Menemukanmu

Menemukanmu
episode 67 aku sedih melihatmu menjadi selemah ini


__ADS_3

acara di pesantren berakhir jam sebelas malam membuat Raihan memutuskan tidur di rumah umi, ia yang sempat melihat hape ada dua panggilan tak terjawab dari Raisa,ia ingin menghubungi balik Raisa tapi waktu sudah malam mungkin Raisa pun sudah tidur.


Raihan ingin memejamkan matanya rasa kantuk yang menyerang tidak bisa membuatnya tidur dengan nyenyak, berkali kali ia mengganti posisi tidurnya.


dulu kamar ini adalah tempat ternyaman dalam hidupnya ,tapi kali ini ia merasa ada yang kurang.


berkali kali ia berigstifar ia benar benar tak bisa memejamkan matanya,ada resah dalam hatinya yang tak bisa ia tepis


jam dua pagi tanpa pikir panjang lagi akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah.


saat sampai di rumah ia langsung masuk ke kamar,ia tersenyum lega di lihatnya Raisa sedang tertidur di balik selimut.


kamar yang remang remang karena lampu utama di matikan.membuat pandangan Raihan sedikit tidak jelas.


tapi ada yang aneh yang ia lihat selimut yang di pakai Raisa saat ia akan pergi ke kamar mandi. selimut yang di pakai Raisa bergerak tanpa henti.ia berjalan mendekat mengurungkan niatnya ke kamar mandi.


di bukanya selimut yang menutupi tubuh Raisa betapa terkejutnya raihan.ia melihat wajah Raisa yang terkena pantulan cahaya dari lampu balkon terlihat tidak tenang ia memejamkan matanya tapi mata itu mengeluarkan air mata,bibirnya bergetar,terdengar suara lirih dari bibir Raisa.


"sayang ..kenapa?" Raihan memegang tubuh raisa betapa terkejutnya ia mendapati tubuh raisa yang di pegangnya ternyata panas


Raisa membuka matanya saat ia mendengar suara raihan, ia merasa lega karena suaminya telah pulang


"dingin....."suara Raisa terdengar lirih dan bergetar menahan dingin


"badan kamu panas sekali sayang" Raihan duduk di tepi ranjang ia memegang kening Raisa


" dingin" dengan tatapan sayu Raisa mengulang kembali kata katanya.


Raihan langsung masuk ke dalam selimut ia mengangkat kepala Raisa dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk Raisa ia memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk tubuh Raisa yang ke dinginkan.


" maaf......" Raihan mengucapkan kata maaf sambil mencium kepala Raisa ,Raihan memeluk Raisa dengan erat ia bingung harus melakukan apa,ada rasa bersalah karena membiarkan istrinya sendirian di rumah dengan keadaan sakit tak ada siapapun di rumah.


"Abang ke bawah dulu ya ambil air hangat buat mengompres kamu?" raihan bangun dari tidurnya


" jangan pergi, jangan tinggalkan aku, tetap di sini" tangan Raihan di pegang Raisa dengan erat.Raihan melihat Raisa menangis.tatapan sayu yang di perlihatkan Raisa membuat hati Raihan seperti teriris


"cuma sebentar ambil air hangat" ucap raihan sambil mengelus pipi raisa


" Abang tidak akan meninggalkan kamu, cuma ke bawah ambil air hangat buat ngompres"


Raisa menggeleng tangannya masih memegang tangan Raihan erat.


akhirnya Raihan kembali berbaring di usapnya air mata Raisa dengan lembut,ia kemudian kembali memeluk Raisa sesekali ia elus kening Raisa .


panas badan Raisa yang tinggi membuatnya sampai mengigau


" jangan pergi, jangan tinggalkan aku"


" ssttt.......iya Abang di sini " Raihan mengelus pelan


Raisa tidur dalam pelukan Raihan ia merasa sangat nyaman.


Raihan terbangun ia melihat jam ternyata sudah jam lima lebih ia belum melakukan sholat subuh,Raihan memegang kening Raisa ternyata masih panas tapi tak sepanas semalam.ia bangkit dari tidurnya dengan sangat hati hati agar tidak membuat Raisa terbangun. ia harus melaksanakan sholat subuh karena sebentar lagi waktu subuh akan habis.


sebelum beranjak pergi Raihan menyelimuti tubuh Raisa dengan selimut.

