
Raihan mendekat ke arah Raisa ia tersenyum lembut tatapan mata yang teduh seolah dia sosok yang bisa melindungi dan juga mengayomi.
" kenapa kamu di sini"ucap Raisa ketus saat Raihan berada di sampingnya.ia memalingkan wajah ke tempat lain
" menjemput istriku untuk pulang" dengan sedikit kerlingan
" cieh..." Raisa berdecak
" kita pulang" ajak Raisa ,ia langsung berdiri ,ia memanggil pemilik warung untuk mendekatinya
" semua berapa?" sikapnya yang dingin membuat orang orang yang sering nongkrong di sana sudah tahu,mereka akan membiarkan Raisa dengan dunianya.
" semuanya mbk Raisa" tanya pedagang yang bernama mang Karjo
" ya " jawabnya singkat
Raihan yang melihat sikap Raisa yang dingin ternyata bukan hanya pada dirinya tapi semua orang ia perlakukan sama
" totalnya delapan puluh lima mbak?" mang Karjo yang sudah mengenal Raisa sudah terbiasa dengan sikapnya
" kembalinya ambil?" Raisa memberi Mamang satu lembar uang berwarna merah, ia lalu mengambil rokok dan hape bersiap untuk pergi
" apa kamu tidak ingin memperkenalkan suami kamu sama mereka?" Raihan tiba tiba saja ingin menggoda Raisa,ia mengulum senyum ia ingin apakah Raisa mau mengakui dia sebagai suaminya di depan mereka.
"tidak" Raisa berjalan meninggalkan Raihan,tapi Raihan dengan cepat menggandeng tangan Raisa dan mensjajari langkah Raisa,
orang orang yang ada di sana melihat Raisa dan raihan bertanya tanya ada hubungan apa di antara mereka
Raihan menghampiri orang orang yang bingung melihatnya,mereka tahu Raisa akan marah jika ada laki laki yang mendekatinya atau menggodanya,tapi mengapa dengan laki laki ini Raisa hanya diam saja walau terlihat mukanya begitu kesal.
"bapak bapak dan mas mas yang ada di sini,perkenalkan saya suaminya Raisa" dengan tenang Raihan memberitahu mereka.ia merangkul Raisa erat membuat Raisa mencoba melepaskan diri dari rangkulan Raihan ia menatap tajam Raihan agar melepas rangkulannya, tapi Raihan hanya menunjukkan senyum lebarnya.
mereka semua yang mendengar terkejut ,sampai sampai ada yang mulutnya menganga
" yang benar nak Raisa" tanya salah satu dari mereka yang sudah tua
" kenapa gak undang undang kita"
" kapan menikahnya" mereka satu persatu memberondong pertanyaan pada Raisa.
Raihan tersenyum melihat Raisa yang kesal.
" wah...ternyata ada yang bisa menaklukkan hati non Raisa" goda mereka.
lama Raisa terdiam ia hanya mendengarkan kata kata mereka yang terdengar di telinganya seperti mengolok olok dirinya .
__ADS_1
" dia suami saya" akhirnya di jawab Raisa dengan suara yang sangat lirih,mukanya yang kesal terlihat sekali
" kita baru menikah tadi malam " Raihan menambahkan
" makan makannya dong mbak...kita kan belum kebagian" mereka semua menjadi heboh
" boleh" dengan sikapnya yang kalem Raihan terlihat wibawa
Raihan mengambil dompet yang ada di saku celananya,ia mengambil sepuluh lembar uang berwarna merah
" ini untuk makan makan bapak bapak dan mas mas yang ada di sini" raiha meletakkan sepuluh uang berwarna merah di atas meja,sebelum menyusul Raisa ia menyempatkan ke ATM dulu yang ada di dekat indopril
" makasih makasih mas......" jawab mereka kompak
" semoga pernikahannya langgeng "
" semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah" orang orang mendoakan Raisa dan raihan
" semoga segera di kasih momongan"
"aminnn" mereka semua mengaminin.
Raihan tersenyum sambil melirik Raisa ,mendengar kata anak membuat Raihan ingin segera memiliki anak dari Raisa.
