
pov raisa
__ADS_1
hari ini hari yang berat bagiku,seharian menahan sakit yang tak kunjung reda , ingin segera pulang tapi sam saat aku telpon ia bilang tak bisa karena ada rapat, sam memang asisten yang bisa di andalkan . dia selalu ada di saat aku butuhkan , dia selalu sigap bila aku terkena masalah, dia juga jadi yang terdepan untuk membelaku. apapun yang aku mau tanpa aku bilang untuk yang ke dua kalinya dia sudah faham. Tanpa aku sadari ada seseorang yang menawarkan bantuannya , entahlah siapa nama cowok itu aku lupa .sebenarnya aku malas meminta bantuan seseorang karna selama ini aku melakukan semuanya sendiri. hanya sam yang selalu ada untukku. entah mengapa aku tak bisa menolak bantuannya, tutur katanya yang lembut, tatapan matanya yang teduh seperti mahnet buatku, menarikku untuk mengikutinya. aku yang selalu menolak untuk dekat seseorang dan selalu menutup diri untuk dekat dengan orang lain kini tànpa penolakan mengikuti perintahnya , ada apa denganku...?
__ADS_1
Seperti janji raihan kepada dokter dimas ia menjemput raisa di rumahnya , pagi pagi raihan datang ke rumah raisa ia tahu jika raisa ada jadwal kuliah pagi. ia sudah sampai di rumah raisa , ia melihat laki laki seumuran abinya yang sedang menyiram tanaman "ia keluar dari mobilnya menuju laki laki itu" assalamuallaikum" mang juju yang sedang asik menyiram tanaman mendongak mencari sumber suara " waallaikumsalam, emmm...cari siapa ya? raiha tersenyum ramah ke mang juju " saya mau menjemput raisa? apa raisanya ada?" mang juju terlihat terkejut,ia diam sebentar memperhatikan laki laki yang ada di depannya ia pandangi dari atas kepala sampai kaki ,wajah yang tampan dan kulit yang putih , selama ini ia tahu tak pernah ada yang menjemput raisa selain sam.mang juju masih terbengong bengong saat raihan mengulangi kalimatnya" maaf paman apa raisanya ada?" mang juju yang tersadar dari keterkejutannya kini tersenyum" raisanya ada ,mungkin masih tidur? ayo masuk , emmm ...temannya raisa? mang juju menunjuk ke arah raihan, dan raihan membalas dengan anggukan dan senyuman."saya raihan paman, yang dulu pernah mengantar raisa pulang waktu terluka?" mang juju mengingat kata kata istrinya waktu itu, ia bilang raisa di antar oleh laki laki yang sangat tampan dan juga sopan." jadi ini dia laki laki itu" mang juju berbicara sendiri dalam hati. "panggil mang juju saja? orang tuanya raisa" mang juju memperkenalkan diri. kembali raihan mengangguk.mang juju mengajak raihan masuk ke dalam rumah, ia langsung mengajak raihan ke ruang makan " sudah makan?" mang juju bertanya sambil mempersilahkan raihan duduk."sudah mang...?!..." raihan mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan, ia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling ruangan , di dinding sebelah kanan tempat ia duduk ia melihat foto raisa kecil yang tersenyum "cantik" tanpa sadar ia bergumam sendiri .mang juju yang melihat raihan yang sedang memperhatikan foto raisa dan mendengar gumaman raihan tersenyum. itu foto raisa waktu masih tinggal di kota rembang..." raihan mengeryitkan dahinya" jadi raisa bukan asli jakarta ya mang" mang juju menjawab dengan anggukan" kami sekeluarga dari kota rembàng , mau minum apa?" mang juju menawarkan minuman kepada raihan." tidak usah mang , tidak usah repot repot" mang juju berjalan menuju dapur ia mencari bik imah , ia mendapati bik imah sedang memasak nasi goreng untuk sarapan" buk apa raisa sudah bangun?" bik imah menoleh ke arah mang juju yang sudah ada di sampingnya." sudah? tadi aku lihat lagi main hape di kamar kenapa? " dengan antusias mang juju bercerita jika ada teman raisa yang mau menjemput raisa untuk pergi ke kampus. mereka berdua