
Raisa merasa semakin canggung dengan raihan,ia jadi semakin salah tingkah jika berada bersama Raihan. sebisa mungkin ia memilih menghindar, berbagai macam alasan ia pakai agar bisa lepas dari suaminya,
ke kampus pun Raisa memilih berangkat sendiri dengan alasan alasan yang membuatnya berkali kali lipat mencari ide agar terbebas dari Raihan
seperti pagi ini saat di meja makan.
" kita berangkat bersama" ajak Raihan yang tahu pasti raisa akan menolak
" gue berangkat sendiri?" jawab Raisa ketus
" kenapa?, kita bisa berangkat bersama?"
" pulang kuliah mau ke klinik dokter Dimas ada janji dengan dia"
" Abang antar?" dengan sikap Raihan yang kalem dan sabar dengan sikap Raisa yang dingin
"gue bisa sendiri?"Raisa masih dengan pendiriannya
"Abang antar sa..." masih bersikap sabar menghadapi sikap Raisa,dengan suara yang lembut
" gue bilang gak usah ya gak usah" meletakkan sendok ke meja dan beranjak berdiri,sikap yang dingin seolah membuat dinding pembatas antara dirinya dan Raihan.
"sa... " tangan Raihan memegang tangan Raisa
Raihan mendongakkan wajahnya memandang Raisa yang tak sedikitpun tak memandangnya
" kita sudah sebulan menikah "
"kenapa kamu semakin menjaga jarak di antara kita"
" kita suami istri"
"kita pasangan"
" harusnya kita saling melengkapi"
" seharusnya kita saling memahami"
" seharusnya kita saling terbuka"
"seharusnya kita selalu bersama"
Raihan meremas lembut tangan Raisa yang di pegangnya, tak ada reaksi dari Raisa
"apa sesulit itu membuka hatimu untuk Abang?"
" tak adakah sedikit perasaan untuk Abang yang tumbuh di hati kamu selama kebersamaan kita"
" beri tahu Abang bagai mana caranya agar Abang bisa sedikit masuk ke dalam hati kamu"
" beri sedikit tempat di hati kamu untuk Abang?"
" Abang mohon"
"jangan biarkan Abang berjuang sendirian"suara terdengar lirih.Raihan mengusap wajahnya kasar dengan salah satu tangannya,
Raisa menarik nafas ia memejamkan matanya sesaat,saat ia membukanya di liriknya laki laki yang mungkin tanpa ia sadari sudah mengisi hatinya terlihat putus asa.
" gue pernah bilang jangan pernah memaksa gue"
"Abang tahu Abang yang memaksakan semuanya"
"Abang berfikir tak akan sesulit ini menaklukkan hatimu"
Raihan kembali meremas lembut jari jari Raisa yang masih di genggamnya,ia menarik nafas dalam dalam
" ternyata tak sedikitpun hatimu tergerak untuk Abang" suaranya sangat lirih terdengar menyayat hati bagi raisa
"maaf" akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Raisa
" Abang akan terus berjuang untuk mendapatkan hati kamu, sampai kamu merasa lelah dengan perjuangan Abang"
Raihan sadar semuanya karena keinginannya tapi ia tak pernah membayangkan akan sesulit ini meluluhkan hati Raisa.
ada rasa yang menyayat hati Raisa saat melihat Raihan berbicara seperti itu kepadanya,ia mencoba menyembunyikannya dengan memalingkan wajahnya dari Raihan.
__ADS_1
" makan dulu sebelum pergi"Raihan yang melihat Raisa masih berdiri menarik tangan Raisa agar duduk kembali untuk menghabiskan makanannya,Raisa belum sempat memakan makanannya.
" pulang jam berapa?" tanya Raihan pada Raisa yang masih terdiam,ia mencoba melupakan kata katanya yang tadi ia ucapkan.
" tidak tahu?"
" Abang nanti mau ke pesantren ada acara di sana, tadi umi telpon suruh ngajak kamu" Raihan menjeda kalimatnya ia melihat Raisa yang fokus dengan makanannya,ia sama sekali tidak memberi respon sedikitpun dengan ucapan Raihan
" biar nanti Abang cari alasan "
Raihan kembali makan makanannya yang belum sempat ia makan
" gue pergi dulu" Raisa beranjak dari duduknya ia ingin segera pergi menghindari Raihan.
