Menemukanmu

Menemukanmu
episode 33 menjadi ada selalu untukmu adalah pilihanku


__ADS_3

pov raihan


aku yang sedang membaca al quran setelah sholat isya' di rumah karena tadi aku tak sempat mengikuti solat isya' di masjid pesantren karena aku harus menyelesaikan tugas kuliahku yang tertunda .selesai sholat magrip tadi aku berpamitan ke abiku dan beberapa pengurus pesantren yang sedang berdiskusi. aku langsung pulang tak menunggu seperti biasanya. bunyi telpon yang berulang ulang memaksaku untuk menyudahi membaca al quran. aku bangkit dari dudukku mengangkat telpon yang sedari tadi mengusikku hingga membuat aku tak konsen dalam membaca al quran.tapi sebelumnya aku menyimpan al quran di rak buku paling atas.


dahiku mengernyit saat melihat no tak di kenal , aku buru buru mengangkat telpon sebelum telpon yang ku genggam kembali mati.


"hallo assalamuallaikum?".....aku kembali mengernyitkan dahiku suara yang belum pernah ku dengar sebelumnya.


"iya saya raihan.... ini dengan siapa"aku seolah berfikir siapa perempun yang menelponku dan memanggilku nak


" bibiknya raisa"..aku kembali mengulangi kata kata orang yang ada di seberang.


aku terperanjat setelah tahu siapa yang menelponku ternyata bibiknya raisa..


" maaf bik raihan gak tahu jika ini bibik" aku benar benar tak menyangka jika bibik menelponku hal yang di luar dari pikiranku


" ada apa bik? ada yang penting? "aku semakin mengernyitkan dahiku saat seseorang yang berada di seberang berbicara, aku mendengarkan sebelum berucap


" saya akan menyusul raisa bibik tenang saja,


saya janji kali ini raisa tidak akan bertanding" aku menarik nafas dalam dalam, kali ini mungkin orang akan menganggap aku bodoh karena memperjuangkan sesuatu yang mungkin menurut orang tidak pantas di perjuangkan tapi menurutku dia pantas di perjuangkan, ada sesuatu yang menarik hatiku pada dirinya entah aura apa yang ia miliki hingga hati ini tak bisa berhenti mencintaya.


" waalaikumsallam bik" aku mengakhiri perbincangan kami..aku mulai menelpon sahabatku diki yang punya koneksi di mana mana ia juga bisa dengan cepat menemukan tempat lokasi dengan mudah.agar secepat mungkin aku bisa mengetahui dimana lokasi pertandingan balap liar di lakukan. sepuluh menit kemudian diki menghubungiku ia sudah tahu di mana lokasi pertandingan, dengan cepat aku memakai sepatu snaikers dan menyambar jaket yang aku letakkan di kursi .diki sudah menungguku di pintu gerbang rumahnya ia heran kenapa aku menanyakan hal yang tak pernah aku perdulikan sama sekali ke padanya.

__ADS_1


saat di dalam mobil ia memberondong diriku dengan berbagai pertanyaan tapi aku tak menjawab aku hanya bilang nanti ia akan tahu sendiri..dengan kecepatan tinggi aku mengendarai mobilku satu lagi hal yang tak pernah ku lakukan.mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.diki sampai memejamkan matanya dan berteriak


" lo kenapa ...?!"


"anjing....lo ...ya....bisa pelan gak?"


"kalau lo mau mati.....mati aja sendiri...." menarik nafas untuk menetralkan rasa paniknya.


rasanya melihat diki seperti itu aku jadi kasian, tapi aku harus cepat sebelum terlambat, aku harus sampai disana sebelum raisa bertanding, jika aku telat.. sampai di sana dan raisa sudah bertanding itu pasti percuma.


akhirnya aku lega saat aku sampai tepat waktu .aku menghentikan mobilku tepat di depannya. saat aku turun aku melihatnya sedang melihatku. sorot mata yang tajam yang membuatku selalu rindu , mata yang memandang setiap orang dengan dingin.


saat ia menyadari bahwa ini adalah aku .aku melihat keterkejutan di wajahnya. aku mulai bernegosiasi dengan dirinya agar mau aku gantikan dalam bertanding.berbagai cara ku lakukan sampai sampai aku mengancam akan melaporkan ke polisi.perdebatan kami sangat alot aku merasa sedikit was was bagaimana jika ia kekeh tak mau aku gantikan.


diki yang melihatku ingin menggantikan raisa bertanding merasa kuwatir.ia tahu semua yang aku alami tentang motor. saat aku mulai menaiki motor raisa, tubuhku bergetar hebat.aku harus bisa melawan rasa panikku ini .sudah saatnya aku harus belajar menghilangkan rasa panik saat aku mengendarai motor.aku memejamkan mata untuk mengurangi rasa takut yang melanda.


aku mendengar suara suara para penonton yang berteriak teriak.kembali ku buka mataku,aku mulai menyalakan mesin motor mencoba mencari kenyamanan dengan motor raisa.


saat aku sedikit bisa mengatur ketakutanku aku memandang anto , aku mengangguk memberi tanda bahwa aku sudah siap.


anto mulai menghitung , hitungan pertama tubuhku bergetar...hitungan ke dua tubuhku semaki bergetar dan di hitungan ke tiga tubuhku seolah melayang tubuhku terasa lemas ...tapi di sini aku harus kuat aku harus bisa mengatasi rasa traumaku...


di detik pertama motor antonio melesat terlebih dahulu, aku menguatkan diriku agar aku bisa mengatasi traumaku sekaligus ini jalanku untuk bisa mendapatkan raisa walau harus melalui cara yang salah .untuk kali ini biarlah aku melakukan hal yang salah, hanya ini jalan satu satunya yang ada dalam pikiranku.