terlihat bahagia. sedangkan di ruang makan raihan yang masih duduk di meja makan tanpa sengaja matanya melihat raisa turun dari tangga , wajah yang khas bangun tidur tanpa make up rambut yang berantakan tanpa di sisir, tapi terlihat cantik dimata raihan .raisa yang fokus pada benda kesayangannya merasa ada seseorang yang memperhatikannya , ia mendongak dan matanya menemukan sosok laki laki yang belum lama di kenalnya" ngapain kamu ke sini?! " sambil berjalan mendekati raihan" raisa berkacak pinggang , sambil mendengus pelan ia berkata" kurang kerjaan aja"raihan tersenyum lembut ke arah raisa " saya sudah janji sama dokter dimas kalau mau mengantar jeput kamu ke kampus sampai sembuh?"raisa terkejut " ehh...apa?" kembali raihan tersenyum manis ia memandang raisa dengan tatapan teduh.raisa berdecak "aku bisa sendiri"bik imah dan mang juju yang mendengar raisa ada di ruang makan langsung menuju ke tempat raisa berada, mereka melihat raisa sedang menahan marah" ada apa ndok? bik imah mendekati raisa " kenapa dia ada di sini?" mang juju ikut mendekati raisa " dia kan teman kamu? katanya mau jemput kamu, kata bibik waktu kamu terluka dia yang mengantar,...kasian sudah jauh jauh dari bogor ...masak di biarkan di luar.raisa kembali berdecak ia berjalan menuju meja makan dan duduk di hadapan raihan sorot matanya tajam memandang raihan ia tidak suka ada orang yang masuk terlalu dalam ke dalam keluarganya. bik imah kembali ke dapur ia mengambil semangkuk besar nasi goreng yang ia bawa di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membawa suwiran ayam goreng dan telur ceplok, karna raisa paling suka kalau nasi goreng di taburi dengan suwiran ayam goreng.ia letakkan semuanya dimeja makan . mang juju sudah ada di belakangnya membawa piring dan sendok, bik imah kembali ke dapur untuk mengambil gelas , air putih dan juga teh hangat untuk raihan. bik imah duduk di sebelah raisa karna ia akan menyuapi raisa ,dari kecil raisa orang yang susah sekali kalau di suruh makan, bik imah harus punya tenaga yang eksta untuk membujuknya al hasil sampai sekarang jika tidak di suapi bik imah ia tidak makan. mang juju duduk di sebelah raihan.raisa kembali sibuk memainkan benda pipih kesayangannya .ia bersikap acuh terhadap raihan " ayo nak makan?..emmm siapa namanya?" bik imah bertanya kepada raihan " raihan bik, saya sudah makan" bik imah terseyum kearah raihan" kalau begitu makan sedikit saja , sudah ada di sini ini? sekali kali merasakan nasi goreng bibik?""raihan tersenyum mengangguk.bik imah mulai mengambil makanan utuk mang juju ia mengambil nasi goreng dan telur ceplok , ia kemudian mengulurkan nasi goreng ke arah mang juju . kemudian ia mengambilkan untuk raihan" apa segini cukup?" raihan melihat nasi yang ada di tangan bik imah" kebayakan bik di kurangi sedikit" bik imah mengurangi porsi nasi goreng untuk raihan, ia kemudian memberi suwiran ayam dan telur ceplok ,ia kemudian mengulurkan nasi goreng kepada raihan.kini ia mengambil untuk raisa , ia mulai menyuapi raisa , bik imah melihat jika raihan memperhatikannya saat menyuapi raisa" dulu waktu kecil raisa susah makan kalau tidak di suapi..trus...jadi kebiasaan sampai sekarang"raihan tersenyum malu karna ketauan memperhatikan raisa yang sedang di suapi, obrolan ringan terjadi antara bibik, mang juju dan raihan.sedang raisa terlihat cuek tanpa sedikitpun ikut mengomentari." wah...ternyata kalian semua lagi pada makan pantes di panggil pada gak denger,widih....kelihatannya enak nih" tanpa basa basi sam mendudukkan diri si kursi samping bik imah. tiba tiba saja matanya melihat laki laki asing yang belum pernah di lihatnya" siapa?" sambil melihat bibik dan mang juju.
__ADS_1