" hati hati" Raihan melihat kepergian orang yang di cintai nya dengan perasaan sedih
"Abang akan terus berjuang" kata kata yang di ucapkan dalam hati sebagai penyemangat untuk diri sendiri .
setelah menyelesaikan makannya Raihan beranjak dari duduknya dan bersiap siap untuk ke kampus.
sebelumnya Raihan berpamitan pada pembantu yang di kirim bibik selama bibik pergi, bibik kuwatir karena tak ada yang mengurusi mereka selam di tinggal bibik dan Mamang.
" bik Raihan berangkat dulu " Raihan berpamitan pada bik Suti ,pembantu yang sudah lama mengenal bibik dan Mamang
" oh iya den?" bik Suti yang sedang menggiling cucian menoleh ke arah suara.
" istri saya sudah berangkat kuliah bik tadi buru buru gak sempat pamit" ucap Raihan dengan sopan
" iya den ...gak papa"
Raihan berjalan keluar menuju mobilnya.
Raihan menyetir mobilnya pelan menuju ke kampus, sebenarnya ia sangat bahagia jika Raisa mau bersamanya kemanapun pergi"
saat di perjalanan ke kampus ia melihat Raisa sedang berbincang bincang dengan seseorang di pinggir jalan. Raihan ingin menghentikan mobilnya tapi jalanan sedikit ramai. ia takut mengganggu kelancaran lalulintas.
sepanjang jalan menuju kampus Raihan berfikir seakan pernah melihat laki laki yang bersama Raisa tapi dimana fikirnya, berkali kali jarinya mengetuk setir kemudi mencoba mengingat ingat
tanpa ia sadari akhirnya ia sampai di parkiran ,ia mendesah ,tak kunjung mengingat siapa sosok laki laki itu,
ia memilih ke kantin menemui teman temannya yang sedang berkumpul,
" assalamuallaikum" sapa Raihan pada teman temannya yang sedang asik mengobrol
" wish...akhirnya ada waktu buat kita" ucap Doni sedikit ketus
Raihan hanya tersenyum ia sudah hafal dengan sahabatnya yang satu ini
"mau aku pesenin makanan" tawar Diki pada Raihan saat Raihan duduk di sebelahnya
" gak... sudah kenyang" Raihan menyandarkan tubuhnya di bahu kursi ia mulai memainkan hape miliknya.
saat semua orang sedang bercanda,Raihan terlihat diam saja ,ia berusaha menutupi kegalauannya.
Diki yang tahu luar dan dalamnya Raihan ,merasa jika sahabatnya ini punya masalah.
terlihat dari sorot matanya yang menyiratkan kesedihan
" ada masalah?" Diki berusaha bertanya pada Raihan saat teman teman yang lain sedang asik sendiri
Raihan yang sedang mengutak Atik hape miliknya melirik ke arah diki,ia merasa diki sedang berbicara padanya,
Raihan menunjuk ke arah dirinya sendiri sambil matanya melirik Diki
" ya ....kamu " Diki sedikit kesal karena Raihan mengabaikan pertanyaannya
" oh....…"Raihan menggeleng,ia tidak mau membicarakan rumah tangganya kepada siapapun,baginya aib rumah tangganya adalah aibnya sendiri, sebisa mungkin ia akan menutupi.
"ada masalah" diki mengulang kata katanya
" gak ada?" ia tersenyum tipis
" kalau perlu temen curhat gue siap dua puluh empat jam"
" ha...ha...ha" Raihan tertawa mendengar kata kata Diki,ia tahu sahabatnya ini paling memahaminya.
__ADS_1
"tu istri Lo yang Lo bangga banggain jalan sama cowok lain "Doni yang melihat Raisa sedang duduk di meja seberang menunjukkan Raisa pada Raihan.
Raihan yang masih fokus berbicara pada Diki memalingkan wajahnya ke arah Doni,
"apa" gerakan mulut tanpa suara dan alis sedikit di angkat ke atas yang di lakukan Raihan
" noh lihat " sambil menggerakkan dagunya ke arah Raisa yang di ikuti oleh raihan
Raihan melihat Raisa sedang duduk di meja sebelah di sana juga duduk seorang laki-laki .