__ADS_1


aku mulai menarik gas dengan pelan merasakan sensasi naik motor yang sudah lama tidak pernah aku lakukan .aku mulai menambah kecepatan...dan tubuhku kembali bergetar, kilatan kilatan masa lalu kembali muncul dalam otakku, suara jeritan suara tangisan yang menggema terdengar jelas di telingaku .kecelakaan enam tahun lalu kembali tergambar jelas di pikiranku.


" aku harus bisa ....aku harus bisa....." aku menyemangati diriku sendiri. aku mulai berzikir menghilangkan rasa panikku .di putaran pertama aku tertinggal jauh, tiba tiba wajah dingin raisa seolah mencibirku...aku membayangkan jika aku kalah pasti dia akan senang tapi jika aku menang ku pastikan dia akan sangat kesal dan aku suka saat memandang wajahnya yang kesal begitu menggemaskan , andai dia halal bagiku .setiap hari jika ia marah aku akan menciuminya sampai wajah juteknya berubah jadi tomat...mungkin dia akan semakin marah padaku...aku pun tersenyum sendiri" ah...... pasti menyenangkan"..ucapku lirih tanpa sadar...kenapa aku membayangkan hal hal yang aneh sih.....ku getok kepalaku sendiri


dan anehnya bayangan bayangan kecelakaan itu sirna berganti dengan wajah dingin raisa .." aku pasti bisa" aku kembali menyemangati diriku sendiri


aku mulai kembali menambah kecepatan kini hanya ada bayangan wajah dingin raisa yang tersenyum mengejekku jika diriku kalah...


kini entah dari mana keberanian dan semangatku tiba tiba muncul .aku kembali menaikkan kecepatan.aku mulai mengejar antonio , dan sedikit lagi aku bisa menyalipnya , jika perhitunganku tepat belokan di depan jika aku sedikit menambah kecepatan aku bisa menyalipnya. ...dan....ini saatnya aku langsung gaspol motor yang ku naiki .dan akhirnya aku bisa menyalipnya..tinggal sedikit lagi sampai garis finis, aku sedikitpun tidak mengurangi kecepatanku.


akhirnya aku bernafas lega... aku bisa melewati garis finis.aku memenangkan pertandingan ini.ku hentikan motorku tepar di hadapan raisa.seyum bahagia tak bisa aku sembuyikan dari wajahku. ku buka helm saat aku turun dari motor aku tersenyum padanya namun seperti biasa walau terkejut ia tetap memasang wajah dingin.


aku berjalan mendekatinya dengan senyum yang masih tidak bisa aku tahan karena rasa bahagia.


saat aku bilang aku menang dan dia harus memenuhi janji yang ia ucapkan dulu dengan jutek ia menjawab "mau lo apa," langsung terlintas di pikiranku apa yang aku inginkan. "menikah denganku," kembali wajahnya terlihat terkejut dan marah itu terlihat cantik di mataku.kenapa pesonanya begitu besar hingga aku tak mampu menolak..


semua orang yang ada di sana sangat terkejut begitupun diki sahabatku ini ,ia dan diki sempat mengumpat bersamaan. tapi ini adalah pilihanku walaupun semua orang menentang bahkan jika seisi dunia tidak menerima, aku akan tetap mencintainya,dunia kita memang berbeda tapi aku tulus mencintainya.mungkin akan banyak rintangan kedepannya , tapi ini jalanku untuk memilikinya, menurut orang dia begitu buruk tapi menurutku dia seperti malaikat.kebaikannya tak pernah di perlihatkan yang ia perlihatkan hanya sisi buruknya, hingga semua orang salah paham padanya.


aku juga melihat laki laki yang tidak aku kenal mendekati kami .ia sangat marah kepadaku , ku lihat di matanya ada cinta untuk raisa, aku merasa tidak suka kepada laki laki di depanku. ada rasa sakit di hati saat ada orang yang memperhatikan raisa.hanya aku yang boleh memperhatikannya, hanya aku yang akan membuatnya bahagia.hanya aku yang akan memberi dia banyak cinta.


kulihat ia mulai marah, tatapan matanya yang tajam kepadaku menyiratkan kemarahan yang mendalam.


"gue akan penuhi janji gue, beri gue waktu" itu adalah kata yang membuatku seperti mendapatkan hadiah yang tak terkira.hal yang paling aku tunggu . aku berjanji aku akan selalu membahagiakanmu, aku akan selalu ada untukmu ,karna aku yang memilihmu.

__ADS_1


__ADS_2