Menemukanmu

Menemukanmu
episode 24 salahkah perasaan ini


__ADS_3

pov raihan


Aku sudah menyelesaikan tugas lebih cepat dari teman temanku, kebiasaan yang sedari dulu tidak pernah aku tinggalkan. aku akan merasa lebih nyaman saat aku sudah menyelesaikan kewajibanku sebagai mahasiswa.aku mengerjakan tugas yang akan di kumpulkan minggu depan di perpustakaan , di sini selain tempatnya adem karena full ac juga tempat yang paling tenang di kampus ini.aku sekalian mencari buku buku untuk reverensi dalam menyelesaikan tugasku , tanpa sengaja di sini aku bertemu aisyah , aku bisa bertukar pikir dengan aisyah karna menurutku aisyah perempuan yang pintar dan juga cerdas hingga tak terasa waktu satu jam aku habiskan di perpustakaan.


aku berjalan menuju kantin selain lapar aku juga sudah berjanji kepada ketiga temanku untuk menungguku di kantin.saat aku tengah berjalan sambil memainkan hapeku tiba tiba saja ada seseorang yang memanggilku.


"raihan.......?!..raihan......?!" aku menoleh ke arah sumber suara...seseorang berlari mendekatiku


" doni.....doni" sambil terengah engah mencoba menyampaikan sesuatu


" kenapa dengan doni?" aku menunggu orang itu untuk mengatur nafasnya


" doni berkelahi dengan raisa?"setelah berhasil menguasai pernafasannya supaya teratur ia segera menyampaikan sesuatu yang terjadi.


" berkelahi dengan raisa?" ulang diriku yang sedikit ragu


"iya benar...cepat kamu kesana?" tunjuk orang itu ke arah kantin


"di kantin" tanya diriku lagi


"iya..."


aku bergegas pergi ke kantin dari luar terdengar suara riuh anak anak , aku mencari asal suara yang terdengar ramai sekali.


saat sudah dekat aku berjalan pelan melihat dan mengamati apa yang sebenarnya terjadi


aku melihat doni di hajar oleh raisa tanpa ampun , aku melihat kemarahan diwajah raisa, aku belum tahu apa permasalahannya hingga membuat raisa begitu marah.aku ingin mendekat untuk melerai


" hentikan sa..! apa yang kamu lakukan?!" aku mencoba berbicara....aku sempat melihatnya terkejut saat melihatku


" kamu tidak berhak memukuli orang seperti ini meskipun dia bersalah"aku kembali mencoba berbicara dengannya


" masalah bisa di selesaikan dengan baik baik" seketika aku melihat tatapan tajam yang menusuk hingga ke jantung ini, "....dek.....seketika jantung ini bergetar ,wajah yang kurindukan beberapa hari ini kini ada di depanku memandangku tajam seolah tak suka aku ikut campur, aku mencoba tersenyum.


"apa masalahnya?" aku mencoba mencairkan hatiku yang berdebar dengan bertanya padanya lagi?

__ADS_1


" tanya temen lo" dan aku mencoba bertanya pada teman temanku, mereka hanya bilang "nanti"


aku mencoba menolong doni untuk berdiri dan mendudukkannya di kursi,aku masih mendengar ia mengancam doni tentang menghapus foto atau keluarga lo akan hancur.


tunggu.....foto......foto apa? aku mencoba berfikir dalam hati, apa jangan jangan foto yang di kirim doni padaku..saat aku menoleh untuk melihatnya ia sudah pergi.


aku yang penasaran tentang kebenaran foto foto itu ingin sekali bertanya langsung padanya,aku mengejarnya , kupanggil dia dan di langsung berhenti .


aku bertanya padanya tentang kebenaran foto itu dan betapa terkejutnya aku bahwa dia membenarkannya, selama ini aku mencoba menolak diriku untuk tidak percaya tentang foto foto itu. tapi kini ia membenarkannya, ada perasaan sedih di hatiku, rasa kecewa bukan kepadanya tapi kepada diriku sendiri.kenapa hati ini harus memilihnya tanpa bisa di cegah. kenapa hati ini begitu lemah terhadapnya tanpa bisa ku mengerti .beginikah orang yang jatuh cinta? perasaannya menjadi selemah ini.


aku melihatnya pergi meninggalkanku, hati ini masih menolak untuk percaya .aku ingin menanyakan langsung pada doni dari mana ia mendapatkannya.


aku kembali ke doni dan teman temanku, aku melihat doni sudah lebih baik , walau di wajahnya ada memar memar bekas pukulan dari raisa. aku duduk di hadapan doni , ku pandangi wajah temannku , aku tahu ia tak nyaman dengan tatapan menyelidik dariku , ia tahu aku butuh jawaban.


"apa..?"ia melihatku sambil berucap


" gue....gue yang sudah nyebarin foto foto dia di medsos...kenapa?" kini ia balik bertanya padaku.


aku menarik nafas, pantas ia semarah itu.


aku melihat ke arah diki dan davit, mereka hanya diam menyimak pembicaraan kami


"seburuk apapun kelakuan seseorang kita tidak berhak menilai atau menghujat bahkan mempermalukannya .kita sama sama manusia belum tentu diri kita lebih baik darinya."