__ADS_1


Raihan menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan berwudhu,


saat ia keluar dari kamar mandi di lihatnya Raisa masih tertidur ,ia segera melakukan sholat subuh.


selesai sholat Raihan mendekat ke arah Raisa ia duduk di tepi ranjang di pandanginya istrinya yang terlihat sangat lemah,di rapikannya rambut yang menutupi dari istrinya, Raihan tersenyum sendiri ternyata ia baru bisa tidur setelah memeluk istrinya walau tubuhnya seperti terbakar akibat tubuh Raisa yang panas.


Raihan beranjak dari duduknya ia ingin membuat bubur untuk Raisa agar saat Raisa bangun bisa langsung di makan setelah itu ia bisa minum obat.


Raisa terbangun ia menggeliat tubuhnya terasa sakit semua, kepalanya masih berdenyut denyut walau tak separah semalam.


tubuhnya terasa lemas,ia seolah tak punya tenaga untuk bangun.


saat ia melihat ke sekeliling tak ada siapapun di ruangan ini ,bahkan suaminya yang semalam memeluk dirinya juga tidak ada


Raisa bangkit dengan sekuat tenaga dari tidurnya ia menyandarkan tubuhnya pada bahu ranjang.


tiba tiba saja air matanya mengalir dengan sendirinya,rasa ketakutan tiba tiba saja muncul takut sendiri dan takut di tinggalkan.


ia benci sakit ia benar benar benci sakit.raisa menangis sesenggukan.


"kenapa semua orang meninggalkan aku, bahkan suamiku yang katanya mencintaiku juga pergi meninggalkan diriku, apakah aku memang tidak di harapkan.." Raisa berbicara pada diri sendiri air matanya semakin deras mengalir


Raihan yang selesai membuat bubur membawa nya ke atas saat ia membuka pintu di lihatnya Raisa yang berlinang air mata


"sayang kamua kenapa ? apa sakit sekali?" raihan menaruh bubur di atas nakas ia mendekat dan duduk di tepi ranjang.ia yang melihat Raisa menangis begitu kuwatir


Raisa yang melihat Raihan datang dan duduk di sampingnya seketika langsung memeluknya


" jangan pergi ,jangan tinggalkan aku, aku takut"Raisa menangis sesenggukan tubuhnya memeluk Raihan erat seperti sangat kuwatir jika Raihan pergi meninggalkannya


" sayang..... abang tidak akan pergi....." sambil mengelus dengan lembut kepala Raisa.


Raihan berusaha menenangkan raisa dengan mengelus kepala dan punggungnya dengan pelan


setelah Raisa tenang Raihan dengan pelan pelan melepaskan pelukan Raisa, ditatapnya wajah Raisa yang menunduk


Raihan merapikan rambut Raisa yang berantakan menutupi muka, ia juga merapikan rambut Raisa dan menjepitnya agar tidak berantakan,Raihan tersenyum lembut


" Abang janji tidak akan meninggalkan kamu" tangannya bergerak mengusap air mata Raisa yang jatuh di pipi.


" Abang ke bawah buatin kamu bubur?" Raihan mengambil bubur yang ia taruh di nakas


" makan dulu setelah itu minum obat" Raihan hendak menyuapi Raisa tapi tangannya di cegah oleh Raisa


" mau ke kamar mandi dulu kebelet?" dengan sedikit malu malu Raisa berkata ada rona merah di wajahnya karena menahan malu.


"Abang gendong" Raihan kembali menaruh bubur yang berada di tangannya ke nakas.


" aku bisa jalan....."


" tubuh kamu masih lemah"


Raisa menggelengkan kepalanya sebagi tanda ia mampu berjalan sendiri.


Raihan menggeser tubuhnya agar Raisa bisa lewat.

__ADS_1


Raisa yang lemah berusaha untuk berdiri,baru saja ia mau beranjak berdiri tubuhnya sudah oleng kepalanya kembali berdenyut denyut.untung raihan sigap ia dengan cekatan merangkul tubuh Raisa.


