Menemukanmu

Menemukanmu
episode 25 rasa bersalah yang mendera


__ADS_3

pov raisa


" Hentikan sa....apa yang kamu lakukan,kamu tidak berhak memukuli orang seperti itu, masalah bisa di selesaikan dengan baik baik, apa masalahnya?"


kata kata itu selalu mengiang ngiang di telingaku,suara lembut dan tegas itu masih terdengar jelas sampai sekarang.


apalagi tatapan kecewa yang ia tujukan padaku saat ia bertanya tentang kebenaran foto itu, aku membenarkannya karna memang itu aku, membuat dada ini terasa sakit....kenapa dengan ku .bukankah ini yang aku inginkan dan aku harapkan .dengan ia tahu keburukanku ia akan menjauhiku....dengan sendirinya tanpa aku menyuruhnya... tapi tatapan kecewa itu sekali lagi tergambar jelas di pikirannku.semakin aku memejamkan mata semakin wajahnya terlihat jelas.


kenapa denganku ? pertanyaan itu kembali hadir dalam hatiku.....ini yang ku inginkan. berkali kali aku meyakinkan hatiku .


dengan sekali perintah orang suruhanku sudah berhasil menghapus foto foto itu. kini aku disini semakin terkucilkan , foto foto yang sudah terlanjur tersebar dan sebagian orang sudah ada yang melihat .mereka seolah mencibirku, tapi aku tak perduli karna aku sudah terbiasa .


aku memang seperti ini kenapa harus di tutupi? aku memang bejat untuk ukuran seorang perempuan.


mereka hanya bisa menyalahkan tanpa tahu kebenarannya .mereka seolah merasa paling benar , apakah sikap dan kelakuan seseorang hanya bisa di lihat dari luarnya saja, tapi mereka tidak melihat hal apa saja yang bisa ku lakukan.


***************************************


saat ini raisa sudah ada di semarang bersama sam seperti rencana sebelumnya. ia kini ada di kantor notaris untuk menandatangani berkas berkas pemindahan tanah beserta rumahnya atas nama panti asuhan.


ia tidak mau suatu saat ada orang yang mengusik tempat ini, maka dari itu ia menyuruh sam mengurus secepatnya tempat ini atas nama panti asuhan.


rumah ini adalah miliknya yang di peroleh dari harta warisan yang di berikan sang nenek kepadanya.dari pada tempat ini tidak bermanfaat ia gunakan untuk menampung anak anak yatim dan anak anak terlantar.ia juga membayar beberapa orang untuk mengurus semua keperluan panti..


dulu ia yang menopang seluruh kehidupan orang orang yang ada di panti , lama kelamaan akhirnya ia berfikir untuk membuatkan sebuah usaha agar kehidupan panti tidak tergantung padanya,...kadang kadang ia juga tak punya uang sedangkan kebutuhan hidup anak anak tergantung padanya ,ia takut jika mengandalkan pemberiannya anak anak panti bisa saja kekurangan bahkan kelaparan.


akhirnya ia punya ide untuk membukakan sebuah usaha percetakan dan foto copy. apalagi tempat ini sangat setrategis .letaknya yang dekat dengan kampus negeri yang terkenal di kota semarang ini, usaha ini menjadi pilihan yang cocok.


saat ini panti sudah tidak mengandalkan dirinya lagi, mereka semua sudah berkecukupan .usaha percetakan dan foto copy ini ia atas namakan panti asuhan .ia tidak mau ikut campur dalam pengelolaannya ia hanya mengawasi kalau kalau pengurus ada yang curang, setiap bulan ada bagian yang mengirim laporan kepadanya.


ia bahkan tak pernah mengunjungi panti ini , hanya sam dan kadang bibik yang menyempatkan untuk datang dan mengecek keadaan panti.


percetakan ini usaha panti asuhan, pekerjanya adalah anak anak panti, mereka di bagi tugas menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jadwal mereka masuk sekolah.mereka mendapatkan gaji yang mungkin tidak besar tapi bisa di gunakan sebagai uang saku mereka dan untuk kebutuhan sehari hari mereka.untuk soal makan panti ini sangat luas di belakang panti ada beberapa petak sawah yang hasil panennya bisa untuk memberi makan mereka.


ia tetap menyuruh sam sebagai penanggung jawab panti ini, ia tidak mau seseorang memanfaatkan panti ini yang ia bangun dengan susah payah.


" kita ke panti dulu? aku mau melihat mereka? "tanpa bicara sam membelokkan kemudinya menuju panti.


" dah sampai ayo turun" ajak sam pada raisa


raisa turun dari mobil ,pandangannya menyapu seluruh panti.ingatannya melayang ke masa lalu, dulu waktu kecil ia sering kemari menjenguk nenek bersama ayah dan ibunya , nenek tinggal sendiri hingga setiap akhir pekan ayah dan ibu menyempatkan waktu mengunjunginya .sudah hampir lima belas tahun tempat ini tidak berubah tempat favorit berupa prosotan masih berdiri tegak ,ayunan yang terbuat dari kayu juga masih berdiri di sana ia ingat dulu ia meminta neneknya untuk di buatkan ayunan dan prosotan.


