.
"taruh di situ aja bik, raihan mau lari pagi di sekitar sini"
" oh..... ya udah bibik taruh meja makan ya?" sambil membawa secangkir kopi dan ia letakkan di meja makan
ia berlari lari kecil sesekali ia berpapasan dengan seseorang dan menganggukkan kepala sebagai tanda ia menyapa
setelah puas mengelilingi komplek Raihan pulang kerumah,ia melihat Mamang sedang menyiram tanaman kesayangannya.ia memutuskan untuk mendekati mamang
" Mamang suka bonsai" ucap Raihan saat sudah di dekat mamang.ia mengelap keringat yang membasahi dahinya dengan punggung tangannya
"Mamang tersenyum melihat menantunya " iya Mamang suka bonsai katanya kalau seseorang suka bonsai katanya bisa awet muda "
" ha ..ha....ha...itu mitos apa fakta mang?"Raihan yang mendengar kata kata mamang tertawa.
"kayaknya fakta deh...coba lihat Mamang awet muda kan" sambil menunjukkan dirinya sendiri dari atas sampai bawah
"ha..ha...ha" kembali Raihan tertawa sambil menggeleng gelengan kepala.ia lalu mengangkat dua jempol tanda ia setuju dengan apa yang di katakan mamang
"masuk dulu ya mang? ,gerah mau mandi" Raihan menarik narik kaosnya tanda ia sangat kegerahan
__ADS_1
" ya udah sana mandi biar keliatan tampan,biar istri kamu makin cinta..ha...ha...ha"Mamang senang sekali menggoda raihan
Raihan hanya mengangguk sambil berjalan masuk ke dalam rumah
" Raisa belum bangun bik" tanya Raihan saat berpapasan sama bibik di tangga mau naik ke kamar
" dia kebiasaan itu..kalau malam gak pernah tidur makanya jam segini belum bangun" gerutu bibik yang sedikit kesal
" sekarang tugas nak Raihan yang bangunin dia, bibik udah gak mau lagi" sambil pergi meninggalkan Raihan menuju ke depan menyusul Mamang
Raihan yang mendengar ucapan bibik hanya geleng geleng kepala,ia lalu berjalan menaiki tangga.
saat membuka pintu kamar ia melihat Raisa masih bergumul dengan selimutnya, ia tersenyum sendiri melihat Raisa yang tidur pulas.ia ingin sekali menghampiri dan memeluk wanita pujaannya itu,tapi ia mengurungkan niatnya " pelan pelan saja Han.....jangan buru buru nanti bisa lepas " ia lebih senang menyemangati diri sendiri.
Raihan bergegas ke kamar mandi ia tidak mau lama lama memandang wajah cantik yang terlihat damai saat tidur di karenakan adik kecilnya yang ada di bawah tidak bisa di ajak kompromi..ia berkali kali beristigfar...untuk menenangkan diri.
Raisa yang mulai terbangun melakukan kebiasaannya. menggeliat sambil bersuara " aah......." ia seakan menikmati saat melakukannya.ia merasa ada seseorang yang mengawasi gerak geriknya ia yang selalu waspada membuatnya langsung mengalihkan pandangan. matanya langsung mencari sosok yang ia rasa sedang memperhatikannya.
Raisa di buat terkejut di depannya berdiri laki laki yang sangat tampan ,laki laki itu baru saja mandi wajahnya terlihat segar . tercium jelas bau shampo yang ia pakai seperti bau shampo yang ia punya.rambutnya yang basah serta air yang sedikit jatuh ke wajahnya menambah ketampanan yang di milikinya ,Raisa di buat tak berkedip Memandang laki laki yang telah resmi menjadi suaminya.Raisa mendudukkan dirinya dengan mata masih mengawasi raihan.
Raihan tersenyum melihat Raisa yang terbengong melihatnya
"ehem..." Raihan berdehem
Raisa yang tersadar karena deheman Raihan langsung memelototkan matanya
" ngapain lo di sini?! bentak Raisa
" baru tadi malam kita menikah masak kamu sudah lupa sama suami kamu sendiri" masih di tempat yang sama Raihan berucap,ia kemudian memakai sarung ia ingin mengerjakan sholat Dhuha.
Raisa yang sudah mulai ingat langsung memalingkan wajahnya,ia menarik nafas kasar
"jangan pernah lupa sama suami sendiri, nanti kalau lupa akan Abang hukum" sambil tersenyum penuh arti
tanpa menjawab Raisa beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi
Raihan yang melihat Raisa sedikit sewot merasa senang,ia bisa menggoda Raisa .
__ADS_1
ia kemudian kembali pada niatnya untuk melakukan sholat dhuha.