" pulang" ajak Raisa sambil berjalan meninggalkan raihan
"yang sabar ya nak Raihan" nasehat dari salah satu dari mereka,
Raihan mengangguk sambil tersenyum ia memberi isyarat untuk pergi mengejar Raisa dengan tangannya
" iya iya ..mas...makasih traktirannya, kapan kapan lagi ya?"teriak salah satu di antara mereka
kembali Raihan mengangguk sambil berjalan sedikit berlari mengejar Raisa yang sudah dulu pergi
" kok ninggal sih" kata Raihan saat sudah bisa mensjajari langkah Raisa
Raisa hanya diam ia enggan menanggapi omongan Raihan.
akhirnya raihan memilih diam ia tidak ingin Raisa tambah marah lagi padanya
dengan langkah bahagia Raihan berjalan di samping Raisa.
saat ini Raisa sudah ada di kamarnya ia yang selalu malas mandi jika tidak ada kegiatan lebih suka merebahkan diri di tempat favoritnya yaitu kasur, ia mendengarkan musik sambil berguling ke kiri dan ke kanan sambil bernyanyi mengikuti lagu yang diputar
ia ingin sekali olah raga tapi ia kali ini benar benar mejer.
__ADS_1
ia melihat ke arah pintu saat suara pintu di dorong dari luar ,ia melihat Raihan masuk ke kamarnya,kini ia tak lagi sendiri menjadi penghuni kamarnya, ia harus berbagi kamar dengan orang lain yang kini menjadi suaminya
Raihan berjalan mendekat ke arahnya,ia duduk di tepi tempat tidur,Raisa hanya memperhatikan Raihan tanpa mau bertanya,ia melirik Raihan sekilas,
" Abang mau pergi ke rumah Diki, mengambil barang yang ketinggalan,apa kamu mau ikut, sekalian jalan jalan?" Raihan mencoba membangun komunikasi dengan Raisa
" males" Raisa hanya menjawab singkat
" mau di bawain apa kalau pulang" tawar Raihan
"gak" Raisa menarik nafas dengan kasar
Raihan yang punya kesabaran yang tinggi hanya tersenyum lembut menghadapi sikap raisa
" ya sudah Abang pergi dulu" tanpa Raisa sadari Raihan mendekatkan bibirnya ke pipi Raisa dan " cup" Raihan mencium Raisa
Raisa yang baru sadar Raihan mencium pipinya hanya diam terpaku ia tak menyangka Raihan akan menciumnya
sebelum Raisa marah Raihan sudah berlari meninggalkan Raisa ia tertawa kecil ia senang sekali menggoda Raisa
saat Raisa tersadar ada benda kenyal yang menyentuh pipinya ,ia terlambat memarahi Raihan karena Raihan sudah pergi meninggalkannya.
lama kelamaan Raisa merasa bosan karena ia tidak melakukan apa apa.
akhirnya Raisa milih turun ke bawah setelah mandi ia ingin menyegarkan pikirannya yang kacau akibat keputusan yang salah
Raisa memutuskan keluar ia mengambil kunci mobil yang ada di atas kulkas penampilannya yang sehari hari cuek menjadi daya tarik tersendiri bagi lawan jenisnya
" mau kemana ndok?" tanya bibik saat berpapasan dengan bibik yang baru dari luar rumah
" keluar sebentar" pamit Raisa sambil mencium pipi bibik
" pulangnya jangan sampai keduluan sama suami kamu" pesan bibik
" hmm" Raisa hanya berdehem.ia kemudian berjalan menuju ke garasi
Raisa menghabiskan waktunya untuk pergi ke luar,ia ingin menikmati keindahan kota Jakarta,menghilangkan perasaan yang semakin menyesakkan dada.
saat raisa pulang waktu menunjukkan pukul dua belas tiga puluh. ia langsung menuju ke kamarnya di lantai atas ia tak mendapati bibik dan Mamang di ruang keluarga .
saat ia membuka pintu ia menarik nafas panjang di lihatnya Raihan sudah ada di dalam kamar ia masih menggunakan baju Koko serta sarung. ia melupakan jika dia sudah menikah.
Raihan hanya melihat Raisa sekilas ,sebenarnya ia ingin menegur tapi ia urungkan niatnya. ia kemudian melanjutkan kembali membaca Al Qur'an.
Raisa langsung menuju ke kamar mandi ia hanya melirik Raihan yang sedang membaca Al Qur'an .badannya yang lengket memaksakan diri untuk segera menyegarkan tubuhnya.
__ADS_1