" dia kan laki laki yang bertemu di indopril kemarin" Raihan kini sudah mengingat siapa laki laki yang bersama Raisa.
raihan melihat Raisa sama seperti tak bereaksi apa apa terhadap laki laki yang duduk di depannya,ia juga bersikap tidak perduli.ia malah asik dengan hapenya
Raihan melihat laki laki itu berusaha mengajak Raisa berbicara,tapi Raisa tak sedikitpun merespon
sedangkan Raisa mulai emosi dengan laki laki di depannya,ia berusaha mengabaikannya tapi laki laki ini semakin menjadi
"ca...sebelum kamu maafin aku,aku akan tetap di sini dan mengikuti kemanapun kamu pergi?!" laki laki ini mulai putus asa, Caca yang dulu begitu ramah periang dan mudah sekali memaafkan seseorang sekarang berubah seratus delapan puluh derajat
Caca yang ia lihat sekarang begitu dingin,tak ada senyum di bibirnya,bahkan tatapan matanya mengandung kebencian .
" ca...aku mohon bicaralah,bohong kalau kamu tidak mengenal aku?, "
"dulu kita tidak terpisahkan ,aku pergi karena aku punya alasan,"
" setelah aku kembali aku mencarimu ke rumah ternyata kamu sudah pindah,"
"aku bertanya pada orang orang di sana mereka tidak ada yang tahu kepergian kalian" Andre menarik nafas dalam dalam, benar benar Raisa sudah berubah.
Raisa melihat jam di tangannya sebentar lagi mata kuliah pertamanya akan di mulai,ia memasukkan hape ke dalam tasnya dan beranjak berdiri ,tapi Andre segera menahannya agar Raisa tidak pergi
" lepas!" suara dingin Raisa terdengar sampai di di tempat Raihan duduk
Raihan berdiri dari duduknya, teman temannya yang ada di sana hanya memperhatikannya
" ada apa sayang" suara lembut yang Raisa kenal kini sudah berada di sampingnya,memegang bahunya dan mengelus pelan.
Raisa langsung mengibaskan tangan Andre yang masih memegang tangannya.
" apa dia mengganggumu?"tatapan penuh cinta selalu di tujukan Raihan pada Raisa.
Andre melihat seseorang yang sama saat ia bertemu Raisa pertama kali di indopril, laki laki yang kalem dan lembut, ia memicingkan matanya bertanya tanya dalam hati siapa laki laki ini.
" siapa dia ca,kenapa dia selalu ada bersama kamu?"rasa penasarannya membuatnya tak kuasa untuk bertanya
Raisa melirik Raihan di lihatnya suaminya terlihat semakin tampan dengan setelan kaos lengan panjang dan celana jins.
Raihan menunggu apakah Raisa akan mengakui dia sebagai suaminya di depan orang lain
" gue gak perlu ngejelasin siapa dia ke elo karena Lo bukan siapa siapa gue" Raisa menaruh tangannya di depan dada sikapnya yang cuek membuatnya terlihat angkuh.
"kalau dia bukan siapa siapa kamu kenapa dia selalu ada di sini di setiap kita bicara?"
Raisa menarik nafas dia benar benar jengah dengan manusia di depannya.
"dia suami gue"dengan dingin raisa berucap
"wajar kalau dia selalu bersama gue" sambil matanya melirik sinis ke arah Andre.
Raihan yang mendengar Raisa mengakuinya di depan orang lain jika dia suaminya begitu bahagia
"apa?!!!.... kamu sudah menikah?!" Andre yang mendengar Raisa sudah menikah terkejut.
" bohong....kamu bohong kan kamu sengaja bilang seperti itu supaya aku menjauh, iya kan ca?"....Andre menggoyang goyang ke dua tangan Raisa.
raisa kembali menepis tangan Andre
" maaf ....kami memang sudah menikah, Raisa adalah istri saya, jadi saya mohon jangan mengganggu istri saya" ucap Raihan sopan.ia semakin mengeratkan rengkuhannya.
"aku yakin kalau kamu belum menikah ,pasti ini akal akalan kamu agar aku tidak mengganggumu.?" Andre benar benar tak percaya jika Raisa sudah menikah.
" aku akan berusaha mendapatkan hati kamu lagi ca, bagaimanapun caranya?" Andre menarik nafas kasar tubuhnya terasa tak punya tenaga ia mengusap wajahnya kasar ,ia tidak bisa menerima kenyataan saat ia mencari Raisa dan sudah menemukannya ternyata Raisa sudah menikah,
" jangan pernah mencoba mengganggu hidup gue"
__ADS_1
"gue bisa berbuat lebih dari apa yang Lo kira?"setelah mengancam Andre Raisa menarik tangan Raihan pergi menjauh dari Andre.