
Raisa mendengus kesal...acara yang sudah ia susun harus pupus karna telpon dari anto.
" balapannya di ajukan minggu ini...sa"
" uangnya dah di transfer sam "
" kali ini tempatnya berubah"
" biar gak kecium sama polisi"
" jamnya seperti biasa"
" nanti aku serlok"
ia sudah membayangkan ingin kemana saja menghabiskan dua hari di semarang, pertama ia ingin nongkrong di simpang lima makan nasi kucing yang di jual di angkringan yang berjajar di sepanjang trotoar itu.
yang ke dua ia ingin menyewa motor untuk berputar putar mengelilingi kota ini , ia ingin melihat kota semarang di malam hari.
akhirnya ia minta sam untuk membelikan tiket,
" pesen onlain aja"
" pilih malam , sampai rumah tinggal tidur"
"besoknya mau tanding" pesannya pada sam
"kamu di sini dulu ,urus semuanya sampai selesai?"ulangnya lagi
" dapet yang jam sembilan mau gak?"kata sam padanya.
raisa melihat jam di pergelangan tangannya masih ada waktu empat jam lagi untuk dirinya bisa menghabiskan waktu berkeliling semarang
"ok , pesenin taxi mau jalan jalan dulu, sekalian langsung ke bandara gak balik ke sini "
kini giliran sam yang mendengus kesal.
"pesan sendiri" perintah sam
raisa melotot kepadanya , sam hanya bisa menarik nafas
" ok ok...." kata sam yang tak kuasa menolak perintah raisa
kini ia sudah ada di dalam taxi....meminta supir untuk membawanya ke simpang lima , ia melihat pemandangan kota semarang yang hampir sama denga kota jakarta . kemacetan terjadi di waktu jam jam pulang kantor, taxi yang ia tumpangi berjalan merayap.
" baru pertama kali ke semarang neng? "tanya supir taxi itu ramah
" keliatan kalau bukan orang semarang" tebak pak supir
"jakarta"
"sudah lima belas tahun baru kesini lagi?" jelas raisa.
" oh....dulu tinggal di semarang?" tanya supir taxi lagi.
" nenek"jawabnya singkat
__ADS_1
" kalau bapak asli semarang tapi istri asal purwodadi ,tapi keluarga bapak tinggal di demak.......he..he...he...bingung ya neng? supir taxi itu melihat kebingungan raisa dari kaca depan
"semarang kayak jakarta ya pak macet" tanyanya pada pak supir ,
"bener neng udah kayak jakarta aja, angka kejahatan juga meningkat pesat ,saingan ama jakarta "
ia melihat keluar jendela pemandangan yang hampir sama dengan jakarta, sepanjang jalan berderet toko toko dan ruko ruko, semua orang berlomba lomba ingin mempunyai usaha.persaingan usaha yang ketat kadang membuat orang salah jalan
"tin........n....n...tin....tin....nn" terdengar suara klakson mobil yang berbunyi sangat keras di susul dengan suara " brakkkkk!????" membuat ia dan sopir taxi terkejut......
" ada apa ya pak?" tanyanya pada pak supir
" belum tahu neng?"
" bapak coba lihat dulu ya neng , si eneng di dalam dulu" si bapak keluar dari dalam mobil untuk melihat apa yang terjadi
" ada tabrakan neng, mobil sama sepeda motor",suara pak sopir membuyarkan lamunannya,
" parah neng" sambil masuk kedalam mobil
"motornya hancur, pemilik motor kayaknya terluka parah, mobilnya ampe kebalik"
"bakalan macet lama nih?" lanjut pak sopir
"simpang lima masih jauh pak?" ia ingin turun di sini saja ,jika sudah dekat,ia ingin berjalan kaki menikmati kemacetan.
" udah dekat neng tu di depan" tunjuk pak supir
ia mengambil dompet dari dalam tasnya, ia buka dan .......oh.....tidak .....uangnya tinggal dua ratus ribu,
" di dekat sini ada atm pak" sambil menyerahkan selembar uang warna merah kepada pak supir
" duh...gak ada kembaliannya neng" ucapnya sedikit bingung, kalau ia mau turun untuk menukar dulu takutnya keburu jalan lancar lagi sedangkan posisi taxinya ada di tengah. nanti ia bisa di marahi banyak orang menjadi sumber kemacetan yang baru.
"apa mau di tukar dulu neng......"usul pak sopir
"ambil aja"ia langsung membuka pintu mobil dan menutupnya kembali . ia berlari lari kecil menuju tepi jalan.
pak supir yang belum sempat mengucapkan terima kasih hanya memandang kepergiannya dengan senyum yang mengembang.
kini ia berjalan menikmati pemandangan di sepanjang trotoar .para pedagang makanan mulai memasang tenda , menata rapi dagangan mereka . banyak sekali jenis makanan yang di jual di sepanjang trotoar ini . ia sudah tidak tahan lagi untuk menikmati kuliner yang di jual di sini , matanya membulat, mulutnya seperti mengeluarkan air liur begitu melihat makanan yang tersaji di sepanjang jalan.
