Menemukanmu

Menemukanmu
episode 36 apa ini yang kamu harapkan


__ADS_3

raisa masih berfikir siapa gadis di depannya ini berkali kali, ia mengernyitkan dahinya tapi ingatannya selalu buruk jika menyakut yang ini.


" siapa" tanya raisa tanpa basa basi


" saya aisyah" aisyah memperkenalkan dirinya menyebut namanya sambil menganggukkan kepalanya


"ada apa?"matanya memandang wanita cantik di depannya, tutur katanya yang halus mencerminkan sikapnya yang lemah lembut. raisa menghisap rokok yang masih ada di tangannya, asapnya yang menyebar membuat aisyah tak nyaman ia mencoba mengibas ngibaskan tangannya ke udara agar asap rokok tidak ia hirup, raisa yang tahu perempuan cantik di depannya tak nyaman memilih mematikan rokoknya


" maaf saya mengganggu anda?" tutur aisyah halus


raisa yang melihat aisyah sedikit kagum pada sosok perempuan di depannya, cantik tutur katanya yang halus sikapnya yang lemah lembut, definisi nyata dari perempuan sholeha.


" ada apa?" ulang raisa dengan dingin


" em....mm.." seolah aisyah bingung ingin mulai dari mana, ia meremas kedua tangannya untuk menutupi kegugupannya.


raisa masih menunggu apa yang akan di katakan aisyah, ia masih memandang perempuan di depannya.


"apa.....emm....yang saya dengar jika kamu dan raihan melakukan taruhan... emmm......" aisyah menjeda kalimatnya ia berfikir mencari kalimat yang tepat untuk bertanya agar raisa tidak tersinggung, ia masih meremas kedua tangannya ,ia benar benar gugup


"apakah taruhan itu...emmm....mmm..kalau raihan menang kamu akan menikah dengannya?" akhirnya dengan nafas lega aisyah berhasil menyelesaikan pertanyaannya pada raisa.


kini giliran raisa yang menghela nafas panjang, seperti semua ini beban baginya.


" jangan tanya ke gue, tanya sama orangnya" sambil meletakkan hapenya di meja .


" saya hanya ingin memastikan berita ini benar dari kamu? dengan pandangan mata yang penuh dengan kecemasan.


raisa kembali menghela nafas" gue gak bisa jawab, tanya sama dia ?"


ada kekecewaan dalam hati aisyah, berarti benar berita yang ia dengar, ia sebenarnya ingin bertanya langsung pada raihan tapi ia tak punya cukup keberanian, selama ini ia begitu besar memendam rasa terhadap raihan tapi rasa cintanya hanya bisa ia pendam tanpa bisa ia ungkapkan.


"terima kasih, saya permisi dulu" sambil berdiri dan menganggukkan kepalanya kepada raisa. aisyah pergi meninggalkan raisa yang masih memandangnya heran.


raisa memandang kepergian aisyah ia merasa perempuan itu menyukai raihan ,ia melihat kesedihan di mata perempuan cantik itu.


tiba tiba di otaknya mulai mengingat sesuatu, perempuan cantik itu pernah di lihatnya jalan bersama raihan, jadi kini ia tahu untuk apa perempuan itu mendatanginya.


raisa kembali fokus dengan hapenya setelah perempuan cantik itu menghilang di balik tikungan.


ia melihat jam di tangannya masih tersisa waktu sepuluh menit lagi.ia mulai bersiap siap memasukkan hape dan rokok beserta koreknya ke dalam tas . ia harus cepat sebelum terlamat nanti sampai di kelas .saat ia akan berdiri ia melihat tali sepatunya lepas ia kemudian berjongkok untuk mengikat tali sepatunya.saat di rasa sudah pas raisa mendongakkan wajahnya, ia kembali mengernyitkan dahi, di depannya sudah duduk raihan dengan setumpuk buku di atas meja

__ADS_1


mata mereka saling berpandangan, raihan tersenyum lembut kepada raisa


" kenapa sudah masuk kalau belum sembuh?, dengan tatapan teduh penuh cinta serta sikapnya yang kalem membuat hati yang menatapnya akan terasa adem, tapi tidak untuk wanita cantik di depannya ini ,ia tak suka tatapan itu .


" tadi saya ke rumah mau ngasih ini" sambil menyodorkan setumpuk buku pada raisa


" Bibik bilang kalau kamu sudah masuk kuliah, besok tunggu saya, saya jemput?"


raisa menarik nafas ia seperti kehabisan kata kata jika beradapan dengan laki laki di depannya ini, suara yang lembut tapi penuh penekanan dan tak ingin di bantah , inilah yang tidak ia suka darinya, seolah ia merasa lemah, ia hanya memandang raihan tanpa berkata apa apa,


raihan kembali menyodorkan setumpuk buku yang tadi ia bawa.