" kamu benar benar jatuh cinta padanya?" dek....kata kata doni yang tanpa basa basi membuatku terkejut.


"kenapa?... lo pikir gue gak tahu...kita bersahabat sudah lama seperti yang lo bilang dan seperti yang lo bilang gue juga mengenal lo luar dan dalam, tanpa lo bilang gue udah tau kalau lo jatuh cinta sama dia"?


semudah itukah perasaanku mudah di tebak oleh teman temanku, apa terlihat sekali di wajahku,


" dan gue gak rela lo suka sama dia , gue gak mau temen gue yang begitu baik harus mendapat perempuan seperti itu , dia beruntung bisa dapetin lo tapi lo?..lo dapat musibah..." doni masih bicara terus walau ku lihat ia kesusahan karna luka di sudut bibirnya.


aku masih terpaku mendengar kata kata doni ku melihat kedua temanku juga sama.


" lo gak pernah melakukan hal seperti ini selama ini? perduli dengan seorang yang namanya perempuan, bahkan untuk dekat pun lo enggan .tapi dengan dia .....lo perhatian sekali bahkan lo rela antar jemput dia .walau lo tau sikap dia kayak apa ke lo?"

__ADS_1


" bahkan dengan aisyah lo gak seperti ini?, yang jelas jelas aisyah suka sama lo, bahkan lebih baik dari perempuan itu .dalam segala hal,.... lo harusnya pilih aisyah perempuan sempurna dunia akherat bukan perempuan yang setiap malam perginya ke club. dan gue akan jadi orang pertama yang gak setuju dan lo cocoknya sama aisyah....


aku hanya mampu mendengar kata kata doni tanpa bisa menyela...


" kamu gak boleh ngomong gitu don " bentak diki yang mungkin tidak enak padaku


" jangan menghakimi seseorang seperti itu kalau belum tau siapa dia sesungguhnya?"Kini giliran davit yang mencoba berbicara,


sedangkan aku masih diam mencoba mencerna kata kata doni, benarkah perasaanku salah...benarkah jatuh cinta padanya juga salah... jika salah kenapa allah menggerakkan hatiku untuk jatuh cinta padanya....


aku kembali menarik nafas mencoba mencari solusi tentang permasalahan ini


" kalian tahu.....kalian bertiga adalah sahabatku tak ada hal yang pernah ku sembunyikan dari kalian, kalian mengenalku lebih dari diriku sendiri.aku menyayangi kalian lebih dari sahabat..kita bertiga sudah seperti saudara, jika salah satu di antara kita ada masalah tanpa kita bilang kita akan tahu dan merasakannya...itu karna ikatan persaudaraan kita yang sangat kuat, "


"seumur hidupku aku belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, bagai mana rasanya perasaan ini ketika jatuh cinta , tapi...aku mengalami rasa dimana aku ingin selalu dekat dengannya, ingin melakukan semua hal yang aku bisa untuknya, ingin membuatnya tersenyum walau sulit" aku tersenyum sendiri membayangkan wajah raisa ketika marah" mencoba berbagai cara agar aku bisa bersamanya walau dengan cara yang mungkin bisa di bilang memalukan , melupakan akal sehat ku ." aku menggelengkan kepalaku merasa tak percaya aku melakukan semua ini.meninggalkan harga diri demi cinta.


"ku ingin menyakinkan hati dan persaannku tentang semua ini....apakah ini benar benar perasaan cinta atau hanya rasa penasaranku tentang seorang yang namanya perempuan."


aku melihat ketiga temanku mencoba meyakinkan mereka...tentang perasaanku..kulihat mereka hanya diam.


"apa hebatnya perempuan itu?" kulihat doni menatapku dengan tidak suka


aku kembali menarik nafas"aku sendiri tidak tahu apa yang istimewa dari dirinya, tapi perasaan ini muncul sendiri tanpa bisa aku cegah....? "aku ingin sahabatku memahami perasaan ku perasaan yang baru pertama kali aku rasa.


" mungkin menurutmu perasaan ini salah, tapi bagiku perasaan ini tidak salah, allah menggerakkan hatiku mungkin allah punya maksud dan tujuan di balik ini semua ...


" perasaan kamu tetap salah karna memilih raisa "doni masih dengan opininya


" banyak perempuan yang lebih dari raisa di luar sana tapi kenapa harus dia , itu yang bikin gue gak rela"doni masih kekeh dengan pendapatnya


"hanya allah yang bisa membolak balikkan hati manusia,...banyak sekali perempuan di luar sana yang lebih dari raisa...tapi kenapa allah menggerakkan hatiku kepadanya?....aku sendiri bingung dengan semuanya" aku tatap ketiga temannku, aku ingin mereka mendukungku bukan malah memojokkanku.


" don ..kita memang sahabat raihan tapi kita tidak seharusnya ikut campur tentang perasaannya" kini davit mencoba menengahi


" karna gue sahabatnya...gue ingin yang terbaik buat dia, gue gak mau dia menyesal karna memilih pilihan yang salah"...ku lihat doni berdiri berjalan pergi meninggalkan kami...

__ADS_1


kami bertiga saling berpandangan diki menepuk pundakku..." nanti gue coba bicara sama dia..." aku hanya mengangguk..


__ADS_2