"aku mau ayunan nek"...

__ADS_1


" aku juga mau prosotan"


" janji nanti kalau adek ke sini lagi semuanya sudah ada" dan nenek menyanggupinya


" ada kolam ikannya di sini ya nek?"


ia masih ingat nenek mengangguk dua kali sebagai tanda menyetujui permintaannya


seminggu kemudian nenek telpon


" ayunannya sudah jadi sa"


"prosotannya juga"


" kolamnya mau di isi ikan apa? biar bibik belikan ikannya"


dan itu menjadi kalimat terakhir nenek....berbicara dengannya


kedua orang tuanya menjadi begitu sibuk, setiap hari ia merengek kepada kedua orang tuanya agar mengajaknya pergi kerumah nenek


" akhir pekan ke rumah nenek mah"


" mama sibuk sama ayah saja"


" ayah sibuk sa ...kapan kapan saja?"


semua orang menjadi sibuk, mama menjadi sibuk sekali setiap hari pulang malam dengan alasan lembur , pekerjaannya sedang menumpuk.ayah menjadi jarang pulang..


setiap pulang bersama mereka selalu bertengkar


" kamu yang sibuk mas kenapa menyalahkan aku"mamah selalu berteriak teriak membuat aku ketakutan


"kamu yang ada waktu untuk keluarga gak pernah ngurus suami?"


setiap hari selalu seperti itu hingga suatu waktu ada yang menelpon mamah


" ibu meninggal mas"sambil menangis memberitahu ayahnya" kita ke semarang sekarang"


" saya harus keluar kota kamu saja sendiri" dan kembali pertengkaran terjadi...


" ia dan mamahnya ke semarang mengurus pemakaman neneknya. di temani teman mamanya seorang laki laki.


laki laki itu selalu memeluk mama

__ADS_1


" aku sudah tidak tahan lagi mas " di sela sela tangisnya raisa mendengar percakapan antara mamanya dan laki laki itu.setelah pemakaman nenek selesa tanpa istirahat mereka langsung pulang ke rumah dan itu menjadi hari terakhirnya bertemu neneknya dan menjadi hari terakhir di rumah neneknya.


"ayo masuk....? sam menyadarkan raisa dari lamunannya


" kamu masuk aja dulu aku nanti menyusul"


sam meninggalkan raisa sendiri , ia berjalan ke dalam mencari pengurus panti sekalian mau menyapa anak anak.


sedang raisa berjalan mendekati taman yang dulu di bangun neneknya untuk dirinya agar ia betah tinggal di sini.


ia mendudukkan badannya di ayunan kayu yang terlihat masih sangat kuat , ia meraba menikmati setiap inci rantai ayunan yang terpasang kuat.ia rindu neneknya , ada setetes air mata yang jatuh di sudut matanya.


"kak gantian dong ayunannya kakak kan sudah besar , nanti ayunannya ambruk saolnya kakak berat"segerombolan anak anak menggoyang goyangkan ayunannya dan berhasil membuatnya tersadar dari lamunannya.


ia memandangi satu persatu anak anak itu?


" kalian mau duduk di sini"


"iya"...jawab mereka kompak


raisa tertawa......" baiklah kakak akan pergi....."


" kalian mainnya hati hati ya" pesan raisa untuk anak anak itu.


" terimakasih kakak cantik?" kata salah satu di antara mereka


raisa kembali tersenyum, ia bangkit dari duduknya dan melangkah menuju ke rumah..ingin menyusul sam


" kakak cantik siapa namanya" tanya salah satu dari mereka dengan berteriak.


raisa menoleh ia merasa lucu dengan sikap anak anak itu


"pangil saja kak raisa" dengan sedikit berteriak karna sudah sedikit jauh dari anak anak.


" ok kak raisa" jawab salah satu lagi sambil membentuk huruf o pada jarinya.


kini ia sudah berada di dalam bergabung dengan sam untuk mendengarkan penjelasan pengurus panti tentang kondisi saat ini.


ia mengedarkan pandangan melihat ruangan yang juga tidak banyak berubah, hanya disini di ruangan ini kini terlihat sangat luas ternyata kamarnya di bongkar , mereka menjadikan tempat ini sebagai tempat belajar anak anak sekaligus tempat bermain.


setelah di rasa cukup ...sam dan raisa berpamitan kepada pengurus panti untuk pulang, ia memutuskan untuk segera pulang meleset dari rencana awal.


kemarin ia memutuskan untuk menginap beberapa hari di semarang sekalian liburan tapi telpon dari seseorang memaksanya untuk segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2