"udah di bilangin Abang gendong......" dengan satu gerakan Raihan menggendong tubuh Raisa ke kamar mandi.


Raisa yang tak siap langsung merangkul leher Raihan .saat raisa dalam gendongan Raihan wajah mereka sangat dekat,Raisa memperhatikan wajah tampan di sampingnya,dalam hati ia sangat mengagumi ketampanan Raihan.


" buang air kecil apa buang air besar?" tanya Raihan yang begitu dekat,hingga tanpa sengaja hidung keduanya saling bersentuhan.raihan tersenyum kearah Raisa sedangkan Raisa memilih memalingkan wajahnya.


Raihan mendudukkan Raisa di closed tubuhnya yang lemas di pegangi Raihan. ia menyandarkan tubuhnya di dinding. Raihan kemudian berjongkok di depan Raisa.


" Abang bantu buka " tangan Raihan bergerak ingin membuka celana Raisa.


Raisa menggeleng lemah,ia malu jika Raihan melihat bagian sensitifnya.


" bisa membuka sendiri" tanya Raihan yang melihat Raisa tidak ingin di bantu


Raisa mengangguk, tapi sayang tubuhnya yang lemas dan tak bertenaga tak mampu untuk menarik celana piyamanya.


Raihan yang melihat Raisa tak mampu melakukannya tanpa persetujuan Raisa perlahan raihan mulai menarik celana piyama Raisa sentuhan tangan Raihan yang menyentuh kulit paha Raisa membuat Raisa memejamkan matanya,


" dia suami kamu sa...."


" dia berhak lebih dari ini" Raisa mencoba berdamai dengan diri sendiri


" apa Abang perlu menutup mata?" tanyanya lirih pada Raisa,Raisa membuka matanya di tatapnya suaminya yang memandangnya dengan tatapan sayu


Raisa menjawab dengan gelengan, ia tahu Raihan punya hak atas dirinya.


dengan pelan Raihan menarik ****** ***** Raisa " sudah" kata Raihan saat celana Raisa sudah berada di lutut.


Raihan berdiri dan berbalik ia tahu Raisa tak akan nyaman dengan dirinya


" sudah" kata Raisa lirih saat ia selesai buang air kecil, ia menyandarkan tubuhnya di tembok tubuhnya benar benar lemas kepalanya akan berdenyut denyut saat ia bergerak,apalagi kemarin ia tak sempat makan.


Raihan berbalik ia menatap Raisa " sudah" ulang Raihan.


Raisa hanya mengangguk.


Raihan mengambil waslap yang ada di gantungan baju ia kemudian membasahi waslap dengan air lalu ia peras.


ia kembali berjongkok di depan raisa, di bukanya kaki Raisa yang Raisa rapatkan karena malu dengan raihan


Raisa hanya bisa pasrah ia membiarkan Raihan membuka kakinya..


setelah kaki Raisa terbuka Raihan memandang wajah Raisa di lihatnya Raisa memejamkan matanya.


dengan pelan Raihan mengusap daerah kewanitaan Raisa dengan waslap agar tidak gatal, Raisa yang baru pertam kali ada seseorang memegang daerah intimnya walau tidak langsung sedikit menjingkat.raihan tahu ini pertama kali untuk Raisa di sentuh oleh seseorang. Raihan kembali membilas daerah kewanitaan Raisa. salah satu tangannya memegang di bukanya daerah inti Raisa di sana terlihat begitu rimbun dan ditengah tengah ada bukit kecil,


Raihan hanya bisa berigstifar dalam hati untuk menahan gejolak di dalam dada.


raihan mengelap bukit kecil itu memastikan kalau bukit itu dan hutan hutan yang mengelilinginya bersih. tanpa sadar tangan Raisa meremas bahu raihan. raihan mendongakkan wajahnya di lihatnya Raisa memejamkan matanya.


setelah selesai Raihan kembali menarik ke atas ****** ***** dan celana piyama milik Raisa .


" sudah" kata Raihan ,Raisa yang mendengar Raihan bilang sudah langsung membuka matanya.ada rasa malu di hati Raisa dan ia memilih memalingkan wajahnya.

__ADS_1


raihan kembali menggendong Raisa ke tempat tidur.


.


__ADS_2