" ini tugas tugas kuliah kamu selama kamu gak masuk,"


raisa terbengong tanpa sadar ia mengulang kata kata raihan


"tugas kuliah?"raisa seperti orang kebingungan.


" iya...saya pinjam catatan ke teman kamu, semua materi sudah aku catat di buku kamu yang lainnya nanti aku kirim ke email kamu kamu tinggal kirim alamat email ke nomerku nanti biar cepat saya kirim, dan tugas tugas kamu semua ada di sini , kamu tinggal mengumpulkannya.


raisa yang mendengar penjelasan raihan masih tak percaya ia masih terpaku mendengar kalimat panjang raihan


suara deheman raihan menyadarkan raisa.


"kok gak di kirim" tanya raihan pada raisa


" apanya?" tanya raisa yang masih bingung


" alamat emailnya?"


" biar segera saya kirim?"


"oh..." raisa hanya mampu mengucapkan kata itu.ia lalu membuka hapenya , ia mulai mengetik alamat emailnya di aplikasi wa , saat ingin mengirim ia tak tahu no hape raihan, ia kembali memandang wajah tampan di depannya


" sudah" tanya raihan


" emm....nomer hape? jawab raisa


raihan kembali tersenyum "kemarin kan saya sudah pernah wa kamu?"


" kehapus" jawab raisa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar hapenya.

__ADS_1


kemudian raihan mengucapkan dua belas digit angka nomer telponnya.


" sudah gue kirim" kata raisa lagi tapi kali ini dengan memandang wajah teduh di depannya.


" iya "sambil mencari hapenya yang ia taruh di dalam tas, saat ketemu ia langsung mengirim semua ke email raisa.


" sudah...."


"hmmm..." jawab raisa dengan deheman.


mereka berdua saling diam bingung harus memulai pertanyaan.raihan yang kalem dan raisa yang dingin,


"lo beneran sama dia!?"suara seseorang memecah kesunyian di antara raihan dan raisa.


mereka berdua menoleh pada sumber suara, ternyata doni sudah ada di antara mereka sambil berkacak pinggang


" gue sebagai teman lo gak bakalan rela dunia dan akhirat jika lo benar benar sama dia" dengan sedikit neninggikan suaranya, ia yang sebagai sahabat raihan tidak mau jika sahabatnya ini mendapatkan wanita yang tidak punya akhlak menurutnya. ia ingin yang terbaik untuk temannya, raihan bak idola baginya, sikap, dan tingkah laku serta tutur katanya patut menjadi panutan . ia tidak mau sahabat sekaligus idolanya mendapatkan sesuatu hal yang menurutnya buruk, itu tak adil untuk raihan pikirnya.


" Lo gak pantes dapetin dia?!, lo harus mendapat perempuan yang terbaik bukan seperti dia" dengan suara yang menggebu gebu.


raisa yang mendengar kata kata doni tidak merasa tersinggung , ia hanya diam, matanya memperhatikan doni yang sedang berbicara.


"sudah....marah marahnya" dengan kesabaran yang tinggi raihan mencoba meredam kemarahan doni


" kapan kapan kita bicarakan ini, saat ini saya tak bisa menjelaskannya, sebentar lagi kita masuk...." jelas raihan sambil menganggukkan kepalanya.


" kamu harus merubah keputusanmu, jika tidak gue gak mau berteman dengan lo" setelah mengucapkan kata kata yang mengancam raihan akhirnya doni pergi meninggalkan raisa dan raihan.ia juga tidak mau telat masuk kelas.


kini kembali tinggal raihan dan raisa , mereka kembali saling diam.setelah beberapa detik mereka saling diam akhirnya raisa memutuskan bangkit dari duduknya, ia mengambil buku buku di atas meja yang tadi di bawa raihan .


"apa ini yang lo harapkan? "raisa memandang raihan yang masih duduk di depannya.


" saya tidak akan mundur" kini balik raihan yang memandang raisa .


raisa menarik nafas panjang, kemudian ia hembuskan dengan kasar


" terimakasih untuk ini" sambil matanya melihat ke arah buku., ia kemudian berjalan meninggalkan raihan yang duduk di mejanya.


raihan memandang kepergian raisa, wanita cantik dan dingin yang telah meluluhkan hatinya


" aku akan berjuang demi kita" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2