ia ingat, ia harus mengambil uang di atm dulu , uang yang ia punya tinggal satu. ia mengedarkan pandangannya mencari cari mesin atm, "indoret kata bapak tadi ...mana tulisan indoret" ia bergumam sendiri.
senyum merekah tercipta di bibirnya kala matanya menemukan tulisan indored , ia bergegas ke tempat mesin atm yang berada di depan indoret
ia mengelus dadanya" untung....gak antri..." ia masukkan kartu atm yang baru saja ia ambil dari dompetnya. lima lembar uang warna merah akhirnya keluar dari mesin ajaib itu.
ia berjalan menuju ke salah satu angkringan yang di layarnya tertulis..."angkringan hokye"
tempat duduknya di buat lesehan jadi ia harus membuka sepatunya dulu sebelum ia duduk.tempatnya masih terlihat sepi , mungkin karna baru buka, sedikit membuat raisa nyaman. pemilik angkringan yang melihatnya duduk berjalan menghampirinya .
" mbak e bade pesen nopo? raisa melihat pemilik angkringan . ia memandang lekat lekat si pemilik angkringan, bedak yang begitu tebal kontras dengan warna kulit yang agak hitam, lipstik yang berwarna merah menyala membuatnya seperti memakai topeng. ia ingin ganti tempat tapi ia sudah terlanjur duduk di sini.ia ingi sekali muntah melihat pemilik angkringan memakai bedak begitu tebal. baru saja ia merasa nyaman karna tempat yang sepi kini ia di buat mual oleh pemilik angkringan karna bedak dan lipstik yang tebal.
" pesen sate aja sepuluh tusuk sama teh anget ,..satenya yang pakai sambal kacang ya?" ia harus bisa menahan rasa mualnya, ia tidak mau sang pemilik salah sangka.
__ADS_1
ia lupa seharian belum menghubungi bibik sama mamang.ia langsung mencari cari hape yang ada dalam tasnya.ia menghubungi bibik dan panggilan vidio callpun terjadi.
" hati hati"
" jangan aneh aneh"
" gak usah naik taxi biar supir yang jemput"
ia mendengus kesal sebelum mengakhiri panggilannya " memang aku anak kecil " ia membuang nafas kasar .ia cepat cepat menghabiskan pesanannya, ia ingin segera pergi dari tempat ini.
" berapa mbak semuanya?" ia merogoh sakunya untuk mengambil uang guna membayar makanannya.
" dua puluh ribu mbak?" ia lalu memberikan selembar uang merah kepada pemilik angkringan
" mbak gak ada uang pas , baru buka soalnya, belum dapat penglaris"?kata pemilik warung
" ambil aja kembaliannya" ia berlalu tanpa menoleh lagi , segera meninggalkan tempat ini.
" makasih mbak" ia masih mendengar sang pemilik angkringan mengucapkan terima kasih
ia menyetop taxi , memutuskan menunggu di bandara saja .
kini ia sudah mendarat di jakarta. setelah melewati pintu keluar, ia mengambil hape yang ada adalam tasnya , ia menghidupkan kembali hapenya yang sempat ia matikan saat pesawat take off.ia menghubungi bibik jadi gak pak supir menjemputnya.
" supirnya jadi jemput gak?"tanya raisa tanpa basa basi.saat matanya melihat sekeliling tanpa sengaja matanya menatap sosok laki laki yang membuat hatinya sedikit berdetak, laki laki itu berdiri di depannya, memandangnya dengan tatapan lembut, ia menatap laki laki di depannya ,ia terpaku beberap detik, matanya membulat tak percaya.
di sebrang sana bibik berkali kali minta maaf
"supirnya gak jadi jemput"
" lagi minta ijin pulang "
" tadi nak raihan kesini bibik minta tolong padanya untuk jemput kamu?
" bibik takut kamu kenapa kenapa"?
" sudah larut malam soalnya"
ia mendengus .sebelum mematikan telpon sepihak tanpa bicara pada bibiknya.
" kuatir apanya ,..alasan bibik aja,?"dalam hatinya ia berkata
ia menarik nafas sebelum menghampiri raihan yang masih berdiri di hadapannya.
saat mata mereka beradu raisa masih melihat rasa kecewa raihan padanya yang coba di tutupi dengan senyum .
mereka berdua terpaku beberapa detik sebelum seseorang menyenggol tubuh raisa
"maaf kak gak sengaja" sambil menyatukan kedua tangan, seorang laki laki meminta maaf padanya
ia hanya mengangguk, laki laki itupun pergi dari hadapannya
kini ia berada tepat di hadapan raihan memandang mata berwarna coklat yang terlihat sendu.
raihan tersenyum mencoba mencairkan suasana.tiba tiba jantung raisa berdetak lebih cepat dari bisanya.
__ADS_1
" kenapa dengan jantungku" batin raisa sambil mengelus dadanya
" kita makan dulu , tadi saya belum sempat makan malam" tanpa menunggu jawaban raisa raihan berjalan meninggalkan raisa....dan ajaibnya raisa seolah terhipnotis suara lembut itu...tanpa protes mengikuti raihan dari belakang.